
Happy Reading,,! π
## #
Keesokan harinya ustadz Afnan memberikan surat dari Abighail kepada Latipah, Azri dan Sipa.
Mereka berkumpul di kamar mereka.
" Ayo,, ayo,, cepat buka aku udah gk sabar nih,, !" ucap Azri.
" Iya aku juga udah gk sabar,, " timpal Sipa.
" Iya,, iya,, sabar,, !" ujar Latipah.
Assalamu'alaikum,, :)
Apa kabar teman teman,, aku sangat rindu kalian lah,, :(
Aku sudah baca surat dari kalian,,
Maaf ya sudah membuat kalian menunggu,,
Alhamdulillah,, sekarang keadaan ku sudah baik,,
Em,, bagaimana kalau kalian ke rumah ku,, ;)
Kalian bawa beberapa baju,,
Inikan masih hari libur kalian bisa menginap di rumah ku beberapa hari,,
Aku mengundang kalian secara terbuka,, ;)
" Hah benar juga ya,, yaudah kita menginap saja di rumah Abighail,, " ucap Azri yg bangkit dari duduknya dan berhenti membaca surat.
" Iya ayo,, em,, tapi gimana kita ke rumah Abighail nya,,?" tanya Sipa lesu.
" Em,, gimana ya,, " gumam Azri. " Oh iya Latipah kamukan pernah ke rumah Abighail pasti kamu taukan dimana rumahnya Abighail,,?" tanya Azri girang.
" Iya aku tau,, tapi aku tdk tahu arah jalannnya,," jwb Latipah.
" Huh,, " Azri membuang nafas kasar.
" Eh,, eh,, eh,, masuh ada lagi lanjutan dari surat Abighail,," ujar Sipa.
" Oh iya,, " Latipah membuka lembaran baru.
Soal cara kalian ke rumah ku itu si gampang,,
Kalian tinggal minta di antar aja oleh ustadz Afnan,, beres deh,, ;)
Aku akan menunggu kalian,,
Sudah dulu ya,,
Salam sayang dari Abighail Maharani,, :)
Waasalamu'alaikum,, :)
Azri, Latipah dan Sipa saling menatap sambil menaikan alis mereka.
" Yey,,!" sorak 3 perempuan muda itu.
" Alhamdulillah,, kita dapat undangan terbuka dari Abighail,, " ujar Latipah.
" Iya,, aku udah gk sabar nih,, " timpal Sipa.
" Ayo kita siap siap,,!" ajak Azri yg bangkit dari duduk nya.
" Azri kamu mau apa,,?" tanya Sipa.
" Aku mau siap siap ke rumah Abighail lah,, " jwb Azri.
" Azri sebaiknya kita minta izin dulu pada ustadz Afnan,, " ujar Sipa.
" Iya benar tuh Zri,,!" timpal Latipah. " Dan yg terpenting kita harus minta izin dulu pada org tua kita,,!" lanjutnya.
" Iya tuh Zri bener,," ucap Sipa.
" Huh,, yaudah iya,, " ucap Azri lesu. " Hah gimana kalau besok kita minta izin ke ustadz Afnan,,! " usul Azri.
" Iya,, ayo,,!" ucap Sipa dan Latipah menganggukkan kepalanya.
" Nah Latipah kamu yg minta izinnya ke ustadz Afnan,," ujar Azri.
" Hah kok aku sih,,?" tanya Latipah.
" Iyalah kau kan dekat dgn ustadz Afnan,, dgn begitu tujuan kita akan tercapai,,!" jwb Azri.
" Hem,, tapi kalian juga ikut bersama ku ya,,!" ucap Latipah.
" Siap,, πππ" Azri dan Sipa mengacungkan jempol.
Malam pun tiba,,
Para santri dan santriwati ada yg sudah tidur aya yg belum.
Azri dan Latipah sudah bertamasya ke alam mimpi sedangkan Sipa masih sibuk dgn pergulatan yg terjadi di pikirannya.
