TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband S2-42



Zhang Jie Luo bergulingan di lantai. Ia menahan rasa sakitnya disana. Sementara, Mitha segera kabur. Ia mengajak Yuli beserta putrinya pulang ke mansion. Saat itu cuaca cerah kenbali. Karena, hujan telah reda.


Two Husband S2 Eps 42


Fang Yi langsung menyusul Zhang Jie Luo begitu ia sadar Zhang Jie Luo lama tak kembali dari toilet. Ia berjalan dengan langkah cepat seperti orang yg sedang khawatir. Tak lama di ujung koridor restoran itu ia menemukan Zhang Jie Luo sedang merintih kesakitan. Melihat itu, membuat Fang Yi bergerak cepat. Ia terlihat panik dan ia berlari menghampiri Zhang Jie Luo.


Fang Yi : "Kakak Zhang!"


Zhang Jie Luo : "Fang Yi! Sshh..aduhh...ke...kenapa kau kesini?"


Fang Yi : "Kakak lama sekali di toilet. Aku khawatir. Jadi, datang dan mencari kakak kesini."


Zhang Jie Luo : "Ouh. Ssh...adik Fang bisakah kau membantuku berdiri?"


Fang Yi : "Iya, kakak. Mari aku bantu kakak berdiri."


Fang Yi akhirnya membantu Zhang Jie Luo berdiri. Fang Yi dengan tenang dan cekatan memapah Zhang Jie Luo agar tidak terjatuh. Zhang Jie Luo dengan dibantu Fang Yi dia menyeimbangakan tubuhnya.


Fang Yi yg merasa heran melihat Zhang Jue Luo yg tadi berada di lantai dengan kesakitan dia pun bertanya kepada Zhang Jie Luo. Bagaimana bisa berada di lantai tadi dan meringis kesakitan.


Fang Yi : "Kakak Zhang, bagaimana ceritanya kakak bisa berada di lantai tadi."


Zhang Jie Luo : "Oh, itu tadi ada orang yg tidak sengaja menabrakku sampai jatuh adik Fang."


"Ditabrak orang? Yang benar saja. Kalau ditabrak kok dari tadi dia aneh. Masa dia tidak malu menyentuh miliknya sendiri dari tadi."


Fang Yi merasa aneh meihat tingkah Zhang Jie Luo. Sebab, Zhang Jie Luo sibuk menyentuh mil*knya sedari tadi.


Fang Yi : "Oh, lalu mana orang yg sudah menabrak kakak tadi?"


Zhang Jie Luo : "Tidak tahu."


Fang Yi : "Ya sudah kalau begitu, gimana kalau aku antar kakak ke rumah sakit saja."


Zhang Jie Luo : "Terima kasih, adik Fang. Ayo, kita ke rumah sakit."


Fang Yi menjawab dengan senyuman. Fang Yi sungguh sangat senang bisa sedekat ini dengan Zhang Jie Luo. Lagi-lagi, ia berharap ia dan Zhang Jie Luo bisa dapat bersama. Ia juga berharap Zhang Jie Luo dapat membuka hatinya untuk dirinya agar dirinya dapat masuk dan mengisi hati Zhang Jie Luo.


Meskipun, harapan itu hanyalah harapan saja. Yah, siapa tahu saja harapan itu bisa terkabulkan suatu saat nanti. Seiring dengan kedekatan yg kian terjalin di antara mereka berdua meski hanya sebatas teman biasa.


💕💕💕💕💕


Mitha dan Yuli pengasuh Cecilia sudah sampai di mansion. Jimmy menyambut kepulangannya dengan senyum sumringah dan hati yg hangat. Jimmy langsung mengambil Cecilia dari tangan Mitha. Maklum Jimmy sangat rindu dengan beruang kesayangannya itu.


Jimmy : "Hai...beruang kecilku. Cup..cup...sini-sini beruangku yg lucu. Orang tua ini sangat rindu kepadamu."


Mitha tersenyum melihat Jimmy menggendong Cecilia.


Mitha : "Dia sangat senang sekali ku ajak berkeliling tadi kakek?"


Jimmy : "Oh, ternyata beruangku ini suka jalan-jalan ya? Mitha lain kali kau boleh membawa beruangku ini jalan-jalan lagi. Tapi, jangan terlalu sering yah. Anak-anak tidak baik selalu dimanja. Kamu paham kan kelinciku?"


Mitha : "Aku paham kakek."


