
Percakapan itu pun berakhir. Bara menarik nafas lelah, sambil ia melonggarkan dasi yg mengikat di lehernya. Ia sungguh tidak percaya dengan apa yg baru didengarnya barusan. Zhang Jie Luo adalah Jhon Leon. Dia datang kembali demi mengambil kembali semua miliknya. Baik itu harta, tahta bahkan wanita yaitu Mitha yang sekarang ini menjadi miliknya. Dan, yg lebih membuatnya shock teenyata adalah Jhon mengidap penyakit menyimpang. Itulah yg menjadi sebab kenapa Mitha dulu sewaktu masih bersama Jhon. Ia masih suci. Karena, Jhon adalah penyuka sesama jenis. Dan, itu menjadi penyebab Mitha tak kunjung hamil dan menjadi sebab perangai Jhon kepada Mitha sangatlah kejam.
Two Husband S2 Eps 44
Pusing memikirkan masalah tentang Zhang Jie Luo yg notabene adalah Jhon Leon. Membuat, Bara tidak dapat berpikir jernih lagi. Pikirannya kalut bagaikan benang kusut. Pikirannya jadi bertambah ruwet. Ia banyak menghabiskan minuman anggur yg terletak di meja kerjanya sejak tadi. Ia ingin refresh sejenak dengan minuman yg beralkohol tersebut. Sambil ia berpikir dengan keras.
"Tidak! Tidak bisa begini. Ini bisa menjadi masalah besar untuk hubungan pernikahanku dengan Mitha. Jhon masih hidup ternyata. Dan, sekarang ia sedang menuntut balik semua yg seharusnya menjadi miiknya. Termasuk Mitha, istriku. Aku sudah pasti tak akan bisa melepas Mitha untuk lelaki itu. Apa jadinya nasib Mitha jika ia bersama dengan lelaki itu?"
Bara terus berpikir hingga ia sampai mau gila rasanya. Tapi, ia tetap harus sadar. Bahwa, ia harus tetap melindungi keluarga kecilnya dari tangan orag jahat yg ingin mengambil mereka dari sisinya. Ia pun segera kembali pulang ke mansion miliknya dan menemui Mitha beserta putri kecil mereka yg tercinta.
Mitha : "Sayang? Kau sudah pulang? Uuhh...bau alkohol. Sayang, kau minum?"
Bara : "Hanya sedikit sayang. Oh, ya bagaimana, kabarmu hari ini dan Cecilia."
Mitha : "Kami berdua baik-baik saja, sayang?"
Bara : "Baguslah."
Mitha : "Apakah, kau ingin mandi sayang?"
Bara tersenyum. Mitha merasa heran melihatnya.
Mitha : "Kenapa, kau tersenyum?"
Bara : "Pertanyaan bagus sayang? Moodku sedang jelek. Kita mandi bersama. Bagaimana?"
Tanpa menunggu kata-kata dari Mitha lagi. Langsung saja Bara menggendong Mitha. Mitha berteriak.
"Aahhhh"
Mitha : "Sayang? Kau nakal."
Bara : "Bukankah, kau suka dengan kenakalanku?"
Mitha : "Hei, jangan ucapkan kata-kata itu lagi."
Bara : "Kau sangat menggemaskan, sayang?"
Mitha : "Oh, tentu saja. Aku sangat menggemaskan. Hahaha..."
Suara tawa riang gembira mengisi seluruh ruangan kamar pribadi Bara dan Mitha. Sementara, Cecilia sedang tertidur pulas. Bara dan Mitha bagaikan pengantin baru yg dimabuk asmara. Keduanya sangat lengket seperti perangko. Seakan, tak ingin berpisah satu sama lain. Ya, baik Mitha maupun Bara sama-sama saling mencintai dan mereka tidak ingin berpisah. Karena, mereka telah mempunyai keluarga kecil yg lengkap dan bahagia.
Sementara di sisi lain....
Tampak Zhang Jie Luo menghancurkan semua barang-barang yg ada di apartemennya. Ia mengamuk karena Mitha tidak mau dengannya. Mitha malah menendang bagian miliknya hingga membuat ia harus pergi ke rumah sakit bersama Fang Yi.
"Arrrggghhh!"
"Kurang ajarr!"
"Pranggggg!"
"Dasar, wanita sialan!"
"Hah...hah...hah...!"
Nafasnya ngos-ngosan dan terdengar tersengal-sengal karena ia baru saja melampiaskan amarahnya pada barang-barang yg ada di apartemennya. Melihat, hal itu sungguh membuat Tian Cheng bertepuk tangan dengan kuat.
"Plok...plok...plok...!"
Tian Cheng : "Bagus! Bagus sekali, Zhang Jie Luo. Kau sukses membuat apartement ini berantakan."
Zhang Jie Luo : "Ohh, kau rupanya Tian Cheng. Ada apa kau kemari."
