
Sedangkan, Mitha yg sedang dalam perjalanan pulang. Ia memikirkan maksud kata-kata lelaki yg baru saja ia temui tadi. Ia merasa ada maksud tertentu dalam kata-kata lelaki itu. Mitha berharap lelaki itu tidak akan meminta yg bukan-bukan pada dirinya atas jasa sudah menolong Mitha tadi. Akibat, lantai supermarket yg baru saja dipel oleh petugas kebersihan di supermarket tersebut. Dan, petugas itu lupa menaruh sesuatu yg biasa digunakan setelah mengepel lantai.
Two Husband S2 Eps 34
Zean baru saja sampai di kota yg banyak menyimpan kenangan pahit antara dirinya dan Lova. Ia berangkat tadi malam dengan menggunakan bus. Ia sampai pagi harinya di tempat yg sudah lama ia tinggalkan. Timbul rasa sesak di dadanya. Ternyata, rasa itu masih ada buat Lova. Dan, sekarang rasa itu pun belum sirna juga. Kendati, ia sudah menerima Suzy apa adanya dan mencintainya.
Suzy sudah melahirkan anak keduanya. Anak keduanya laki-laki dan ia beri nama Zico. Suzy ingin sekali mengadakan acara syukuran atas ulang tahun anak keduanya. Suzy ingin berkumpul kembali dengan Lova dan juga Sean. Jadi, sesungguhnya, kedatangan Zean adalah untuk menemui Sean dan Lova. Untuk memberitahukan maksud kedatangannya ke rumah yg menyisakan banyak kepedihan di dalamnya.
Dimana, ia harus merelakan Lova bersama kakaknya. Dimana ia juga harus bisa menerima cinta yg lain untuk dirinya. Cinta yg sudah dipilihkan untuk dirinya. Cinta yg murni. Cinta yg tiada cela. Cinta yg tulus ikhlas tanpa paksaan. Cinta yg indah dan akan membuatnya selalu tertawa bahagia. Bukan cinta yg terus menerus menyakiti dirinya. Bukan cinta yg terus menerus membuatnya terluka dan merana.
Bukan cinta yg terus memaksanya untuk pergi. Pergi selamanya dan membuatnya harus menanggung rasa rindu. Meski, ia sudah memilih Suzy. Tapi, rasa itu masih juga kuat bertahan disana. Sekeping rasa yg tertinggal disana menunggu untuk diluapkan kembali. Kini, Zean datang kembali. Untuk menemui istri pertamanya yg sekaligus istri dari kakaknya juga.
Tidak tahu apakah yg akan terjadi nanti. Apakah, Lova memang sudah benar-benar melupakan Zean? Ataukah, ia masih memiliki rasa terhadap Zean. Sungguh hal itu hanya Lova saja yg tahu.
Untuk pergi ke kediaman Frederick. Zean menaiki taksi. Dalam pikirannya sudah terbayang hal-hal yg akan terjadi nanti disana. Mungkin saja, Sean kakaknya akan sedikit kesal padanya. Mengapa, ia harus kembali. Ketakutan Sean yg terukir jelas dalam ingatan Zean. Yah, mungkin seperti itu pikirnya.
Tak lama, Zean pun sampai di sana. Ia menatap nanar. Kediaman itu masih tampak sama seperti dulu. Hanya saja, mungkin penghuninya sudah bertambah lagi. Dan, Zean sudah tahu itu. Anak dari Sean dan Lova. Sang buah hati hasil benih cinta mereka berdua. Tentunya, sang anak yg akan menjadi pewaris dari seluruh harta keluarga Frederick.
Zean menghela nafas lelah. Perlahan namun pasti ia melangkah masuk ke dalam kediaman itu. Setiap orang yg melihatnya terkejut melihatnya datang. Setelah sekian lama, ia pergi dan tak pernah kembali. Kini ia hadir kembali lagi ke kediaman itu. Sejenak, timbul rasa sesak di dadanya. Sanggupkah, ia berhadapan dengan dua orang yg sangat berharga dalam hidupnya?
Zean memencet bel pintu. Kebetulan, yg membuka pintu adalah Lova sendiri. Lova terkejut sekali melihat siapa yg datang. Mulutnya menganga lebar. Sungguh ia tak percaya siapa yg dilihatnya. Perlahan, airmatanya jatuh menetes. Lova menangis sembari memeluk Zean.
Lova : "Hu...hiks...Zean?"
