TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband S2-06



Mitha : "Sudah berhenti saja disini."


Mitha menyuruh asistennya Bara untuk berhenti di depan rumah ibunya, Irene.


Bara : "Kamu mau turun disini?"


Mitha mengangguk.


Bara : "Oh, baiklah. Lee, stop!"


Orang yg dipanggil Lee oleh Bara pun memberhentikan mobilnya. Mitha langsung turun setelah ia mengucapkan terima kasih kepada Bara.


Mitha : "Um? Terima kasih, tuan Bara?"


Bara : "Sama-sama, cewe? Lain, kali aku boleh mampir ya?"


Bara tersenyum lembut, membuat detak jantung Mitha bertambah dua kali dari biasanya.


Mitha : "I...iya, boleh."


"Uups...mulutku. Kenapa, aku bilang boleh?"


Mitha keceplosan.


Bara : "Bener ya, kamu gak boleh menyangkal ya kalau aku nanti main kesini mau ketemu kamu?"


Mitha : "Iya, hehehe."


Bara : "Ya udah, kamu masuk sana."


Mitha : "Iya."


Mitha segera masuk ke dalam rumah. Bara memperhatikannya. Sejurus kemudian ia memberi perintah kepada Lee. Untuk menyelidiki tentang Mitha.


Bara : "Lee, segera cari informasi tentang cewe cantik itu? Lengkap, beserta informasi suaminya juga. Kamu paham!"


Lee : "Saya paham, tuan muda?"


Bara : "Bagus! Ayo kita kembali."


Lee : "Tuan muda, bukankah anda ada janji dengan nona Almia?"


Bara : "Almia?"


Lee : "Ya, bukankah kemarin anda akan menemuinya hari ini."


Bara : "Batalkan saja, semua janji dengan cewe itu. Sekalian, juga janji dengan cewe-cewe yg lain. Hari ini aku sedang senang jadi aku tidak mau repot mengurusi mereka semua."


Lee : "Baiklah, tuan muda. Saya akan mengurusnya."


Bara : "Kita kembali saja ke mansion."


Lee mengangguk. Ia mengikuti perintah Bara untuk segera kembali ke mansion keluarga Standford. Bara sangat senang sekali hari ini. Ia sampai tersenyum-senyum sendiri. Lee melihat dari kaca, ia melihat tuannya untuk pertama kali merasa berbunga-bunga.


"Hm? Sepertinya, tuan mudaku sedang jatuh cinta. Wanita itu hebat sekali. Hanya satu kali pertemuan saja sudah membuat tuanku jadi seperti orang gila. Bahkan, menyuruhku untuk mencari informasi wanita itu."


Lee tidak tahu kalau Bara sudah dua kali bertemu dengan Mitha. Karena, saat itu Lee tidak ikut bersama Bara pergi ke diskotik. Saat itu ia disuruh untuk mengurus masalah yg lain. Dan, yg mengetahui tentang hal itu hanyalah Will Henry, kepala pelayan di mansion Standford.


Mobil yg dikendarai oleh Lee akhirnya pun memasuki halaman mansion keluarga Standford. Will Henry segera menyambut kedatangan Bara bersama dengan Lee. Sekaligus ia menyampaikan sesuatu kepada tuan mudanya itu.


Will : "Selamat datang kembali, tuan muda?"


Bara : "Terima kasih, Will."


Will : "Tuan muda..."


Will menyampaikan sesuatu kepada Bara dengan berbisik di telinganya.


Bara : "Apa! Dimana dia?"


Will : "Di ruang baca, sedang menunggu anda tuan?"


Bara : "Baiklah, aku akan menemuinya."


Bara buru-buru masuk ke dalam mansion tersebut. Dia langsung berjalan menuju ruang baca. Dimana seseorang sedang menunggunya. Bara membuka pintu kasar.


"Braakk"


Bara : "Kakek...!"


Seorang lelaki tua berusia 70 tahun menolehkan kepalanya. Lelaki tua itu adalah tuan besarnya keluarga Standford, Jimmy Standford. Kakeknya Bara Standford. Ia baru saja tiba di mansion cucunya itu. Ia datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Sehingga membuat Bara kaget. Karena, orang tua satu ini adalah orang paling nyentrik sejagat raya.


Jimmy : "Ohh, cucu kesayanganku...!!! Apa kabarmu, boneka kesayanganku? Muach...!"


Bara : "Kakek? Kenapa, menciumku begitu?"


Jimmy : "Tentu saja, karena kau adalah bonekaku. Hehehe..."


Jimmy menganggukkan kepalanya sambil tersenyum-senyum seperti orang yg habis menonton film komedi. Sedangkan, Bara menarik nafas lelah. Memang, kakeknya itu tidak pernah berubah. Selalu seperti biasanya bertingkah seperti seseorang yg selalu menyayangi miliknya.


Jimmy : "Iya, boneka kesayangan kakek."


Bara : "Kenapa, kakek kalau mau datang tidak kasih kabar dulu. Bara bisa suruh orang untuk menjemput kakek, kok?"


