
Sean sangat marah dengan perbuatan Zean yg sudah menghamili salah satu pekerjanya, Suzy. Meskipun, sesungguhnya Sean tidak dapat mempercayai ucapan Suzy begitu saja. Maka, dari itu ia harus bertanya pada Zean. Sean kembali, pulang ke rumah dalam keadaan marah. Dan, raut wajahnya benar-benar tidak enak untuk dilihat.
Lova yg menyambutnya di depan pintu pun jadi ketakutan. Lova memberanikan diri untuk bertanya pada Sean perihal apa yg membuatnya jadi seperti itu.
Lova : "Ap...apa yg terjadi, Sean? Kenapa, wajahmu jadi terlihat begini?"
Sean menarik nafas. Ia meminta maaf pada Lova karena telah membuat Lova ketakutan karenanya.
Sean : "Maafkan, aku ya sayang? Aku tidak bermaksud untuk membuatmu takut!" ucapnya sambil mengecup kening Lova lembut.
Lova : "Ya, setiap melihat perubahan di wajahmu. Aku takut!"
Sean memeluk Lova hangat.
Sean : "Janganlah, kau takut pada suamimu ini sayang? Aku tidak akan menyakitimu lagi. Tentu, saja kau harus menuruti kata-kataku. Dengan begitu, aku akan merasa tenang."
Lova tersenyum mendengarnya.
Lova : "Iya, Sean? Em? Apa, kau lapar?"
Sean tersenyum sambil menampakkan deretan giginya yg putih dan rapi.
Sean : "Lapar??? Tentu saja!"
Lova : "Kalau begitu, aku akan siapkan makan malamnya untukmu!"
Lova hendak berjalan mau menyiapkan makanan untuk Sean. Tapi, dengan cepat Sean memeluk Lova dari belakang.
Lova : "Se....Sean???"
Sean : "Kenapa? Aku lapar, dan aku ingin makan. Tapi, bukan makanan steak maupun nasi. Tetapi, aku mau makan kamu. Ayo, sayang? Kita ke kamar kita di atas." ucap Sean sangat lembut di telinga Lova sambil menarik tangan Lova.
Lova bingung dan tidak tahu harus bagaimana. Ingin menolak tapi, ia juga menginginkannya. Ia merasa sensasi bercinta dengan Sean benar-benar membakar semangat birahinya. Dan, perlahan kembali ia memasrahkan dirinya kepada sang suami yg mencintai dirinya ini. Sean sangat memuja Lova. Dan, Sean meninggalkan banyak tanda cinta di tubuh Lova istrinya. Permainan panas mereka berjalan dengan sangat lambat. Sean sengaja memperlakukan Lova lembut agar Lova tidak dapat melupakan dirinya.
"Akh....Seaann! Uuhh....baby?" desah Lova nyaring.
"Baby, apa kau suka?" tanya Sean dengan senyuman nakalnya.
"Emh? Ak...aku...suka Sean....Oooohh." desahnya lagi.
"Kali ini aku ingin anak darimu. Aku ingin kau cepat hamil, sayang? Jadi, aku akan membuatmu puas malam ini." rayu Sean lagi.
"I....iya...sayang?" ucap Lova.
Tiba-tiba, terucap kata sayang dari bibir Lova yg merah itu. Mendengar itu, membuat Sean semakin memacu gerakannya. Dan, permainannya semakin panas dan semakin membuat Lova tidak tahan lagi. Akhirnya, mereka berdua terkulai lemas. Setelah, permainan panas yg mereka ciptakan bersama. Sean mencium kening Lova lembut.
Lova : "Kabar yg tidak mengenakkan? Apa, itu say...yang?" ucap Lova ragu mengucap kata "sayang" pada suaminya.
Sean : "Tidak perlu ragu, memanggilku dengan mesra sayang? Karena, aku adalah milikmu!" ucap Sean sambil mengecup pipi Lova.
Lova tersenyum.
Lova : "Oh, ya? Kau belum menjawab pertanyaanku. Kabar apa, itu?"
Sean menarik nafas lelah.
Sean : "Aku tidak tahu lagi, kepada siapa aku akan bercerita. Aku ingin bercerita denganmu. Tapi, waktunya sangat sempit sekali sayang? Jadi, aku ingin makan kamu lagi."
Lova : "Ap...apa!!! Sayang? Bukankah, yg tadi sudah cukup?"
Sean tersenyum nakal.
Sean : "Belum! Belum cukup!"
Lova : "Ayolah, sayang? Aku sudah capek sekali. Aku mau istirahat."
Sean : "Oh, kau mau istirahat?"
Lova mengangguk.
Sean : "Kau boleh istirahat. Tapi, nanti jika aku sudah memakan habis tubuhmu yg indah ini!" ucap Sean lembur berbisik di telinga Lova.
Mata Lova membulat besar kala ia mendengarnya. Dan, lagi-lagi ia hanya bisa pasrah. Karena, ia sudah tidak punya tenaga untuk memberontak kepada Sean. Seorang lelaki yg memiliki gairah bercinta yg tiada akhirnya.
Sementara itu di sisi lain....
Zean yg tampak frustasi dan bingung terlihat sedang mondar-mandir di markas besarnya. Ia sedang memikirkan sesuatu. Pikirannya sudah ruwet karena ia memikirkan Lova. Dan, sekarang pikirannya semakin bertambah ruwet karena Suzy datang dan mengaku sedang hamil anak darinya.
Sekarang, Zean benar-benar kacau dan frustasi sekali. Ia sudah tidak tahu lagi apa yg harus ia lakukan. Jika, benar Suzy mengandung anaknya maka tentu ia akan kehilangan Lova. Ia tidak mau kehilangan Lova. Ia ingin Lova menjadi miliknya selamanya. Tapi, bagaimana Lova menjadi miliknya selamanya. Sedang, sekarang ini Suzy membawa masalah padanya. Akhirnya, ia menyuruh seseorang untuk menyelidiki Suzy. Apa saja, yg dilakukan Suzy selama 2 bulan ini.
Apakah, benar seperti yg dikatakan atau tidak. Jika, ia sudah tidak kerja semenjak ia hamil atau lebih tepatnya semenjak ia berhubungan dengan dirinya. Zean tidak mau ditipu mentah-mentah oleh Suzy. Oleh karena itu ia menyuruh orang untuk menyelidikinya. Karena, ia tahu siapa itu Suzy. Suzy dahulu suka pada kakaknya, Sean. Tapi, karena kakaknya juga tidak mau pada wanita seperti itu. Akhirnya, Suzy menyerah. Ia malah merayu Zean. Karena, Zean sedang terluka karena ulah Sean yg membawa Lova pergi berbulan madu berdua saja. Dan, tidak mengajaknya serta. Zean cemburu dan sakit hati pada kakaknya. Dan, kesempatan itulah yg dipakai oleh Suzy untuk mendapatkan Zean meski ia tak mendapatkan Sean. Tapi, ia bisa mendapatkan Zean dengan cara itu.
Bersambung....
-TWO HUSBAND-