
Terimakasih sudah mampir jangan lupa beri like dan tinggalin jejak ya,, π π
Happy Reading ! ππ
Abighail melihat ke arah luar, lalu Abighail
menyadari sesuatu. Seketika dia mendapatkan ide yg cemerlang.
" Ustadz" panggil Abighail.
" Iya,, kamu belum tidur,,?" jwb Abighail yg diakhiri dgn pertanyaan.
" Gk ustadz" jwb Abighail.
" Tidurlah Abighail,," titah ustadz Afnan.
" Tdk ustadz,," Abighail menolak titahan ustadz Afnan. " Ustadz saya punya usul" ucap Abighail yakin.
" Usul? Usul apa Abighail,,?" tanya ustadz Afnan.
" Bagaimana kalau kita ke rumah Abighail saja ustadz!" usul Abighail sambil berwajah cerianya.
" Kerumah kamu? " heran ustadz Afnan.
" Iya ustadz,, ini itu jalan yg sama menuju rumah Abighail" ujarnya.
" Benar kamu Abighail?" selidik ustadz Afnan.
" Iya ustadz,, Abighail gk bohong. Nanti di depan ustadz hanya perlu belok beberapa arah,," Abighail meyakinkan ustadz Afnan.
" ... " ustadz Afnan berfikir.
" Ustadz lebih baik kita bermalam di rumah saya saja. Saya tdk tega melihat ustadz seharian ini mengemudi,, apa lagi sekarang sudah sangat malam,, ditambah cuacanya sedang hujan gini,, bagaimana nanti kalau dlm perjalan ke pesantren kita terjebak macet lagi?" Abighail meyakinkan ustadz Afnan " Kalo kita bermalam di rumah saya, besok pagi kita bisa berangkat ke pesantren" tambahnya.
Benar juga apa yg di katakan oleh Abighail, lagian aku juga sudah sangat lelah seharian menyetir mobil batin ustadz Afnan.
" Baiklah Abighail, kita aka menginap di rumah mu malam ini. Dan besok pagi kita lanjutkan perjalanan pulang ke pesantren" ucap ustadz Afnan menyetujui usul Abighail.
Abighail menganggukan kepalanya.
" Nah Abighail tolong arahkan jalan menuju rumah mu " pinta ustadz Afnan.
" Baik ustadz" balas Abighail.
##
Sesampainya di depan rumah Abighail, dia langsung turun dari mobil dan segera membukakan pagar besar yg menjadi penghalang mobil yg di tumpanginya masuk.
Setelah pagar terbuka ustadz Afnan turun dari mobil dan Abighail mengambil barang barangnya.
Ting tong,,
Abighail memencet tombol di dekat pintu masuk rumahnya. Dari dalam ke luarlah laki laki setengah baya yg bukan lain dia adalah Adam Ayah nya Abighail.
" Assalamu'alaikum" ucap Abighail dan ustadz Afnan saat laki laki setengah baya itu membukakan pintunya.
" Wa'alaikumsalam" jwb nya dan terdiam sebentar " Abighail,,! kamu pulang nak?" tanya dgn wajah bingung serta kaget nya.
" Iya ayah,, " jwb Abighail sambil memeluk tubuh pria yg sudah lama ia rindukan.
Pria itu pun membalas pelukan Abighail dan tak lama kemudia melepaskannya dan memegang kedua tangan putrinya itu "Kamu kesini sama siapa? Dan kenapa kamu pulang sudah larut malam seperti ini?" tanya Ayah nya yg masih belum menyadari keberadaan ustadz Afnan karna dia trs memperhatikan Abighail.
" Em,, ayah Abighail ke sini sama ustadz Afnan" jwb Abighail.
Abighail menengokan kepalanya ke arah ustadz Afnan yg berdiri di sampingnya.
Ustadz Afnan langsung mengulurkan tangannya utk bersalaman dgn pak Adam ayah nya Abighail. Ayah nya Abighai yg mendapat uluran tangan dari ustadz Afnan segera membalas uluran tangan tersebut.
" Ohh kamu ke sini dgn nak Afnan,, eh maksudnya ustadz Afnan,, " ujar pak Adam.
" Iya pak, Abighail ke sini bersama saya" balas ustadz Afnan pada pria paruh baya itu dan diangguki oleh Abighail yg berarti membenarkan perkataannya.
Pak Adam membulatkan mulutnya.
" Lalu kenapa kalian,, " ucapan pak Adam terputus oleh perkataan Abighail.
