
Sekarang, entah bagaimana nasib Sean selanjutnya. Karena, semenjak kecelakaan itu terjadi ia mengalami koma yg berkepanjangan.
Two Husband S2 Eps 49
Kita tinggalkan sejenak urusan rumah tangga Lova bersama Sean yg kini sedang koma di rumah sakit. Kita beralih pada kisah yg lain. Suasana apartemen itu tampak gelap dan minim cahaya. Sebab, Zhang Jie Luo sedang diliputi perasaan yg kelam. Sekelam dengan rencananya yg gagal untuk membunuh Bara.
Sedangkan, Tian Cheng ia juga tampak frustasi karena kehilangan salah satu anggota pembunuh terbaiknya. Ia juga merasa marah dan juga kesal. Hal itu juga mencetuskan ide busuk di kepalanya.
Tian Cheng : "Rencana kita gagal, Zhang-Zhang!"
Zhang Jie Luo : "Aku tahu itu, Tian Cheng?"
Tian Cheng : "Lalu, bagaimana dengan rencanamu selanjutnya."
Zhang Jie Luo : "Entahlah, aku belum tahu apa yg akan aku lakukan selanjutnya."
Tian Cheng : "Ck, sial!"
Tian Cheng terdiam. Ia berpikir keras memikirkan langkah selanjutnya. Sedangkan, Zhang Jie Luo sibuk memainkan gelas anggur yg ia pegang sejak tadi. Langkah mereka terasa buntu semenjak mereka mendapatkan kabar kalau sang pembunuh yg mereka kirim sudah mati di tangan Dakota.
Saat Tian Cheng sedang berpikir keras, tiba-tiba ia mendapatkan satu ide yg membuat senyum licik di bibirnya muncul.
Tian Cheng : "Tampaknya urusan ini tidak mudah, Zhang-Zhang!"
Zhang Jie Luo : "Memang tidak mudah, apakah kau sudah tahu rencana selanjutnya?"
Tian Cheng : "Sudah"
Dengan senyum licik tersungging di bibirnya.
Zhang Jie Luo : "Katakan padaku, apa rencanamu?"
Tian Cheng : "Menculiknya."
Zhang Jie Luo : "Apa! Menculiknya?"
Tian Cheng : "Ya. Kenapa, kau terkejut begitu?"
Tian Cheng berjalan mendekati Zhang Jie Luo.
Tian Cheng : "Ini satu-satunya cara yg tersisa. Bagaimana?"
Zhang Jie Luo : "Tampaknya merupakan sesuatu rencana yg bagus. Baiklah, aku setuju."
Tian Cheng : "Oke, Zhang-Zhang aku akan menyuruh orang untuk menyelidiki kapan dia sendirian tanpa pengawal. Setelah, itu baru culik dia."
Zhang Jie Luo : "Rencana bagus! Segera lakukan, Tian Cheng?"
Tian Cheng : "Baiklah."
Tian Cheng segera melaksanakan rencana yg baru tercipta dari pikiran jahatnya. Ia mulai melakukan pengintaian terhadap keseharian Mitha. Tiada tanpa menguntit Mitha kemana pun ia pergi. Setelah mengikuti keseharian Mitha ternyata Tian Cheng baru sadar bahwa Mitha ketika keluar rumah tidak pernah membawa satu pun pengawalnya. Hal ini menjadi poin kemenangan tersendiri bagi Tian Cheng.
Segera saja ia menyusun rencana untuk menculik Mitha. Saat Mitha baru saja keluar rumah, tiba-tiba saja ada yg membekap mulutnya dari belakang. Dalam sekejap pandangan mata Mitha menjadi gelap. Ia sudah tidak sadarkan diri karena pengaruh obat bius yg diberikan di sapu tangan yg digunakan untuk membekap mulutnya.
Tian Cheng beserta anak buahnya langsung saja membawa tubuh Mitha ke dalam mobil. Dan, mereka langsung kabur begitu saja. Padahal, niat Mitha keluar rumah mau melihat kondisi Sean yg sedang terbaring di rumah sakit. Tapi, tak disangka ia malah jadi korban penculikan Tian Cheng bersama anak buahnya.
Tian Cheng beserta anak buahnya membawa Mitha ke sebuah tempat yg sangat asing dan jauh dari hiruk pikuk kota. Di sebuah tempat yg sunyi sepi dan jauh dari rumah penduduk. Karena, disitulah Zhang Jie Luo menunggu Tian Cheng. Sambil membawa Mitha bersamanya. Saat Tian Cheng tiba dengan membawa Mitha yg pingsan bersamanya. Senyum tipis terukir di bibir menawan Zhang Jie Luo.
