
Ruangan itu tampak sangat gelap tanpa cahaya lampu. Di balik jendela yg terbuka, angin malam berhembus sepoi-sepoi menerpa wajah seorang wanita paruh baya yg tampak sedang berdiri melamun. Tatapan matanya menerawang jauh. Masih, segar dalam ingatannya. Beberapa, tahun yg lalu saat ia menggendong bayi perempuannya yg lucu dan mungil. Ia merasa sangat bahagia, memeluk dan mencium bayi perempuan tersebut. Satu-satunya miliknya yg berharga di dunia ini.
Namun, pada saat itu terjadi peristiwa yg sangat melukai hati dan perasaannya. Bagaimana tidak, satu-satunya yg ia miliki telah hilang diculik. Dan, sampai saat ini. Bayi tersebut tidak pernah ditemukan. Dan, sang penculik tersebut pun tidak pernah menampakkan lagi batang hidungnya. Semenjak, peristiwa itu penculik itu hilang bagaikan di telan bumi.
Ia tidak pernah datang untuk bekerja lagi di rumah wanita yg ia culik bayinya dan ia larikan bayinya entah kemana. Ia takut, jika ia kembali lagi maka ia akan ditangkap oleh polisi dan dipenjara karena kasus kejahatan yg ia lakukan. Irene nama wanita yg bayinya di culik itu menarik nafas lelah.
"Entah dimana, anak perempuanku sekarang...! Semoga, ia baik-baik saja...!" ucap Irene dalam hati.
Saat, ia sedang melamun. Tiba-tiba, ia mendengar suara pintu dibuka.
"Krieeet..."
Asraf : "Ternyata, mama disini? Asraf sudah cari mama kemana-mana. Eh...? Gak tahunya mama malah ada disini...!"
Irene menoleh.
Asraf : "Mama mikirin, Jesseline lagi ya...? Sabar, ya ma? Nanti, kita bakal temuin dia kok?"
Irene : "Nak? Ini sudah berjalan beberapa tahun? Semenjak peristiwa itu dan semenjak ayahmu tiada karena terlalu memikirkannnya. Mama sudah tidak sanggup. Mama sangat merindukan Jesseline...!"
Tiba-tiba, dua bulir menetes di pelupuk mata Irene. Ia merasa sangat bersedih atas kehilangan putrinya sejak lahir sampai sekarang. Dan, keberadaannya pun belum diketahui hingga sekarang. Irene benar-benar putus asa.
Asraf mendekati wanita yg sudah melahirkannya itu. Dan, ia menghapus airmata Irene sambil berkata....
Asraf : "Ma, mungkin dulu kita tak bisa menemukannya. Tapi, mungkin saat ini kita bisa menemukannya. Kita hanya perlu bersabar, ma? Asraf sudah menyuruh seorang detektif untuk menyelidiki hal ini. Asraf yakin cepat atau lambat kita akan menemukannya. Asraf janji sama, mama...!"
Irene mengangguk lemah.
Asraf : "Sekarang, kita nyalakan lampu ya ma? Besok kita jalan-jalan ya? Biar, mama lebih senang dan ada hiburan. Oke?"
Irene menganggukkan kepalanya, sebagai tanda setuju. Ia mengikuti saran dari Asraf. Dan, esoknya Asraf mengajak ibu tercintanya Irene untuk jalan-jalan di sekitar kota. Asraf mengajaknya berkeliling. Mulai dari jalan-jalan di taman, Mall sampai makan di sebuah restoran mewah.
Tempat itu juga merupakan tempat pilihan Sean dan Lova. Sean memesan makanan steak sapi dan bebek panggang. Sementara, Lova memesan makanan bebek panggang dan nasi putih. Untuk minumannya Sean memesan jeruk lemonade. Sedangkan, Lova ia memesan jus melon saja. Di restoran itu sangat ramai sekali pengunjungnya. Maklum restoran itu memang terletak di daerah yg sangat strategis sekali. Jadi, dekat dengan gedung perkantoran maupun juga gedung perbelanjaan. Selain itu, banyak juga karyawan-karyawati kantor yg menyempatkan waktu istirahatnya. Untuk makan siang di restoran itu.
Lova : "Tempatnya, sangat ramai ya Sean?"
Sean : "Iya, sayang? Tempat ini, sangat strategis sekali. Jadi, banyak sekali orang yg pergi makan disini...!" jelas Sean.
Lova : "Hem??? Pantas saja...! Tempat ini ramai."
Sean tersenyum.
Sean : "Ya, Sayang selesai ini kamu mau kemana lagi?"
Lova : "Kita pulang saja ya, Sean? Aku lelah!"
Sean : "Oke, kita pulang ke hotel saja! Tidak usah ke rumah dulu! Gimana, sayang?"
Lova : "Ehhh??? Kita mau ngapain di hotel, Sean?"
Sean tersenyum tidak menjawab. Dia hanya mengedikkan bahunya saja. Membuat, Lova jadi penasaran.
Sean : "Cepat! Selesaikan makanmu, sayang? Karena, kita akan pergi bulan madu!"
Lova hampir saja tersedak begitu ia mendengar kata-kata Sean.
Lova : "Ap....apa...!!! Bulan madu???"
Sean tersenyum lagi.
Lova : "Se....setuju...!!! Ah, maaf bolehkah aku pergi ke toilet?"
Sean : "Sayang? Kau tidak akan berencana kabur kan? Jika, tidak aku akan memberikanmu hukuman jika kau berani kabur!" ancam Sean.
Berkeringat dingin.
Lova : "Ak....aku...tidak akan kabur kok, Sean? Aku akan tetap ikut bulan madu denganmu!"
Sean tersenyum.
Sean : "Bagus! Sekarang, pergilah ke toilet! Aku akan menunggumu, sayang?"
Lova : "Ah, baiklah!"
Lova pun langsung pergi dari hadapan Sean. Ia pergi ke toiet wanita. Disaat, yg sama Asraf juga pergi ke toilet yg dikhususkan untuk lelaki. Lova baru saja keluar dari toilet dan tanpa sengaja ia menabrak Asraf yg saat itu sedang berjalan menuju toilet lelaki.
"Brak"
"Aww" pekik mereka bersamaan.
Lova : "Maaf...maaf....saya sedang terburu-buru. Apakah, anda tidak apa-apa?"
Asraf : "Ah, aku tidak apa-apa! Um? Anda sedang terburu-buru?"
Lova : "Iya"
Asraf : "Kalau begitu, silahkan?"
Lova : "Ah, terima kasih!"
Asraf : "Tunggu, sebentar! Boleh, saya kenalan?"
Lova : "Boleh!"
Asraf : "Siapa, nama anda?"
Lova : "Namaku Lova! Dan, kamu?"
Asraf : "Aku Asraf!"
Lova : "Ohh!"
Lova sibuk berkenalan dengan pria yg ia tabrak di dekat toilet. Ia lupa, bahwa Sean sedang menunggunya dengan perasaan kesal. Karena, sudah 20 menit Lova pergi ke toilet. Namun, belum kembali juga. Sean sangat benci akan hal ini. Dia pun kemudian menyusul Lova ke toilet.
❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤
💕TWO HUSBAND💕
Apakah yg terjadi selanjutnya?
Apakah, Sean akan marah pada Lova?
Ikuti terus ya? 😊😊😊