
Kisah sebelumnya...
Namun, jauh di dalam hati Mitha hanya ada Bara seorang. Dan, Zhang Jie Luo ingin memaksakan hubungan yang sesungguhnya telah lama hancur karena ulahnya sendiri. Yang membuat Mitha pergi jauh dari sisinya.
Two Husband Season 2 eps 53
Zhang Jie Luo sampai di markas. Ia bertemu dengan Tian Cheng di luar. Zhang Jie Luo bertanya kepada Tian Cheng perihal apa yang terjadi sebenarnya.
"Bagaimana, keadaannya sekarang!"
Tanya Zhang Jie Luo.
"Dia sekarang sedang tidur...setelah tadi ia sempat mengamuk dan menghancurkan segalanya."
Jawab Tian Cheng.
"Ow, jadi tikus kecilku sudah bisa mengamuk? Padahal dulu dia tidak seperti itu."
Ucap Zhang Jie Luo.
"Bukankah saat itu kau tidak menyukainya karena penyakit menyimpangmu itu? Jika, bukan karena diriku...apa kau bisa memeluknya saat itu?"
Ucap Tian Cheng mengingatkan Zhang Jie Luo tentang satu kejadian saat itu. Dimana ia dapat memeluk pinggang ramping Mitha untuk pertama kalinya. Meskipun ia harus mendapatkan satu tamparan keras di pipinya dari Mitha.
"Ya, kau benar...kalau bukan karena saat itu kau menolongku...tidak mungkin aku akan berubah menjadi seperti ini sekarang."
Ucap Zhang Jie Luo.
"Terima kasih, Tian Cheng!"
Ucap Zhang Jie Luo lagi.
"Kau tidak perlu berterima kasih kepadaku...sudah seharusnya aku membantumu dari keadaanmu yang menyedihkan saat itu."
Ucap Tian Cheng.
"Ya, meskipun begitu...aku tetap mengucapkannya."
Ucap Zhang Jie Luo.
"Sudahlah, temui dia...sebelum pertempuran terjadi."
Ucap Tian Cheng. Dan, Zhang Jie Luo pun menganggukkan kepalanya. Ia pun segera masuk ke kamar dimana ia telah menyekap Mitha disana. Di dalam ruang kamar tersebut tampak sesosok tubuh sedang tertidur pulas.
Perlahan Zhang Jie Luo menghampiri tubuh wanita cantik tersebut. Zhang Jie Luo duduk di sisi tempat tidur sambil memperhatikan wajah Mitha yang saat itu dalam keadaan mata terpejam dan sedang tertidur pulas.
"Kau sangat cantik sekali, Mitha!"
Ucap Zhang Jie Luo sambil membelai lembut rambut Mitha.
"Sudah lama aku menantikan saat ini, Mitha...bersama denganmu...meniti masa-masa indah pernikahan kita dulu...serta kebahagiaan yang belum pernah kuberikan kepadamu...aku ingin sekali menebusnya, Mitha?"
Ucap Zhang Jie Luo dengan tatapan mata sendu. Karena, suara Zhang Jie Luo terdengar sedikit keras akhirnya membuat Mitha pun terbangun.
"Uh, siapa?"
Ucapnya sambil membuka matanya lebar-lebar. Dan, alangkah terkejutnya ia ketika ia melihat sosok lelaki yang pernah menggodanya saat itu.
"Ah, kau!"
Ucapnya segera menjauh dari sosok lelaki tersebut.
"Menjauh dariku! Jangan dekat-dekat! Dasar, lelaki jahat!"
Marahnya.
"Mitha? Ini aku! Apa, kau tidak mengenaliku?"
Ucap Zhang Jie Luo.
"Siapa kau? Aku tidak mengenalmu...kau hanyalah laki-laki mesum yang berani menggodaku!"
Ucap Mitha.
"Aku minta maaf, Mitha? Aku akui aku salah...tidak seharusnya aku bersikap kasar kepadamu."
Ucap Zhang Jie Luo.
"Oh, jadi sekarang kau menyesal dan ingin meminta maaf, iya? Sudah telat!"
Ucap Mitha.
"Mitha, aku mohon dengarkanlah aku dulu."
Pinta Zhang Jie Luo.
"Mendengarkanmu? Tidak! Kau telah menculikku! Apa, kau pikir aku akan membiarkanmu begitu saja? Lihat saja! Suamiku akan datang menyelamatkanku dan dia akan menghajarmu!"
Ucap Mitha marah. Mendengar kata-kata Mitha tersebut sejenak membuat Zhang Jie Luo pun tertawa lebar.
Ucap Zhang Jie Luo, dan tidak lama kemudian terdengar suara baku tembak di lantai dasar. Seketika, insting Zhang Jie Luo pun langsung mengerti.
Oh, ternyata musuh telah tiba...aku harus segera membawa Mitha pergi dari sini.
Ucap Zhang Jie Luo dalam hati. Lalu, Zhang Jie Luo pun langsung menarik tangan Mitha dan membawanya pergi. Mitha menolak dan memberontak. Ia memukul kepala Zhang Jie Luo dengan vas bunga hingga berdarah. Setelahnya, ia pun melarikan diri.
