
Sean keluar dari ruang kerjanya tidak lama. Karena, ia hanya menemui Fandy di ruangannya. Fandy sebagai asisten pribadi Sean memang di berikan ruangan khusus oleh Sean. Karena, Sean sudah menganggap Fandy seperti keluarga sendiri.
Fandy sendiri pun sudah lama bekerja pada Sean. Yakni, pada saat Sean baru membuka usaha bar miliknya. Waktu itu, Sean butuh orang yg sangat ahli di bidangnya. Fandy datang di saat yg tepat sambil membawa surat lamaran kerja. Sean, langsung menerima Fandy bekerja padanya setelah melihat CV yg dibawa oleh Fandy.
Sejak, saat itu Fandy resmi bekerja dengan Sean. Ia diberikan hak khusus oleh Sean. Dan, di berikan juga ruang khusus oleh Sean agar Fandy dapat bekerja dengan baik. Setelah, Sean menemui Fandy. Sean pun segera kembali ke ruangannya.
Saat, ia kembali ke ruangannya ia melihat Lova sudah tertidur di sofa yg di dudukinya. Perlahan, ia mendekatinya lalu ia berujar....
Sean : "Dasar, kucing! Tidur dimanapun, sesukanya!"
Sean pun kemudian menggendong tubuh Lova yg sedang tertidur nyenyak. Dan, membawanya ke kamar pribadinya. Ia meletakkan, tubuh Lova secara pelan-pelan di tempat tidur agar Lova tidak terbangun. Kemudian, ia pun ingin melangkah keluar dari kamar itu.
Namun, ketika ia ingin beranjak tiba-tiba saja rambut Lova menempel pada kancing baju kemejanya. Sean tersenyum melihatnya.
Sean : "Kamu ini, nakal ya? Bahkan, helai rambutmu pun tidak ingin berpisah dariku!"
Sean melepaskan helai rambut Lova yg menempel pada kancing kemejanya dengan hati-hati. Setelah, terlepas ia pun segera beranjak dari sana. Namun, lagi-lagi langkah kakinya tertahan ketika tiba-tiba tangan Lova melingkar di lehernya dan menarik kepalanya dan memeluk kepalanya.
Sean terkejut sekaligus jadi kesal.
"Wanita ini! Tadi, rambutnya sekarang tangannya menarik kepalaku! Memang, dia kira kepalaku ini guling apa!" ucap Sean dalam hati.
"Lihat, saja! Aku akan memberikanmu hukuman!" ucap Sean lagi dalam hati.
Lalu, ia pun langsung bergerak dan mencium bibir Lova dengan gemas. Hingga, membuat Lova tiba-tiba saja membuka mata karena ia merasa seperti orang yg sedang kehabisan nafas.
"Mmph....emmhh"
Sean tahu Lova sudah bangun. Untuk itu, ia pun menambah ritme ciumannya menjadi semakin ganas. Ia memasukkan lidahnya ke dalam mulut Lova. Ia memainkan lidahnya dengan lidah Lova. Terdengar, suara desahan Lova yg terdengar tersengal-sengal.
"Emmhh...mmph....hhhh"
Suara desahan Lova semakin membuat Sean jadi bertambah ganas. Ciuman bibirnya berpindah ke leher Lova yg putih. Ia mencium leher Lova inci demi inci. Dan, memberikan tanda cinta disana bukan hanya satu tapi banyak. Lova mencoba berontak. Tapi, tak bisa karena Sean segera mengunci semua gerakannya.
Lova : "Sean....Ja....Jangan!"
Sean : "Kenapa??? Bukankah kau sangat menginginkannya? Hm?"
Lova : "Sean....Please....Le....Lepasss!!!"
Sean : "Bilang, maaf! Maka, aku akan melepaskanmu!!!"
"Aahh....Sean....emmhh....Hen....Hentikan!!!" desah Lova lagi.
Sean : "Ayo, bilang maaf baby??? Atau, aku tidak akan berhenti!"
Lova : "Emmh....? Ma....sssh....Maafhh...!!!"
Setelah, mendengar kata maaf dari Lova. Sean pun mengakhiri aksinya dengan senyuman.
Sean : "Aku berharap, kau tak mengucap kata itu! Agar, aku bisa leluasa memberikanmu hukuman yg sama seperti kemarin! Tapi, berhubung kau sudah bilang maaf! Maka, terpaksa aku harus mengakhirinya!"
Lova tertunduk dengan wajah pucat. Ia benar-benar takut Sean akan melakukan hal yg sama seperti kemarin.
Sean : "Ayo! Bangkit, dari sana! Dan, ikut aku! Kita pulang! Lalu, kau bisa beristirahat di rumah!" ajak Sean pada Lova.
Lova pun mengangguk. Ia pun bangkit dari tempat tidur itu. Lalu, mengikuti langkah Sean dan berjalan di sampingnya. Sean kembali menggandeng tangan Lova dengan langkah angkuh.
💦💦💦💦💦
Sementara itu di sisi lain......
"Byuurrrr"
Pemuda yg pingsan itu pun langsung bangun dari pingsannya. Saat, ia bangun ia sudah berada di sebuah tempat yg sangat tidak asing sekali. Dan, juga ia melihat ada orang yg sangat dikenalnya sudah ada disana sedang tersenyum sinis padanya.
Zean : "Sudah bangun?"
Pemuda itu hanya diam dan membuat Zean kesal.
Zean : "Heh, Juan sang gila judi!!! Bila, aku bertanya padamu ya jawab, jangan diam aja!!!" emosinya sambil melayangkan pukulan ke wajah kiri Juan.
"Buagh"
"Aakh" teriak Juan kesakitan.
Dan, darah segar menetes di sudut bibir Juan.
Juan tertawa melihat darah segar menetes di sudut bibirnya dan rasa nyeri yg terasa disana.
"Hahaha"
Juan : "Heh! Anjingnya, tuan kaya rupanya!"
Zean : "Sialan, kau!!! Aku bukan anjingnya, aku ini adiknya!"
Sambil melayangkan pukulan kembali ke tempat yg sama dan kali ini pas mengenai hidung Juan. Mengakibatkan, darah pun keluar dari hidung Juan. Melihat, darahnya keluar dari hidungnya sendiri membuatnya jadi jengkel dan kesal.
Juan : "Kurang ajar, kau! Dasar, sialan!"
Zean : "Oh, marah rupanya! Kesal? Sudahlah, aku tidak ingin basa basi denganmu! Sekarang, katakan padaku! Mengapa, kau berikan Lova pada kakakku! Hah!!!"
Juan : "Apa? Lova?"
Juan terkekeh.
Juan : "Hehehe....! Ternyata, ini gara-gara perempuan sialan itu!"
Zean marah Juan mengatai Lova.
Zean : "Keparat! Diam, kau! Kau yg sialan! Brengsek!!!"
Ia pun melayangkan pukulan dan tinjuan serta tendangan bertubi-tubi ke arah Juan. Membuat, Juan jadi semakin babak belur tubuh maupun wajahnya. Puas, memukuli Juan Zean memanggil Baron dan memberikan perintah kepada Baron.
zean : "Baron!"
Baron datang dengan tergesa-gesa.
Baron : "Ya, bos!"
Zean : "Buang, dia ke hutan!"
Baron : "Baik, bos!"
Baron pun segera melaksanakan perintah dari Zean. Ia pun segera membawa pergi tubuh Juan yg sudah tidak berdaya dan membuangnya ke hutan. Sedang, Zean ia pun segera pergi meninggalkan tempat itu dengan sepeda motornya.
❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤
💦💦💦TWO HUSBAND💦💦💦