
Happy Reading,,! 😊
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rombongan peziarah menginap satu malam di Pamijahan Tasikmalaya.
Keesokan harinya mereka melanjutkan perjalanannya menuju Masjid Agung Banten. Perjalanan menuju Banten terbilang sangat lama.
Rombongan itu tiba di Banten ba'da ashar. Setibanya di sana mereka langsung menuju penginapan utk beristirahat. Menjelang maghrib mereka pergi ke masjid Agung Banten utk menunaikan shalat maghrib dan shalat isya.
Saat pertama kali melihat masjid Agung Banten yg begitu luas nan indah, para peziarah terpesona pada masjid Agung Banten.
" Subhanallah,, " gumam Abighail.
" Masyaallah,, " gumam Latipah.
" Alhamdulillah,, " gumam Sipa.
" Amazing,, " gumam Azri.
" Azri kalo bisa kamu jangan bilang amazing donk,, kurang pantes buat mengagumi keindahan rumah Allah,, " tegur Abighail.
" Iya Zri,, ucap Subhanallah ke,, Masyaallah ke,, atau apa gituh,, " timpal Latipah.
" Iya,, iya,, maaf,, " ucap Azri. " Subhanallah,, Masyaallah,, indah sekali masjid ini,, " lanjut Azri.
Mereka berempat memandangi bagian depan masjid Agung Banten itu.
" Lhoh,, Sipa tadi kok kamu malah bilang Alhamdulillah sih,,? Bukannya subhanallah atau masyaallah,,?" tanya Azri.
" Em,, aku mengucap Alhamdulillah karena, akhirnya aku dapat pulang ke kampung halaman ku lagi,, " jwb Sipa.
" Kampung halaman,,?" tanya Abighail bingung dan langsung diangguki oleh Sipa.
" Jadi kamu dulunya lahir dan tinggal disini,,?" tanya Latipah.
" Iya,, setelah menikah aku pindah deh dari sini,, " jwb Sipa.
" Kok kamu gk bilang dari kemarin sih,,?" tanya Azri.
" Heheh,, maaf,, aku lupa bilang,, " cengir Sipa.
" Wah halamn mesjid nya luas banget,, " ucap Latipah.
" Iya kita bisa berlarian ke sana ke mari dan tertawa,, " ucap Azri.
" Itu mah lagu Zri,, " ujar Abighail.
" Oh iya,, " ucap Azri sambil terkekeh.
Para peziarah menginap di Banten selama 2 hari.
Selama berada di Masjid Agung Banten, para peziarah dapat menikmati arsitektur kuno dan unik masjid, serta melihat bukti-bukti bersejarah Kesultanan Banten. Mereka sangat senang.
Sampai akhirnya para peziarah itu kembali pulang ke pesantren.
Setelah mereka sampai di pesantren, mereka beristirahat di kamar masing masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tiba di hari dimana keempat sahabat baik harus berpisah. Abighail, Azri, Sipa dan Latipah merasa sangat sedih karna kini mereka harus berpisah dan menjalankan pendidikannya masing masing sesuai dgn keputusan yg sudah diambil.
Azri memilih utk melanjutkan pendidikannya dgn kuliah. Sipa memilih utk berusaha menjadi istri yg baik bagi suaminya. Sementara Abighail dan Latipah memilih utk tinggal lebih lama di pesantren.
" Aku pamit ya,, " ucap Azri.
" Iya,, aku juga pamit ya,, " ucap Sipa.
" Iya,, jangan lupa kalian harus sering sering berkunjung ke pesantren,, " ucap Abighail.
" Iya insya Allah,, " jwb Sipa dan Azri.
Keempat bersahabat itu saling menatap satu sama lain. Mereka menahan air mata yg ingin keluar kadi pelupuk mata mereka.
" Ingat jangan ada tangisan,, " ucap Abighail.
" Ini bukan pertemuan yg terakhir,, " ucap Latipah.
Azri dan Sipa menganggukkan kepala mereka.
" Jaga kesehatan kalian ya,, " ucap Latipah.
" Ingat, yg terpenting kalian jangan pernah meninggalkan shalat,, " ucap Abighail.
" Azri mulai sekarang kamu kalo bangun jangan harus di bangunin,, kamu harus bangun sendiri,, " ucap Abighail. Azri menganggukkah kepalanya.
" Sipa kamu harus berusaha yg terbaik utk menjadi istri yg baik bagi suami kamu,, " ucap Latipah. Sipa menganggukkan kepalanya.
" Abighail,, Latipah,, kalian jaga diri kalian baik baik ya,, " ucap Azri.
" Iya,, kalian ini kalo sudah fokus belajar sering tdk ingat segalanya,, " ucap Sipa.
Abighail dan Latipah mengangguki perkataan Azri dan Sipa.