Yaa Allah bagaimana ini,, apakah ibu akan setuju aku menginap di rumah Abighail,,? Aku takut ibu tdk setuju,, jika ibu setuju Alhamdulillah,, tapi bagaimana dgn dia,,? Apakah aku mendapatkan izinnya,,? Huh aku harus meminta izin padanya secara lembut,,! gumam Sipa dalam hati.
Sipa masih terus bergulat dgn pikiran nya sendiri.
" Eh Sipa kamu kok belum tidur,,?" tanya Latipah yg bangun dari tidur nya karna ada panggilan alam.
" Heheh,, iya aku gk bisa tidur,, " jwb Sipa.
" Hem,, tdk biasanya kamu seperti ini,," ujar Latipah. " Hah pasti ada yg sedang kamu pikirkan ya,,?" tanya Latipah dgn penuh selidik.
" I,, iya,, " jwb Sipa sambil menganggukkan kepalanya.
" Kalo kamu mau kamu boleh ko cerita sama aku,, tapi kalau kamu tdk mau ya sudah tdk papa,,!" ucap Latipah.
Sipa menganggukkan kepalanya.
" Yaudah ayo kita ambil air wudhu,, supaya hati dan pikiran kita menjadi lebih tenang,, " ajak Latipah.
" Iya ayo,, " balas Sipa.
Setelah mengambil air wudhu akhirnya Sipa dapat tidur dgn tenang.
tok tok tok
" Assalamu'alaikum,, " ucap Latipah dan teman temannya dari luar ruangan ustadz Afnan.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb org yg berada di dlm ruangan tersebut.
" Boleh kami masuk kak,,?" tanya Latipah.
" Iya silahkan,," jwb ustadz Afnan dari dlm ruangan itu.
Setelah masuk ke dlm ruangan ustadz Afnan, Latipah, Azri dan Sipa di persilakan duduk di sofa panjang yg ada di ruangan itu.
" Ada kepentingan apa kalia kemari,,?" tanya ustadz Afnan.
Azri dan Sipa menyenggol nyenggol tangan Latipah yg mengisyaratkan utk menjawab pertanyaan ustadz Afnan.
" Em,, begini kak,, kami mau izin utk ke rumah Abighail,, " ucap Latipah dgn hati hati.
Ustadz Afnan mengerutkan keningnya.
" Jadi,, waktu kami mengirim surat pada Abighail yg di titipkan pada kakak,, kami mendapat balasan surat dari Abighail. Abighail bilang kami di undang utk ke rumah nya,, " jelas Latipah.
Ustadz Afnan mengangguk nganggukkan kepalanya.
" Dan lagi semenjak Abighail pulang dari rumah sakit kami belum bertemu dgn nya,, kami rindu pada Abighail. Iya kan,,?" tanya Latipah pada Azri dan Sipa.
Azri dan Sipa menganggukkan kepala mereka membetulkan perkataan Latipah.
" Jadi boleh kan kak,,?" tanya Latipah pada ustadz Afnan dgn seyum penuh harapan.
Azri dan Latipah pun juga ikutan sama seperti Latipah.
" Huh,, baik lah kalian boleh ke rumah Abighail,, " izin ustadz Afnan.
" Kak kami tdk tahu jalannya,, kakak bisa kan mengantar kami,,?" tanya Latipah dgn wajah yg masih sama.
" Iya,,, " jwb ustadz Afnan.
" Kapan kalian akan berangkat,,?" tanya ustadz Afnan.
" Em,, kalo besok bisa,,?" Latipah balik bertanya.
" Besok tdk bisa,, saya ada jadwal tausyiah di kota xx " ujar ustadz Afnan.
" Yah,, " ketiga wanita kuda itu tertunduk lesu.
" Bagaimana kalau besoknya lagi,,?" tanya ustadz Afnan tdk tega. " Insya Allah saya tdk ada jadwal tausyiah,," lanjutnya.
" Iya,, iya,, boleh,, " ucap ketiga wanita itu dgn wajah yg kembali ceria.