" Em,, maaf ayah Abighail memotong kata kata ayah,, tapi sebaiknya kita kedalam dulu di luar dingin yah,, " ujar Abighail.
" Oh iya ayah lupa,, maaf ya,, ayo silahkan masuk,, " Ayah Abighail menepuk jidatnya dan mempersilakan Abighail dan ustadz Afnan masuk.
##
" Jadi,, kenapa kalian bisa ke sini malam malam begini,,?" Pak Adam kembali bertanya.
Abighail melihat ke arah ustadz Afnan, dia kelihatan sangat lelah dan mengantuk.
" Em,, ayah maaf sebelumnya bukannya kami tdk mau menjawab pertanyaan ayah tapi,, kami lelah yah setelah seharian melakukan perjalanan,, jadi bolehkan kami istirahat dulu? Besok kami akan menjelaskannya pada ayah,," pinta Abighail pada ayahnya .
" Tentu saja boleh,, iya lebih baik kalian istirahat dulu, Abighail tolong kamu tunjukan kamar ustadz Afnan " ucap pak Adam.
" Baik ayah,, mari ustadz " ajaknya pada ustadz Afnan.
" Iya mari,, terimakasih pak,, " ucapnya pada Abighail dan pak Adam sambil tersenyum
" Iya sama sama ustadz,, " balasnya juga sambil tersenyum pada ustadz Afnan.
" Em,, ini kamar ustadz,, silahkan ustadz masuk dan membersihkan diri terlebih dahulu,, saya akan membawakan pakaian ganti utk ustadz Afnan" ucapnya dgn kepala menunduk.
" Baiklah,, terimakasih Abighail,, " ujarnya sambil tersenyum dan diangguki oleh Abighail.
Ustadz Afnan masuk kedalam kamar. Setelah berada di dlm kamar dia duduk di kursi yg ada di kamar itu. Setelah itu dia bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Setelah mengantarkan ustadz Afnan Abighail kembali menghampiri ayah nya.
" Ayah,, belum tidur,,?" tanya Abighail.
" Belum,, ayah tadi sedang bekerja di ruang tamu, saat ayah hendak mau tidur ayah mendengar ada org yg memencet bel. Lantas ayah segera membukanya ternyata itu kamu dan ustadz Afnan" jelas ayahnya Abighail.
" Ibu udah tidur yah,,?" tanya Abighail pada pak Adam yg selaku ayahnya.
" Iya ibu mu sudah tidur" jwb pak Adam.
" Kalo kak Firman?" tanya nya lagi.
" Semua sudah tidur kecuali ayah yg belum tidur,, " jwbnya lagi.
" Em,, ayah boleh Abighail meminjam pakaian dan alat shalat ayah utk ustadz Afnan,,?" tanya Abighail dgn ragu.
Abighail sengaja menambahkan meminjam peralatan shalat milik ayahnya, karna dia tahu pasti ustadz Afnan akan melakukan shalat baik itu sebelum atau sesudah tidurnya.
" Tentu saja boleh, bentar ayah Ambilkan ya,,!" ujarnya dan diangguki oleh Abighail.
Tak berselang lama.
" Ini sayang,, hoaamm" Pak Adam memberikan 2 pasang pakaian pada Abighail sambil menguap dan salah satu tangannya menutup mulut yg terbuka itu.
" Terimakasih yah,, " ucapnya.
" Tdk,, ayah tdk ngantuk kok" elaknya.
" Tdk ngantuk dari mana,, tuh liat tuh,, mata ayah udah merah,, itu tandanya ayah udah ngantuk,," ucap Abighail pada ayahnya yg mengaku tdk mengantuk.
" Heheh,, iya iya ayah ngaku deh,, ayah emang ngantuk,, tapi gk papa kamu yg kasih pakaian ini pada ustadz Afnan,," akunya pada putrinya itu.
" Iya yah,, gk papa,, " balasnya dgn senyuman.
Abighail mengambil alih pakaian dari tangan ayahnya menjadi ke tangannya.
" Ayah tidur dulu ya,, kamu jangan kemaleman tidurnya,, hoam,, " pamit nya sambil mengantuk dan berjalan menuju lantai dua dimana kamarnya berada.
" Iya ayah,, " balasnya.
Abighail berjalan menuju kamar yg ditempati oleh ustadz Afnan. Abighail terdiam di depan pintu kamarnya.
Tok tok tok
Abighail mengetuk pintu kamar itu. Namun tak ada jawaban. Dia mencoba mengetuk pintunya lagi, namun yg dilakukannya nihil.