"Kurang ajar!"
Ucap Zhang Jie Luo sambil mengejar Mitha yang melarikan diri karenanya. Sementara, itu Bara sedang menembaki anak buah Zhang Jie Luo. Bara melampiaskan amarahnya kepada seluruh anggota Zhang Jie Luo yang telah berani menculik wanita idamannya.
"Dor...Dor...Dor...
Dan, terdengar suara dentingan peluru yang tidak mengenai sasaran dengan benar.
"Psiuu...
Hari itu memang merupakan hari yang berdarah di tempat tersembunyi milik Zhang Jie Luo. Beberapa anak buahnya terbunuh dalam perang baku tembak dengan Bara. Bara semakin menggila dan ia semakin brutal menghabisi seluruh anak buah Zhang Jie Luo.
Ia tidak mengampuni siapa pun yang telah berani mengusik diri dan keluarganya. Jadi, ia pun tidak menyisakan satu pun anak buah dari Zhang Jie Luo tetap hidup. Termasuk Tian Cheng, orang yang telah menculik Mitha atas perintah Zhang Jie Luo. Bara ingin menggunakan pistolnya untuk membunuh Tian Cheng, akan tetapi amunisi di dalam pistolnya habis. Jadi, ia pun bertarung tangan kosong dengan Tian Cheng.
"Peluruku, habis! Mari bertarung!"
Ucap Bara kepada Tian Cheng.
"Tidak masalah, aku juga kehabisan peluru."
Ucap Tian Cheng menyetujui sambil membuang pistolnya. Lalu, keduanya pun bertarung satu sama lain. Bara menyerang Tian Cheng habis-habisan. Tian Cheng pun tidak tinggal diam, ia pun juga menyerang Bara.
Pukulan serta tinjuan diarahkan kepada Bara. Bara menghindarinya dan Bara, melayangkan satu pukulan serta tinjuan kepada Tian Cheng. Pukulan dan tinjuan tersebut langsung mengenai sasaran.
"Buk...bak...buk."
"Bugh."
"Akh."
"Sialan! Beraninya kau memukulku."
Ucap Tian Cheng.
"Salah sendiri, mengapa kau gagal fokus."
Ucap Bara mengejek.
"Kurang ajar! Aku akan membunuhmu!"
Ucap Tian Cheng marah.
"Silahkan saja, kemarilah."
Ucap Bara.
Tian Cheng sangat marah karena Bara telah memukul dirinya. Dan, di ronde berikutnya pertarungan tersebut pun sudah tidak seimbang. Ternyata, Tian Cheng kalah dari Bara. Bara berhasil mengalahkan Tian Cheng, orang yang selama ini menjadi tangan kanan Zhang Jie Luo.
Setelah, Bara selesai mengalahkan Tian Cheng. Bara bergegas naik ke lantai atas. Dan, tanpa sengaja ia bertabrakan dengan Mitha yang berlari karena dikejar oleh Zhang Jie Luo. Mitha terkejut melihat Bara ada di hadapannya. Lalu, Mitha pun menangis dalam pelukan Bara setelah Mitha tahu orang yang ditabrak olehnya adalah Bara.
"Bara...hu...hiks...orang itu telah menculikku."
Ucap Mitha menangis.
"Tenanglah, Mitha...ada aku disini...kau aman sekarang."
Ucap Bara menenangkan Mitha.
"Sekarang, kau pergilah dari sini...biar aku yang menghadapinya."
Ucap Bara. Mitha pun segera pergi dari lantai atas, sedangkan Bara masih disana menghadapi Zhang Jie Luo.
"Wow, tidak kusangka begitu cepat kau mengalahkan seluruh anak buahku...kau hebat juga."
Ucap Zhang Jie Luo terkekeh.
"Untuk menghadapi seluruh anak buahmu itu tidak sulit bagiku."
Ucap Bara sombong.
"Apa! Sombong!"
Ucap Zhang Jie Luo langsung menyerang Bara. Bara menghadapi serangan Zhang Jie Luo. Ia tidak takut sama sekali terhadap Zhang Jie Luo. Setiap serangan yang dilancarkan oleh Zhang Jie Luo tidak ada apa-apanya bagi Bara.
Sedangkan, Zhang Jie Luo ia semakin terdesak oleh serangan-serangan yang dilancarkan oleh Bara. Bahkan, terkadang sudah beberapa kali ia sendiri terkena serangan dari Bara. Zhang Jie Luo benar-benar tidak berdaya. Lalu, akhirnya ia pun menyerah kalah di hadapan Bara.
Ia berjanji kepada Bara bahwa ia tidak akan mengganggu Mitha lagi. Bahwa ia akan pergi kembali ke China dan tidak akan pernah menjejakkan kakinya di Indonesia lagi untuk selama-lamanya. Begitulah, akhir dari kisah Zhang Jie Luo yang mengejar cinta Mitha kembali. Namun, harus kandas karena kesalahannya sendiri.
Bersambung...
TWO HUSBAND SEASON 2