
Kisah sebelumnya...
Ia hendak pergi ke rumah sakit untuk melihat Sean yang sedang terbaring koma di rumah sakit karena kecelakaan maut. Namun, ketika baru saja hendak keluar rumah tiba-tiba saja ada yang membekapnya dari belakang. Dan, ia tidak tahu siapa yang telah membekap dirinya dan membawanya ke tempat yang terasa sangat asing bagi dirinya.
Two Husband S2 eps 51
Mata cantik itu tampak mengerjap-ngerjap dalam keremangan cahaya minim yang menyelimuti tempat asing itu. Perlahan ia bangun dari tempat tidur dan memperhatikan tempat sekelilingnya. Dan, tiba-tiba ia terkesiap.
"Ha, dimana aku?"
Ucapnya perlahan dengan ekpresi terkejut. Lalu, ia pun memeriksa keadaan dirinya yg tampak agak berantakan karena ulah penculikan seseorang.
"Aku tampak berantakan, yang kuingat aku tadi mau keluar rumah dan tiba-tiba ada seseorang yang membekapku dari belakang"
kKatanya sesal. Lalu, ia pun beranjak dari tempat tidur dan ia masih merasa asing dengan tempat itu hingga ia memeriksa sekitar tempat itu.
"Aduh, perutku lapar dan aku belum makan apa-apa sejak aku akan keluar rumah."
Ucapnya sambil memegangi perutnya yg terasa mengisap. "Ck..., sialan!!! Tempat apa ini!!! Sebenarnya aku berada dimana?"
Teriaknya penuh rasa marah. Lalu, tiba-tiba suara tepukan tangan terdengar jelas disana. Ia terkejut lalu menoleh ke asal suara.
"Bagus...bagus...Mitha. Teruslah marah. Aku sangat suka melihatmu begini."
Ucap suara seorang laki-laki dengan mimik wajah senang. Melihat seorang laki-laki tiba-tiba saja ada disana seketika membuat wanita cantik yang bernama Mitha itu meradang.
"Kau??? Apa kau yang menculikku dan menyekapku disini???"
Tanyanya dengan mengernyitkan dahinya. Sambil tersenyum laki-laki itu pun menjawab.
"Benar! Benar aku yang menculikmu dan menyekapmu disini."
Ucap lelaki tersebut. Masih dengan dahi berkerut Mitha mencoba untuk memastikan hal yg didengarnya.
"Apa??? Kau yang menculikku?"
Katanya sambil mencoba untuk melihat lebih jelas lagi siapa lawan bicaranya. Mendengar pertanyaan Mitha lelaki itu pun tertawa lebar.
"Hahaha...., mengapa kau masih bertanya? Tentu saja aku yang menculikmu, pastinya atas perintah bosku!"
Celotehnya memberitahu. Mitha meradang ketika ia mendengar lelaki itu mengakui perbuatannya secara langsung dan terbuka.
"Bos???" Katakan! Siapa bosmu!!!" Answer me! Who...!!!"
Marahnya lantang. "Nanti kau akan tahu, sekarang makanlah. Tuan, sudah menyiapkan makanan itu untukmu."
Kata lelaki itu sambil menunjuk makanan yg sudah tersedia diatas meja. Begitu melihat makanan yg sudah tersedia disana seketika membuat Mitha naik pitam. Ia kemudian berlari menuju meja yg terhidang makanan lalu membuang semua makanan tersebut hingga tumpah dan berserakan di lantai.
"Aku tidak butuh makanan darimu! Ambil, ambil semua! Aku tidak ingin! Dan, aku ingin pulang!"
Emosinya meledak seketika. Lelaki suruhan itu terbengong dengan ekspresi wajah terkejut melihat Mitha menolak bahkan membuang semua makanan tersebut. Terlihat wajah Mitha yang marah dengan emosi yang meletup-letup yang membuat lelaki itu harus menelepon tuannya. Lalu, terdengar suara di seberang sana.
"Ya, baik aku akan segera kesana."
Balas suara diujung sana. Mitha yang terdiam mendengar percakapan lelaki itu dengan seseorang tampak memucat. Sepintas ia mendengar suara lelaki yg ditelepon oleh lelaki yang ada dihadapannya tersebut tampak ia kenal.
Mitha sungguh tidak percaya bahwa ternyata ia telah diculik oleh orang yang ia beri pelajaran dulu. Seorang laki-laki yang pernah bersikap kasar kepadanya. Tubuhnya pun jadi lemas tidak berdaya karena ia takut jika laki-laki itu melakukan sesuatu terhadapnya nanti. Sesuatu yg akan membuat dirinya dan Bara akan berpisah untuk selamanya.
