
Lova sudah selesai membersihkan pecahan botol yg berisi minuman beralkohol.Tadi, ia dibantu oleh Zean. Ia mengucapkan terima kasih kepada Zean karena sudah membantunya.
Lova : "Terima kasih, Zean?"
Zean : "Sama-sama, Lova!"
Lova : "Baiklah, aku akan bekerja kembali!"
Zean : "Iya, bekerjalah kembali!" ucap Zean dengan hati senang.
Lova pun juga mencoba tersenyum pada Zean tapi, senyum itu terlihat canggung. Seperti, antara senyum dan tidak senyum. Lalu, kemudian ia pun meninggalkan Zean disana dan kembali bekerja.
Lova pun, segera kembali ke ruang istirahat sementara waktu setelah ia tadi sempat membuat kekacauan disana. Ia bertemu dengan teman satu profesinya yg juga seorang pelayan bar.
Intan : "Tadi, sempat ku dengar kau berurusan dengan seseorang!"
Lova : "Iya, tan! Tadi, aku nabrak seorang lelaki parlente! Tepat, saat aku sedang membawa beberapa pesanan pelanggan!"
Intan : "Apa!!! Pria parlente? Apakah, ia tinggi dan tampan. Dan, bicaranya dingin?"
Lova : "Iya, kira-kira begitulah!"
Intan : "Omg? Untung, saja kau tidak di pecat!"
Lova : "Tadi, aku sempat juga hampir di pecat! Kemudian, Zean menolongku! Ia membantuku membayar semua biaya kerugian minuman beralkohol itu!"
Intan : "Apa??? Si ganteng, tebar pesona itu! Menolongmu?"
Lova : "Iya"
Intan : "Hem? Pasti, dia menolongmu ada ujung-ujungnya!"
Lova : "Apa, ujung-ujungnya?"
Intan : "Mungkin, dia mau kau tidur dengannya! Hihihi!"
Lova mengibaskan tangannya.
Lova : "Gak mungkinlah?"
Intan : "Mungkin gak mungkin! Kita liat aja, nanti! Oh, ya ngomong-ngomong! Lelaki, yg kau tabrak itu adalah bos kita! Yg, punya bar ini tempat kita kerja!" ucap Intan sambil menggeloyor pergi kembali bekerja.
Lova bagai disambar petir begitu mendengar ucapan Intan barusan.
Lova : "Apa???"
Lova membulatkan matanya.
Lova : "Bo....bos???"
π¦π¦π¦π¦π¦
Sementara, itu di ruang kerja Sean Frederick. Tampak, seorang lelaki sedang duduk di kursi kebesarannya. Dan, tampak pula seorang wanita sedang duduk di pangkuan Sean. Wanita itu, tampak sedang merayu Sean. Namun, Sean tak menggubrisnya. Ia tetap dingin bagaikan es.
Wanita yg menggodanya itu adalah Suzy. Merupakan, salah seorang pegawai senior di bar itu. Ia tergila-gila pada Sean, bosnya. Tapi, Sean sama sekali tak pernah mempedulikannya. Meskipun, Suzy mencoba berbagai macam cara untuk menggoda Sean. Namun, Sean tetap tak bergeming.
Bagi, Suzy. Sean merupakan tipe cowo idaman wanita. Sudahlah, wajahnya tampan menawan, tinggi dan kaya raya di tambah lagi sikap dinginnya yg angkuh itu semakin mempertegas dirinya sebagai seorang bos di bar itu.
Suzy : "Aahh, bos Sean? Kau tampan sekali?"
Sean tetap diam.
Suzy : "Suzy, suka deh sama pak bos? emh?" ucapnya sembari memainkan jari-jari lentiknya di wajah Sean.
Sean yg mendapat sentuhan itu, sama sekali tak bergeming. Ia tetap diam, meski Suzy semakin aktif menggodanya. Ia tak percaya, kalau bosnya itu adalah tipe lelaki yg tidak suka wanita.
Suzy membuka tiga kancing baju yg dipakai oleh Sean. Terlihatlah, sedikit dada bidang milik Sean. Ia ingin membuka kancing baju Sean kembali namun, akhirnya tangannya di tepis oleh Sean.
Sean : "Suzy!!! Kamu ini benar-benar keterlaluan! Apakah, sebegitu sukanya kamu menggoda pria? Hingga, kau pun dengan senang hati melakukannya?" ucapnya datar.
Suzy : "Ehh, bos Sean??? Akhirnya, bos bicara juga!Hihihi, bos Sean! Kalau, diam cool banget. Dan, kalau bicara sexy sekali! Ihhh...., Suzy jadi pengen makan bos Sean dehhh!" ucapnya dengan nada manja di buat-buat.
