TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband S2-19



Jimmy : "Wah...wah...Mitha kelinci kecilku. Kau memang perhatian dengan cucuku."


Lova : ???


 


Two Husband S2 Eps 19


 



Lova sangat terkejut ketika ia mendengar kata-kata Jimmy.


"Mitha? Apa, kakek ini mengira aku adalah Mitha. Apakah kakek ini juga mengenal Mitha?"


Sejuta pertanyaan muncul di benak Lova. Ia ingin bertanya kepada Jimmy. Tapi, Jimmy malah berbicara hal yg lain.


Lova : "Kakek...?"


Jimmy : "Kelinci kecilku. Bagaimana, kalau kau temani orang tua ini bermain."


Lova : "Apa! Bermain?"


"Wah, kakek ini lucu sekali."


Lova tersenyum dalam hati.


Jimmy : "Iya"


Lova : "Bermain apa, kakek?"


Jimmy : "Ah, jalan-jalan sambil berkeliling mall ini."


Lova : "Oh, begitu. Baiklah, kakek?"


Jimmy : "Tunggu dulu. Nah, kamu saja yg gendong beruang kecilku ini. Baru menggendongnya sebentar saja pinggangku sudah sakit begini. Haduhhhh, orang tua ini ternyata memang tidak bisa diandalkan."


Lova : "Hihihi..., iya...iya. Berikan, saja padaku. Ayo, Zidan sayang anak mama."


Jimmy : "Sudah, ayo jalan."


Si kakek nyentrik Jimmy pun langsung mengajak Lova menemaninya berkeliling mall yg luas dan memiliki 6 lantai itu. Lova ikut kemana pun Jimmy menyeretnya pergi. Bahkan, Lova juga ikut masuk ke tempat-tempat yg menarik untuknya.


Termasuk, sebuah tempat yg banyak menjual banyak pakaian bayi. Jimmy menyeretnya kesana. Jimmy melihat-lihat banyak sekali pakaian bayi yg indah dan bermodel serta memiliki corak warna tertentu. Mata Jimmy tampak berbinar melihatnya.


"Hehe...pucuk dicinta ulam pun tiba. Disini banyak bertebaran pakaian kecil untuk beruang kecilku."


Jimmy memanggil Lova untuk melihat-lihat pakaian bayi yg cocok untuk Zidan.


Jimmy : "Hei...kelinci kecilku. Kemarilah. Bagaimana, menurutmu pakaian-pakaian kecil ini."


Lova : "Sangat cantik dan imut, kakek?"


Jimmy : "Hehe...kau pilihlah sendiri pakaian kecil untuk beruang kecilku."


Lova : "Apa? Kakek, tidak usah. Tadi aku sudah belanja cukup banyak pakaian untuknya."


Jimmy : "Kelinci kecil? Mohon jangan menolakku. Aku benar-benar ingin membelikan pakaian untuk beruangku yg lucu ini. Tolonglah, kalau tidak. Hu....hiks...orang tua ini akan bersedih hati."


Melihat Jimmy yg berpura-pura menangis. Membuat Lova jadi panik.


"Aduh...bagaimana ya? Aku sudah cukup belanja banyak pakaian Zidan."


Lova bingung dan tak tahu harus berbuat apa sementara itu Jimmy semakin kuat menangis.


Jimmy : "Hiks...hiks...huwaaaaaaa...!!!"


Lova jadi kaget. Mau tidak mau, akhirnya ia terpaksa menerima pemberian Jimmy sebab banyak sekali orang yg memperhatikan karena ulah Jimmy tadi.


Lova : "Kakek! Jangan menangis. Baiklah, saya akan memilih pakaian yg cocok untuk Zidan. Tapi, mohon maaf saya hanya bisa membeli 2 pasang saja."


Jimmy menganggukkan kepalanya. Lova segera memilih pakaian untuk Zidan. Sementara itu, Jimmy tersenyum simpul melihatnya.


"Hehe...kekuatan menangisku ini memang luar biasa. Haha...kelinci kecil pilihlah saja sesukamu. Yang terpenting kau mau menerima pemberian si orang tua yg pikun ini."


Jimmy berkata sendiri di dalam hatinya. Ia sangat senang melihat Lova yg ia sangka Mitha itu memilih-milih pakaian yg cocok untuk Zidan anak Sean. Setelah selesai memilih-milih pakaian untuk Zidan. Jimmy segera membayar pakaian tersebut lalu mengajak Lova segera kembali ke rumah. Jimmy terkekeh senang.


Jimmy : "Haha...orang tua ini sangat gembira sekali. Kelinci kecil, kau sudah menerima pakaian pemberianku. Hehe...pastinya beruang kecilku ini akan sangat menyukainya."


