TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband-17



Lova pergi menemui Zean di kamarnya. Zean sangat terkejut ketika ia melihat Lova datang ke kamarnya. Padahal, setahu dia kakaknya akan marah dan tidak mengizinkan Lova pergi untuk mencarinya.


Zean : "Lova? Ada, apa kau datang kesini? Kembalilh, kakak akan marah jika dia melihatmu disini!"


Lova : "Emm? Kakakmu, sendiri yg menyuruhku datang kesini! Apa, boleh aku masuk?"


Zean : "Masuklah!"


Lova pun masuk ke dalam kamar Zean.


Lova : "Sean, menyuruhku tidur denganmu!"


Zean : "Apa??? Kok, tumben?"


Lova : "Emm? Aku sedang datang bulan, dan dia menyuruhku untuk pergi dari kamarnya dan menyuruhku untuk tidur di kamarmu!"


Zean : "Ohh, begitu rupanya? Yah, kakakku memang punya masalah dengan itu saja! Dia alergi dengan bau darah menstruasi wanita! Jadi, dia akan mual jika dia mencium baunya!"


Lova : "Oh"


Zean : "Aku sangat senang kau akan tidur denganku selama seminggu ini! Aku janji! Aku akan menjagamu!" ucap Zean kemudian ia mencium lembut bibir istrinya itu.


Lova merasa sangat senang sekali. Diperlakukan, penuh kelembutan oleh Zean.


Zean : "Oh, ya? Apa, kamu sudah makan?"


Lova : "Belum!"


Zean : "Baiklah, kalau begitu aku akan membawamu pergi keluar makan malam! Gimana?"


Lova : "Aku setuju!"


Zean : "Ayo! Aku, akan ajak kamu makan di tempat favoritku! Sekalian, aku akan kenalkan kamu sama anak buahku! Gimana?"


Lova : "A....anak....buah???"


Zean : "Iya?"


Lova : "Oh"


Zean : "Mereka harus tahu, siapa nyonya bos mereka! Agar, mereka tidak berlaku sembarangan saat kau keluar rumah! Dan, mereka bisa membantumu jika kau di ganggu oleh orang jahat!"


Lova : "Oh, begitu ya? Baiklah, ayo kita berangkat!"


Zean tersenyum. Lalu, ia pun menyambar kunci motor dan menggandeng tangan Lova keluar dari kamarnya menuju lantai bawah. Dan, menuju garasi dimana sepeda motornya sedang terparkir disana. Zean menyuruh Lova naik ke atas motornya, saat mesin motornya sudah hidup. Lalu, kemudian....


"Whusss"


Sepeda motor itu melaju kencang bersamaan dengan deru angin yg mengiringi. Lova memeluk Zean erat agar ia tidak jatuh dari sepeda motornya Zean. Zean sangat suka di peluk oleh Lova.


Zean : "Sayang? Apa, kau takut kubawa naik motor kebut-kebutan?" tanyanya pa da Lova diantara deru angin yg menerpa wajahnya.


Lova : "Iya"


Zean pun membawanya motornya pelan-pelan ketika Lova mengatakan padanya bahwa ia takut jika Zean membawa motornya kebut-kebutan.


Zean : "Sekarang, bagaimana sayang? Apakah, kau masih takut?"


Lova menggeleng.


Lova : "Tidak"


Zean tersenyum.


Zean : "Baguslah, sebentar lagi kita akan segera sampai!"


Lova tersenyum.


Benar kata, Zean tak lama mereka pun sampai di sebuah restoran sederhana yg terletak di pinggir jalan. Yah, meski di bilang sederhana namun resto itu tidak terlalu sederhana. Zean dan Lova memilih tempat duduk di pojok agar tidak ada yg mengganggu acara makan mereka.


Zean : "Aku sangat suka makan disini! Dulu, sewaktu masih zaman sekolah aku sering sekali singgah untuk makan makanan favoritku disini!"


Lova : "Oh, ya? Apa, makanan favoritmu?"