Jimmy : "Tidak perlu. Kalau, kakek memberitahumu. Kakek tidak akan bisa bermain dengan bebas."


"Bermain dengan bebas? Kakekku ini benar-benar deh..."


Bara menepuk jidatnya sendiri seraya ia membatin.


Bara : "Ya sudah kalau begitu. Bagaimana, kalau kita ke ruang tamu saja. Kita berbincang saja di sana."


Jimmy menolak.


Jimmy : "Tidak usah. Daripada itu, lebih baik kau ikut dengan kakek sekarang."


Bara : "Kemana, kek?"


Jimmy : "Hehehe, nanti juga kau akan tahu."


Jimmy sengaja merahasiakan sesuatu dari Bara. Bara sudah merasakan sesuatu yg tidak enak jika kakeknya sudah bermain rahasia dengannya.


"Firasatku tidak enak. Sepertinya, kakek sedang merencanakan sesuatu."


Muncul bermacam pikiran aneh di kepala Bara. Ia merasa kalau kakeknya sudah melakukan sesuatu di mansionnya. Dan, benar saja ketika kakeknya membawanya ke kolam renang yg terletak di halaman belakang mansion tersebut.


Langsung saja, keributan dan kehebohan besar terjadi. Para wanita yg ada di kolam renang tersebut langsung berlari menyerbunya sambi berteriak...


Ladies : "Ahh...., tuan muda Bara...!!!"


Melihat hal tersebut, langsung saja lima orang bodyguard yg ada disana langsung bertindak. Mereka menghalangi para wanita itu untuk menyentuh Bara. Bara sangat terkejut melihat para wanita sedang berada di dalam mansionnya.


Melihat itu, kakeknya tersenyum saja. Sedangkan, Bara ia menatap Jimmy tajam. Seakan, bertanya apa ini rencana kakek? Jimmy buang muka.


Bara : "Cewe-cewe? Apa, yg kalian semua lakukan di mansionku ini?"


Ladies : "Tuan muda Bara, kami diberitahu oleh seseorang kalau tuan sedang mencari calon istri!"


Bara : "Hah? Calon istri?"


Ladies : "Iya, tuan muda."


Bara melihat lagi kakeknya. Tapi, ternyata kakeknya sudah tidak berada di sana lagi. Kakeknya sudah kabur.


"Dasarrr...kamprettt...!!!


Bara menjadi pusing dengan semua wanita yg sibuk mengelilinginya sambil meminta penjelasan.


Bara : "Ah, soal itu. Mohon maaf, cewe-cewe aku masih mau melajang!"


Ladies : "Apa? Tuan muda Bara, masih mau melajang?"


Bara : "Iya, aku masih mau menikmati masa mudaku. Aku masih mau bermain-main. Jadi, untuk apa aku cari calon istri?"


Ladies : "Wah, kalau begitu informasi yg orang tua itu bilang salah dong?"


Bara : "Orang tua siapa?"


Ladies : "Tadi, kami bertemu seorang kakek tua. Dia bilang kalau tuan muda Bara sedang cari calon istri."


"Dasarrr, old man! Hah? Membuatku pusing saja."


Bara : "Itu tidak benar, percayalah padaku. Orang tua itu hanya bermain-main saja kok. Jadi, cewe-cewe? Bisakah, kalian semua pulang sekarang? Aku lelah sekali. Aku ingin istirahat."


Ladies : "Ya, gagal dehh jadi nyonya keluarga Standford."


Akhirnya, para wanita yg datang atas undangan Jimmy itu pun segera pergi dari mansion tersebut. Terlihat raut kekecewaan di wajah mereka.


"Old man. Jadi, inikah yg dikatakan bermain-main tadi? Ck..., benar-benar dehh..."


Bara mengusap kasar wajahnya. Karena, ulah kakeknya yg suka iseng dan jahil itu berhasil membuatnya sakit kepala. Sedangkan, Jimmy ia jadi pusing karena Bara menyuruh para wanita yg diundangnya kembali ke rumah masing-masing. Jimmy protes pada Bara.


Jimmy : "Boneka kesayanganku? Kenapa, kau menyuruh mereka semua pulang? Aku kan mau mencarikan salah satu dari mereka kelinci kecil untukmu."


Bara : "Kakek? Tidak usah dicari, nanti datang juga kelinci kecil itu. Kakek, sabar ya?"


Jimmy : "Huh, dasar boneka sempruulll..."


Jimmy pergi dari hadapan Bara dengan wajah kesal. Bara menarik nafas lelah, melihat tingkah polah kakeknya itu yg menurutnya manja seperti anak kecil. Ia tahu kakeknya berkeinginan agar dia cepat menikah. Ia juga tahu kalau kakeknya sudah ingin menggendong seorang cicit darinya. Tapi, Bara sudah punya rencana lain untuk masa depannya. Tentu saja, masa depannya bersama wanita impiannya. Siapa lagi kalau bukan Mitha.


Bersambung...


TWO HUSBAND Season 2