
Kemudian, pengasuh itu segera mengemasi barang-barangnya. Ia kemudian pergi dari kediaman Frederick. Ia sangat takut menghadapi kemarahan Sean. Jadi, ia tidak berani lagi bertahan tinggal di rumah itu. Ia segera pergi setelah selesai mengemasi barang-barangnya. Tak lupa ia meminta maaf pada Lova dan Sean. Setelahnya, ia ngacir entah kemana.
Two Husband S2 Eps28
Bara dan Mitha serta Jimmy sudah sampai di kediaman keluarga Frederick. Kebetulan Lova dan Sean sedang berada di rumah. Sebab, Zidan baru saja mengalami peristiwa jatuh dari tempat tidur akibat keteledoran sang pengasuh yg mereka pekerjakan sebagai orang yg menjaga dan mengasuh Zidan putra mereka.
Mitha memencet bel beberapa kali. Hingga akhirnya pembantu yg bekerja di kediaman tersebut membukakan pintu untuk mereka. Pembantu yg sudah berusia hampir 50 tahun itu tersenyum ramah kepada Mitha. Pembantu itu biasa dipanggil mbak Arum.
Arum : "Ehh, non Mitha toh yg datang."
Mitha : "Iya, mbak. Lova sama Sean ada di dalam?"
Arum : "Oh, ada non. Masuk aja ke dalam."
Mitha : "Oh, oke. Yuk sayang? Kakek kita masuk. Terima kasih mbak Arum."
Arum : "Sama-sama, non."
Lalu mereka bertiga masuk ke dalam rumah. Sampai di ruang tamu Mitha menemukan Lova dan Sean sedang sibuk memperhatikan sesuatu di kepala Zidan. Dari raut wajah mereka terlihat cemas. Mitha menegur Lova dan Sean.
Mitha : "Ada apa ini? Lova. Sean. Lohh, itu Zidan kenapa. Kok kepalanya benjol gede gitu?"
Lova & Sean : "Mitha?"
Mitha pun panik setelah melihat benjoan besar di kepala Zidan. Melihat Mitha panik, Jimmy si kakek nyentrik bin jadul langsung bergerak. Jimmy mengambil Zidan dari tangan Lova dan menggendongnya. Lova sedikit kaget dan heran begitupun juga Sean.
Jimmy : "Aduh...aduh....kenapa dengan beruang kecilku ini. Kepalamu benjol, sayang? Uunnchhh...baby ganteng kok jadi gini sih?"
Bara mengumpat dalam hati.
"Uuhh...lebay. Bilang aja mau ambil hati orang tuanya biar bisa pinjam Zidan dua hari. Duhh...kakek semprull satu ini. Ckckck..."
Bara tampak sedikit kesal melihat ulah Jimmy yg selalu berusaha menunjukkan perhatiannya kepada semua orang. Sedangkan, Jimmy tampak tidak peduli sama sekali dengan pandangan Bara. Ia tetap menggendong Zidan yg baru saja dia ambil dari gendongan ibunya.
Sean : "Em, kakek? Siapa, kakek ini. Mengapa, tiba-tiba menggendong anakku tanpa izin. Dan, siapa lelaki itu?"
Jimmy : "Aku. Kau bertanya tentang orang tua ini?"
Sean : "Iya"
Jimmy : "Kenalkan, aku adalah Jimmy Standford. Orang nomor satu di keluarga Standford. Dan, dia adalah Bara boneka kesayanganku. Dan, kelinci kecilku adalah istrinya. Hehehe..."
"Aduhhh..."
Bara dan Mitha menepuk jidat mereka masing-masing. Lova kaget mendengar penjelasan Jimmy. Begitu juga dengan Sean.
Lova dan Sean : "Apa! Istri? Mitha sama lelaki ini. Keluarga Standford?"
Jimmy merasa bangga.
Jimmy : "Iya...iya..."
Lova : "Kakak? Benarkah itu?"
Mitha terlihat berkeringat dingin. Bara mengerti akan hal itu. Bara membantu menjawab pertanyaan Lova.
Bara : "Itu, benar sekali Lova? Aku dan Mitha sudah menikah. Mitha sekarang istriku."
Lova : "Oh, lalu apakah Ibu dan kak Asraf sudah tahu?"
Bara : "Ibu? Kak Asraf?"
Lova : "Iya?"
Mitha menjawab pertanyaan Lova.
Mitha : "Adik? Ibu sama kak Asraf belum tahu."
Lova menghela nafas lega.
Lova : "Sudah kuduga. Jikalau tidak, ibu sama kak Asraf pasti akan memberitahu kalau kakak akan menikah."
Mitha : "Maaf?"
Lova memeluk Mitha hangat. Sementara itu, Sean mengajak Bara berbicara di tempat lain. Sedangkan, Jimmy ia sibuk menimang-nimang Zidan.
