TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband S2-38



Kini, Mitha menyesal sudah membuat Bara kecewa. Kecewa karena sudah melanggar janji yg pernah ia ucapkan waktu itu. Kecewa, karena tak bisa menjaga diri dan menjaga hati hanya untuk satu lelaki. Yaitu, menjaga hati untuk sang suami. Menjaga hati untuk satu cinta. Satu belahan jiwa dalam rumah tangga yang bahagia dan romantis.


Two Husband S2 Eps 38


Malam itu, ponsel Mitha berbunyi nyaring. Mitha mengambil ponselnya dan melihat siapa yg meneleponnya. Ternyata, yg meneleponnya adalah nomor yg tidak dikenalnya. Penasaran. Dia pun mengangkat telepon dari nomor yg tidak dikenal itu.


Percakapan Via Telepon...


Mitha : "Ha...halo?"


Zhang Jie Luo : "Halo, Mitha."


Mitha terkejut begitu ia mendengar suara Zhang Jie Luo.


Mitha : "Tuan Zhang?"


Zhang Jie Luo : "Iya, ini aku."


Mitha : "Tuan tahu nomor ponsel saya dari mana?"


Zhang Jie Luo : "Mitha, itu adalah rahasia."


Mitha : "Tuan Zhang, anda mau apa. Tolong, jangan ganggu saya lagi. Saya sudah punya suami dan anak."


"Apa! Anak?"


Zhang Jie Luo terlihat terkejut begitu ia mendengar Mitha sudah memiliki seorang anak bersama Bara. Seketika, emosinya naik ke ubun-ubun.


Zhang Jie Luo : "Oh, ternyata kamu sudah punya anak ya?"


Mitha : "Ya, saya sudah punya anak. Tolong, tuan Zhang jangan mengganggu saya lagi. Jangan, ganggu keluarga kecil saya."


"Apa, jangan mengganggunya? Memangnya, dia pikir dia itu siapa? Seenaknya dia berkata begitu. Lalu, bagaimana dengan usahaku selama ini. Haruskah, sia-sia begitu saja. Dan, membiarkannya bahagia bersama Bara sialan itu?"


Zhang Jie Luo benar-benar sangat marah. Ia bertekad ia akan mengambil kembali semua miliknya. Apa pun itu, baik harta dan wanita yg seharusnya berada dalam pelukannya.


Zhang Jie Luo : "Mitha, begitu mudahnya kamu berkata. Dan, dengan begitu mudahnya kamu melupakan."


Mitha : "Apa, maksud tuan Zhang berkata begitu?"


Zhang Jie Luo : "Maksudku adalah kau masih mempunyai hutang padaku."


Mitha : "Hutang? Hutang apa?"


Zhang Jie Luo : "Aku masih ingat kata-katamu waktu itu. Kau bilang, kau akan memenuhi segala permintaanku kan?"


Mitha : "Oh, yg waktu itu. Iya, aku masih ingat. Lalu, apa yg kau inginkan. Cepat, katakan padaku."


Zhang Jie Luo : "Aku ingin DIRIMU...!"


Mitha : "Apa! Mustahil, itu mustahil. Tuan Zhang, jangan meminta yg aneh-aneh. Aku Mitha, tidak akan pernah nenyetujui hal itu."


Mendadak emosi Mitha meninggi.


Zhang Jie Luo : "Kau tidak mau memenuhinya???"


💕💕💕


Mitha terduduk lemas. Setelah ia mendengar keinginan Zhang Jie Luo. Ternyata Zhang Jie Luo menginginkan dirinya. Dan, ia harus memenuhinya dan meninggalkan Bara. Itu semua demi keluarganya. Mitha menangis sedih. Ia semakin menderita. Ia tidak berdaya, ia takut jika Zhang Jie Luo benar-benar akan menyakiti Bara.


Sambungan cerita sebelumnya.


Percakapan melalui telepon yg belum usai...


Mitha : "Tidak!"


Zhang Jie Luo : "Oh, ayolah Mitha. Kau tahu, apa yg akan kulakukan pada suamimu itu?


Mitha terperanjat.


Zhang Jie Luo : "Apa, yg akan aku lakukan? Kau mau tahu? Aku akan menembak kepalanya saat ini juga."


Mitha : "Apa! Tuan Zhang, kau mau membunuh suamiku?"


Terdengar suara tawa yg keras dari seberang sana.


"Hahaha"


Mitha : "Tuan Zhang, jangan tertawa! Juga, jangan bercanda!"


Zhang Jie Luo : "Aku tidak bercanda, Mitha. Itu, benar. Apa, kau tak bisa lihat? Ohh, aku lupa saat ini kau sedang berada di rumah. Sedangkan, suamimu ia sedang berada di ruang kantornya. Dan, aku mendapat posisi bagus untuk menembak kepalanya dari jarak jauh."


Mitha berteriak kencang.


Mitha : "Jangaaaannnn...!!! Tuan Zhang, ku mohon jangan bunuh suamiku. Aku mohon padamu."


Zhang Jie Luo : "Jadi???"


Mitha : "Baiklah, aku akan meninggalkannya. Aku akan datang ke pelukanmu."


