TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband-50



Asraf dan Mitha akhirnya tiba di depan sebuah rumah besar dan mewah. Asraf keluar dan menyapa seorang penjaga disana yg tak lain adalah anak buah Sean. Asraf meminta penjaga tersebut untuk mengizinkan mereka masuk ke dalam halaman kediaman tersebut. Namun, penjaga tersebut menolak mentah-mentah karena ia tidak akan mengizinkan orang yg tidak dikenal untuk masuk.


Penjaga : "Mohon maaf, tuan? Tidak bisa."


Asraf : "Kenapa, tidak bisa?"


Penjaga : "Saya diperintahkan oleh tuan. Bahwa saya tidak boleh mempersilahkan sembarangan orang masuk apalagi itu orang yg tidak dikenal, tuan?"


Asraf : "Apa? Kami ini bukan orang lain? Kami ini adalah saudara dari nyonyamu, Jesseline...eh...salah. Nyonya Lova. Izinkan kami masuk. Tolonglah."


Penjaga : "Maaf, tuan? Tetap tidak bisa."


Mitha alias Mikayla tidak tahan meihat kondisi itu. Jadi, ia pun segera bertindak. Ia turun dari mobil dan menghampiri penjaga tersebut.


Mitha : "Hei, cepat buka pintunya pagarnya!!!" bentaknya emosi.


Penjaga itu jadi berkeringat dingin ketika ia melihat Mitha memarahinya.


Penjaga : "Nyo....nyonya??? Lohh, kok nyonya bisa berada di luar. Dan, siapa lelaki ini? Pakaian nyonya juga, beda!"


Mitha : "Heh! Udah ya, gak usah basa basi. Kelamaan. Cepat buka pintunya atau kuhajar kau!!!"


Asraf melihat Mitha yg emosi ia pun jadi berkata lembut dan menenangkan adiknya itu.


Asraf : "Mikayla? Sabar, adikku?"


Mitha jadi tenang sedikit setelah Asraf menenangkannya tadi. Dan, suara keributan tadi membuat Sean yg sedang berada di dalam rumah. Segera keluar dan mencari asal suara keributan itu. Alangkah terkejutnya ia ketika ia melihat siapa yg membuat keributan tersebut. Ia melihat Lova berada di luar rumah dengan pakaian yg terkesan tomboy. Ia juga melihat seorang pria berada di sisi Lova (sudut pandang Sean sih begitu, dia mengira Mitha adalah Lova).


Langsung saja, emosinya naik ke ubun-ubun. Ia lalu membuka pintu pagar dan langsung menarik tangan Mitha dan menyeretnya masuk ke dalam. Mitha yg tidak suka diperlakukan kasar pun seketika ia jadi marah. Ia menepis tangan Sean.


Mitha : "Lepaskan...!!! Dasar, orang bar-bar!!!"


Sean sangat terkejut sekali begitu mendengar kata-kata Mitha yg ia sangka Lova. Sean ini benar-benar sudah gila dan cinta mati sama Lova hingga ia tidak bisa melihat perbedaan mencolok antara Mitha dan Lova. Lova sedang hamil saat ini, tentu saja perutnya akan membesar dan tidak rata seperti perut Mitha.


Sean : "Sayang? Kenapa, kau jadi kasar padaku?"


Mitha : "Sayang, kepalamu peang!"


Sean : "Apa!!! Kepalamu peang?"


Mitha : "Ya, kepalamu peang! Kenapa?"


Sean : "Kau berani mengataiku??? Sepertinya, kau harus diberi hukuman. Ayo, sini. Ikut!"


Mitha : "Argghh..., lepas! Kakak? Tolong aku???"


Asraf yg melihat Mitha di tarik paksa oleh Sean seketika ia jadi marah.


Asraf : "Hei, kau! Lepas! Lepaskan, adikku! Dasar sialan!!!"


Sean : "Minggir kau!!! Hei, kalian. Apa, saja kerja kalian! Cepat tangkap laki-laki itu!"


Para penjaga : "Siap bos!"


Sementara itu, Lova mendengar suara ribut-ribut di luar rumahnya. Seketika, ia melongok keluar jendela. Ia terkejut ketika ia melihat situasi yg terjadi di bawah sana. Langsung, saja ia keluar rumah.


