TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband S2-03



"Kurang ajarr!!!" batin Mitha sambil menggigit bibirnya. Sementara, itu Jhon masih tidak percaya kalau Mitha sudah tidak suci lagi. Mengingat kata-kara yg diucapkan oleh Marco tadi. Seketika, membuat Jhon hilang kendali. Ia berteriak penuh amarah pada Mitha.


Jhon : "Mitha!!! Dasar, kau perempuan sialan! Beraninya, kau tidur dengan laki-laki sebelum menikah. Apa, sebegitu jal*ngnya dirimu. Haus sentuhan lelaki! Hah!" ucap Jhon emosi.


Mitha sangat terkejut mendengar kata-kata Jhon.


Mitha : "Sayang? Bu...bukan begitu."ucap Mitha sambil berusaha menyentuh Jhon.


Jhon : "Sayang? Cih, menjijikkan. Jangan, panggil aku sayang dengan mulut kotormu itu." ucap Jhon sambil menepis tangan Mitha.


"Aaahh.."


"Hu...hiks...hiks."


Mitha : "Sayang? Mengapa kau begitu kejam. Setidaknya dengar dulu penjelasanku."


Jhon : "Pejelasan apa!!! Hah?" ucap Jhon sambil mengangkat tangan dan menampar pipi Mitha.


"Plaaakkķkkk."


"Ahhhh"


Mitha menjerit. Dan, tangisannya pun kian menjadi. Namun, Jhon sudah tidak dapat mengontrol emosinya lagi.


Jhon : "Kau sudah membuatku malu di hadapan temanku, Marco. Kau juga sudah membuat hancur nama baik keluarga Leon. Sekali kau ternodai, selamanya kau akan ternodai. Minggir!!!"


Jhon berlalu pergi dari hadapan Mitha yg masih menangis sesenggukan disana.


"Hu...hiks...hiks."


🎶Kring....🎶Kring...🎶Kring.


Tiba-tiba, ponsel Mitha berbunyi nyaring. Ia melihat siapa yg meneleponnya. Ternyata, yg menelepon dirinya adalah Lova. Mitha menghapus airmatanya dan meredakan tangisannya sesaat. Lalu, ia mengangkat telepon dari Lova.


Panggilan Via Telepon....


Lova : "Halo"


Sapa Lova di seberang sana.


Mitha : "Ha...halo?"


Mitha menjawab sapaan Lova.


Lova : "Kak Mitha?"


Mitha : "Iya, ini kak Mitha. Ada, apa Lova?"


Lova : "Tidak ada apa-apa. Lova kangen sama kakak. Jadi, Lova telepon kakak."


Mitha : "Oh"


Lova : "Kak!"


Mitha : "Ya"


Lova : "Kak Mitha, baik-baik aja kan?"


Mitha : "Kakak, baik-baik aja kok. Kamu tidak perlu khawatir."


Lova : "Oh, baguslah kalau kakak baik-baik aja."


Mitha : "Lova? Udahan dulu ya teleponnya. Kakak mau mandi dulu. Gerah. Nanti, kapan-kapan kita sambung lagi yg pembicaraannya."


Lova : "Oh, oke!"


"Tut"


Mitha menutup pembicaraannya dengan Lova. Ia kembali menangis sendirian disana. Hatinya terlalu sakit untuk menerima perlakuan kasar dari Jhon. Untuk pertama kalinya, saat ini Mitha melihat Jhon yg bagaikan hewan buas. Berlaku kasar padanya dan mencaci maki dirinya. Sungguh ia tak menyangka, jika Jhon bisa bersikap demikian kasar pada dirinya.


Selama ini, Jhon tidak pernah bersikap kasar dan selalu mencintai serta menyayanginya. Tapi, sekarang tidak. Sebab Jhon sangat kecewa beeat pada dirinya. Jhon malu pada Marco, padahal ia tahu Marcolah yg menjadi penyebab semua hal itu terjadi. Namun, mengapa Jhon tega pada dirinya. Mitha sungguh tak habis pikir dengan semua yg terjadi. Bahkan, Mitha terlihat kacau sekali saat ini. Lalu, sekarang ia sendirian. Meski, Lova tadi sempat menelepon dirinya. Tapi, ia tidak mau mengatakan hal yg sebenarnya yg terjadi pada Lova. Karena, ia tidak ingin membuat susah Lova. Biarlah, semua ini hanya dirinya saja yg menanggungnya.


.


.


.


.


.


.


Di sisi lain....


