
"Apa!!! Mau apa, dia membawaku kesini!" batin Lova.
Sean turun dan membuka pintu mobil. Memaksa Lova turun dan membawanya ke sebuah tempat yg di yakininya tempat ia melangsungkan pernikahan dengan Zean tadi.
Sean mengetuk pintu dengan keras. Dan, seorang laki-laki paruh baya membukanya. Sean langsung menodongkan pistol sambil berkata....
Sean : "Nikahkan, kami!!!!"
Lova terkejut mendengarnya.
Penghulu : "B....baik!" ucap Penghulu itu sambil menatap wajah Lova. Dan, Lova hanya menundukkan kepalanya saja.
Dengan cepat, Penghulu itu pun segera menikahkan Sean dan Lova. Lova mau protes tapi melihat mimik mukanya Sean yg tak enak di pandang ia pun mengurungkan niatnya. Setelah, pernikahan selesai Sean menyematkan cincin keluarga Frederick di jari manis Lova.
Sean : "Sekarang, kau resmi menjadi istriku! Dan, selamanya kau akan patuh di bawah perintahku! Suamimu! Kuharap, kau tak bertingkah seperti wanita jalang lagi!" ucapnya sambil menyentuh dagu Lova dengan kuat.
Lova : "Apa???"
Sambil menarik tangan Lova.
Sean : "Ayo, sekarang kita pergi!"
Lova : "Kemana?"
Sean : "Tentu saja, melakukan malam pertama! Supaya, kau puas dan tidak mencari adikku lagi! Atau, apa kau sudah tak perawan lagi? Apa, kaubsudah melakukannya dengan adikku?" ucap Sean dengan tatapan mata tajam.
Lova : "Apa!!! Tidak! Aku masih perawan!"
Sean : "Kita, akan tahu saat kita melakukannya nanti!"
Lova menolak.
Lova : "Apa!!! Gak, mau!"
Sean : "Oh, tidak mau ya? Coba, saja kalau kamu berani membantahku! Maka, aku akan membuatmu mematuhi semua yg kukatakan!!! Ayo!!!" ucapnya menarik kasar tangan Lova.
Lova pun menuruti kemana Sean membawanya pergi. Ia takut, jika membantah maka Sean akan semakin marah padanya. Lova benar-benar takut sekali. Sean, membawa Lova kembali ke rumah. Ia membuka pintu kamar dengan kasar. Ia sengaja tak menutup dan mengunci pintu kamar karena ia ingin suara jeritan Lova terdengar di mana-mana. Agar Zean, dapat mendengar suara indah Lova di tengah malam dan menyakitinya.
💦💦💦💦💦
Sean mendorong jatuh Lova ke tempat tidur. Lova merasa takut akan sikap kasar Sean. Ia meneteskan air mata tapi Sean seakan tetap tak peduli. Sean perlahan membuka pakaiannya. Ia hanya membuka kemejanya saja lalu ia naik ke atas tempat tidur. Lova panik, secepat kilat ia kabur. Namun, ia kalah cepat dengan Sean. Sean menangkap tangannya lalu kembali melempar tubuh Lova ke tempat tidur.
Sean : "Mau kabur?"
Lova memelas mohon dilepaskan oleh Sean. Karena, ia belum siap untuk melakukannya.
Lova : "Sean, ku mohon lepaskanlah aku! Aku tidak siap!"
Sean : "Heh! Tidak siap? Siap tidak siap kau harus melayaniku! Karena, aku sudah tidak tahan! Sekarang, buka semua pakaianmu! Cepat!!!"
Lova tidak mau.
Lova : "Tidak, Sean? Jangan!!!"
Sean : "Jangan??? Tenanglah, sayang? Aku akan membawamu terbang ke atas langit ke 7!" ucap Sean sambil melepas pakaian Lova satu per satu.
Lova menangis sedih.
Lova : "Hiks....hiks....hiks....! Sean, jangan?"
Sean tidak peduli karena nafsunya sudah sampai di ubun-ubun ketika ia melihat Lova sudah full naked. Sean pun langsung menghujani tubuh Lova dengan ciuman-ciuman panasnya. Sekaligus, juga memberikan tanda cinta disana dengan gigitan dan juga nafsunya yg menggebu. Lova mendesah ketika Sean menggigit sekujur tubuhnya.
"Ahhh.....Aaahhh"
Desahan, Lova semakin membangkitkan gairah Sean. Tanpa, basa-basi lagi ia pun langsung beraksi. Sebelumnya, ia memberi pelumas pada miliknya dan juga milik Lova. Karena, Lova masih perawan Lova merasakan sakit pada bagian int*mnya. Ia menjerit.
"Aaaarrrrgghhh....sakit.....Sean!!!"
Sean terkejut mendapati Lova berteriak kesakitan. Ternyata, Lova tidak berbohong padanya. Ia memang masih perawan. Karena, memang Zean belum menyentuhnya sama sekali.
Sean : "Sssst....tenang sayang???? Lama-lama, juga gak sakit lagi kok!"
Kali, ini Sean tersenyum senang. Amarah yg tadi memuncak seketika hilang entah kemana. Ia pun melakukannya secara perlahan-lahan agar Lova tidak langsung merasakan sakit. Namun, ia masih mendengar suara jeritan Lova walaupun tidak sekencang tadi.
"Ah....ah....emh.....emh"
Sementara itu, di sisi lain. Di ruang bawah tanah. Zean sangat menderita sekali. Ia dapat mendengar suara jeritan Lova tadi.
Zean : "Lova??? Maafkan, aku! Aku tidak bisa menjagamu dari keganasan kakakku!" ucapnya tertunduk sedih.
Sedangkan, Sen ia sudah sampai di akhir petualangannya. Tak, lama kemudian ia pun menumpahkan semua pejunya ke dalam rahim Lova.
Ia mengerang ketika ia mengeluarkan miliknya.
"Aaahhh"
Kemudian, ia mencium kening Lova dan bibirnya. Kali, ini ia melakukannya dengan lembut. Tak terasa, airmata Lova jatuh menetes. Sean, melihatnya dan ia bertanya.
Sean : "Mengapa, kau menangis?"
Lova : "Karena, kau menciumku dengan lembut! Tapi, jika kau berbuat kasar padaku, kau menyiksa jiwa dan ragaku!"
Sean : "Maafkan, aku yg tak bisa mengontrol emosiku! Karena, aku telah jatuh cinta padamu!"
Lova terkejut mendengar pengakuan Sean barusan.
"Apa!!! Dia jatuh cinta padaku?" ucap hati Lova.
Sean memeluk tubuh Lova yg masih polos. Hingga, akhirnya ia sendiri terlelap di dalam pelukan hangat tubuh Lova. Sedang, Lova ia masih tak percaya dengan apa yg dikatakan oleh Sean barusan. Bahkan, ia menganggap Sean hanya membual saja.
❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤
💦💦💦TWO HUSBAND💦💦💦