" Ada lagi,,?" tanya ustadz Afnan.
" Em,, kami di sana mau menginap beberapa hari boleh,,?" tanya Latipah ragu ragu.
Ustadz Afnan terdiam.
" Kalo urusan itu sebaiknya kalian meminta izin pada orang tua kalian dulu,, nanti kalau mereka mengizinkan barulah kalian boleh menginap. Tapi kalau kalian tdk mendapatkan izin kalian tdk boleh memaksakan keinginan kalian,, mengerti,,?" jelas ustadz Afnan.
" Iya ustadz kami mengerti,, " ucap ketiga wanita itu.
" Ada lagi,,?" tanya ustadz Afnan.
Ketiga wanita itu menggelengkan kepala mereka.
" Saya ada urusan lain,, jadi saya harus pergi,, kalian bisa memakai telepon itu utk menghubungi keluarga kalian,, " ucap ustadz Afnan sambil menunjuk telepon yg ada di ruangannya.
" Iya ustadz terimakasih,, " ucap Latipah, Azri dan Sipa.
" Saya permisi dulu,, Assalamu'alaikum,, " ucap ustadz Afnan.
" Wa'alaikumsalam,," jwb ketiga wanita itu.
" Ayo,,!" ajak Latipah utk menghubungi keluarga teman temannya.
" Nah siapa yg mau duluan telpon,,?" tanya Azri sambil menatap kedua sahabatnya itu.
Sipa menggelengkan kepala. Latipah dia saja.
" Hah,, yasudah aku dulu yge menelpon keluarga ku,," ucap Azri.
tut,, tu,, tut,, tut,,
Azri menekan nomor yg ada di telpon itu.
"Assalamu'alaikum,,"
" Wa'alaikumsalam,, Iya ustadz ada apa,,? Apakah anak saya Azri melakukan kenakalan,,?"
" Ih,, ibu ini,, bagaimana sih pas telpon langsung tanya apakah anak saya membuat kenakalan,," ujar Azri cemberu. Sipa dan Latipah tertawa kecil
" Lhoh,, ustadz kok suaranya mirip anak saya ya,,?"
" Ih ibu,, ini aku anak ibu,, Azri,, bukan ustadz Afnan,, " kesal Azri.
" Azri,,? Kenapa kamu menelpon ibu,,? Apa ada masalah,,?"
" Begini bu,, bla,, bla,, bla,, " izin Azri ( Secara singkat ya,, π)
" Jadi boleh kan bu,,?" tanya Azri.
" Iya boleh asal kamu di sana tdk menyusahkan keluarga Abigail,, "
" Iya bu,, Azri gk akan nyusahin keluarga Abighail kok,, Azri cuma mau ngerepotin aja,, heheh,, " ucap Azri sambil terkekeh.
" Heheh kamu ini,, masih aja bercanda,,"
" Bu udah ya,, Azri pamit dulu,, " ucap Azri.
" Iya,, jaga kesehatan kamu ya,, !" nasihat ibubya Azri.
" Iya bu,, Assalamu'alaikum,, " pamit Azri.
" Wa'alaikumsalam,, " balas ibuhya Azri.
Setelah ibunya menjawab salam Azri menutup telponnya.
" Bagaiman,,? Apa kau diberi izin,,?" tanya Latipah.
" Iyalah,, aku diberi izin,, " jwb Azri.
" Nah Sipa sekarang giliran kau yg telpon,,!" ucap Azri.
" Bagaimana kalau kau dulu Latipah,, " ucap Sipa.
" Kalo aku nanti saja akukan bisa bicara sama pak umi,, " ucap Latipah.
" Oh begitu ya,, " ujar Sipa.
" Cepat Sipa sekarang kamu yg telpon,, " desak Azri.
" Iya,, iya,, sebentar,, " ucap Sipa pasrah.
tut,, tut,, tut,,
" Assalamu'alaikum bu,, " ucap Sipa.
