
Lova terbangun dengan kondisi tubuh tertutup selimut tebal menutupi tubuh polosnya. Dan, ia tak mendapati Sean disana. Rupanya, Sean telah bangun terlebih dulu dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Pintu kamar juga tertutup rapat padahal tadi malam pintu kamar terbuka lebar
"Krieeet"
"Brak"
Suara pintu di buka dan ditutup kembali. Ternyata, pintu kamar mandi yg dibuka dan di tutup kembali oleh Sean, keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk menutupi bagian bawah tubuhnya saja. Sedang, bagian atas tubuhnya di biarkan terekspos begitu saja.
Sean tersenyum menatap wajah cantik Lova yg baru saja bangun tidur. Wajah polos tanpa make up dan juga rambut panjang yg masih acak-acakan. Sean menegurnya.
Sean : "Kau sudah bangun, sayang?"
Lova mengangguk. Masih dengan mata sayup.
Sean tersenyum manis sekali pada Lova.
Sean : "Apakah, kau mau mandi sayang?"
Lova terkaget dan heran dengan sikap manis Sean.
Lova : "Hah? Ehh? Iya..., aku mau mandi!" ucap Lova kemudian beringsut dari tempat tidur. Tapi, baru saja hendak bangkit tiba-tiba saja ia merasakan sakit di daerah intimnya.
Lova : "A...aduh....sakit!" pekiknya.
Sean yg melihat itu pun membantu Lova. Ia mengangkat dan menggendong tubuh Lova ke kamar mandi.
Sean : "Kelihatannya milikmu lecet! Mandilah, dulu! Jika, sudah selesai nanti panggil aku! Aku akan mengoleskan obat pada milikmu nanti! Oke, sayang?" ucap Sean sangat lembut sambil mengecup kening Lova.
Lova mengangguk. Lova masih tidak percaya dengan sikap lembut Sean barusan padanya. Intinya, sejak mereka melakukan malam pertama tadi malam. Seakan, Sean berubah total. Ia tak melihat lagi sisi gelap dan menakutkannya Sean pada dirinya. Sungguh semua itu benar-benar membuatnya bingung. Akhirnya, ia hanya menarik nafas lelah 😥😥😥 Lalu, kemudian ia mandi dan membersihkan seluruh tubuhnya dengan air dingin.
Selesai, mandi ia pun memanggil Sean.
Sean, yg masih berada di dalam kamar langsung bergerak begitu mendengar Lova memanggilnya.
Sean : "Kau, sudah selesai sayang?"
Lova : "Su....sudah!"
Sean : "Baiklah! Balut, dahulu tubuhmu dengan jubah mandi ini!" perintah Sean pada Lova.
Lova mengangguk. Lalu, ia pun memakai jubah mandi untuk menutupi tubuh indahnya. Setelah, itu Sean kembali menggendong tubuh Lova ke tempat tidur. Sean, mendudukkan Lova di tepi ranjang. Kemudian, ia mengambil obat salep di kotak obat.
Sean menyuruh Lova membuka lebar kedua pahanya.
Sean : "Buka lebar kedua pahamu! Agar, aku bisa mengoleskan obat ini pada milikmu yg lecet!"
Lova pun menuruti perintah Sean. Ia membuka lebar kedua pahanya. Dan, dapat terlihat jelas disana luka lecet di bagian alat vital Lova.
Sean mengoleskan obat tersebut dengan hati-hati dan lembut sekali. Agar, Lova tidak kesakitan. Namun, pada saat itu Lova merasakan sensasi yg lain ketika jari Sean menyentuh miliknya. Ia merasa sedikit terangsang.
Sean : "Sudah"
Lova tergagap.
Lova : "Su...sudah selesai?"
Sean : "Iya? Kenapa, sayang? Apa, kamu mau lagi? Punya kamu masih lecet lho?" ucap Sean.
Wajah Lova memerah.
Lova : "Ahh, tidak kok! Siapa, yg mau lagi?" balasnya.
