TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband S2-36



Kini, hubungan itu hanya sebatas saling merindukan saja. Tanpa, ada keinginan untuk bersama lagi. Apalagi, Lova juga menolak untuk melayaninya. Karena, Lova tidak ingin menyakiti Sean. Kini, Zean harus mengambil keputusan. Apakah, ia harus bertahan atau menceraikan Lova. Memberinya kebebasan untuk bersama dengan Sean selama-lamanya.


Two Husband S2 Eps 36


Zean sedang dilanda kebimbangan yg parah. Di satu sisi ia ingin mereka semua dapat bahagia. Tapi, di sisi lain ia juga belum bisa merelakan Lova. Ia harus bagaimana? Ingin sekali ia saat ini lari dalam peluka Suzy yg hangat. Setidaknya, kehangatan pelukan istri keduanya itu bisa membuatnya tenang sekejap. Tapi, sayang saat ini ia dan Suzy sedang berjauhan. Ia juga tak bisa menelepon Suzy dan menyampaikan segala uneg-unegnya. Ia juga tak ingin menyakiti istri keduanya itu. Karena, bagaimana pun ia sudah memilih Suzy dan sudah sewajarnya ia harus dapat melupakan Lova dan menceraikan Lova.


Disaat, Zean sedang dilanda oleh badai asmara yg berkecamuk di dalam kehidupan rumah tangganya. Kali ini, kita akan beralih pada kehidupan yg lain. Yaitu, kehidupan Mitha yg ternyata tak jauh beda dengan kehidupan Sean, Zean dan Lova. Kehidupan, Mitha memang saat ini sedang bahagia-bahaginya. Sebab, ia sudah memiliki keluarga yg lengkap. Kebahagiaannya semakin bertambah dengan lahirnya seorang bayi perpmpuan yg ia beri nama Cecilia. Sesuai dengan keinginan Jimmy kakek, Bara.


Tapi, siapa yg tahu tentang kehidupan seseorang. Mitha bertemu lagi dengan Zhang Jie Luo di tengah jalan. Saat itu, mobil yg di kendarai oleh Mitha mogok. Entah, apa sebabnya Mitha juga tidak tahu. Ia sudah mengecek mesinnya. Tapi, biar pun mengeceknya ia pun juga tidak tahu apa yg menjadi penyebab atau masalah pada mobil ini.


Mitha menjadi bingung sekali. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba saja, seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Sontak ia kaget, Mitha menoleh. Ia terkejut ia melihat Zhang Jie Luo ada disana juga. Zhang Jie Luo menyapanya.


Zhang Jie Luo : "Hai."


Mitha : "Kamu?"


Zhang Jie Luo : "Ya, aku."


Mitha : "Kamu, sedang apa disini?"


Zhang Jie Luo tersenyum.


Zhang Jie Luo : "Oh, aku kebetulan lewat di tempat ini. Dan, aku melihatmu berada disini bersama mobil mogok ini."


Mitha : "Oh, begitu. Kukira kau sengaja mengikutiku."


Zhang jie Luo : "Bagaimana mungkin aku mengikutimu. Kau tak memberi kesempatan padaku. Bahkan, kau pergi begitu saja meninggalkanku."


Mitha : "Maaf? Apakah, aku harus menunggumu? Sementara, aku memiiki urusan lain."


Zhang Jie Luo tertawa.


"Hahaha"


Zhang Jie Luo : "Ya...ya...ya.., kau tidak mungkin menunggui orang sepertiku. Jadi, kau harus segera pergi. Karena, aku tak berarti untukmu."


Mitha terkesiap mendengar kata-kata Zhang Jie Luo.


"Tak berarti untukmu? Apa, maksudnya?"


Mitha : "Maaf. Tak berarti untukmu. Apa, maksud dari kata-kata mu itu tuan?"


Zhang Jie Luo : "Zhang Jie Luo. Namaku, Zhang Jie Luo. Panggil aku dengan sebutan Zhang saja. Dan, kau adalah Mitha kan?"


Mitha : "Ya, aku Mitha."


Zhang Jie Luo : "Senang berkenalan dengan wanita cantik sepertimu."


Zhang Jie Luo mendekat dan ia menyentuh anak rambut yg jatuh di pelipis Mitha dan menyibaknya ke belakang. Untuk sesaat Mitha merasakan sentuhan lembut Zhang Jie Luo kepadanya. Namun, akhirnya ia pun sadar ketika wajah Bara terlintas begitu saja dalam pikirannya. Ia pun menepis tangan Zhang Jie Luo yg menyentuhnya tadi.


Mitha : "Tuan Zhang, anda tidak sopan."


Zhang Jie Luo : "Oh, benarkah? Maaf, kalau begitu."