Akhirnya dia memberanikan diri masuk ke dlm kamar tersebut. Diedarkan pandangannya ke seisi kamar itu namun dia tak menemukan org yg dia cari.
Matanya berhenti disebuah pintu. Abighail berjalan ke arah pintu itu dan mengetuknya.
Tok tok tok
" Ustadz,, apa ustadz ada di dlm,,?" tanya Abighail sambil mengetuk pintu kamar mandi tersebut dan berbicara agak keras supaya terdengar oleh org yg ada di ruangan tersebut.
" Iya Abighail,, saya ada di dlm,, " balasnya. " Ada apa Abighail?" tanya ustadz Afnan.
" Em,, ini ustadz saya mengantarkan pakaian ganti utk ustadz Afnan pakai" jwbnya.
" Oh,, terimakasih Abighail,, kamu bisa meletakan pakaian itu" ucap nya.
" Ustadz saya letakan di atas tempat tidur ya,, " ujarnya sambil agak berteriak.
" Iya Abighail,, terimakasih sekali lagi" ucap nya.
" Iya ustadz,," balasnya. " Ustadz apa ustadz lapar? Kalo ustadz lapar Abighail akan membawakan makanan utk ustadz!" tanya nya pada org yg masih ada di kamar mandi.
" Tdk Abighail,, saya tdk lapar,, " jwbnya.
" Kalo begiti Abighail pamit dulu ya ustadz" pamit Abighail.
" Iya Abighail" jwb ustadz Afnan.
Abighail keluar dari kamar itu dan dia menutup pintunya, setelah itu dia langsung pergi menuju kamar miliknya. Setelah sampai di kamarnya Abighail merebahkan tubunya di atas tempat tidurnya dan melepaskan rasa lelahnya selama beberapa saat.
Setelah itu dia ke kamar mandi utk membersihkan dirinya dan mengganti pakainya. Setelah mengganti pakaiannya Abighail mengambil peralatan shalatnya dan dia menunaikan shalat seperti kebiasaannya di pesantren.
Setelah menunaikan shalat nya Abighail langsung menyelimuti tubuhnya di atas kasur dan alam mimpi pun segera menyambutnya, tak lupa dia membaca do'a terlebih dahulu.
##
Setelah selesai membersihkan dirinya, ustadz Afnan keluar dari kamar mandi dgn hanya menggunakan handuk yg menutupi bagian bawahnya saja.
Ustadz Afnan melihat ada pakaian dan peralatan shalat berupa sarung dan sejadah serta baju koko yg terlipat rapi di atas tempat tidurnya. Lantas dia segera mengambilnya dan kembali ke kamar mandi utk memakainya.
Setelah memakai pakaian itu dia terlebih dahulu menunaikan shalat. Setelah selesai menunaikan shalat nya ustadz Afnan merebahkan dirinya di atas tempat tidur dan menutup tubuhnya dgn selimut.
Hah Abighail,, dia sangat baik sekali,, dia sangat perhatian. Bahkan dia tau kebiasaan ku sebelum dan sesudah tidur yg selalu melaksanakan shalat. Dia juga tdk sungkan bertanya apa aku lapar atau tdk, jika aku lapar dia akan membawakan aku makanan. Hem,, memang dia itu istri idaman semua laki laki,, Eh Astaghfirullah hal adzim,, kenapa aku malah memikirkan wanita yg bukan mahrom ku,, Astagfirullah hal adzim,, maafkan hamba Ya Allah,, batin ustadz Afnan yg senyum senyum sendiri dan tiba tiba mengusal mukanya secara kasar beberapa kali.
Setelah bergulat dgn pikirannya sendiri ustadz Afnan memutuskan utk tidur dia segera membaca do'a dan memejamkan matanya. Tak butuh waktu lama, alam mimpi pun segera menghampirinya.
Bersambung...
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
# Assalamu'alaikum reader semua,, ππ
# Gimana kabar kalian,,? Kalian harus sehat ya,, jangan sakit sakit,, π
# Maaf ya,, kalau ada yg typo nulisnya,, π
# Kalo kalian suka novelnya author,, kalian bisa Like ππ, Komen ππ, Share ππ, Rate Bintang 5 πππππ dan jangan lupa utk Vote ππ ya,, supaya author lebih semangat nulisnya,, ππ
# Oh iya kalau kalian mau, kalian bisa memberikan saran pada author tentang jalan cerita novel nya author,, silahkan kalian komen ya,, author akan terima secara terbuka,, ππ
# Sekian dari author,, ππ
# Terimakasih sudah mampir,, βΊβΊ
# Wassalamu'alaikum,, ππ