Lova : "Sayang? Ada apa ini?"


Sean : "Ada apa...ada ap..."


Sean terkejut begitu ia melihat Lova dan ia juga terkejut melihat wanita yg tangannya sedang ia tarik dengan kasar itu.


"Ck, sialan!" batinnya kesal. Ia bingung melihat ada dua wanita yg sama wajahnya ada di hadapannya.


Sean : "Yang mana diantara kalian yg istriku!"


Mitha menunjuk Lova. Dan, Lova menunjuk dirinya sendiri.


Mitha : "Dia istrimu!"


Lova : "Sayang? Aku istrimu. Lihat, perut buncitku!" ucap Lova dengan senyuman.


Sean melihat Lova dengan pakaian daster dan perut buncitnya. Ia lalu mendekatinya.


Lova : "Aku tidak tahu." jawabnya singkat.


Mitha : "Aku kembarannya! Namaku, Mikayla dan kau adalah saudara kembarku. Namamu adalah Jesseline."


Sean dan Lova terkejut.


Sean & Lova : "Apa! Saudara kembar?"


Mitha : "Ya, bolehkah kau lepaskan dulu kak Asraf? Dan, izinkan kami untuk menjelaskan semuanya padamu. Aku mohon, adik?" ucap Mitha pada Lova.


Lova : "Um? Baiklah!"


Lova menyuruh Sean melepaskan Asraf.


Lova : "Sayang? Lepaskan, laki-laki itu." ucap Lova lembut.


Sean menatap Lova. Ia melihat raut penuh harap terukir di wajah cantik Lova.


Sean : "Baiklah! Hei, kalian. Lepaskan dia!"


Para Penjaga : "Siap bos!"


Para penjaga melepas Asraf. Asraf melihat Lova dan berniat ingin memeluknya. Tapi, Sean menghalanginya. Sean marah dan cemburu.


Sean : "Hei, mau apa kau?"


Asraf : "Mau memeluk adikku. Minggir!"


Sean : "Enak saja, kau mau peluk istriku. Sana, minggir. Kamu peluk saja yg tomboy itu."


Asraf : "Itu namanya Mitha alias Mikayla. Kakaknya Lova alias Jesseline. Bukan, tomboy namanya."


Sean : "Ck, lihat saja gayanya yg suka pakai pakaian laki-laki itu. Apa itu bukan tomboy namanya?" ucap Sean kesal.


Mitha kesal mendengar pertengkaran Sean dan Asraf memperebutkan Lova serta sibuk mengatai dirinya tomboy.


Mitha : "Sudah diam...!!! Diam kalian...!!!" bentak Mitha.


Suaranya yg meninggi membuat Sean dan Asraf jadi diam.


Mitha menarik nafas lelah.


Mitha : "Nah, begini kan jauh lebih baik. Tenang dan damai." ucap Mitha.


Lova : "Iya, kau benar. Sangat damai dan tenang. Mari masuk ke dalam. Kita berbincang di dalam saja." ucap Lova ramah.


Mitha : "Wah, kau ramah sekali adikku? Ayo, kita ke dalam saja." ucap Mitha mengekori Lova dari belakang.


Sean menarik nafas dan ia melihat kedua wanita kembar itu masuk ke dalam. Dan, ia pun mengekori mereka berdua. Asraf juga masuk ke dalam rumah Sean dan Lova. Di dalam rumah. Di ruang tamu Lova dan Mitha berbincang berdua dan terlihat sangat akrab. Mereka berbincang banyak hal. Lova menoleh pada Asraf.


Lova : "Sepertinya kita pernah bertemu, kan?"


Asraf : "Iya"


Sean menimpali.


Sean : "Kapan dan dimana." ucap Sean cemburu.


Asraf : "Ah, itu..."


Ucapan Asraf terpotong. Karena, Lova memainkan sebelah matanya padanya. Jadi, Asraf tidak jadi melanjutkan kata-katanya.


Lova : "Sayang? Apa, kau lapar?"


Sean menoleh ia melihat Lova. Ia merasa kalau Lova menyembunyikan sesuatu darinya. Namun, ia tetap bersikap sewajarnya. Karena, masih ada tamu di rumah mereka.


Bersambung...


TWO HUSBAND