Akhirnya, kisah yg belum usai itu pun berlanjut kembali. Lama, Lova memeluk Zean. Demikian, juga Zean membalas pelukan Lova. Hangat. Itulah, yg dirasakan oleh Lova. Lova sangat bahagia sekali dapat bertemu kembali dengan pria pertama yg menikahinya dan mengambilnya sebagai istri.
Zean : "Apakah, kau merindukanku?"
Lova mengangguk.
Lova : "Sangat. Sangat merindukanmu."
Zean : "Aku juga, sangat merindukanmu."
Lova : "Mengapa, kau tidak memberi kabar? Kau tahu, setiap malam setiap detik aku memikirkanmu?"
Zean : "Bukankah, kau mengusirku? Bagaimana, aku akan memberi kabar padamu. Sementara, kau begitu marah padaku."
Lova : "Ouh, maafkan aku. Aku sudah mengusirmu. Aku sudah membuatmu menderita. Kemana saja kau pergi selama ini."
Zean : "Aku tinggal di daerah S. Bersama Suzy."
Lova terkejut begitu nama Suzy disebut. Seketika terselip rasa cemburu di hatinya. Namun, ia harus sadar. Bahwa hubungan mereka tak seperti dulu lagi.
Lova : "Suzy? Jadi, kau sudah menemukannya?"
Lova tertegun. Ia melepas pelukannya. Lalu, ia mempersilahkan Zean untuk masuk ke dalam rumah.
Lova : "Ohh, mari masuk ke dalam rumah."
Zean : "Baiklah. Oh, ya? Dimanakah, kakak."
Lova : "Oh, dia sedang bekerja. Nanti sore dia akan pulang. Kau tunggu saja dia. Um? Kalau kau lelah, silahkan beristirahatlah di atas."
Zean terdiam. Lova hendak pergi meninggalkannya. Namun, Zean menarik kembali tangan Lova dan ia menyentuh pinggangnya. Lalu...
"Cup"
Zean mencium bibir Lova lembut. Lova terkejut. Namun, ia pun ternyata tak bisa menolak bibir lembut Zean yg sebenarnya sungguh sangat ia rindukan. Ciuman itu sangat lembut. Hingga, membuat Lova merasa melayang di atas awan. Setelah, puas merasakan bibir Lova yg sangat ia rindukan. Zean melepaskan bibirnya.
Zean : "Apa, kau suka?"
Lova : "Ak...aku...suka."
Zean tersenyum. Lova jujur padanya. Ternyata, Zean memang masih tak bisa untuk melepas Lova. Rasa cintanya untuk Lova ternyata masih ada. Meski, ia telah menerima Suzy sebagai istri kedua.
Zean : "Aku mau? Apa, boleh."
Lova : "A...apa!"
Zean : "Aku bilang, aku mau. Apa, boleh?"
Lova menggeleng lemah.
Lova : "Tidak bisa."
Zean : "Oh, aku mengerti."
Raut wajah Zean terlihat kecewa. Lova ternyata menolak keinginannya. Akhirnya, Zean naik ke lantai atas. Lova memperhatikan langkah kaki Zean. Ada rasa sedih dan sesak disana. Lova bergumam.
Lova : "Maafkan, aku Zean. Sungguh aku tak bisa memberikannya. Karena, Suzy lebih pantas mendapatkannya di banding aku."
Sesampainya, di kamarnya. Zean membanting tubuhnya di atas kasur empuk yg sudah lama ia tinggalkan. Ia mencium wanginya. Wangi seprai yg masih wangi seperti biasanya. Ternyata, meskipun waktu telah lama berlalu. Lova masih merawat kamar yg dahulu pernah mereka pakai bersama. Ia rindu akan kebersamaannya dulu dengan Lova. Ia rindu akan setiap belaian lembut tangan Lova. Kasih sayang Lova dan perhatiannya.
Dia masih berharap meski secuil. Berharap bahwa Lova dan dirinya masih bisa bersama lagi. Tapi, ternyata tidak. Ternyata Lova tidak mau bersama dengannya lagi. Dirinya sudah terganti oleh Sean, kakaknya. Zean kecewa berat. Tapi, ia harus menerima keadaan dan kenyataan yg sebenarnya terjadi. Bahwa, dirinya dan Lova memang tak bisa lagi bersama. Bahwa, ia harus memutuskan ia harus berpisah dengan Lova. Ia harus melakukannya. Bila itu sudah menjadi keinginan Lova.
Bersambung....
TWO HUSBAND Season 2