TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband-28



Malam hari Sean kembali dari kantor. Ia terlihat kusut. Lova menghampirinya. Ia berniat mau membawa tas kantor yg dipegang oleh Sean. Tapi, Sean malah menariknya dalam pelukannya sambil berkata....


Sean : "Sayang? Kau terlihat enak malam ini? Bagaimana, kalau kau puaskan suamimu ini. Hem?"


Lova : "Em? Sean, bisakah malam ini libur? Ak....aku lelah sekali say....ang?"


Sean : "Aduh, suaramu terdengar sexy dan menggoda begitu siapa yg akan tahan mendengarnya. Tidak usah banyak bicara. Tadi, saat Zean pulang kau memeluknya. Apa, kau sudah tak sabar ingin disentuh dia. Iya!!!" ucap Sean sambil memeluk tubuh Lova semakin erat.


Lova : "Ze....Zean? Ti....tidak? Aku dan dia tak melakukan apa pun? Malah, tadi kudengar dia bertengkar dengan perempuan yg dibawanya itu?"


"Apa!!! Mereka bertengkar? Suzy dan Zean? Ku kira, Zean akan minta jatah sama Lova! Huh! Buat emosi aja!" batin Sean.


Sean : "Oh, jadi begitu ya ceritanya. Ya sudah, kalau gitu ayo temani suami nakalmu ini mandi!" ucap Sean sambil menggendong tubuh Lova naik ke lantai atas.


Suzy yg sedari tadi memperhatikan Lova dan Sean. Sekejap timbul perasaan iri dalam hatinya. Bagaimana bisa Sean memperlakukan Lova dengan penuh cinta dan keintiman. Sementara, dia sangat haus belaian kasih sayang Zean tak pernah sekali pun ia mendaptkannya. Bahkan, sekarang Zean menghilang pergi entah kemana. Dan, setiap malam ia selalu mendengar suara jeritan penuh kenikmatan keluar dari bibir Lova bersama suaminya. Ia menggigit bibirnya. Hatinya merasa sedih dan kecewa. Ternyata, Zean tidak pernah pulang untuk hanya sekedar melihatnya atau menyentuhnya.


"Ouhh....aku butuh!" ucap hatinya Suzy.


"Aku juga ingin menikmatinya bersama suamiku. Oh, Zean? Apa, tak bisakah kau memberikannya padaku?" batin Suzy sedih. Ia menangis dan batinnya terluka. Selama berbulan-bulan, Zean tak pernah mau menyentuhnya. Bahkan, saat ia memeriksakan kandungannya pun hanya Lova saja yg menemaninya.


Dokter : "Kandungan ibu baik-baik saja. Dan, pergerakan bayinya juga sangat agresif. Pasti, suami ibu akan senang mendengar berita ini. Bahwa calon anaknya sehat wal'afiat."


Suzy menundukkan kepalanya. Lova melihat hal itu. Jadi, ia pun segera mohon pamit pada Dokter tersebut.


"Lova : "Oh, kalau begitu terima kasih ya dokter?" ucap Lova kemudian langsung membawa Suzy keluar dari rumah sakit.


Sampai di dalam mobil Suzy pun akhirnya menangis dengan keras. Lova memeluknya erat. Sungguh, ia sangat merasa sedih atas apa yg terjadi pada Suzy.


Lova : "Tenanglah! Biar aku yg bicara padanya Suzy?"


Suzy : "Tidak usah, Lova? Ini memang salahku. Tidak seharusnya aku memaksanya untuk menikah denganku."


Lova : "Itu sudah seharusnya menjadi tanggung jawabnya. Berani berbuat maka berani bertanggung jawab. Sepenuhnya, itu bukan salah kamu. Tapi, salah kalian berdua. Aku akan bicara padanya, mengenai hal ini!"


Suzy : "Tidak, Lova? Nanti, dia akan menyiksaku lagi?"


Lova : "Dia tidak akan menyiksamu lagi. Aku janji."


Suzy : "Terima kasih, Lova? Kau memang baik padaku. Selama aku tinggal di rumah itu, hanya kau yg peduli padaku!"


Lova : "Sama-sama, Suzy? Ayo, sekarang kita pulang. Nanti, Sean akan marah jika dia tak melihatku di rumah."


Suzy : "Kamu beruntung, Lova. Pak Sean, sangat sayang dan perhatian pada dirimu. Tidak seperti, Zean. Dia mencampakkanku dan tidak peduli padaku."


Lova : "Bersabarlah, Suzy. Semua pasti akan indah pada waktunya." ucap Lova sambil tersenyum manis kepada Suzy.


Suzy tersenyum mendengar ucapan Lova barusan.


"Yah, semua akan indah pada waktunya. Semoga saja!" batin Suzy.


Sesampainya di rumah.....