Sean : "Oh, ya? Lalu, kenapa mukamu jadi merah begitu?"
Lova malu, dia bergerak mengambil bantal dan menutupi wajahnya. Melihat, itu Sean jadi geregetan melihatnya. Ingin, sekali ia mengulanginya lagi dengan Lova tapi, ia sadar milik Lova sedang terluka. Dan, mau tak mau ia harus mengurungkan niatnya itu.
Sean : "Kamu disini, saja! Jangan, turun ke bawah! Lukamu, baru saja ku obati! Aku akan suruh pelayan mengantarkan pakaian untukmu dan juga menyiapkan sarapan pagi untukmu!"
Lova meletakkan bantal yg ia gunakan untuk menutupi wajahnya.
Lova : "Baiklah!"
Sean : "Baiklah, kalau begitu! Aku turun dulu!" ucapnya kemudian mengecup lembut kening Lova.
Lova terkesiap ketika Sean, mengecup keningnya. Ia kaget sekaligus tak percaya dengan sikap Sean. Sebelum, Sean pergi ia berpesan lagi kepada Lova.
Sean : "Ingat! Jangan, kemana-mana! Okey?"
Lova : "I....iya!" balasnya pendek.
Kemudian, Sean pun segera turun ke bawah. Ia memanggil Leon, orang kepercayaannya. Ia berniat untuk melepas Zean dari sana.
Sean : "Lepaskan, adikku!"
Leon : "Baik, tuan?"
Leon pun berjalan ke ruang bawah tanah. Ia masuk ke dalam ruangan yg lembab dan bau. Dimana, ia mengikat dan menyekap Zean atas perintah Sean.
Zean melihat Leon, yg sibuk membuka tali ikatan Zean. Setelah, ikatan talinya terlepas dan ia sudah bebas. Zean pun melayangkan satu pukulan ke wajah Leon.
"Bugh"
"Aww" pekik Leon.
Zean : "Itu, hukuman untukmu karena telah berani mengikatku di tempat bau ini!" ucapnya kemudian berlalu pergi. Leon, pun mengikuti Zean di belakangnya. Zean pun sampai di lantai utama di mana kakaknya sedang menunggunya di meja makan.
Sean : "Sudah keluar???"
Zean : "Hmph! Dimana, istriku Kakak?"
Sean : "Istri? Apakah, maksudmu istriku?"
Zean berkerut dahi.
Zean : "Apakah, maksud kata-katamu itu Kakak?"
Sean tersenyum miring.
Sean : "Zean! Asal, kau tahu saja! Aku telah menikah dengan Lova! Jadi, secara otomatis sekarang Lova adalah istriku bukan cuma istrimu saja!"
Zean : "Apa!!!"
Sean : "Satu lagi, aku dan dia telah melakukan ML tadi malam!" ucap Sean tersenyum puas.
Zean : "Kurang ajar! Beraninya, Kakak melakukan itu padanya!"
Sean tersenyum licik.
Sean : "Kenapa, kau marah Zean? Dia juga mau melakukannya juga karena ia menyukaiku! Jadi, aku tidak memaksanya! Dia juga menginginkan hal yg sama! Jadi, bisa dikatakan dia mencintaiku dan dia tidak mencintaimu! Jadi, aku sarankan padamu! Lepaskanlah, dia Zean!!!"
Zean : "Dasar sialan!!! Kakak, kau keterlaluan! Sampai, aku mati pun aku tak akan pernah melepaskannya! Ingat itu!" ucap Zean kemudian pergi dari sana.
Ia berjalan menuju kamarnya berada. Ia sungguh merasa kesal sekali dengan apa yg di katakan oleh Kakaknya. Ia berpikir, tidak mungkin Lova menyukai Kakaknya sendiri. Ia sendiri yakin Kakaknya pasti sudah memaksa Lova melakukannya dengan Sean.
❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤
💦💦TWO HUSBAND💦💦