TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband-30



Suzy terduduk lemas di tanah dan tak bisa berkata apa-apa. Sebab, karena ia ketakutan setengah mati hingga membuat kedua kakinya lemas dan tak berdaya untuk lari. Melihat itu membuat kedua preman itu tersenyum bahagia. Mereka mendapatkan mangsa yg enak untuk mereka.


Preman 1 : "Lihatlah, ini kawan. Ia tak bisa lari. Hahaha...."


Preman 2 : "Ya, itu bagus. Jadi, kita gak perlu susah-susah buat kejar dia. Apalagi, dia sedang hamil. Lumayan, kita gak perlu keluar duit buat bayar cewe buat ngelayani kita. Hahaha...."


Preman 1 : "Tapi, dia sedang hamil kawan!"


Preman 2 : "Ah, bodo amat dah. Mau dia hamil kek, mau gak kek. Memangnya kenapa? Mumpung, ada yg gratis kenapa gak kita sikat aja. Hehehe...."


Suzy menangis dan tampak ketakutan sekali ketika i mendengar dua orang preman itu berkata seperti itu.


"Hu....Hiks...Hiks."


Suzy : "Kumohon, jangan? Tolong, kalian jangan ganggu aku. Aku sedang hamil."


"Hu....Hiks....Hiks."


Preman 2 : "Ah, bodo amat! Lu, mau hamil kek mau kagak kek. Emangnya aku peduli!!! Aku mau tubuh kamu itu, sayang???" Hehehe...."


Preman 1 : "Benar! Ayo, cantik? Ikut sama abang. Abang akan puasin kamu. Hahaha....."


Suzy menolak.


Suzy : "Tidaaakkk, jangaaannnn! Tolong! Tolong! Lepaaaassss.....Toloooonggggggg!"


Preman 2 : "Heh! Mau kamu teriak-teriak pun sampe suara kamu serak. Gak akan ada orang yg akan menolongmu. Hahaha...., ayo ikut aja. Lha, mau dikasih enak kok gak mau!!!"


Suzy tidak mau dibawa oleh kedua orang preman itu. Lagi, ia berteriak minta tolong. Hingga, akhirnya berhentilah sebuah sedan putih di sana. Lalu, keluarlah seorang pemuda dari dalam mobil sedan itu. Ia pun berteriak kepada dua orang preman tersebut untuk melepaskan Suzy.


Seseorang : "Lepaskan diaaa!!!"


Begitu mendengar suara seseorang itu. Langsung saja, kedua preman itu menghentikan aksinya. Mereka melepas Suzy. Mereka berkacak pinggang sambil menghardik lelaki itu.


Preman 1 : "Cih! Siapa lagi, kamu. Hah!!! Sudah bosan hidup kamu mengganggu kesenangan kami!!!"


Seseorang : "Duh...duh....hanya sekumpulan lelaki pengecut yg sedang memaksa wanita yg sedang hamil."


Preman 1 : "Sialan!!!"


Preman 2 : "Bodoh! Gak usah banyak bacot sama dia. Hajarrrr...!!!"


Preman 1 : "Ya, baiklah! Ayo, kita serang sama-sama."


Lalu, kedua preman itu pun mulai menghajar sang lelaki tadi mencoba menolong Suzy. Mereka memukul dan menendang lelaki itu. Namun, semua serangan kedua preman itu dapat di patahkan dengan mudah oleh lelaki itu. Suzy yg melihat semua itu. Jadi, bergidik ngeri apabila dia berada di posisi lelaki itu. Ia pun tampak khawatir sekali dengan penyelamatnya itu. Takut kalau-kalau sang penyelamat kalah dan kedua preman itu tetap memaksanya untuk menuruti nafsu bejat mereka.


Tapi, untunglah sang penyelamat bisa melumpuhkan kedua preman itu dan menyelamatkan Suzy. Kedua preman kabur dari sana dan pergi meninggalkan Suzy disana bersama lelaki itu. Melihat kedua preman itu sudah kabur. Langsung saja, lelaki itu menghampiri Suzy dan membantunya untuk berdiri.


Seseorang : "Ayo aku bantu kamu berdiri."


Suzy : "Ehh? Iya, terima kasih."


Suzy : "Terima kasih, kau sudah menolongku."


Lelaki : "Sama-sama, nyonya?"


Suzy : "Suzy, namaku. Tidak perlu panggil, nyonya."


Lelaki : "Oh, Suzy toh namanya. Perkenalkan namaku, Asraf nyo....eh...Suzy?"


Suzy : "Asraf ya?"


Asraf : "Iya" ucap Asraf sambil menggaruk kulit kepalanya yg tidak gatal.


Asraf : "Ini, sudah memasuki dini hari. Kamu mau kemana dengan perut besar dan koper itu?"


Suzy : "Em? Aku sih rencananya mau cari hotel untuk menginap."


Asraf : "Kalau di sekitar sini sepi, tidak ada hotel. Bagaimana, kalau kamu ikut denganku saja."


Suzy : "Kemana?"


Asraf : "Tentu saja, ke rumah orang tuaku. Ke rumah siapa lagi?"


Suzy : "Ke rumah orang tuamu?"


Asraf : "Iya"


Suzy menolak.


Suzy : "Ah, tidak usah Asraf? Aku tidak mau menyusahkanmu dan orang tuamu."


Asraf : "Siapa bilang, kau akan menyusahkan orang tuaku? Aku dan orang tuaku hanya tinggal berdua saja di rumah."


Suzy : "Oh, ya? Tinggal berdua saja?"


Asraf : "Ya, ayahku sudah lama meninggal. Sedangkan, ibu aku beruntung ibu masih ada dan selalu menemaniku. Ayolah, ikut aku. Di rumahku tidak ada anak perempuan. Ibuku pasti suka padamu. Lagipula, kau sedang mengandung. Kasian juga bayi yg ada dalam kandunganmu itu, Suzy."


Suzy : "Ah, baiklah kalau begitu. Aku bersedia ikut denganmu."


Asraf tersenyum, dengan senyum manis khasnya.


Asraf : "Ayo, naik mobilku." ajak Asraf pada Suzy.


Suzy menerima uluran tangan Asraf yg sudah menolongnya itu untuk masuk ke dalam mobil. Dan, Asraf membantu Suzy membawakan koper milik Suzy. Suzy bersyukur sekali masih ada orang baik yg bersedia untuk menolong dan membantunya di kala ia kesusahan. Perlahan, ia mengelus perut buncitnya. Dalam hati ia berkata pada anaknya....


"Ibu bersyukur sekali, nak? Ada orang baik yg mau menolong kita. Kelak ke depannya, ibu janji ibu akan lebih berhati-hati dalam menjaga diri dan menjagamu, nak? Ibu tak akan membiarkan diri ibu ternoda oleh laki-laki lain selain ayahmu. Karena, ibu sangat mencintai kalian berdua." ucapnya dalam hati sambil tersenyum.


Bersambung.....


TWO HUSBAND