Sean : "Suzy? Tidak, bisakah kau tidak menganggu dan menggodaku?"
Suzy : "Ohh, mana bisa Suzy gak ganggu bos Sean? Bos ganteng banget sih??? Hihihi!" ucapnya sambil terkekeh geli.
Sean : "Oh, ya??? Kalau, begitu.....???"
Sean tak melanjutkan kata-katanya. Ia mendekatkan wajahnya secara perlahan ke arah wajah Suzy. Hingga, membuat wanita itu jadi deg-degan karenanya. Terlihat, aura kesenangan terlukis di wajah manis itu. Namun, tiba-tiba Sean mendengar pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang dari luar.
Sean menghentikan aksinya. Dan, raut wajah Suzy pun berubah.
"Hem? Saat yg tepat! Bagus, juga! Aku sedang butuh seorang penyelamat untuk melepaskan diri dari wanita licik ini dariku!!!" ucapnya dalam hati.
"Masuk!" ucapnya.
Begitu, mendengar kata masuk. Seseorang itu pun masuk. Saat, seseorang itu membuka pintu ruangan itu. Ia terkejut, sedang mendapati bosnya sedang sibuk bersama dengan seorang wanita. Ia pun ingin pergi sambil berucap kata "maaf"
Namun, Sean mencegahnya.
Sean : "Tunggu! Jangan, pergi! Suzy! Kau keluarlah sekarang dari ruanganku!"
Suzy : "Baiklah, bos?"
"Huh! Dasar, kampret! Menganggu saja!" ucap hatinya sambil melirik Seseorang wanita yg baru saja masuk dengan lirikan mata tidak suka.
Setelah, Suzy pergi. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada seseorang yg baru masuk itu.
Sean : "Terima kasih, kau datang di waktu yg tepat!"
Wanita itu diam saja.
Sean : "Hei, kenapa kau diam saja! Bicaralah, kau pasti datang kemari pasti ada sesuatu yg mau kau sampaikan kan? Ayo, katakan!!!"
Lova : "Emm, begini pak! Saya, mau minta maaf atas ketidaksopanan saya tadi sama bapak!" ucapnya tertunduk.
Sean : "Minta maaf?"
Lova : "Iya, pak!"
Sean : "Minta maaf, untuk apa!!!"
Lova : "Minta maaf untuk.....untuk.....!"
Lova tergagap. Ia tak bisa mengatakan hal yg sebenarnya. Apalagi, bosnya di kenal sebagai bos yg tegas. Ia takut di pecat.
Melihat, Lova tampak seperti orang bingung. Sean pun mendekatinya. Ia berjalan ke arah Lova dan ia pun memperhatikan wajah cantik Lova dari dekat. Sean, mengingat-ingat sesuatu. Dari wajah, Lova yg cantik mengingatkannya akan kejadian tadi sewaktu salah seorang pegawainya menabraknya lalu marah padanya.
"Oh, wanita itu rupanya" seru hatinya.
Sean : "Kau tidak perlu minta maaf! Semua kerugian sudah di bayar oleh adikku, Zean! Sekarang, kau boleh pergi!"
Lova : ???
Lova pun bersiap untuk pergi. Tapi, sebelum pergi ia mengatakan sesuatu pada Sean.
Lova : "Pak!"
Sean : "Apalagi! Hah! Apa, kau juga sama seperti Suzy? Datang, minta maaf lalu mau menggodaku?" ucapnya dengan raut wajah tak senang.
Lova takut dan mundur.
Lova : "Bu....bukan....begitu...pak!" ucapnya gugup dan takut.
Sean diam dan menatapnya tajam.
Lova : "I....itu....!!!"
Sean : "Itu apa!!!" hardiknya.
Lova : "Kan....kan....kan....!!!"
Sean : "Hei, sebenarnya kau ini mau ngomong apa sih? Ngomong, yg jelas! Jangan, bertele-tele begitu!"
Lova lalu berjalan mendekati Sean, bosnya.
Lova : "Maaf, pak!!!" ucapnya sembari mengancingkan kembali pakaian Sean yg sempat berantakan karena ulah Suzy tadi.
Sean jadi terpelongo begitu melihat Lova mengancingkan dan merapikan pakaiannya kembali. Ia mau marah tapi, ia pun tak bisa marah karena Lova mau mengancingkan pakaiannya tadi yg tampak berantakan.
Lova : "Sudah, pak! Saya, pamit dulu!" ucapnya kemudian pergi dari ruangan bosnya. Dalam, hati ia sangat senang bosnya tidak memecatnya karena kesalahan itu.
π¦π¦π¦π¦π¦TWO HUSBANDπ¦π¦π¦π¦π¦
FOTO SEAN FREDERICK