TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband-08



Zean : "Wah, tampaknya kau sudah kenal dekat dengan kakakku! Coba, katakan padaku! Apa, yg sudah kakakku LAKUKAN padamu!!!"


Lova : ???


Lova mau bilang, tapi ia bingung harus memulainya darimana. Ia menggaruk-garuk kulit kepalanya yg tidak gatal.


Lova : "Emm? Itu?"


Zean tak sabar untuk mendengarkannya.


Zean : "Ayolah, Lova? Katakan, padaku! Aku penasaran, nih!"


Lova : "Itu, sebenarnya emm?"


Zean : "Lova???"


Lova : "Ah, sebenarnya Sean tidak melakukan apa pun padaku!"


Zean : "Benarkah?"


Lova : "Iya, benar!"


Zean : "Aneh! Kakakku, itu adalah makhluk yg sangat posesif dan gampang tersinggung. Masa, ia tidak melakukan sesuatu padamu?"


Lova : "Tidak! Dia, tidak melakukan apa pun padaku! Percayalah! Ngomong-ngomong, dia memecat paman Lou Chan dari pekerjaannya dan juga ia menurunkanku di tengah jalan karena aku terlalu berisik! Itu, saja!"


Zean : "Tunggu....tunggu! Apa, maksudmu menurunkanmu di tengah jalan?"


Lova : "Emm, sebenarnya sudah dari kemarin aku tinggal di rumahmu!"


Zean terkejut.


Zean : "Apa!!! Bagaimana, bisa?"


Lova : "Semua karena ulah kakakku, Juan!"


Zean : "Apa??? Juan? Jadi, lelaki pengangguran itu kakakmu?"


Lova : "Iya"


Zean : "Kakak kandungmu?"


Lova berkata lirih.


Lova : "Bukan! Kakak angkatku!"


Zean : "Oh"


Lova tiba-tiba merasa kedinginan. Memang, udara di tas bukit itu sangat dingin.


Zean : "Kau kedinginan?"


Sambil memegangi bersidekap menghangatkan badan.


Lova : "Em? Ya, sedikit!"


Membuka jaket dan memakaikan.


Zean : "Pakailah ini, biar hangat!"


Lova : "Ehh, terima kasih!"


Lova tersenyum manis yg membuat Zean ingin sekali mengecup bibir merah itu.


"Aduh! Senyum itu lagi! Jadi, ingin kucaplok aja bibirnya!" ucap hati Zean.


Lova memperhatikan Zean, selalu saja suka melongo bila menatapnya. Dan, Zean tidak tahu kalau Lova sedang memperhatikan dirinya.


💦💦💦💦💦


Sementara itu di sisi lain.....


Fandy yg masih fokus menyetir. Tengah melihat dari kaca raut wajah tuannya yg sedang kesal. Ia, ingin memberanikan diri memberi saran kepada tuannya. Tentang sikap tuannya yg meninggalkan, Lova sendirian disana.


Fandy : "Tuan?"


Sean : "Hm"


Fandy : "Apakah, tidak masalah meninggalkan nona Lova di tengah jalan? Bukankah, jalan itu sepi tuan? Dan, kudengar banyak begal sedang berkeliaran di jalan sepi itu. Bagaimana, kalau nona Lova dirampok dan diperkosa?"


Sean mengerutkan dahi.


"Apa!!! Dirampok? Diperkosa? Enak, aja mereka mau makan wanitaku!" ucap hati Sean.


Sean : "Fandy! Putar balik!"


Fandy : "Baik, tuan!"


Fandy pun segera berbalik arah mengikuti instruksi tuannya. Menuju, tempat dimana tadi ia meninggalkan Lova sendirian disana. Sesampainya, disana baik Fandy maupun Sean tidak menemukan Lova disana. Sean pun jadi, sedikit panik.


"Dimana, wanitaku?" ucapnya lagi dalam hati.


Fandy : "Lohh??? Tuan? Kok, nona Lova tidak ada disini, sih?"


Sean : "Leon!"


Leon : "Ya, bos!"


Sean : "Kuperintahkan padamu! Cari, Lova wanitaku! Temukan, dia!"


Leon : "Baik, tuan?"


"Tut"


"Lova, dimana kau!!!" ucap hati Sean.


Lama, Sean berdiri disana di tengah kepanikan karena tak menemukan Lova disana. Sedang, Fandy masih dengan setia menemaninya. Lalu, kemudian Sean pun masuk kembali ke dalam mobilnya di ikuti oleh Fandy.


Fandy : "Tuan? Sekarang, kita mau kemana!"


Sean : "Bar!"


Fandy : "Baik, tuan!"


Fandy pun segera menyetir kembali menuju tempat yg di maksud oeh Sean. Setelah, sampai disana Sean pun langsung menuju ruangannya. Saat, ia menarik gagang pintu ruangannya tiba-tiba saja, ia melihat Suzy sudah ada di dalam ruangannya. Ia terkejut melihatnya.


Sean : "Suzy!!!"


Suzy tersenyum dengan genitnya.


Suzy : "Ehh, bos Sean sudah datang?"


Sean berdehem dan raut wajahnya terlihat tak enak di pandang.


Sean : "Ehem!"


Suzy : "Boss Sean?"


Sean : "Suzy! Pergilah!"


Berjalan perlahan mendekat dan semakin dekat lalu menarik dasi Sean sambil berkata dengan genit.


Suzy : " Uuh, bos Sean galak bener!"


Sean : ???


Mengangkat tangan dan menepis tangan Suzy yg sedang memegang dasinya.


"Phak"


"Aww" pekik Suzy.


Suzy : "Sakit bos!!!"


Sean mendelik marah dan memegang dagu Suzy kuat-kuat. Membuat, Suzy meringis menahan sakit.


Suzy : "Aww! Sakit, pak bos! Hen....hentikan!"


Sean : "Hei....Bitch! Ku ingatkan, padamu! Untuk, tidak menggodaku atau kalau tidak akan ku remukkan tulang dagumu ini! Mengerti!!!"


Suzy menganggukkan kepalanya pelan. Dan, Sean pun melepasnya. Suzy ketakutan dan langsung pergi dari sana. Setelah, Suzy pergi Sean mengambil ponselnya. Ia menelepon Leon kembali.


Sean : "Leon! Apa, kau sudah menemukan wanitaku?"


Leon : "Belum bos!"


Marah sampai melempar file yg ada di atas meja.


Sean : "Apa!!!"


Leon : "Maaf, bos!"


Sean : "Leon!!!! Aku tidak mau tahu. Kuberi, kau waktu 24 jam untuk mencarinya. Jika, selama waktu itu kau tetap tidak menemukannya maka kau berhenti saja!!!"


Berkeringat dingin.


Leon : "Ba....baiklah bos!!!"


"Tut"


Sean mengobrak-abrik ruangannya sendiri.


Sean : "Sialan!!! Aarrgh...."


Dan, ruangan itu jadi terlihat berantakan. Ia mengusap wajahnya kasar. Ia terlihat, seperti orang yg sedang frustasi sekali. Dan, ia pun tidak dapat bekerja dengan baik sekali pun. Akhirnya, ia pun memutuskan pulang kembali ke rumahnya.


Sampai di rumah, ia pun tidak dapat beristirahat dengan tenang. Ia selalu terbayang wajah Lova. Ia khawatir bagaimana jika ia tertangkap oleh begal? Oh, ia tidak bisa membayangkannya. Jika, sampai hal itu terjadi.


❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤


💦💦💦TWO HUSBAND💦💦💦