Jhon membawa mobilnya ke suatu tempat. Tempat yg biasa dulu ia datangi sebelum ia menikah. Jhon berada dalam situasi yg kacau. Tapi, ia cukup senang dengan kejadian itu. Sebab, pernikahannya hanyalah kedok saja untuk menutupi sisi gelap dirinya yg sebenarnya. Sisi yg tak akan pernah ia perlihatkan pada siapa pun. Kecuali, orang terdekatnya. Kekasih sesama jenisnya sendiri, BrianThompson.


Brian Thompson adalah kekasih Jhon sejak dari bangku kuliah dulu. Jhon dulunya adalah seorang lelaki normal. Tapi, karena pengkhianatan cinta dari seorang wanita yg paling ia cintai. Membuatnya, mengubur dalam-dalam perasaannya dan menguncinya. Ia tidak ingin lagi membuka hati untuk wanita lagi. Sebaliknya, ia berubah arah. Meski, sejujurnya ia tak mau. Akan tetapi rasa sakit hati itu masih membekas jelas di dalam relung hatinya.


"Sudah lama aku tak pernah lagi menemuinya. Kira-kira bagaimana ya kabarnya sekarang?"


Jhon membatin. Memang sudah lama ia tak pernah lagi bertemu dengan Brian. Orang yg pernah memberinya semangat saat ia jatuh terpuruk. Sekaligus, memberikan rasa aman dan nyaman. Yg akhirnya menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka. Benih cinta yg tidak pada tempatnya. Dan, seharusnya tidak ada serta tak sepatutnya ada.


Jhon mengetuk pintu rumah Brian berulang kali. Ia berharap Brian akan membuka pintu untuk dirinya. Tapi, berulang kali Jhon mengetuk. Tetap saja pintu rumah itu tidak terbuka dan masih tertutup rapat. Ia lelah menunggu Brian membukakan pintu. Jadi, ia pun segera pergi dari sana.


"Mungkin kau sudah lupa padaku. Serta tak ingin bertemu denganku."


Jhon segera melangkah kembali. Ia pergi dari rumah Brian. Langkahnya terlihat lesu dan tak bersemangat. Ia naik mobilnya. Lalu, pergi dari tempat itu. Sementara itu, tampak sepasang mata menatap kepergiannya dengan tatapan sendu.


"Maaf, Jhon. Masa yg telah berlalu tidak akan kembali lagi."


Brian bergumam. Brian tidak ingin lagi terlibat dalam urusan asmara palsu Jhon. Brian masih marah pada Jhon. Karena, setahun yg lalu Jhon memutuskan hubungan mereka berdua yg sudah ketahuan oleh Heidi Leon ibu tiri Jhon Leon sekaligus orang tua wali Jhon. Hak asuh memang jatuh sepenuhnya kepada Heidi sesuai surat wasiat yg ditulis oleh Jeffry Leon ayah kandung Jhon yg sudah almarhum.


Jeffry hanya percaya kepada Heidi untuk mengurus Jhon. Sebab itulah, saat Heidi mengetahui bahwa Jhon memiliki penyakit menyimpang ia pun segera bertindak cepat. Ia menyuruh Jhon untuk memutuskan hubungannya dengan Brian. Jika, tidak maka hak atas perusahaan keluarga Leon akan dibekukan dan dia akan diusir serta namanya akan dihapus dari daftar keluarga Leon.


Jhon yg terbiasa hidup mewah. Ketika ia mendengar itu, seketika ia menjadi takut. Sungguh ia tidak ingin, hidup di jalanan. Oleh sebab itu, Jhon memutuskan hubungan dengan Brian dan melupakan Brian. Satu bulan kemudian ia, diserahkan tugas dan tanggung jawab untuk mengurus perusahaan milik keluarga Leon. Dua bulan kemudian, ia bertemu dengan si tomboy Mitha lalu tak lama berselang sejak pertemuan mereka.


Mereka pun langsung mengadakan acara pertunangan dan seminggu kemudian mereka menikah secara resmi. Mitha sangat bahagia kala itu. Begitu juga dengan Jhon meski hanya pura-pura saja. Hanya demi nama baik keluarga saja. Heidi cukup senang dengan pernikahan itu. Itu berarti ia sudah menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya sesuai wasiat almarhum suaminya.


Sekarang tugasnya hanya satu yaitu pewaris keluarga Leon. Dan, ia berharap Jhon dan Mitha dapat memberikan seorang pewaris untuk keluarga Leon. Akan tetapi ternyata sampai sekarang hal itu belum terlaksana. Sebab, penyakit menyimpang Jhon yg belum sembuh juga.


Bersambung....


TWO HUSBAND Season 2