Mitha : "Sebaiknya anda pergi saja. Tinggalkan saya disini."


Zhang Jie Luo : "Kau menyuruhku pergi?"


Mitha : "Ya."


Mitha : "Kalau begitu aku yg akan pergi."


Zhang Jie Luo : "Oh, bagaimana kau akan pergi. Mobilmu mogok. Bagaimana, jika aku membantumu. Naiklah, ke dalam mobilku. Soal mobilmu, biar asistenku yg akan mengurusnya."


Mitha terdiam mendengar tawaran dari Zhang Jie Luo. Ia sedang berpikir tentang tawaran yg diberikan oleh Zhang Jie Luo padanya.


Zhang Jie Luo : "Bagaimana? Ayolah, aku juga tidak punya banyak waktu."


Mitha : "Baiklah. Aku akan naik ke dalam mobilmu."


Zhang Jie Luo tersenyum.


Mitha : "Tapi, ingat kamu jangan macam-macam."


Zhang Jie Luo : "Baiklah, Mitha. Sekarang, naiklah. Ayo, silahkan."


Mitha segera melompat ke dalam mobil Zhang Jie Luo. Sedangkan, soal mobilnya yg mogok sudah diserahkan kepada asistennya untuk diurus. Sepanjang perjalanan Mitha hanya diam dan tak bicara. Namun, suara lembut Zhang Jie Luo memecahkan kesunyian.


Zhang Jie Luo : "Sebenarnya mau kemana kamu?"


Mitha : "Aku mau pergi ke tempat ibuku. Aku ingin mengunjungi ibu dan kakakku."


Zhang Jie Luo : "Oh, jadi kau ingin bertemu dengan ibu dan kakakmu ya?"


Mitha : "Ya, begitulah."


Zhang Jie Luo : "Aku tidak menyangka jika kamu masih mempunyai ibu dan kakak."


Mitha : "Ya, kau tidak menyangkanya kan?"


Zhang Jie Luo menganggukkan kepalanya.


Mitha : "Karena, mobil mogok akhirnya aku tidak jadi pergi kesana."


Zhang Jie Luo : "Kalau kau mau, aku bisa mengantarmu kesana."


Mitha : "Tidak usah. Tentu, akan sangat merepotkanmu."


Zhang Jie Luo : "Tentu tidak akan merepotkan untukku. Mengantar, seorang wanita cantik sepertimu sungguh sangat menyenangkan."


Zhang Jie Luo mengambil tangan Mitha dan mengecupnya. Mitha kaget. Ia langsung menarik tangannya kembali.


"Apa ini? Rasanya bagikan sengatan listrik di sekujur tubuhku ketika ia mengecup punggung tanganku. Rasanya sungguh seperti saat Bara menyentuhku. Sangat lembut dan nyaman. Tetapi, tidak! Aku tidak boleh terlena olehnya. Aku sudah mempunyai suami. Bagaimana mungkin aku mengkhianati Bara, suamiku sendiri?"


Perasaan Mitha dan pikirannya bercampur aduk. Karena, ulah Zhang Jie Luo yg melakukan itu tiba-tiba padanya. Namun, ia harus menekankan pada dirinya. Bahwa, ia adalah wanita yg telah memiliki suami. Ia merasa jadi tidak enak pada Bara jika ternyata dia memiliki perasaan terhadap lelaki lain.


Tapi, Zhang Jie Luo pun menjadi semakin menjadi ulah dan tingkahnya. Ia semakin tidak tahan untuk hanya sekedar menyentuh tangan Mitha dan mengecupnya. Ia juga ingin menggenggam tangan Mitha dan merasakan lembut jari jemari Mitha. Lagi, ia melakukan itu pada Mitha. Ia menggenggam jari jemari Mitha.


Tentu saja hal tersebut membuat Mitha jadi terlonjak kaget. Ia menatap penuh tanya pada Zhang Jie Luo. Sedangkan, Zhang Jie Luo berekspresi seperti orang yg tidak tahu apa-apa. Melihat ekspresi Zhang Jie Luo seperti itu tentu saja Mitha tidak bisa berbuat banyak. Ia ingin marah tapi ia juga takut jika nanti api kemarahannya akan membawa dampak buruk bagi dirinya.


Sekarang, ia sadar tidak seharusnya ia memenuhi undangan seorang lelaki. Apa lagi, undangan dari seorang lelaki yg baru dikenal seperti Zhang Jie Luo. Yang, nyata-nyata ingin melakukan sesuatu pada dirinya. Ia menghembuskan nafasnya sembari ia melepaskan tautan jari jemari Zhang Jie Luo yg menguasai jari jemarinya.


Bersambung...


TWO HUSBAND Season 2