TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband-53



Lova dan Sean menginjakkan kakinya di bumi. Lova memandang Sean. Menatap penuh ragu rumah yg berdiri megah di hadapannya. Sean mengulurkan tangannya dan menggandeng tangan Lova.


Sean : "Ayo, jangan tegang!"


Lova : "Iya."


Lova dan Sean berjalan bersama beriringan. Sampai di depan pintu rumah mereka berhenti. Sean menoleh ke arah Lova.


Sean : "Ayo, pencet belnya."


Lova memencet bel dengan tangan gemetar.


"Ting..."


Tidak lama kemudian, pintu terbuka. Keluarlah seorang wanita paruh baya sedang berdiri dan menatap Lova dengan mata berkaca-kaca. Tanpa ba-bi-bu lagi wanita paruh baya yg tak lain adalah Irene itu langsung memeluk Lova dengan erat.


Irene : "Jesseline! Anakku!"


"Hu...hu...hu."


Irene : "Hu...ibu sangat merindukanmu, nak? Dimana kamu selama ini. Disini ibu selalu menantikan dan merindukan dirimu, nak? Dan, sekarang kita baru bertemu lagi setelah sekian lama kita terpisah. Oh, anakku sayang? Akhirnya kamu pulang?"


Lova : "Aku juga sesungguhnya selalu bertanya siapa diriku yg sebenarnya. Anak siapa aku ini. Sampai aku berada di tempat yg penuh dengan kerinduan akan kasih sayangmu, ibu?"


Irene : "Kamu anakku. Mikayla, juga anakku. Asraf juga anakku. Kalian semua adalah permata hatiku. Hu...hiks...hiks. Sayang? Maafkan ibu yg selama kamu tumbuh besar ibu tidak ada di sisimu."


Lova : "Kenapa, ibu harus minta maaf? Ibu jangan minta maaf. Lova sadar dan mengerti. Itu semua bukan salah ibu."


Tangis Irene semakin pecah saat mendengar kata-kata Lova. Sungguh ia tak menyangka bahwa Lova dapat mengerti akan hal yg pernah terjadi dulu sekali. Sampai-sampai air matanya jatuh semakin deras mengalir di kedua pipinya. Lova dan Irene menangis bersama sesenggukan. Semuanya melihat kejadian itu tak terkecuali Mitha dan Asraf.


Asraf menyentuh bahu Mitha memberikan sensasi kenyamanan dan seolah-olah berkata"tenanglah, keluarga kita sudah lengkap sekarang."


Mengapa, begitu? Sebab, Asraf melihat Mitha juga menitikkan air matanya. Melihat ibunya dan adiknya berpelukan sangat erat sekali. Tentu saja Mitha terharu dan bahagia sekali. Dan, bahkan air matanya tak cukup untuk menyaksikan momen bahagia tersebut.


Irene melepas pelukannya. Ia menghapus airmata Lova penuh kelembutan. Lalu, Irene melihat Sean dan bertanya tentang lelaki yg sejak tadi berdiri mematung melihat pertemuan bahagia ibu dan anak yg telah terpisah sekian lamanya.


Irene : "Nak? Siapa dia?"


Mitha segera menjawab pertanyaan ibunya.


Mitha : "Dia adik iparku, bu? Dia suami Jesseline, bu."


Irene : "Nak, apakah benar dia suamimu?"


Lova : "Benar, bu?"


Irene : "Wahh, gantengnya menantu ibu. Nak, kamu pintar cari suami. Kemarilah, cah bagus."


Lova : ???


Sean berjalan mendekat dan ia bersalaman dengan Irene, ibu kandung Lova.


Sean : "Perkenalkan bu, saya suami Lova. Nama, saya Sean Frederick. Saya berasal dari keluarga Frederick."


Irene : "Oh, kamu anggota keluarga Frederick ya?"


Sean : "Ibu tahu tentang keluarga Frederick?"


Irene : "Tentu saja. Siapa yg tidak mengenal keluarga Frederick. Salah satu keluarga paling kaya no.2 saat ini."


Mitha : "Loh, nomor 2? Jadi, nomor satunya siapa bu?"


Irene : "Keluarga Standford. Bara Standford. Seorang mafia dunia bisnis. Mitha? Anakku sayang. Jangan, sampai kamu terpikat sama Singa satu ini ya? Soalnya, dia playboy berat. Oke?"


Mitha : ???


Irene : "Nah, ayo semuanya masuk. Kita berbincang di dalam saja." ajak Irene pada semuanya kecuali Vlara.


Vlara tidak ada disana. Karena, Vlara sudah dijemput pulang oleh ibunya. Asraf memang tidak mau saat Jesseline kembali ke rumah justru mendapatkan masalah dari Vlara. Jadi, ia menelepon tantenya untuk menjemput Vlara dan membawanya kembali. Asraf juga mengatakan pada tantenya bahwa ia sudah menemukan kedua adiknya.


Ibu dari Vlara sangat bahagia sekali mendengarnya. Tapi, tantenya itu tidak bisa berada lama-lama disana. Karena, Vlara ngambek dan tidak mau bicara padanya. Jadi, tantenya itu akhirnya pulang tanpa bertemu dengan Jesseline.


.


.


.


.


.


.


