TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband-07



"Maaf, paman!" ucap hati Lova.


Sean terus menarik tangan Lova menuju halaman rumah. Disana, sudah menunggu Fandy bersama mobil Sean. Fandy membukakan pintu untuk Sean dan Lova. Lova bertanya kemana mereka akan pergi.


Sementara, Fandy sudah menjalankan mobil. Keluar dari rumah keluarga Frederick.


Lova : "Emm? Kemana, kita akan pergi?"


Menjawab dengan ketus.


Sean : "Bar!"


Lova berkerut dahi.


Lova : "Bar? Bukankah, kau tidak membolehkan aku bekerja?"


Sean : "Apakah, kau tak bisa diam? Kau, terlalu banyak bertanya! Berisik!"


Lova terdiam.


Lova : "Maaf! Tapi, aku kan cuma ingin tahu!"


Karena Lova tidak bisa diam dan masih saja terus bicara. Sean menyuruh Fandy memberhentikan mobilnya.


Sean : "Fandy! Hentikan, mobilnya!"


Fandy menurut, ia memberhentikan mobilnya.


Sean : "TURUN!!!"


Lova terkejut! Sean menyuruhnya turun.


Lova : "Apa???"


Tak sabar dan membuka pintu mobil lalu turun dan menarik paksa Lova turun dari mobilnya.


Lova : "Sean? Apa, yg kau lakukan?"


Lova sudah berada di luar mobil. Dan, Sean pun masuk kedalam mobil dan menyuruh Fandy untuk jalan kembali meninggalkan Lova di tempat sepi itu sendiri.


Sean : "Jalan!"


Fandy lagi-lagi menurut dan tak berkomentar apa pun. Dia diam. Sedangkan, Lova ia berteriak memanggil Sean. Namun, Sean tak mempedulikannya.


Lova : "SEAN!!! Tunggu! Jangan, tinggalkan aku disini!!!"


Mendengar, suara teriakan Lova. Sean diam saja dan tidak mau dengar. Dia acuh dan tak peduli. Sedang, Lova ia merasa kacau di tinggalkan Sean di tempat sepi itu. Ia takut kalau-kalau ada orang jahat yg mengganggunya.


💦💦💦💦💦


Sementara itu di temapat lain.


Zean, sudah meninggalkan tempatnya biasa berkumpul dengan teman-temannya. Ia naik motor menuju pulang kembali ke rumahnya. Ia berkendara dengan cepat. Agar, cepat sampai di rumahnya.


Namun, di tengah perjalanan di kejauhan ia melihat seorang wanita berpakaian putih sedang berjalan menyusuri jalan yg sepi. Ia memperlambat laju sepeda motornya.


"Ehh, ada cewe tuh di depan sana! Ku dekati, ahh! Eits, tunggu dulu lihat dulu kakinya! Napak bumi apa gantung! Jangan-jangan, setan lagi!" pikirnya.


Zean pun semakin mendekati wanita berpakaian putih. Ia memberi sinar lampu pada kaki wanita itu. Siapa tahu wanita itu adalah jelmaan setan yg suka menggoda pria. Ternyata, setelah di sinari sinar lampu, kaki wanita itu menginjak bumi.


"Ahh, untunglah. Ternyata, manusia! Aku gangguin, ah! Siapa, tahu rezeki nomplok bisa bobo bareng sama cewe cantik! Meski, tak secantik Lova!" pikirnya lagi.


Zean pun semakin mendekati wanita itu. Dan, secara perlahan semakin mendekatinya dan menyapanya.


Zean : "Hai, cantik???"


Lova menoleh. Zean terkejut!


Zean : "Lova?"


Lova pun tak kalah terkejutnya.


Lova : "Zean?"


Zean memandang dari atas ke bawah sambil bertanya.


Zean : "Mengapa, kau berada di sini? Apa, kau tak masuk kerja hari ini? Apa, kakakku memecatmu???" tanyanya bertubi-tubi.


Lova : "Ah, tidak! Bukan, begitu! Nanti, aku akan ceritakan padamu! Sekarang, bisakah kau membawaku pergi dari sini?"


Zean tersenyum senang dalam hati.


"Wow! Jarang, nih si Lova minta aku buat membawanya pergi. Ah, senang rasanya hatiku bila aku bisa bersamanya meski cuma sebentar saja!" ucap hatinya.