Jimmy : "Bagus, nah ini dia kuserahkan padamu. Tidurkan dia. Kelihatannya dia lelah."


Jimmy : "Iya-iya."


Mitha segera naik ke lantai atas sambil menggendong Cecilia yg sudah tampak mulai mengantuk karena kecapean dibawa jalan-jalan sama Mitha dan pengasuhnya. Mitha memberikan susu kepada Cecilia. Lalu, ia menidurkan putrinya yg cantik itu.


Sekejap terbayang kembali peristiwa tadi. Mitha bergidik ketika membayangkannya kembali. Sungguh ia tak menyangka Zhang Jie Luo bisa bersikap tidak sopan pada dirinya. Saat pertama kali bertemu ia menyangka laki-laki itu adalah pria yg baik. Tapi, ternyata sungguh di luar dugaan. Tingkah dan sifatnya sungguh membuat Mitha takut dan panik plus detak jantung berdetak kencang.


Mitha berharap tidak pernah lagi bertemu dengan Zhang Jie Luo yg menurutnya terlalu agresif. Dia sungguh-sugguh jera bertemu dengan Zhang Jie Luo. Dan, ia tidak akan pernah mau lagi bertemu dengan lelaki brengsek seperti Zhang Jie Luo.


💕💕💕💕💕


Perusahaan Standford Group


Bara sedang menunggu kabar dari Paul. Dan, hari ini adalah klimaks dari yg dijanjikan oleh Paul waktu itu. Bara berharap dapat memperoleh informasi dari Paul. Lama ia menunggu. Satu jam dua jam bahkan beberapa jam sambil mengutak atik tombol ponselnya untuk menelepon Paul. Tapi, kemudian ia urungkan karena ia tidak ingin membuat Paul tergesa-gesa dalam mencari informasi yg diinginkannya. Setelah lama menunggu dalam kebosanan. Akhirnya, di jam 5 sore Paul menelepon dirinya.


Percakapan Via Internasional...


Paul : "Bara!"


Suara Paul terdengar jelas di seberang sana.


Bara : "Paul! Aku sudah menunggumu. Katakan! Cepat."


Paul : "Bara, sabar. Kau harus sabar dalam hal ini. Informasi ini tidak mudah kudapatkan."


Bara : "Baiklah. Shit! Kali ini harus menurutimu. Benar-benar menyebalkan."


Paul : "Jika, kau benar-benar menginginkan informasi ini maka kau harus bersikap tenang dan sabar. Jangan, terburu-buru dan tidak berpikir tenang sedikit. Nanti, kau juga yg rugi."


Bara : "Oke! Fine. Jadi, sudah bisakah aku mendapatkan informasinya?"


Paul : "Sedikit lagi, masih mengunduh file."


Bara : "Apa!"


Paul : "Hei, bukankah aku tadi sudah bilang padamu. Jangan terburu-buru?"


Bara : "Persetan dengan kata-kata mu, Paul. Katakan berapa persen lagi unduhannya."


Paul : "Lima belas persen lagi. Kau tenang saja. Setelah selesai langsung akan aku kirim filenya padamu. Oke! Aku tutup dulu."


Bara : "Ap...!"


"Tut"


Paul menutup teleponnya. Hal itu membuat Bara menjadi kesal tak menentu. Belum lagi ia selesai berbicara dengan Paul. Paul malah dengan sengaja menutup teleeponnya. Sungguh membuat hati Bara jadi semakin kesal jadinya. Akhirnya, ia harus menunggu untuk kesekian kalinya. Rasa penasaran semakin mendorong dirinya untuk jatuh dalam rasa kesal terhadap Paul.


Raut wajah tampan itu tampak sangat mengerikan wajahnya. Bagaimana tidak, ia menahan amarah tanpa harus berbuat apa-apa. Sudah bisa dibayangkan raut wajahnya sekarang terlihat seperti jeruk purut yg mengkerut karena Paul.


Dan, itu disebabkan oleh satu orang yg mengusik ketenangan rumah tangganya bersama Mitha. Dia adalah Zhang Jie Luo. Seseorang yg bangkit dari keterpurukan kehidupan masa lalunya. Yang berusaha untuk mengambil Mitha dari sisinya. Bara berharap dapat segera mengetahui hal yg sebenarnya tentang Zhang Jie Luo agar masalah yg ada kaitannya dengan laki-laki itu dapat segera diatasi secepatnya.


Bersambung...


TWO HUSBAND Season 2