Setelah itu mereka berpelukan cukup lama.
" Assalamu'alaikum,, " pamit Azri dan Sipa.
Abighail dan Latipah menatap kepergian Azri dan Sipa.
" Hem,,, sekarang hanya tinggal kita berdua " ucap Abighail.
" Iya,, " balas Latipah.
" Kita kembali ke kamar yuk,, " ajak Abighail dan diangguki oleh Latipah.
" Latipah apa sekarang kita akan tidur berdua di kamar,,?" tanya Abighail.
" Mungkin, tapi mungkin juga kita akan di gabungkan dgn santriwati yg seumuran dgn kita,, " jwb Latipah.
" Oo,, " ucap Abighail sambil menganggukkan kepalanya.
" Tapi kalau kamu mau kita bisa tinggal di rumah umi,, " ucap Latipah.
" Rumah umi,,? Maksudnya rumah ustadz Afnan,,?" tanya Abighail. Latipah menganggukkan kepalanya.
" Nggak,, nggak,, nggak,, lebih baii kita sekamar dgn santriwati lain,, " tolak Abighail.
" Kata kak Afnan juga gk papa kok,, kan ada aku Ghail,, " ucap Latipah.
" Nggak ah Latipah,, meskipun ada kamu,, tapi akunya gimana,,? Nanti santriwati lain ngira aku mau deketin ustadz Afnan,, " ucap Abighail.
" Iya juga yah,, " ujar Latipah.
Mereka terdiam sebentar.
" Kayaknya kita akan dipindahkan ke kamar yg paling atas deh,, " ucap Latipah.
" Kamar paling atas,,? Kenapa,,?" tanya Abighail.
" Kata kak Afnan kita sebagai santriwati yg agak lebih tua, kita harus ikut menjaga ketertiban yg ada di wilayah santriwati,, " jwb Latipah.
" Maksudnya kayak kak Santika gitu,,?" tanya Abighail. " Iya,, " jwb Latipah.
Benar saja saat mereka sampai di kamar yg mereka tempati mereka disuruh utk pindah ke kamar yg paling atas.
Abighail dan Latipah memindahkan barang barang mereka ke kamar yg baru.
" Assalamu'alaikum,, " ucap Abighail membuka pintu kamar.
" Assalamu'alaikum,, " ucap Sipa yg mengikuti Abighail dari belakang.
Abighail melihat ada 2 tempat tidur.
" Wah ruangan ini agak kecil ya,, dari yg biasa,, " ujar Abighail sambil mengarahkan matanya pada ruangan yg kini ditempatinya
" Iya,, ini si,, cuma masuk 2 org,, " ucap Latipah.
Abighail keluar kamar dan disusul oleh Latipah.
" Em,, apa di atas ini cuma ada kita berdua,,?" tanya Abighail.
" Kayaknya iya,, " jwb Latipah.
Abighail berjalan jalan.
" Wah kamr mandinya deket,, cuma di sebelah,, " ujar Abighail. " Kalo gini mah,, nyamanlah,, cuma berdua juga,, " lanjutnya.
Latipah mengangguki perkataan Abighail.
" Kalo kesana ruangan apa Latipah,,?" tanya Abighail penasaran.
" Itu dulunya kamar kak Santika,, " jwb Latipah.
" Benarkah,,?" tanya Abighail.
" Mungkin,, " jwb Latipah sambil terkekeh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Abighail dan Latipah menjalani hari hari mereka tanpa adanya Azri dan Sipa. Abighail dan Latipah menjadi lebih dekat.
Mereka sering membantu bi Murni ( org yg bekerja di dapur pesantren dan bibinya Nisa ). Mereka membantu masak, pergi ke kebun, terkadang mereka juga pergi ke pasar.
Dari sini keahlian Abighail dlm memasak menjadi bertambah. Dan dia juga menjadi tahu apa saja bumbu yg harus ditambahkan utk makanan para santri dan santriwati.
Kini ustadz Afnan jarang terlihat di pesantren. Abighail ingin bertanya hal itu pada Latipah namun dia malu utk menanyakannya. Abighail mengira ustadz Afnan disibukan dgn jadwal tausyiah nya.
Latipah sudah menjadi ustadzah, karna Latipah sering membantu para ustadzah lain mengajar santriwati yg baru masuk.
Sementara Abighail em,, dia lebih memilih utk membantu pekerjaan lain, karna jika dia mengajar dia takut ada yg salah dalam materi yg dia sampaikan. Tapi terkadang jika tdk ada pilihan lain Abighail juga membantu mengajar.
# Maaf cuma sedikit,, 🙏
# Terimakasih sudah mampir,, 😊
# Silahkan mampir ke novel ke-2 author,,
# Ditunggu kehadirannya,, 😉