USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Tertangkap



Happy Reading!😊


"Lidya" teriak Jesi.


Jesi terkejut mendapati Lidya yang terbaring pingsan dengan kepala yang memar dan tangan yang berdar*h.


"Lid,, Lid,, bangun" Jesi menempatkan kepala Lidya di atas pangkuannya. "Lidya bangun" Jesi menepuk-nepuk wajah Lidya.


Tak lamapun Lidya terbangun.


"Em,," Lidya mulai terbangun.


"Lid kamu kenapa? Ke mana Abighail?" tanya Jesi.


"Aduh,, kepalaku pusing" gumam Lidya.


Lidya merubah posisi menjadi duduk.


"Ke mana Abighail?" tanya Jesi lagi.


"Abighail?" Lidya pura-pura linglung.


"Iya. Bukannya kamu bilang, kamu mau jagain Abighail? Tapi sekara ke mana Abighailnya?" tanya Jesi yang mulai kesal.


"Ah,, st.." Lidya meringis kesakitan. Lidya pura-pura berpikir. "Ah,, dasar kurang ajar. Aku dijebak oleh Abighail" ucap Lidya.


"Dijebak?" Jesi tampak bingung.


"Iya. Pas aku datang ke sini, aku liat Abighail udah terbaring. Aku kira dia udah mat*. Pas aku bangunin, eh,, Abighail malah nyerang aku" jawab Lidya berbohong.


"Terus kamu diem aja, gitu?" tanya Jesi mulai marah.


"Enggak lah,, aku lawan dia" jawab Lidya.


"Dan kamu kalah?" tanya Jesi tambah kesal.


"Abighail bentur*n kepala aku ke dinding. Jadi aku pingsan" jawab Lidya sambil memegang kepalanya.


"Sekarang Abighailnya ke mana?" tanya Jesi geram lada Lidya.


"Akukan udah bilang, kalau aku pingsan. Ya otomatislah, aku gak tau dia ke mana" jawab Lidya.


"Ih,, dasar bod*h" Jesi menonyor kepala Lidya.


"Aw,, sakit tau. Bukannya obatin eh, malah ditonyor" pekik Lidya.


jesi tampak bingung. Jesi pun pergi mencari Abighail.


"Eh,, Jes mau ke mana?" tanya Lidya menghentikan langkah Jesi.


"Mau kejar Abighail lah" jawab Jesi.


"Tolongin aku dulu. Liat luka aku parah" pinta Lidya.


"Gak, kamu tolongin aja diri kamu sendiri. Abighail sangat berharga buat aku" tolak Jesi.


"Jadi aku gak berharga?" tanya Lidya.


"Gak, sama sekali" jawab Jesi sambil menekan kata-katanya.


Setelah itu Jesi berlalu pergi.


"Kamu pikir, Abighail cuma berharga buat kamu? Dia juga berharga buat aku. Dia adalah temanku" gumam Lidya.


Lidya menatap kepergian Jesi.


"Ah,, mana kepalaku beneran sakit lagi" Lidya meringis kesakitan.


Lidya merasa Abighail sudah cukup jauh berlari. Dia yakin, kalau Abighail tidak akan tertangkap. Lidya duduk sebentar.


"Jika aku menunggu sampai Jesi kembali, mungkin itu akan sangat lama. Sebaiknya aku susul saja" Lidya menyusul Jesi. Akhirnya Lidya menyusul Jesi yang sedang mengejar Abighail.


Kita pindah pada Abighail.


"Hosh,, hosh,, hosh.." Abighail mengatur nafasnya.


Abighail berada di dalam hutan. bighail sangat lelah, rasanya dia sudah tidak punya tenaga lagi untuk berlari. Tapi mau bagaimana lagi, dia tidak bisa menyia-nyiakan usaha yang dilakukan oleh Lidya. Abighail mulai berlari lagi. Namun baru 3 menit berlari, dia sudah berhenti.


"Sebaiknya aku istirahat dulu. Lagian, aku sudah berlari sangat jauh" ucap Abighail.


5 menit Abighail beristitahat. Abighail berdiri, dia mencoba untuk berlari lagi. Namun baru 2 langkah, ada seseorang yang menarik tangan Abighail dengan paksa.


