TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband-41



Sementara itu di sisi lain...


Rumah Sakit.


Lova pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan dirinya ke dokter. Sebab, sudah 2 minggu ia telat. Ia takut ia terkena suatu penyakit tertentu. Jadi, ia mendatangi seorang dokter di rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan dirinya.


Setelah dokter tersebut selesai memeriksa dirinya. Dokter itu tersenyum padanya. Lova heran melihat dokter tersebut tersenyum begitu ramah padanya.


Lova : "Dokter, maaf? Saya sakit apa ya, dok?"


Dokter : "Nyonya tidak sakit apa-apa. Hanya saja, nyonya telat 2 minggu. Itu berarti...."


Lova memotong kata-kata dokter tersebut.


Lova : "Berarti apa, dok?"


Dokter : "Selamat!"


Lova : "Se...selamat?"


Dokter : "Ya, selamat! Anda positif hamil, nyonya?"


Lova terkejut sekaligus gembira.


Lova : "Apa! Positif hamil? Aku hamil, dok?"


Dokter : "Iya."


Lova : "Wah?"


Dokter : "Ini surat hasil pemeriksaan diri anda, nyonya? Silahkan, dibawa."


Lova : "Oh, iya dokter. Terima kasih, dok?"


Dokter : "Sama-sama."


Lova segera keluar dari rumah sakit dengan hati riang gembira. Ia segera menelepon Sean dan menyuruhnya segera pulang ke rumah. Sean heran mengapa Lova menelepon dirinya dan menyuruhnya cepat pulang ke rumah.


Namun, akhirnya ia menuruti Lova untuk segera pulang ke rumah. Sampai di rumah, ia mendapati Lova sedang duduk di ruang tamu. Lova tersenyum melihat Sean ketika Sean sampai di rumah. Lova langsung menghambur dalam pelukan Sean. Sean menymbutnya.


Sean : "Sayang? Ada apa? Kau merindukanku?"


Lova menggeleng lemah.


Sean : "Lalu apa?"


Lova tersenyum dan membisikkan sesuatu.


Lova : "Sayang? Aku hamil!"


Sean : "Apa! Kau hamil, sayang?"


Lova : "Iya."


Sean seakan tak percaya dengan berita gembira yg di dengarnya dari Lova.


Sean : "Benarkah?"


Lova : "Benar! Ini suratnya."


Sean menerima surat hasil pemeriksaan dari rumah sakit. Ia membacanya. Lalu, ia menatap Lova dan tersenyum.


Sean : "Sayang? Mulai hari ini, kamu jaga anak kita baik-baik ya?" ucap Sean sambil mengelus perut rata Lova yg berisi benih cinta mereka berdua.


Lova : "Iya, sayang?" ucap Lova sambil memeluk Sean. Dan, Sean memberi kecupan cinta di kening Lova. Mereka saling berpelukan erat.


Sean sangat senang dengan berita kehamilan Lova. Sekarang Lova sudah hamil 2 minggu. Dan, 9 bulan kemudian Lova akan melahirkan. Sungguh penantian panjang menunggu sang buah hati yg akan segera lahir ke dunia fana ini.


Kediaman Irene


Asraf dan Suzy sudah sampai di rumah. Irene menyambut kedatangan mereka dengan senyum ramahnya.


Irene : "Kalian, sudah pulang?"


Asraf : "Sudah, ma?"


Sesampainya di dalam rumah, di ruang tamu.


Irene : "Suzy! Nak? Kau sepertinya sangat lelah sekali. Bagaimana, dengan kandunganmu. Apakah, baik-baik saja?"


Asraf : "Ma, Suzy baik-baik saja. Ada aku, mama tidak perlu khawatir."


Irene : "Tentu saja, mama percaya padamu. Tapi, nak kandungan Suzy sudah 9 bulan. Sebentar lagi dia akan melahirkan. Bagaimana, kalau kau menikahinya saja. Ambil dia sebagai istrimu?"


Asraf dan Suzy : Apa!!!"


