
Zean pulang bersama Lova saat tengah malam. Zean dan Lova berpapasan dengan Sean di ruang tamu. Sean memanggil Zean, sedang Lova naik ke lantai atas menuju kamar Zean berada.
Sean : "Zean!!!"
Zean menoleh.
Zean : "Ada, apa lagi kakak?"
Sean : "Selama satu minggu ini ku izinkan kau tidur bersamanya. Tolong, jaga dia dengan baik! Tapi, setelah satu minggu segera kembalikan dia padaku!!! Apa, kau mengerti???"
Zean : "Kukira, kakak akan bicara apa! Ternyata, kakak hanya menjelaskan posisiku dan posisi kakak! Tenang, saja kakak? Aku akan menjaganya, dengan baik! Dan, mengenai soal pengembalian! Itu, semua terserah pada Lova dia mau tidur sama siapa setelah satu minggu!" ucap Zean tegas lalu segera melangkah naik ke atas menuju kamarnya menyusul Lova.
Sean mengepalkan tangannya erat, ketika mendengar kata-kata Zean.
Sean : "Dasar, Zean sialan!!!" ucapnya sambil mengumpat penuh amarah pada Zean. Sementara, Zean sudah masuk ke dalam kamarnya dan ia sedang bersama dengan Lova. Memeluk Lova dari belakang dan mencium tengkuk Lova. Lova sedikit mendesah mendapa perlakuan lembut Zean.
"Emmhh"
Lova : "Zean? Jangan, menciumku seperti itu? Aku kan sedang datang bulan? Gimana, nanti kalau kamu jadi kepengen dan aku gak bisa muasin kamu?"
Zean tersenyum lembut mendengar kata-kata Lova barusan.
Zean : "Sayang? Itu, sangat gampang! Tinggal, main sendiri pake sabun sambil menatap tubuh indahmu! Hehehe" ucap Zean cengengesan.
Lova terkekeh geli mendengarnya.
Lova : "Hihihi....! Duhh, suamiku ini penuh dengan kejutan! Emang, puas apa pakai sabun?"
Zean : "Kurang puas, sih? Tapi, kan itu seandainya kalau aku pengen dan kamu gak bisa menjalani tugasmu sebagai istri! Ya, apa boleh buat! Dari pada, aku cari cewe lain, lebih baik aku main sendiri pake sabun!"
Lova : "Ehh? Segitunya???"
Zean : "Aku gak mau, mengkhianati kamu lohh, sayang? N'tar kamu, cari kakakku kalau aku selingkuh!" ucap Zean jujur.
Lova terkekeh geli lagi.
Lova : "Sayang? Kamu, lucu dehh!!!" ucap Lova sambil mencubit pipi Zean.
Zean yg mendapat cubitan itu akhirnya, ia mencium lembut bibir Lova penuh dengan rasa cinta dan rasa sayang. Setelahnya, ia menyudahinya karena sesungguhnya ia pun tidak mau main sendiri pake sabun.
Zean : "Ayo, kita tidur!!!" ajak Zean.
Zean : "Sini! Dekat, aku! Biar, aku jaga kamu sepanjang malam!"
Lova tersenyum lalu ia pun beranjak naik ke atas tempat tidur. Ia membaringkan tubuhnya di samping Zean. Dan, Zean pun memeluknya hangat. Akhirnya, Lova pun jatuh tertidur dalam pelukan Zean.
Sementara itu di sisi lain.....
Sean yg sudah terserang rasa kantuk itu pun merebahkan tubuhnya di atas kasur yg empuk. Ia mencoba memejamkan matanya, tapi tetap tak bisa terpejam. Entah, kenapa semenjak pertama kali dalam hidupnya ia tidur dan memeluk Lova. Sejak, saat itu ia pun tidak bisa tidur jika ia tidak memeluk dan melihat Lova berada di sampingnya. Laki-laki, yg terkesan posesif dan sedikit arogan itu menghembuskan nafas lelah😥😥😥
Lalu, perlahan ia bangkit dan meraih ponselnya. Ia melihat-lihat dan membuka aplikasi Geogle untuk mencari informasi tentang penyakit alerginya yg berhubungan dengan menstruasi wanita.
Sean berniat untuk menyembuhkan penyakit alerginya. Agar, ia bisa memiliki Lova seutuhnya tanpa harus berbagi istri dengan adiknya, Zean. Sungguh, Zean tidak ingin membagi miliknya dengan siapa pun apalagi dengan adiknya sendiri, Zean. Namun, semakin dicari solusinya ia semakin galau dan tidak fokus karena ia terbayang saat ini Lova dan Zean sedang tidur bersama. Seketika, amarahnya timbul. Ia membuat kegaduhan di kamarnya sendiri. Ia menghancurkan semua barang-barang yg ada disana. Dan, ia berteriak penuh amarah.
"Aaarrggghh" teriaknya.
Karena, suara teriakannya yg besar itu membuat Lova dan Zean yg baru saja terlelap tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya. Mereka terkejut!
Lova : "Zean! Suara apa itu barusan?"
Zean : "Itu suara kakak!"
Lova : "Sean? Kenapa, dengannya?"
Zean : "Ck...., paling-paling ia kesal! Karena, gulingnya ada sama aku!" ucap Zean.
Lova : "Apa! Guling?"
Zean : "Iya, sudahlah! Tidak usah, dipikirkan dia! Nanti, dia juga tenang sendiri!"
Lova : "Hm! Iya!" ucap Lova kemudian melanjutkan tidurnya. Sedang, Sean yg sudah mengacak-acak ruangan pribadinya itu pun akhirnya terjatuh di atas tempat tidur karena kelelahan usai meluapkan bara api amarahnya. Jujur, saja Sean sangat merasa cemburu sekarang karena Lova sedang tidak bersamanya.
Dan, sesungguhnya ia yg memintanya sendiri pada Lova agar tidur bersama Zean. Supaya, ia tidak merasa mual dan muntah karena bau darah menstruasi wanita. Tapi, sayang sekali karena permintaannya itu menjadi dilema berkepanjangan bagi dirinya setiap hari dan tepat pada hari ketujuh di hari terakhir Sean pun meminta Lova kembali pada Zean. Zean, pun tidak mau kalah begitu saja pada kakaknya. Ia pun menyuruh Lova agar memilih salah satu di antara mereka berdua. Lova bingung, akhirnya ia bilang ia ingin mereka bertiga tidur bersama dalam satu ranjang. Agar, Lova tidak terkesan berat sebelah dan terlihat adil untuk kedua suaminya. Meski, pada awalnya Sean dan Zean enggan untuk tidur bertiga dalam satu kamar. Tapi, akhirnya mereka setuju dengan kata-kata Lova.
❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤
💕TWO HUSBAND💕