Zean cengengesan.


Zean : "Bebek Gokil! Hehehe!"


Lova tertawa.


"Hahaha" tawanya keras.


Lova : "Memang ada makanan seperti itu? Kok, nama makanannya lucu banget! Bebek...gokil??? Apa, bebeknya emang gokil ya sewaktu masih hidup?" ucap Lova menahan tawanya.


Zean : "Itu kan cuma namanya aja? Ya, mana ada bebek sewaktu masih hidup gokil? Aneh, kamu sayang?" ucap Zean sambil mencubit mesra pipi Lova.


Zean : "Ehh? Maaf? Apakah, sakit?"


Lova : "Dikit?" ucap Lova manja.


Zean : "Maafkan, aku sayang?"


Lova tersenyum.


Lova : "Iya, aku ma'afin kok!" ucap Lova tersenyum manis.


Melihat, senyum manis Lova membuat Zean mencium bibir Lova secara tiba-tiba.


"Cup"


Lova terkesiap.


Lova : "Ehh???"


Lova menatap Zean dengan wajah bersemu merah.


Zean : "Kenapa?"


Lova : "Zean? Ini, kan tempat umum? Kamu tidak boleh, begitu!"


Zean : "Kamu, kan istriku? Kan, tidak apa-apa jika aku menciummu?"


Lova : "Iya, tapi jangan di tempat umum?"


Zean : "Jadi, dimana?"


Lova : "Di ruang pribadi kita? Itu, boleh seperti di kamar misalnya!"


Zean : "Oh! Baiklah, kalau begitu? Istriku, yg cantik?"


Lova tersipu ketika Zean memanggilnya begitu. Dan, Zean hanya tersenyum saja melihatnya.


"Si cantikku ini, kalau sedang dipuji wajahnya jadi merah jambu!" ucap Zean dalam hati.


Acara makan malam itu terasa sangat romantis bagi Zean dan Lova karena tidak ada yg mengganggu mereka berdua. Dan, setelah selesai Zean pun mengajak Lova pergi untuk menemui anak buah Zean untuk memperkenalkan Lova pada mereka. Setelah itu, Zean pun mengajak Lova kembali ke bukit dimana ia pertama kali membawa Lova kesana.


Lova : "Ini kan, bukit yg waktu itu kan?"


Zean : "Iya"


Lova : "Sejuk sekali disini, Zean?"


Zean : "Tentu, saja!"


Lova : "Dan, juga pemandangannya juga indah!"


Zean : "Hm, ya pemandangannya indah!"


Lova : "Lihat! Ada bintang jatuh! Ayo, segera buat permintaan!"


Zean : "Masih percaya, mitos?"


Lova : "Ayolah, Zean?"


Zean : "Baiklah, istriku yg cantik?" ucap Zean sambil menutup mata dan memanjatkan do'a. Demikian juga Lova, ia pun memejamkan mata dan berdo'a kepada sang Pencipta Alam.


Lova membuka matanya setelah selesai berdo'a. Lalu, ia pun bertanya pada Zean apa yg dia minta.


Lova : "Apa, yg kau minta?"


Zean : "Rahasia, dong? Lalu, kamu!"


Lova : "Aku minta, supaya kedua suamiku bisa akur dan bisa menyayangiku satu sama lain. Berbagi dengan adil dan tak saling melukai." ucap Lova lirih.


Begitu, mendengar kata-kata Lova, Zean langsung memeluknya sambil berucap....


Zean : "Maaf, ya jika selama ini kamu selalu tersakiti oleh perbuatan kakakku? Tapi, aku janji jika aku bisa akur sama kakak? Kami, berdua akan membahagiakanmu selamanya!"


Lova : "Amin!" ucap Lova pendek.


Zean tersenyum lalu mengecup kening Lova. Demikian, juga Lova ia membalas kecupan hangat bibir Zean di keningnya dengan mencium bibirnya.


❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤


💦💦TWO HUSBAND💦💦