"Akhirnya ketemu juga" ucap orang itu.


Ya, orang yang menarik tangan Abighail adalah Jesi.


"Mau ke mana kamu?" tanya Jesi sambil tersenyum mengerikan.


"Jes, aku mohon, tolong lepasin aku" pinta Abighail.


"Jangan mimpi kamu" tolak Jesi dengan nada tinggi.


"Jes,, aku mohon Jes.." pinta Abighail dengan berurai air mata.


"Ayo.." Jesi menyeret Abighail.


Abighail mencoba memberontak, namun tenaganya kalah kuat dengan tenaga Jesi. Sesekali Abighail berpegangan pada pohon yang ada di sana.


"Jes.." Abighail masih berusaha minta dilepaskan oleh Jesi.


"Udah, gak usah bawel ya kamu. Turutin aja perintah aku" bentak Jesi.


Lidya mendengar haur-haur seseorang berteriak. Suara itu milik Abighail.


"Abighail" gumam Lidya. Lidya segera berlari menuju sumber suara.


Lidya terpaku saat melihat Abighail berada dintangan Jesi.


Jesi sudah bosan dengan teriakan Abighail yang meminta untuk dilepaskan. Akhirnya Jesi menghempaskan Abighail dengan kasar.


"Gak bosen apa teriak-teriak terus?" tanya Jesi menyentak pada Abighail.


"Jes,, tolong.." pinta Abighail untuk yang kesekian kalinya.


"Bosen aku dengernya" ucap Jesi mulai jengah.


"Jes,," ucap Abighail sambil terus menangis.


Jesi mulai jengah dengan pada Abighail. Dia bersiap untuk menamp*ar wajah Abighail. Namun gerakannya terhenti oleh panggilan Lidya.


"Jesi" panggil Lidya dengan berteriak.


Lidya berjalan mendekat.


"Untung kamu ke sini. Sekalian saja, kita bun*h dia di sini" ucap Jesi.


Jesi mengeluarkan sebuah pistol dari belakang bajunya. Abighail dan Lidya terkejut saat Jesi mengeluarkan benda berbahaya itu.


"Jes hentikan" teriak Lidya. "Kenapa kamu mau bun*h Abighail? Dia gak punya salah sama kamu" tanya Lidya.


"Hey, Lid. Bukankah kita sudah sepakat, kita akan bun*h Abighail. Kita punya tujuan yang sama" jawab Jesi.


"Gak, tujuan aku sama kamu gak pernah sama" sangkal Lidya.


"Apa maksud kamu? Kenapa kamu berubah pikiran?" tanya Jesi heran akan keputusan Lidya yang berubah.


Lidya tak menjawab pertanyaan pertanyaan Jesi.


"Oh,, atau jangan-jangan.." Jesi mulai mencurigai Lidya. "Ya,, ya,, ya. Sekarang aku ngerti. Kamu udah ngehianatin aku. Pasti kamu kan yang udah biarin Abighail kabur" ucap Jesi.


Lidya diam.


"Ah,, atau kamu juga yang udah sengaja buat ban mobil aku jadi kempes" ucap Jesi.


Lidya masih terdiam.


"Kenapa kamu diam? Berarti itu semua bener?" tanya Jesi mulai meninggikan suaranya. "Jawab Lid" titah Jesi.


"Iya, aku semua yang lakuin itu. Aku yang udah nyuruh orang buat naburin paku di tengah jalan. Dan iya, kamu benar. Aku yang udah ngebebasin Abighail. Puas kamu!" jawab Lidya dengan meninggikan suaranya.


"Hahah,, gil* kamu ya" ucap Jesi sambil tersenyum aneh.


"Aku gak gila. Kamu yang gila" sangkal Lidya. "Kamu udah gila karna rasa cinta pada ustadz Afnan. Bahkan, sebenernya, kamu tuh gak cinta sama dia. Kamu cuma terobsesi ingin milikin ustadz Afnan sepenuhnya" lanjut Lidya.


Kini Lidya tidak bisa mengontrol emosinya.


Bersambung..


Terima kasih sudab mampir😊


Silahkan tinggalkan jejak😆


Terus dukung karya author ya😄


Salam hangat dari author😁