Sean : "Kau teman keparat! Sialan kau. Sudah lama kau berada di Indonesia. Kenapa, tidak memberitahuku?"
Bara : "Cih, kau juga sialan. Keparat. Sudah menikah dan membina rumah tangga. Tapi, kau juga tidak memberitahuku. Selain itu juga, kau tadi pura-pura tidak mengenaliku dan kakek. Teman macam apa kau ini."
Sean : "Hei..., santai dong Bara. Itulah, caraku menyambut kalian. Hahaha..."
Sean tertawa riang.
Bara : "Huh! Semprull."
Sean : "Hei, bagaimana kabar si otak udang itu?"
Bara : "Siapa yg kau maksud?"
Sean : "Stevenlah. Siapa lagi."
Bara : "Oh, si rambut kuning itu."
Sean : "Iya."
Bara : "Dia baru saja tiba di negara ini."
Sean : "Ah, begitukah."
Bara : "Ya, kemarin malam dia mengundangku. Dia mengadakan pesta kecil."
Sean : "Jadi, kau bagaimana. Apa, kau datang menemuinya?"
Bara : "Aku memang datang kesana. Tapi, aku tak menerima undangannya."
Sean : "maksudnya?"
Bara : "Aku datang kesana hanya untuk memarahinya."
Sean : "Oh. Lalu, bagaimana kau bertemu dengan si cantik kembaran istriku."
Bara : "Itu, ada deh. Kamu mau tahu aja urusanku."
Sean : "Gimana, gak. Kau kan playboy sejagat. Aku terkejut saja ternyata kau sudah menikah dengan kak Mitha. Tapi, tanpa sepengetahuan orangtua dan kakaknya kan?"
Bara : "Ya, kami menikah kontrak."
Sean : "Apa, menikah kontrak?"
Bara : "Ya."
Sean : "Busyet dah. Trus, gimana tuh. Kok bisa."
Bara : "Sewaktu kami melakukan pernikahan kontrak, saat itu Jhon masih hidup. Jadi, mau tidak mau aku harus melakukan itu padanya. Mengikatnya di sisiku. Aku sangat mencintainya."
Sean : "Wow, kau sudah berubah sekarang. Jadi, gimana dengan koleksi pacar-pacarmu."
Bara : "Aku sudah mengusir mereka semua."
Sean : "Ck...ck...ck...kalau begitu. Selamat ya Bara atas pernikahanmu dengan kak Mitha. Semoga langgeng sampai ke anak cucu. Dan, jika memungkinkan resmikanlah dia menjadi wanita milikmu. Toh, Jhon jg sudah tiada."
Bara : "Akan aku pikirkan itu."
Sean : "Sejujurnya pernikahanku dengan Lova juga tidak resmi."
Bara : "Apa? Tidak resmi."
Sean : "Iya, aku merebut Lova dari Zean adikku."
Bara : "Apa! Kau merebutnya dari Zean."
Sean : "Ya, aku terobsesi padanya. Aku jatuh cinta padanya. Untuk, itu aku merebutnya dari Zean."
Bara : "Bagaimana, Zean ketika kau mengambil miliknya."
Sean : "Ceritanya panjang sekali Bara. Kapan-kapan, aku akan menceritakannya kepadamu."
Bara : "Baiklah, lalu dimana Zean. Aku tidak melihatnya."
Sean : "Dia pergi dari rumah. Lova mengusirnya."
Bara : "Kenapa, Lova mengusirnya?"
Sean : "Entahlah, Lova tidak pernah menceritakannya padaku penyebabnya."
Bara : "Sepertinya, Lova memang tidak ingin menceritakannya padamu. Mungkin, suatu saat nanti mungkin dia akan berterus terang padamu."
Sean : "Yah, kuharap juga begitu."
Bara menepuk-nepuk punggung Sean. Seakan memberinya dukungan untuk menelaah masalah yg terjadi dalam rumah tangganya bersama Lova dan Zean. Sekarang, entah dimana Zean berada ia pun tidak tahu. Sungguh, Sean ingin sekali bertemu kembali dengan Zean adiknya itu. Ia sangat rindu siang dan malam.
Meskipun, dulu sering terjadi pertengkaran rumah tangga dengan adiknya itu. Tapi, ia tetap tak bisa memungkiri bahwa Zean adalah saudaranya. Selain, Zean dan Lova serta anaknya Zidan. Tidak ada lagi yg ia miliki selain juga teman-temannya seperti Bara dan juga Steven. Sean di dalam sikapnya yg angkuh dan sombong itu diam-diam juga memiliki sifat lembut seorang kakak. Meskipun, caranya ia menyayangi adiknya Zean berbeda dengan kebanyakan saudara sedarah. Tapi, tetap saja ia tak bisa menyembunyikan kerinduannya akan Zean yg menghilang entah kemana.
Bersambung....
TWO HUSBAND Season 2