Asraf dan Suzy terkejut. Mereka berdua tidak menyangka bahwa Irene akan menyuruh mereka untuk menikah. Sementara, status Suzy masih istri sah Zean. Suzy dan Zean belum resmi bercerai. Karena, Suzy pergi dari rumah. Suzy yg memutuskan untuk pergi demi kebahagiaan Zean dan Lova. Suzy tidak ingin menjadi benalu dalam hubungan Lova dan Zean. Jadi, ia mengalah dan terpaksa pergi dari kehidupan Zean dan Lova.


Meskipun, ia sangat mengharapkan cinta dan kasih sayang dari Zean. Namun, sayang ia tidak pernah sama sekali mendapatkan semua itu dari Zean. Selalu Lova yg di utamakan oleh Zean. Dan, hal tersebut juga yg mendorong dirinya untuk segera pergi dari sana dan tak pernah kembali. Setelah, ia pergi dari sana ia pun tak pernah berharap lagi pada Zean. Apalagi, seiring tumbuhnya rasa cinta di hatinya untuk Asraf. Namun, dengan pernyataan Irene barusan saja sungguh membuat Suzy jadi bimbang dan tidak tahu harus mengambil keputusan apa. Disaat, ia sedang berkecamuk dengan pikirannya sendiri tiba-tiba saja Vlara ada disana dan berteriak lantang.


Vlara : "T**IDAK BISA**!!!"


Semua yg ada di ruangan tamu tersebut langsung terkejut dan mereka pun langsung menoleh ke asal suara. Tampak di hadapan mereka berdiri Vlara yg sedang berkacak pinggang. Tatapan matanya terlihat di penuhi emosi. Apalagi, ketika ia menatap Suzy sungguh ingin rasanya ia mencekik Suzy sampai mati. Irene yg melihat hal tersebut pun langsung mendekati Vlara dan berkata...


Irene : "Vlara sayang? Apa maksud dari ucapanmu itu?"


Vlara : "Bukankah sudah jelas? Aku tidak setuju kalau mereka berdua menikah!" ucapnya tegas sambil menunjuk ke arah Suzy dan Asraf.


Irene : "Kenapa, kamu tidak setuju Vlara?"


Vlara : "Apa, bude Irene tidak tahu? Aku suka pada kakak Asraf. Kenapa, bude justru menyuruh mereka menikah?"


Mendengar ucapan Vlara tersebut membuat semua yg ada disana jadi terkejut.


Semua : "Apa!!!"


Irene : "Ka...kau menyukai Asraf?"


Vlara mengangguk.


Irene : "Se...sejak kapan?"


Vlara : "Sejak kecil!"


Irene : "Vlara, tidakkah Asraf merupakan kakak sepupumu? Bukankah, tidak mungkin kau menikah dengannya?"


Vlara : "Siapa bilang! Tentu saja boleh. Aku suka padanya. Aku cinta padanya. Mengapa, aku tidak boleh menikah dengan kakak?"


Suzy menyela.


Suzy : "Vlara? Benar, apa yg dikatakan oleh Bude Irene. Kalian bersaudara. Tentu saja kalian tidak bisa menikah."


Vlara marah dan ia menampar Suzy di hadapan Asraf dan Irene.


Vlara : "Diam kauu..!!!"


"Plaaakkk."


Asraf dan Irene terkejut.


Vlara : "Siapa kau, yg beraninya berkata seperti itu padaku! Kau bukan siapa-siapa! Pergi kau dari sini, benalu!!!"


Asraf menjadi marah pada Vlara yg sudah bersikap kasar pada Suzy.


Asraf : "Vlaraaa...!!! Kau keterlaluan!!!" ucapnya sambil mendorong jatuh Vlara.


"Akh!" pekiknya.


Vlara menangis karena Asraf kasar padanya.


Vlara : "Kakak! Kau kasar! Hu....hiks...hiks...!!!"


Vlara berlari menuju kamarnya. Disana ia menangis dengan sedihnya. Ia merasa Asraf sudah tak menyayangi dirinya lagi. Ia sangat kecewa sekali. Sedangkan Asraf, sungguh ia merasa bersalah sudah berbuat kasar pada Vlara. Sudah mendorongnya sampai jatuh di hadapan semua orang.


Bersambung....


TWO HUSBAND