TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband-36



Kita tinggalkan dulu kisah Lova bersama dua suaminya dan Suzy dengan keluarga Asraf. Kita menuju kisah yg lain. Kisah yg tak terduga sebelumnya. Kisah tentang seorang wanita cantik yg mencari orang tua kandungnya. Kisah yg akan menguak siapa sebenarnya Lova dan siapa sebenarnya Mitha. Namanya Mitha Anshari (20) tahun. Cantik dan juga sexy. Namun, suka berpakaian seperti laki-laki. Tomboy dan jago berkelahi. Saat itu petang telah tiba. Mitha tampak tergesa-gesa sekali memacu sepeda motornya agar segera sampai di rumah. Ketika, ia sampai di rumah samar-samar ia mendengar percakapan antara kedua orang tuanya. Wanita cantik itu tak sengaja mendengar tentang kebenaran dirinya. Bahwa ia adalah anak adopsi bukanlah anak kandung di keluarga itu. Ia shock dan ia kaget.


Mitha : "Apa!!! Anak adopsi?" ucapnya tiba-tiba yg membuat kedua pasutri yg sedang berbicara tersebut jadi terkejut.


Julia : "Nak? Kau sudah pulang?" tanya ibunya tanpa menghiraukan kata-kata Mitha barusan.


Mitha tak menggubris pertanyaan ibunya. Ia menatap kedua orang tuanya penuh tanya.


Mitha : "Katakan padaku yg sebenarnya. Benarkah yg kudengar ini? Aku, bukan anak kandung kalian? Aku anak adopsi?"


Robert : "Nak? Tolong tenang dulu. Duduklah."


Mitha duduk di hadapan kedua orang tuanya. Ia menatap kedua orang tuanya yg tampak sedih. Julia membuka suara setelah keheningan menggelayuti pikirannya yg sedang berkecamuk.


Julia : "Kami akan jujur padamu, Mitha? Kami sejak awal memang bukanlah orang tua kandungmu. Kami adalah orang tua yg mengasuhmu sejak kau masih bayi merah." ucap Julia mengawali ceritanya.


Mitha tertegun mendengar kata-kata ibu angkatnya. Ia terdiam sejenak lalu ia bertanya lagi.


Mitha : "Lalu, dimanakah orang tua kandungku yg sebenarnya?"


Robert : "Kami pun tidak tahu. Kami hanya tahu, pada saat itu ada seorang wanita yg membawa bayi perempuan yg memakai selimut merah muda. Dia menyerahkan bayi tersebut kepada kami. Dia bilang orang tuamu tidak menginginkanmu. Mereka membuangmu. Ia kasihan dan ia memungutmu. Tapi, ia tak punya biaya untuk merawat dan membesarkanmu. Jadi, ia menyerahkan dirimu pada kami. Kebetulan, kami memang sangat menginginkan seorang anak. Karena, sejak kami menikah kami belum juga dikaruniai seorang anak. Akhirnya, kami membawamu pulang. Dan, kami mengasuh dan merawatmu layaknya anak kandung kami sendiri."


Mitha menarik nafas lelah.


Mitha : "Apakah, ibu dan ayah menyimpan alamat wanita itu?"


Julia : "Alamat? Ah, sepertinya ibu ingat sesuatu. Dia bilang rumahnya sangat jauh. Ia tinggal di daerah pedalaman, nak? Di daerah S."


Mitha : "Pedalaman? Siapa, nama ibu itu bu?"


Julia : "Namanya Ningsih."


Mitha : "Ningsih? Pedalaman? Daerah S? Baiklah, sepertinya informasi itu sudah cukup bagiku."


Robert dan Julia jadi terkejut.


Mitha : "Ayah? Ibu? Aku akan mencari orang tua kandungku."


Robert dan Julia : "Apa!!!"


Robert dan Julia tak setuju jika putri mereka berniat pergi untuk mencari orang tua kandungnya.


Julia : "Nak? Urungkankanlah, niatmu itu nak? Mereka sudah membuangmu. Mereka tak menyayangimu."


Mitha : "Ibu? Ayah? Apa pun alasan mereka. Aku tidak peduli. Aku hanya ingin mendengar dari mulut mereka sendiri. Apakah, benar yg kudengar itu?"


Julia mulai menangis sedih demikian juga Robert. Mitha melihat mereka bersedih. Mitha pun menghibur mereka.


Mitha : "Jangan khawatir, ayah? Ibu? Kalian berdua tetaplah orang tuaku. Aku hanya akan memastikan, alasan mengapa mereka membuangku. Itu saja, setelahnya aku akan kembali kepada kalian lagi. Karena, kalian adalah permata hatiku. Kalian adalah segalanya bagiku. Kalian alasan membuat aku hidup sampai sebesar ini. Aku sangat sayang kalian berdua." ucap Mitha menenangkan hati kedua orang tua yg sudah mengasuhnya itu.


Robert : "Ya sudah, nak? Kalau begitu pergilah, nak? Do'a kami selalu bersamamu. Semoga kau menemukan orang tua kandungmu. Dan, cepatlah kau kembali ke sini. Kami akan menunggumu."


Mitha : "Baiklah, ayah? Ibu? Aku mengerti. Aku akan mengemasi pakaianku dulu." ucapnya tersenyum.


Julia menangis kembali, ketika ia melihat senyum Mitha sebelum pergi untuk mencari orang tua kandungnya. Mitha mengemasi pakaian-pakaiannya. Mitha tak membawa semua pakaiannya. Ia hanya membawa pakaiannya seadanya saja. Sebab ia pun juga tak berniat pergi lama-lama. Setelah, menemukan orang tua kandungnya. Ia akan segera kembali ke rumah orang tua yg selama ini sudah mengasuh dan merawatnya.


Mitha sudah selesai berkemas. Sebelum pergi, ia menatap seluruh ruangan kamar yg telah ia tinggali selama 20 tahun. Sekarang ia akan meninggalkan kamar kesayangannya itu. Ia juga akan meninggalkan Julia dan Robert disana. Jujur! Ada rasa sesak disana. Seakan berat untuk pergi dari sana. Namun, ia sudah memantapkan pilihan hatinya. Ia harus pergi, apa pun resikonya. Ia memang harus berusaha untuk menemukan orang tua kandungnya. Meski, ada rasa sakit juga di hatinya.


Mengapa? Mengapa, orang tua kandungnya membuangnya. Mengapa mereka tega dan tidak menginginkannya. Apakah, benar mereka tidak menginginkannya. Apakah benar mereka membuang dirinya. Tapi mengapa? Sungguh, hal tersebut membuat pikirannya kusut bagaikan benang kusut. Mitha merasa bahwa hal ini terasa sangat berat baginya. Ia menatap rumah yg sudah ditinggallinya selama 20 tahun. Ada rasa sesak dan sedih disana. Ia akan merindukannya. Demikian juga Julia dan Robert. Mereka menangis dan mereka bersedih. Melepas putri yg sudah mereka asuh sejak bayi merah bukanlah hal yg mudah. Namun, mereka harus ikhlas menerima semua kenyataan ini. Bahwa kenyataan memang pahit terasa.


Julia : "Robert? Dia putri kan? Dia pasti kembali kan?" ucapnya ragu dan penuh tanya.


Robert : "Iya, dia putri kita. Dia akan kembali pada kita. Sabarlah, Julia?" ucapnya sambil memeluk erat tubuh istrinya itu.


Bersambung...


TWO HUSBAND