Zhang Jie Luo : "Bagus! Bagus sekali, sayangku Mitha. Kutunggu kabar baik darimu. Bye, sayang?"


"Tut"


"Hu...Hiks...hiks..."


Begitulah yg terjadi. Hal yg membuat Mitha menangis dan bersedih. Hatinya sangat terluka. Belum lagi sempat berbaikan kembali dengan Bara. Kini, ia sudah diharuskan untuk meninggalkan Bara. Jika, tidak maka Zhang Jie Luo akan membunuhnya.


Mitha segera mengemasi seluruh barang-barang miliknya. Dan, menaruhnya di koper miliknya. Ia sudah lama tinggal di mansion mewah tersebut. Dan, sekarang ia harus pergi meninggalkan tempat itu. Mitha tak membawa Cecilia bersamanya. Karena, takut jika ia membawanya maka akan membawa dampak buruk bagi putrinya itu. Akan lebih baik jika Cecilia tinggal bersama ayah kandungnya.


Sebelumnya, Mitha menulis sebuah surat untuk Bara. Lalu, ia menggendong Cecilia dan membawa kopernya. Ia menyerahkan Cecilia pada pengasuhnya sekaligus menitipkan surat untuk Bara suaminya. Sang pengasuh bertanya padanya mengapa ia harus pergi. Mitha diam dan tak bisa menjawab. Namun, ia hanya berpesan agar sang pengasuh dapat menjaga putrinya dengan baik.


Mitha : "Jagalah putriku dengan baik. Sayangi dia layaknya kamu menyayangi putrimu sendiri. Aku titipkan dia padamu. Aku tak bisa membawanya bersamaku."


Mbak Yuli : "Baik nyonya. Saya akan menjalankan perintah anda. Saya akan menjaga nona kecil dengan baik."


Mitha tersenyum.


Mitha : "Terima kasih, mbak. Saya pergi, jangan lupa berikan suratnya pada suamiku."


Mbak Yuli : "Baik nyonya."


Setelah berkata begitu Mitha lekas berlalu, usai memberikan Cecilia pada pengasuhnya. Mitha akan pergi menyerahkan dirinya pada Zhang Jie Luo. Demi nyawa Bara ia rela menderita dan menerima cemoohan dari orang-orang yang akan menatap dan melihatnya dengan tatapan rendah juga menjijikkan.


Mitha pergi dari mansion keluarga Standford. Ia lalu menelepon Zhang Jie Luo.


Percakapan Via Telepon...


Mitha : "Tuan Zhang. Aku sudah lakukan apa yg kau minta. Aku sudah meninggalkan suamiku. Dan, aku sudah mengemasi barang-barangku. Tapi, aku mohon jangan bunuh suamiku."


Zhang Jie Luo : "Oh, bagus kalau begitu Mitha. Sebentar lagi, akan ada yg menjemputmu dan mengantarmu menuju apartemenku. Kau tenang saja aku akan menepati janjiku."


Mitha : "Sebaiknya begitu, jika tidak lebih baik aku mati bersamanya saja."


"Tut"


Mitha memutuskan percakapannya dengan Zhang Jie Luo. Sedangkan, di sisi lain Zhang Jie Luo tampak mengepalkan tangannya. Ia sangat kesal begitu ia mendengar kata-kata yg diucapkan oleh Mitha di akhir komunikasi mereka.


"Sialan! Mitha, masihkah lebih berhargakah dirinya dibandingkan aku suami sahmu? Masihkah, dirinya yg paling kau cintai? Aku suamimu. Aku yg seharusnya mendapatkan cinta dan kasih sayangmu. Bukan dia. Dia tak lebih hanyalah pengganti diriku disaat kau mengira aku telah tiada. Mitha, aku bersumpah kali ini aku tidak akan melepasmu. Aku tidak akan mau berbagi istri lagi dengan lelaki mana pun. Meskipun ia orang terkuat sekali pun di dunia ini."


Zhang Jie Luo seorang mantan gay. Kini ia menyadari betapa berartinya seorang istri dalam rumah tangga yg ia bina. Begitu berartinya wanita yg telah menjadi istri sahnya. Ia menyesal dahulu telah menyakiti Mitha dan membuatnya menderita. Ia juga menyesal ia telah membuat Mitha melupakan dirinya dan lebih memilih cinta yg lain selain dirinya. Sebuah pelukan yg hangat dan penuh rindu. Yang diinginkan oleh Mitha dan didambakan oleh Mitha. Namun, terhapus karena keegoisan dirinya yg menyangka bahwa semua wanita itu sama dan hanya menyakiti dirinya saja.


Namun, semuanya berubah seiring waktu yg berlalu. Ketika, jarum jam berdetak silih berganti. Saat itu pula tak menyurutkan keinginan Zhang Jie Luo untuk bangkit kembali dan berubah menjadi lelaki yg normal. Setelah, sekian lama ia berada di dalam kegelapan. Baru sekarang ia melihat cahaya terang itu dan mencoba meraih serta menggapainya. Cabaya itu adalah Mitha.


Bersambung...


TWO HUSBAND Season 2