Lova : "Iya, kakek?"


Jimmy : "Ayo, sekarang kita pulang."


Lova : "Pulang?"


Lova terkejut begitu Jimmy mengatakan ingin pulang ke mansion keluarga Standford.


Lova : "Tapi, kakek. Aku tinggal di mansion Frederick."


Jimmy terlonjak kaget.


Jimmy : "Uapah!!! Tinggal di mansion Frederick? Kelinci kecil, apa tidak salah? Apa, kau selingkuh dari bonekaku? Atau, apakah bonekaku sudah menyakitimu? Dia punya snack selingan? Huh...boneka semprull itu!"


Lova : Asdgfghijkl."


Lova jadi semakin bingung dengan kata-kata Jimmy.


"Ku semakin tidak mengerti dengan apa yg dikatakan oleh kakek tua ini."


Lova : "Kakek? Sebenarnya, aku tidak mengerti dengan apa yg kakek katakan. Tapi, sepertinya kakek sudah salah mengenal orang."


Suara Jimmy meninggi.


Jimmy : "Mana mungkin aku salah mengenal orang! Huh...dasarr boneka semprulll. Awas saja, akan aku beri pelajaran padamuuu...! Kelinci kecil, pulanglah. Aku akan pergi memberi pelajaran kepada si boneka semprull itu."


Jimmy segera pergi meninggalkan Lova disana sendirian yg terpelongo melihatnya pergi sambil berlari kecil entah kemana. Hari ini memang merupakan hari yg aneh bagi Lova. Ia bertemu dengan seorang kakek nyentrik dan juga heboh. Sesungguhnya, kakek itu sangat lucu menurutnya. Tingkah dan pemikirannya benar-benar seperti anak kecil. Tapi, meski begitu untuk saat yg genting pun ternyata kakek itu bisa juga bersikap sebagaimana layaknya orang tua.


Lova berkali-kali menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia juga hanya tertawa kecil saja. Sampai akhirnya Sean tiba di hadapannya ia pun tidak menyadarinya.


Sean : "Sayang? Kenapa, kau tertawa kecil begitu. Apakah, ada sesuatu yg membuatmu gembira. Apa kau baru saja bertemu dengan badut yg lucu?"


Lova sedikit kaget melihat Sean tiba-tiba ada disana dan menegurnya.


Lova : "Akh, tidak sayang?"


Sean : "Lalu???"


Sean penasaran.


Lova : "Tadi aku bertemu dengan seorang kakek nyentrik dan lucu."


Sean : "Oh, ya? Terus?"


Lova : "Dia benar-benar sangat lucu sekali. Dia memintaku menemaninya bermain."


Sean : "Bermain? Bermain petak umpet?"


Lova menggeleng kuat.


Lova : "Tidak."


Sean : "Mandi bola?"


Lova : "Bukan. Bukan seperti itu."


Sean : "Jadi, apa sayang?"


Lova : "Menemaninya berkeliling mall."


Sean : "Apa! Ppftt...menemaninya keliling mall?"


Lova : "Iya."


Sean : "Wahh, benar-benar dehh..."


Lova : "Tapi, aku merasa ada yg aneh deh sama kakek itu. Aku tadi sempat mendengar nama kakak Mitha disebut dan juga kakek itu bilang tentang mansion Standford. Apa, kakak Mitha ada hubungan dengan anak dari keluarga Standford itu?"


Sean : "Maksudnya, hubungan dengan si pengusaha sukses mata keranjang itu. Bara Standford?"


Lova : "Iya."


Sean : "Kalau menurutku tak mungkinlah."


Lova : "Lohh, kok tak mungkin?"


Sean : "Kak Mitha kan sudah menikah dengan alm. kak Jhon. Kita juga semua tahu kalau kak Mitha dan alm. kak Jhon saling mencintai. Dan, lagi pula kak Mitha baru saja menyandang status janda."


Lova : "Iya juga ya?"


Sean : "Ah, sudahlah. Sayang, sebaiknya kita pulang. Kulihat kau dan Zidan sudah sangat lelah."


Lova : "Iya, sayang. Aku sama Zidan memang sudah sangat lelah."


Sean tersenyum dan ia mengecup lembut kening Lova lalu selanjutnya ia mengajak Lova pulang. Meninggalkan mall itu. Sementara itu, Jimmy sedang naik taksi. Emosinya sudah sampai di ubun-ubun. Ia benar-benar marah dan akan meluapkan api kemarahannya pada Bara, cucunya. Ia mengira kalau Bara sudah mengkhianati Mitha. Padahal, Bara dan Mitha sedang sibuk sayang-sayangan di dalam kamar pribadi ruangan kantor Bara.


Bersambung...


TWO HUSBAND Season 2