TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband S2-39



Namun, semuanya berubah seiring waktu yg berlalu. Ketika, jarum jam berdetak silih berganti. Saat itu pula tak menyurutkan keinginan Zhang Jie Luo untuk bangkit kembali dan berubah kembali menjadi lelaki yg normal. Setelah, sekian lama ia berada di dalam kegelapan. Baru sekarang ia melihat cahaya terang iyu dan mencoba meraih serta menggapainya. Cahaya itu adalah Mitha.


Two Husband S2 Eps 39


Mitha menunggu mobil jemputan dari Zhang Jie Luo. Tepat saat itu, kebetulan Bara pulang dari kantor. Bara melihat Mitha berada di luar mansion. Tampak sedang menunggu seseorang dengan menenteng koper miliknya. Melihat hal itu Bara langsung melompat dari mobil dan menghampiri Mitha.


Bara : "Mitha!"


Mitha kaget sekali ketika Bara memanggilnya. Mitha menoleh.


Mitha : "Sa...sayang?"


Bara menatap Mitha tajam.


Bara : "Mau kemana kamu?"


Mitha terdiam mendengar kata-kata Bara. Ia tidak sanggup menjawab pertanyaan Bara, suaminya. Tiba-tiba, dua bening jatuh menetes di pipi Mitha. Bara melihatnya. Bara tak sanggup melihat Mitha menangis. Ia pun mengulurkan tangannya dan memeluk erat tubuh Mitha.


"Hu...hu...hu..."


Bara : "Jangan menangis. Kumohon, jangan menangis. Hentikan airmata mu, sayang?"


"Hu...hiks...hiks..."


Mitha : "Aku sedih dan aku tidak berdaya. Ku kira aku tidak akan melihatmu lagi."


Bara menarik nafas lelah.


Bara : "Kita berbicara saja di dalam."


Mitha mengangguk.


Bara : "Paman? Tolong, bawa koper istriku masuk."


Supir : "Baik, Tuan?"


Bara menggendong Mitha masuk ke dalam rumah.


Mitha : "Hiks...ak...aku...bisa jalan."


Bara : "Tidak perlu. Aku masih sanggup menggendongmu."


Mitha : "Ak...aku...malu."


Mitha menutup wajahnya dengan satu tangannya. Bara tersenyum melihatnya.


Bara : "Tidak perlu kau malu. Aku tidak akan mengejekmu."


Mitha : "Benarkah???"


Bara : "Iya."


Bara menggendong Mitha sampai ke dalam rumah dan mendudukkannya di sofa ruang tamu.


Bara : "Sayang? Kamu duduk disini dulu ya?"


Mitha menganggukkan kepalanya. Ia menuruti perintah Bara. Tak lama Bara kembali dengan segelas air putih untuk Mitha.


Bara : "Ini minumlah."


Mitha menatap Bara. Bara membelai rambutnya. Mitha menerima gelas berisi air putih tersebut dan meminumnya.


"Gluk...gluk...gluk..."


Mitha menaruh gelas di atas meja.


Bara : "Bagaimana? Sudah baikan?"


Mitha mengangguk lemah.


Bara : "Sekarang, bisakah kau bercerita? Mengapa, kau membawa koper. Apakah, kau marah padaku?"


Mitha terdiam. Dia tidak bisa bercerita hal yg terjadi sebenarnya. Mitha menatap ke arah lain. Bara menarik nafas lelah.


Bara : "Apakah, demikian tidak berartikah aku bagimu hingga kau ingin pergi dan meninggalkanku? Atau, apakah ada lelaki lain yg mengisi hatimu selain aku?"


Bara menatap Mitha sejenak untuk melihat ekspresi Mitha. Lalu, ia mengalihkan pandangan matanya ke luar jendela. Disana, ia melihat langit malam yg gelap semakin bertambah gelap. Langit malam itu tiada diterangi sinar bulan. Hanya, gugusan bintang-bintang yg menghiasinya.


Bara : "Aku melihat pemandangan langit malam ini sangat indah. Tapi, entah mengapa aku merasakan sesuatu yg menyayat hati, jiwa dan perasaanku. Seakan, aku akan kehilangan seseorang yang sangat berharga dalam hidupku."


Mendengar kata-kata Bara seketika membuat hati Mitha jadi tercekat. Ia tersadar tiba-tiba. Lalu, ia memeluk Bara secara reflek. Dan, tanpa sadar airmatanya jatuh lagi.


"Maaf!"


Hanya kata itu saja yg mampu terucapkan dari bibir merahnya yg menawan. Disertai dengan deraian air mata yg mengalir demikian derasnya. Bara dapat merasakan pelukan Mitha seperti pelukan orang yg bersalah dan takut kehilangan.


Mitha : "Aku bodoh, berniat pergi meninggalkanmu dan anak kita. Aku bodoh mempercayai kata-kata laki-laki itu. Aku bodoh ditipu mentah-mentah olehnya. Aku..."