Zean : "Ayo! Naiklah, aku akan membawamu ke tempat yg sangat indah!"


Lova : "Tempat yg sangat indah?"


Zean : "Ya"


Lova : "Baiklah!"


Lova pun segera naik ke atas motor Zean. Dan, Zean pun langsung tancap gas. Sebelumnya, ia menyuruh Lova untuk berpegangan erat pada pinggangnya. Saat, Lova menyentuh pinggangnya. Hati, Zean berdebar dengan kencang.


"Gile! Pelukannya aja, dah buat hatiku jadi berdebar kaya gini! Apalagi, kalau semalam suntuk bobo sama dia! Bisa, lemas lutut aku!" ucap Zean dalam hati.


Lova : "ready!"


Zean : "Let's go!"


Ia melaju kencang bersama sepeda motornya. Lova, memeluk pinggang Zean erat-erat seakan takut jatuh. Zean mengendarai sepeda motornya seperti orang yg kurang waras.


Setelah, 1 jam berkendara mereka pun sampai di sebuah tempat yg ingin ditunjukkan oleh Zean kepada Lova. Zean pun menyuruh Lova turun dari sepeda motornya. Sementara, Zean sibuk memarkirkan sepeda motornya.


Lova memandang sekeliling tempat itu. Dan, di bawah sana ia melihat banyak sekali cahaya lampu yg terang benderang mewarnai tempat di bawah bukit itu. Sejenak, Lova berdecak kagum.


Lova : "Wah? So beautiful!"


Zean : "Yes, so beautiful! You like it!"


Lova : "Yes, i like it!"


Zean : "Apakah, termasuk kau menyukaiku juga?"


Lova : "Apa???"


Zean : "Ah, tidak-tidak! Tidak apa-apa!"


Lova tersenyum manis. Zean jadi terpana melihat Lova tersenyum manis padanya. Hingga, ia tak sadar ia ngences dengan sendirinya.


"Duh, si sexy tersenyum padaku!" ucapnya dalam hati.


Dan, detak jantungnya pun kian cepat.


"Mimpi, apa aku semalam ya? Bisa berduaan kaya gini sama cewe yg aku suka!" ucap hatinya lagi.


Zean, tampak seperti anak ABG yg baru saja mengenal cinta. Padahal, usianya sudah 25 tahun. Tapi, bila sudah berdekatan dengan Lova ia tampak bagai kucing kecil yg pemalu. Lova, yg melihat tingkah Zean jadi penasaran lalu ia pun bertanya pada Zean.


Lova : "Kenapa, kau jadi melongo begitu?"


Zean tersadar dan terkejut.


Zean : "Ah, ma....mana ada aku melongo?"


Lova : " Tuh, buktinya sampe ngences gitu?"


Zean malu setengah mati.


Zean : "Oh, i.....ini bukan ngences namanya!"


Lova : "Kalau bukan ences trus apa? Air jatuh dari langit?"


Zean semakin malu saja. Dan, mukanya jadi berubah warna seketika.


Zean : "Ah, sudahlah!"


"Ck, Sial! Bisa-bisanya, air liurku menetes karena senyuman manisnya!" ucap hatinya.


Lova tertawa.


Lova : "Hahaha, lucu! Ternyata, Zean anaknya pemalu ya? Beda, sama Sean!"


Zean : "Sean???"


Lova : "Iya"


Zean : "Bedanya dimana, sih?"


Lova : "Bedanya, tuh ya? Kalau, kamu tuh yg gitu tuh?"


Zean : "Gitu apa?"


Lova : "Kamu itu anaknya lucu dan pemalu?"


Zean membulatkan matanya.


Zean : "Oh, ya?"


"Wah, dia bilang aku lucu dan pemalu? Dia, gak tahu aja betapa brutalnya aku kalau menghajar orang!" ucap hatinya Zean.


Zean : "Lalu, kalau Sean gimana?"


Lova : "Berbanding, terbalik!"


Zean : "Maksudnya???"


Lova : "Sean itu termasuk cowo Posesif! Segala, tindak tanduknya buat aku merinding!" ucap Lova jujur.


Zean : "Wah, tampaknya kau sudah kenal dekat dengan kakakku! Coba, katakan padaku! Apa, yg sudah kakakku LAKUKAN padamu!!!"


Lova : ???


❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤


💦💦💦TWO HUSBAND💦💦💦