" Wa'alaikumsalam,, nak,, ada apa,,?" ucap org dari sebrang yg langsung mengenali suara Sipa.
" Begini bu,, Sipa mau minta izin,, " ucap Sipa ragu.
" Izin apa sayang,,?" tanya wanita di sebrang itu.
" Sipa izin,, utk menginap di rumah teman Sipa namanya Abighail,, hanya beberapa hari saja kok bu,," ucap Sipa.
" Kamu nginapnya sendiri,,?" tanyanya.
" Tdk bu,, Sipa nginapnya sama Azri dan Latipah,," jwb Sipa.
" Azri itu cewek atau cowok,,?"
" Azri itu cewek bu,," jwb Sipa. Azri yg di sebut amanya bengong.
" Oh,, yasudah kamu boleh nginap,, tapi kamu taukan minta izin yg lebih penting pada siapa,,?" tanya nya.
" Iya bu Sipa tau,, makasih ya bu,," ucap Sipa.
" Iya sayang,, " balas nya.
" Bu Aku tutup ya telpon nya,, " izin Sipa.
" Iya,, "
" Assalamu'alaikum,, " pamit Sipa.
" Wa'alaikumsalam,, " balas org yg di sebrang.
" Gimana,,? Kamu diberi izin kan,,?" tanya Azri.
" Iya,, " balas Sipa dgn senyuman nya.
" Yaudah ayo kita kembali ke kamar,, !" ajak Latipah.
" Iya ayo,, kita udah kok nelpon nya,, " ujar Azri.
" Tunggu,, " ucap Sipa menghentikan langkah Azri dan Latipah.
" Iya Sipa,,?" tanya Latipah.
" Aku masih harus menelpon lagi,, " ucap Sipa.
" Oh yasudah silahkan kami akan tunggu,,!" ucap Azri.
" Tdk,, tdk,, kalian tunggu di luar saja,, " cegah Sipa.
" Lhoh kenapa,,? Kami mau tunggu di dlm saja,,!" tolak Azri.
" Ayolah,, kalian diluar dulu,, sebentar,, saja,, " pinta Sipa dgn wajah memelasnya.
" Hah,, baiklah,, ayo Latipah,, " ajak Azri menarik tangan Latipah utk keluar.
Azri menutup pintunya.
" Huh,, Sipa kenapa sih,,? Kok dia nyuruh kita nunggu di luar,,?" omel Azri.
" Aku gk tau Azri,, kamu tanya aja sa Sipa langsung,,!" jwb Latipah.
" Hah kita aku tau,,!" ucap Azri menyeringai.
" Tau apa,,?" tanya Latipah heran.
" Kita kuping saja penbicaraan Sipa,, dgn begitu kita tau apa yg Sipa katakan,,!" ucap Azri.
" Iya,, ayo,,!" Latipah mengiakan ajakan Azri.
Kuping Azri dan Sipa menempel pada pintu yg tertutup.
" Hah,, sudah tidak ada orang,, " gumam Sipa.
tut,, tut,, tut,, tut,,
Sipa menekan nomor yg ada pada telpoitu lagi.
" Assalamu'alaikum,, " ucap Sipa.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb org dari sebrang.
" Perasaan baru kemarin menelpon sudah telpon lagi,,! Rindu ya,,?" tanya org itu.
Org yg menerima telpon dari Sipa adalah seorang laki laki.
" Ih apaan sih,,π³ " ucap Sipa tersipu malu.
" Heheh,, ada apa kamu menelpon,,? Biasanya aku yg duluan nelpon,," tanya org itu.
" Em,, sebenarnya aku mau minta izin,, " ucap Sipa ragu ragu.
" Minta izin,,? Izin apa,,?" tanyanya.
" Em,, aku mau menginap di rumah teman ku,, namanya Abighail,,!" jwb Sipa jujur.
" Menginap,,? Sama siapa aja,,?" tanyanya lagi.
" Sama Azri dan Latipah,," jwb Sipa.
" Azri itu laki laki atau perempuan,,?" tanyanya lagi dan lagi.