Sedangkan di sisi lain tampak seorang lelaki sedang menghajar beberapa orang pengawalnya. Ia sangat marah kepada beberapa orang tersebut yang tak bisa menjaga istrinya tercinta. Ia menjadi naik pitam dan akhirnya ia menembak salah satu dari beberapa orang pengawalnya itu.
Suara tembakan terdengar jelas dan membuat seorang kakek tua jadi terkejut. Ia lalu pergi menuju asal suara tersebut. Sesampainya disana ia melihat cucu kesayangannya mencoba untuk menghabisi semua orang yang ada disana. Buru-buru ia menghentikan Bara yang ingin menghabisi beberapa pengawal istrinya itu.
"Apa yang kau lakukan Bara!!!" Kau ingin membunuh semua orang?" Mereka manusia bukan hewan buruanmu! Bukan begini caranya kau bertindak Bara!"
Ucap kakeknya marah dan membentak dirinya dengan nada tinggi.
Dibentak begitu oleh kakeknya, tiba-tiba membuat Bara tersadar bahwa ia telah salah mengambil sikap. Ia hanya menghembuskan nafasnya ke udara sambil berkacak pinggang.
"Jika kau ingin mencari dimana istrimu maka carilah dengan benar!" Jangan pakai emosi!" Kau mengerti...!!!"
Ucap kakeknya.
"Iya kakek aku mengerti." Aku akan segera mencarinya."
Balas Bara dengan nada lesu.
"Ayo, kalian semua ikut aku...!!!" Yang lain urus jenazah ini...!"
Perintah Bara kepada anak buahnya.
"Baik bos...!"
Ucap mereka bersamaan. Dengan begitu dimulailah pencarian Mitha oleh Bara. Bara bersumpah jika dia menemukan orang yang menculik Mitha maka dia tidak akan mengampuninya. Dia akan memberikan hukuman yang setimpal untuk orang yang berani menyentuh dan menyakiti pujaan hatinya.
Sementara itu di tempat lain. Mata cantik itu tak henti-hentinya mengeluarkan air mata. Senyumnya seakan sirna dan hilang dalam sekejap sejak ia mendengar kabar tentang Sean suaminya yang menderita kecelakaan mobil.
"Hu...hiks...hiks...maafkan aku Sean. Karena aku keadaanmu jadi begini. Sesungguhnya aku tidak bermaksud untuk menyakiti hatimu. Namun, apa daya aku harus jujur padamu. Bahwa hanya Zean yg ada dalam hatiku. Kenyataan ini memang pahit Sean. Tapi, mau bagaimana lagi harus membereskan semua perasaan ini. Apa kau tahu??? Ini begitu menyiksaku. Jujur...! Ini sangat berat bagiku. Hu... hiks...hiks..."
Tangis Lova pecah seketika saat ia berkata demikian kepada Sean yg sedang terbaring koma disana. Diam-diam dibalik pintu kamar rumah sakit. Seseorang sedang mendengarkan keluh kesah Lova disana terhadap Sean beserta dilemanya. Lelaki itu tampak termangu dan bingung bagaimana ia harus bersikap terhadap Lova yang sesungguhnya sangat membutuhkan dirinya saat ini.
Namun, ia sadar bahwa ia sudah memiliki pilihan yang lain dalam hatinya. Dan, ia juga sudah memutuskan bahwa apa pun yang terjadi ia tak akan kembali kepada Lova. Bahwa dia tidak ingin menyakiti perasaan istrinya sendiri. Namun, ketika dia sedang tenggelam dalam perasaannya sendiri. Istrinya sudah ada di sisinya, berdiri di belakang tubuhnya.
"Sabar...! Badai ini pasti segera berlalu. Dan, semuanya akan kembali normal. Seperti sediakala."
Hibur perempuan cantik itu. Zean seakan kaget ketika melihat istrinya sudah berada disana sedang memperhatikan dirinya sejak tadi. Dengan terbata-bata ia berkata...
"Ka...ka...kau...kau...disini?"
Ucapnya terbata-bata. Lalu, wanita itu mengangguk lemah dengan senyum indah dibibirnya.
"Sejak kapan???"
Ucapnya lagi dengan ekspresi heran. Wanita itu tertawa kecil, lalu ia berkata...
"Ayolah, jangan seperti suami kepergok selingkuh begitu Zean? Aku tidak akan marah kepadamu. Dan, aku tidak akan memberimu hukuman. Hemm...?"
Katanya kepada Zean.
"Sini...ayo...kemarilah. Duduk disini denganku. Dan, kita berbincang panjang lebar bersama."
Ucapnya lagi sambil menarik lengan Zean untuk duduk di kursi yang ada di rumah sakit itu.
Bersambung.......
Two Husband Season 2