"Ssstttt"


Bara meletakkan satu jari telunjuknya di bibir Mitha.


Bara : "Jangan menyalahkan dirimu seperti itu, sayang? Jangan, menganggap dirimu bodoh. Hanya karena kamu mendengar kata-kata orang lain? Kamu adalah segalanya bagiku. Kamu cintaku. Demi kamu aku rela melakukan apa pun. Tapi, kumohon padamu jangan pernah kamu meninggalkanku."


Mitha : "Hu...hiks...sayang? Maafkan aku. Maafkan aku yg telah menyakiti hatimu."


Mitha : "Huh, kamu jahat."


Mitha memukul-mukul dada Bara. Sedangkan, Bara ia terlihat tertawa saja.


"Hahaha"


Bara : "Aku jahat?"


Mitha : "Iya"


Bara : "Tapi, meski aku jahat. Namun, kau tetap suka kan?"


Mitha : "Iiiihhh...sayang? Jangan, meledekku?"


Bara : "Jika, aku tak meledekmu. Bagaimana, aku bisa melihat senyum indahmu lagi."


Bara menautkan kedua tangannya. Ia mengenggam tangan Mitha lembut dan hangat. Sekaligus, menghembuskan nafas hangatnya ke wajah cantik Mitha lalu kemudian dia mengecup kening Mitha. Mitha memejamkan mata merasakan kehangatan cinta Bara disana.


Setelahnya, ia menatap Mitha dan berkata.


Bara : "Sekarang, bisakah kau jujur padaku?"


Mitha : "Iya"


Bara : "Katakanlah yg sejujurnya. Apa hal yg membuatmu begini."


Mitha : "Tu...tuan..Zhang."


Bara : "Tuan Zhang?"


Mitha mengangguk.


Bara : "Apa yg dilakukan lelaki itu padamu. Apa yg ia katakan padamu?"


Mitha : "Di...dia...bilang. Dia menginginkanku sebagai imbalan atas bantuannya waktu itu. Jika, aku tidak memenuhinya. Di...dia akan membunuhmu. Hu...hiks..."


Bara : "Apa! Dia berkata begitu. Dia mengancammu?"


Mitha mengangguk.


Bara : "Keparat! Kurang ajarr! Ini tidak bisa dibiarkan. Zhang Jie Luo, sialan satu itu harus diberi pelajaran. Tenang sayang? Kau tidak perlu khawatir, aku ini orang kuat. Mana mungkin dia bisa menyakitiku. Kamu tenang ya? Kamu tidak perlu khawatir. Urusan ini serahkan padaku."


Mitha : "Tapi..."


"Ssstttt..."


Bara : "Percayalah padaku. Okey?"


Mitha mengangguk. Bara memeluk Mitha erat dan mencium keningnya. Ternyata, yg menjadi masalah adalah Zhang Jie Luo menginginkan Mitha. Bara merasa sangat kesal dan ia pun menjadi penasaran akan jati diri Zhang Jie Luo.


Bara : "Sekarang kita tidur, ya?"


Mitha : "Iya"


Bara tersenyum. Dan, dia pun menggendong Mitha naik ke lantai atas.


Mitha : "Apa, kau tidak lelah?"


Bara : "Lelah kenapa?"


Mitha : "Sedari tadi, kau menggendongku kesana kesini. Bahkan, kau menghiburku."


Bara : "Aku tidak akan lelah. Dan, tidak akan pernah lelah. Apalagi, untuk orang yg kusayang."


Bara tersenyum. Ia lalu meletakkan tubuh Mitha di ranjang.


Bara : "Sekarang kamu tidur, ya?"


Mitha : "Aku belum bisa tidur. Aku mau lihat Cecilia dulu."


Bara : "Oh, baiklah. Nanti, aku menyusulmu. Oke, sayang?"


Mitha mengangguk. Ia segera beranjak turun dari tempat tidurnya untuk melihat Cecilia di kamarnya. Sedangkan, Bara ia mengambil ponselnya dan menelepon Lee asistennya. Tak lama telepon pun tersambung.


Percakapan Via Telepon...


Lee : "Ya, tuan. Halo."


Bara : "Lee, kau selidiki laki-laki yg bernama Zhang Jie Luo. Selidiki semuanya. Termasuk keluarganya dan apa tujuannya dia mendekati Mitha."


Lee : "Baik, tuan. Akan segera saya selidiki."


Bara : "Bagus!"


"Tut"


Bara menutup pembicaraannya dengan Lee. Ia membuang nafas lelah setelah menelepon Lee. Sejenak, ia berpikir tentang sosok Zhang Jie Luo yg berusaha mengambil Mitha darinya.


"Ini benar-benar akan jadi masalah. Lelaki itu, dia ingin mendekati Mitha. Siapa dia? Aku jadi penasaran."


Bersambung...


TWO HUSBAND Season 2