" Azri itu perempuan,, " jwb Sipa dgn sabar.
" Oh,, " org itu hanya ber Oh ria saja.
" Jadi boleh gk,,?" tanya Sipa.
" Boleh apa,,?" tanya pria yg ada di sebrang dgn berpura pura tdk tahu.
" Ih,, mas ini,, " geram Sipa.
" Heheh,, iya,, iya,, boleh,, asalkan jangan terlalu lama dan jangan merepotkan orang lain,, " nasihat pria itu.
" Siap bos,, yaudah aku tutup dulu ya,," ucap Sipa.
" Lhoh kok cuma sebentar sih,,?" rajuk pria itu.
" Iyalah,, akukan cuma mau minta izin aja,," ucap Sipa.
" Huh,," pria itu menghembuskan nafas kasar.
" Maaf,, ya,, " ucap Sipa.
" Iya tapi sebagai ganti nya kamu boleh menginap maksimal 3 hari,," ucal pria itu.
" Kenapa emang,,?" tanya Sipa.
" Aku akan jemput kamu ke pesantren,,!" ujarnya.
" Apa,,!" ucap Azri sedikit berteriak.
" Kenapa kamu berteriak,,?" tanya pria itu.
" Aku kaget,, mas serius,,?" tanya Sipa.
" Seriuslah masa bohong,, " jwb nya.
" Emang mas udah mau pulang,,?" tanya Sipa.
" Iya beberala hari lagi,," jwb pria itu.
" Mas udah dulu ya,, Assalamu'alaikum,, " pamit Sipa.
" Iya Wa'alaikumsalam,," balas pria itu.
Panggilan pun berakhir.
Sipa berjalan menuju pintu utk keluar. Hatinya kini sedang sangat senang.
Sipa membuka pintu. Tampak Azri dan Latipah sedang memasangkan telinga mereka di balik pintu dan mereka tdk menyadari kalau pintu nya sudah di buka.
" Kalian sedang apa,,?" tanya Sipa heran.
" Aaa,," Azri dan Latipah berteriak.
" Si,, Si,, Sipa,, sejak kapan kamu di sini,,?" tanya Azri gugup.
" Sejak barusan,, udah ah ayo katanya mau ke kamar,,!" ajak Sipa dgn hati berbunga bunga.
Sipa berjalan di depan dgn trs tersenyum.
" Sip tadi siapa sih yg kamu telpon sampai kita di suruh keluar,,?" tanya Azri penasaran.
" Iya Sip siapa sih,,?" timpal Latipah.
" Ada deh,, " jwb Sipa.
Azri dan Latipah berhenti berjalan sedangkan Sipa sudah melangkah jauh.
" Huh,, Sipa kenapa sih,,? Akhir akhir ini Sipa sangat berbeda setelah mendapat telpon,, aku jadi penasaran siapa sih yg berbicara dgn Sipa di telpon,, " ucap Azri geram.
" Iya aku juga penasaran,, " timpal Latipah.
" Oy Sipa tunggu kami,,!" teriak Azri.
" Cepatlah,, kalian ni lambatlah,, " teriak Sipa.
Azri dan Latipah berlari mengejar Sipa yg sudah berjalan jauh.
Bersambung...
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
# Assalamu'alaikum reader semua,, ππ
# Gimana kabar kalian,,? Kalian harus sehat ya,, jangan sakit sakit,, π
# Maaf ya,, kalau ada yg typo nulisnya,, π
# Maaf ya,, author lama up nya,, π
# Mohon dimaklum ya,, π§
# Kalo kalian suka novelnya author,, kalian bisa Like ππ, Komen ππ, Share ππ, Rate Bintang 5 πππππ dan jangan lupa utk Vote ππ ya,, supaya author lebih semangat nulisnya,, π π
# Terus dukung author ya,, ππ
# Salam hangat dari author,, ππ
# Terimakasih sudah mampir,, βΊβΊ
# Wassalamu'alaikum,, ππ