Ternyata, Zean sudah sampai di rumah ketika Suzy dan Lova baru masuk ke dalam rumah. Zean marah, melihat Suzy baru pulang. Lova menenangkan Zean.


Lova : "Zean? Jangan, marah? Kami tadi baru saja dari rumah sakit."


Zean terkejut mendengar kata-kata Lova barusan.


Zean : "Apa!!! Rumah sakit?"


Lova : "Ya"


Zean : "Siapa, yg sakit? Apakah, kamu sakit sayang?" ucap Zean pada Lova mesra. Membuat sakit hatinya Suzy.


Lova : "Bukan?"


Zean : "Jadi, siapa yg sakit?"


Lova : "Tidak ada yg sakit. Tadi, aku mengantarkan Suzy periksa ke rumah sakit. Untuk memeriksakan kandungannya. Dokter bilang, kandungannya baik-baik saja. Juga, calon anak kalian gerakannya sangat agresif. Calon bayimu, sehat wal'afiat Zean?" ucap Lova memberitahu sambil tersenyum.


Zean : "Oh. Aku tak peduli."


Zean : "Lova! Lebih baik kau tak perlu mencampuri urusan ini lagi. Biar, saja Suzy mengurusnya sendiri."


Lova heran dengan apa yg dikatakan oleh Zean.


Lova : "Zean? Benarkah, ini kamu? Kenapa, kamu bisa jadi begini? Zean, aku tidak menyangka kamu bisa seperti ini. Suzy istri kamu, tapi teganya kamu memperlakukan Suzy begitu!!!"


Zean : "Bagi aku istri, aku hanya kamu Lova!!! Tidak ada wanita lain selain kamu yg pantas menjadi istriku! Lagipula, pernikahan ini juga hanya sementara! Sebab, setelah anak itu lahir! Aku akan menceraikannya!!!"


Lova terkejut! Suzy pun juga terkejut. Suzy lemas mendengar semua yg dikatakan oleh Zean. Ia pingsan.


"Bruk"


Lova terkejut melihat Suzy pingsan.


Lova : "Suzy! Suzy! Suzy, bangun! Zean! Tolong! Suzy pingsan!"


Zean : "Ah, iya!"


Sean yg baru pulang dari kantor melihat Suzy pingsan dan melihat Lova juga Zean berkerumun disana segera bertindak. Ia menghampiri, kerumunan Lova dan Zean. Sean bertanya apa yg terjadi.


Sean : "Apa yg terjadi? Kenapa, dengan Suzy?"


Lova : "Suzy pingsan!"


Sean : "Ayo, cepat! Bantu, angkat! Zean, kau telepon dokter!"


Zean : "Ah, baik kak!"


Zean segera menelepon dokter. Dan, menyuruh dokter untuk datang ke rumah mereka. Dokter segera datang dan memeriksa keadaan Lova. Dokter menarik nafas panjang.


Dokter : "Untung saja, dia tidak apa-apa! Dia baik-baik saja! Sebentar, lagi juga dia siuman! Oh, ya ini resep obat yg harus ditebus."


Lova : "Tapi, Dok. Dia sedang hamil, apakah boleh dia mengkonsumsi obat?"


Dokter : "Tidak apa-apa. Obat ini tidak berbahaya bagi kandungannya kok? Ah, tuan Sean saya mau pulang. Bisakah, anda mengantarkan saya?"


Sean : "Tentu saja, Dok! Mari."


Sean bersama Dokter turun dari lantai atas. Sang dokter menceritakan hal yg sebenarnya yg menjadi penyebab pingsannya Suzy.


Sean : "Dokter, katakan saja. Apa, yg sebenarnya yg menjadi penyebab pingsannya Suzy."


Dokter : "Yg menjadi penyebabnya adalah, Suzy menderita suatu tekanan yg tiba-tiba. Hal itulah yg menyebabkan dia pingsan. Ah, tuan Sean. Kalau, bisa jangan biarkan seorang ibu hamil mendapatkan tekanan sebab itu akan mempengaruhi calon bayi yg sedang dikandungnya."


Sean : "Begitu ya? Baiklah, saya mengerti dokter!"


Dokter : "Saya permisi, tuan Sean?"


Sean menganggukkan kepalanya. Dan, dokter itu pun segera menghilang dari pandangan matanya. Sean mengingat apa yg dikatakan oleh dokter itu padanya. Dia berpikir penyebab pingsannya Suzy adalah Zean pelakunya.


"Ini semua pasti ulahnya si Zean sialan itu! Kurang ajarr!" ucap Sean dalam hati.


Bersambung.....


TWO HUSBAND


NB :


Hai, readers saya mau promosi disini. Saya mau promosi novel baru saya yg berjudul PENJARA CINTA : a love from JAPAN dan OPPA GANTENG KU


Cover



Cover