Lebih terkejut lagi ketika ia mendengar bahwa ternyata Lova sudah hamil anak dari Sean. Semakin pupuslah harapan Zean untuk dapat hidup berdampingan bersama-sama dengan Lova, Suzy juga Laura. Zean menekuk wajahnya. Tersirat rasa sedih terukir disana.


"Ternyata Lova sudah hamil anak Sean. Akh, aku kalah cepat dari kakakku. Sekarang, aku tidak punya harapan lagi untuk sama-sama membangun keluarga harmonis dengannya dan juga Suzy serta Laura." ucap batin Zean.


Suzy melihat raut sedih di wajah Zean. Perlahan, ia mendekati Zean dan menepul-nepuk punggungnya.


Suzy : "Sabar ya?" hiburnya seakan tahu hal yg sedang dipikirkan oleh Zean.


Zean mengangguk lalu kemudian ia memeluk Suzy erat.


Zean : "Maafkan aku?"


Suzy : "Maaf untuk apa?"


Zean : "Sejujurnya, aku masih punya perasaan pada Lova. Aku masih mencintainya."


Suzy terkejut mendengar pengakuan langsung dari Zean.


Suzy : "Tidak apa-apa!"


Zean : "Tidak apa-apa?"


Suzy : "Ya"


Zean : "Sungguh?"


Suzy mengangguk.


Zean : "Sayang? Aku sudah tidak jujur padamu tentang perasaanku yg sebenarnya. Bagaimana bisa kau berkata 'tidak apa-apa?'


Suzy tersenyum. Senyum yg hangat dan tulus.


Suzy : "Lalu, aku harus apa? Apa, aku harus marah? Jika, kau lebih mencintai dia dibanding aku. Apa, aku harus menuntutmu? Karena, kasih sayangmu yg berat sebelah? Tentu tidak kan? Aku hanya harus menunggu suatu saat kau memilihku dan anak kita. Bahkan, jika ada dia diantara kita sekali pun. Aku berharap kamu tidak berat sebelah dalam memberi kasih sayangmu pada kami berdua."


Zean menatap Suzy lekat-lekat.


Zean : "Aku harus bilang apa jika kau sudah terlihat pasrah begitu? Mungkin aku harus memberikan seluruh kasih sayangku padamu. Dan, mungkin juga mulai sekarang aku harus memilih."


"Deg"


Jantung Suzy berdebar kencang begitu ia mendengar kata terakhir dari Zean. Bahwa ia harus memilih. Suzy terdiam.


Suzy : "Jadi, apa pilihanmu?" tanya Suzy seakan dia sudah siap mendengar sesuatu yg buruk keluar dari bibir Zean.


Zean : "Aku pilih, kamu...!"


Suzy terkejut. Ia tak menyangka Zean akan mengucapkan kata-kata itu padanya. Yang membuatnya justru merasa sangat bahagia.


Suzy : "Apa? Kamu pilih aku? Kenapa?"


Zean : "Tentu saja, karena aku mencintaimu dan anak kita."


"Dan juga, karena Lova sudah hamil anak Sean. Aku tak mungkin lagi masuk dan mengganggu kebahagiaan mereka. Lebih baik aku merelakan Lova bahagia bersamanya. Mungkin, itu adalah pilihan yg terbaik. Lagi pula, aku masih memiliki seorang istri lainnya yg sangat mencintaiku dan juga Laura. Jadi, untuk apa aku mengharapkan sesuatu yg sejak awal memang bukan milikku. Lebih baik, melepaskannya bahagia bersama orang yg lebih mencintai dirinya. Mungkin saja, itu yg terbaik bagiku dan dia." batin Zean.


Suzy : "Benarkah?"


Zean : "Benar, sayang? Mulai saat ini hanya ada, aku, kamu dan anak kita. Bersama kita akan menempuh hidup baru. Demi kita dan juga anak-anak kita kelak."


Suzy terharu mendengar ucapan Zean yg akhirnya memilih dirinya dan melepaskan Lova.


Suzy memeluk Zean semakin erat. Isak tangisnya kian terasa disana. Ini adalah hal nyata yg ia inginkan dan idam-idamkan sejak dulu. Berada di sisi suaminya yg mencintainya dengan sepenuh hati, jiwa dan raga. Kini, tiada lagi hal membuat Suzy ragu. Karena, Zean sudah memilih dirinya. Dan, memutuskan akan hidup bersama dengannya hingga akhir hayat.


T A M A T


TWO HUSBAND


Nb :


Ah, akhirnya tamat juga sequel pertama Two Husband. Sekarang mau lanjut ke sequel 2 nya. Mudah-mudahan saja readersnya pada suka ya?


Sinopsis :


Two Husband 2 menceritakan tentang kisah Mitha (Mikayla). Yang menikah dengan seorang pria sukses bernama Jhon Leon. Tapi, selama ia menikah dengan Jhon Leon ia sama sekali belum diberi momongan. Mertuanya sudah sering bertanya padanya mengapa ia belum hamil juga. Mitha bingung harus menjawab apa. Hingga, akhirnya suaminya mengusulkan padanya untuk menikah lagi dengan temannya yaitu Marco. Tapi, Marco bukanlah pria baik. Marco sengaja membawa Mitha ke diskotik dan memberi obat perangsang pada minuman Mitha. Mitha meminum minuman yg sudah tercampur obat tersebut. Dan, akhirnya ia melakukannya dengan seseorang yg tidak ia ketahui orangnya.


Bagaimanakah kisah selanjutnya?


Tungguin ya?