Ia merasa senang dan bahagia Tian Cheng membawa Mitha bersamanya. Menandakan bahwa tugasnya sudah selesai. Zhang Jie Luo menepuk-nepuk pundak Tian Cheng. Memberinya pujian sambil tersenyum lebar.
Zhang Jie Luo : "Bagus! Bagus sekali pekerjaanmu Tian Cheng. Aku sangat senang kau berhasil menculik dan membawa Mitha kesini."
Tian Cheng : "Tentu saja, Zhang-Zhang! Aku sangat berbakat dan cukup kompeten dalam hal ini."
Zhang Jie Luo : "Ya, aku tahu."
Tian Cheng : "Jadi, dimana aku letakkan tubuh wanitamu ini?"
Zhang Jie Luo : "Disini, letakkan Mitha ku di pangkuanku."
Tian Cheng : "Zhang-Zhang."
Zhang Jie Luo : "Ya?"
Tian Cheng : "Tidak adakah ada yg mengatakan padamu. Bahwa kau ini maniak cinta alias bucin."
Zhang Jie Luo : "Haha, baiklah kuanggap itu suatu pujian Tian Cheng! Sekarang, taruh dia di pangkuanku. Cepat!"
Tian Cheng : "Ah, baiklah. Tidak perlu berteriak seperti itu padaku. Ini dia kuberikan dia padamu."
Tian Cheng meletakkan tubuh Mitha yg pingsan di pangkuan Zhang Jie Luo. Setelahnya, ia segera pergi dari sana. Sebelumnya Tian Cheng berpesan untuk selalu menjaga tempat itu dengan baik. Lalu, Tian Cheng segera kembali ke apartement yg terletak dikota. Dan, ia pun langsung bertemu dengan Fang Yi di sana. Fang Yi menegurnya.
Fang Yi : "Ehem! Kakak Tian? Darimana, saja kakak?"
Tian Cheng sungguh terkejut melihat Fang Yi ada disana dan menegurnya.
Tian Cheng : "Oh, em...adik Fang. Tidak, kakak tidak dari mana-mana. Kau disini?"
Fang Yi : "Ya, kak? Kakak Tian kebetulan bertemu disini. Sebelumnya sangat sulit untuk bertemu denganmu dan kakak Zhang. Oh, ya? Dimana dia?"
Tian Cheng : " Dia? Dia siapa?"
Fang Yi : "Tentu saja kakak Zhang. Siapa lagi?"
Tian Cheng : "Oh, Zhang-Zhang ya? Dia...dia...ahh...dia sedang sibuk sekarang adik Fang? Tidak bisa diganggu."
Fang Yi : "Oh ya? Boleh kutahu dia sedang sibuk apa?"
Tian Cheng : "Soal itu...ma....mana kutahu adik Fang. Memangnya aku kekasihnya yg harus selalu tahu dia berada dimana."
Fang Yi : "Ya, tidak juga sihh kak? Tapi, aku ingin sekali bertemu dengannya."
Tian Cheng : "Aha...untuk saat ini dia entah ada dimana. Aku tidak tahu. Bagaimana, kalau adik Fang ikut dengan kakak saja. Aku akan mengajakmu makan di restoran. Bagaimana?"
Fang Yi : "Baiklah kalau begitu, kakak. Apa boleh buat. Fang Yi ikut dengan kakak saja."
Tian Cheng : "Kalau begitu tunggu apa lagi. Ayo, bergandengan dengan kakakmu ini."
Fang Yi tersenyum. Ia menuruti Tian Cheng dan menggandeng tangannya. Kali ini Fang Yi harus pasrah karena ia tidak dapat bertemu dengan Zhang Jie Luo. Dan, ia juga dengan terpaksa mengikuti Tian Cheng yg mengundangnya untuk makan di restoran. Fang Yi harus menerima tawaran makan di restoran bersama Tian Cheng karena ia sudah menganggap Tian Cheng sebagai kakaknya sendiri.
Dan, Fang Yi tidak bisa menolak ajakan dari Tian Cheng untuk makan bersama dengannya. Karena, Tian Cheng yg ia kenal begitu baik dan sangat perhatian padanya. Jadi, ia harus sopan dan memenuhi undangan dari Tian Cheng. Bukan karena Fang Yi mau. Tapi, dia benar-benar tidak bisa menolak ajakan dari Tian Cheng yg sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri.
Bersambung...
TWO HUSBAND Season 2