Tian Cheng : "Rencana untuk menjebak saudara tirimu sudah matang."
Zhang Jie Luo : "Bagus! Segera laksanakan rencananya."
Tian Cheng : "Baiklah. Oh, ya? Jangan pecahkan barang-barang lagi. Mereka tidak bersalah."
Zhang Jie Luo : "Iya...iya...ck, menyebalkan."
Tian Cheng segera berlalu dari apartement milik Zhang Jie Luo yg tampak berantakan di dalamnya. Ia segera menjalankan rencana yg telah ia atur untuk menjebak Jason dan menghancurkan mereka.
Sementara Tian Cheng sibuk dengan rencananya. Di lain tempat di waktu yg bersamaan. Zean sedang berada di dalam kamarnya. Ia sedang menunggu kepulangan Sean di dalam ruang kamarnya. Tak lama, Sean kembali. Dan, ia langsung menemui Zean di kamarnya.
Sean : "Zean! Ada perlu apa kau denganku."
Zean : "Kakak sudah pulang."
Zean : "Tidak apa-apa kak. Aku hanya ingin memberitahu kakak."
Sean : "Memberitahu apa???"
Zean : "Aku sudah bicara dengan Lova."
Sean : "Bicara dengan Lova?"
Zean : "Bahwa aku akan menceraikan dirinya."
Sean sangat terkejut sekali mendengar kata-kata Zean barusan. Ia tak menyangka Zean akan benar-benar melepaskan Lova untuknya. Padahal ia tahu, Zean juga sangat mencintai Lova. Sama seperti dirinya.
Sean : "Ka...kau serius?"
Zean : "Aku serius kakak. Untuk apa aku mempunyai dua istri. Sementara, Lova sudah memiiki anak denganmu. Bukankah, akan jauh lebih baik jika aku memilih salah satu dari mereka?"
Sean : "Ya, kau benar! Pilihanmu sudah benar. Terima kasih, Zean. Kau sudah mau melepasnya untukku. Kedepannya kakak janji kakak akan menjaga Lova dan menjadi suami yg baik untuknya."
Zean : "Ya, sama2 kak. Aku juga mengucapkan terima kasih jika kakak ada itukad baik untuk menjaga Lova dan menjadi suami yg baik untuknya."
Sean : "Baiklah, aku akan pergi melihat Lova dan putraku dulu."
Zean : "Silahkan, kakak!"
Sean segera pergi dari kamar Zean. Ia langsung pergi menemui Lova dan putranya. Sedangkan, Zean ia segera menelepon Suzy. Ia rindu akan suara Suzy dan kedua buah hatinya.
Percakapan Via Telepon....
Zean : "Halo, sayang?"
Suzy : "Ha...halo sayang. Gimana, kabar kamu disana."
Zean : "Aku baik-baik saja, sayang. Oh ya, gimana kabarmu dan kedua anak kita."
Suzy : "Kami disini baik-baik saja kok."
Zean : "Syukurlah, kalau begitu sayang? Um, sebentar lagi aku akan kembali. Aku masih mengurus sesuatu disini."
Suzy : "Mengurus sesuatu apa itu sayang?"
Zean : "Aku sedang mengurus surat perceraianku dengan Lova."
Suzy kaget.
Suzy : "Apa!!! Kau akan menceraikan Lova???"
Zean : "Iya"
Suzy : "Apakah, kau sudah memikirkannya?"
Zean menarik nafas yg terasa sesak di dada.
Zean : "Ya, aku sudah memikirkannya baik-baik."
Suzy : "Pasti Lova sangat sedih sekali."
Zean : "Ya, dia sedih. Namun, ini lah yg terbaik bagi kami berdua."
Suzy : "Sayang? Tidak bisakah kau memikirkannya lagi."
Zean : "Sebelum aku mengambil keputusan ini. Aku sudah memikirkannya. Dan, aku rasa ini keputusan yg terbaik."
Suzy : "Oh, ya sudahlah kalau begitu. Asal kau tidak menyesal sudah mengambil keputusan ini, sayang?"
Zean : "Tidak. Aku tidak akan menyesalinya. Baiklah, sudah larut. Sebaiknya, kau beristirahat saja."
Suzy : "Iya, sayang. Selamat malam."
Zean : "Selamat malam, juga untukmu istriku sayang? Muachh..."
"Tut"
Percakapan itu pun berakhir. Yang tertinggal sekarang adalah rasa berat hati di dalam hati Zean untuk melepas Lova. Sang istri pertama dan wanita pertama yg mencuri hatinya. Tapi, hubungan itu harus berakhir dan ia harus mengalah demi sang kakak yg sangat mencintai Lova. Juga, demi menjaga hati Suzy sang istri kedua yg telah memberinya dua orang putra dan putri yg cantik dan lucu.
Bersambung....
TWO HUSBAND Season 2