
Steven dan Sean segera kembali ke rumah masing-masing. Tinggallah Bara disana sendirian. Sendirian dan diam termangu memikirkan, Mitha istrinya. Dan, juga masalah tentang Zhang Jie Luo yg ingin merusak rumah tangganya dengan Mitha.
Two Husband S2 Eps 42
Sudah beberapa hari Zean tinggal di rumah kakaknya. Sejenak, rasa rindu akan Suzy dan kedua buah hatinya hinggap menyelimuti relung hatinya. Zean ingin segera kembali agar dapat berkumpul lagi dengan Suzy dan kedua buah hatinya. Namun, ia menunda kepulangannya karena ingin menyelesaikan sesuatu dulu.
Menyelesaikan sesuatu yg belum usai. Antara dirinya dan Lova. Zean memanggil Lova ke ruang tamu. Dia sengaja memanggil Lova karena ingin membicarakan sesuatu bersama Lova. Tampak suasana tegang menyelimuti hari mereka.
Zean : "Um, say...tidak...Lova...bukan, kakak ipar!"
Lova terkejut begitu ia mendengar Zean memanggilnya dengan sebutan kakak ipar.
Lova : "Zean? Sekarang panggilanmu berubah."
Zean : "Yah, tentu saja. Memang harus begitu, aku harus memanggilmu dengan sebutan kakak ipar."
Lova teriris hatinya pilu.
Lova : "Hem, kakak ipar. Panggilan yg bagus sekali. Terima kasih, Zean."
Zean terdiam. Entah mengapa, ia merasakan sesak di dadanya. Tapi, bagaimana pun ia harus rela dan ia harus ikhlas dalam menghadapi semuanya. Termasuk di saat nanti, ketika ia melepaskan Lova untuk Sean.
Zean : "Aku ingin mengatakan sesuatu padamu."
Lova : "Sesuatu??? Apa, itu. Katakan, Zean."
Zean menarik nafas lelah. Sungguh ini bukanlah masalah biasa yg bisa diselesaikan dengan mudah.
Zean : "Kita bercerai saja."
"Ctarrrrr."
Bagaikan petir di siang hari. Lova sangat terkejut mendengar kata-kata Zean. Dua bulir bening jatuh menghiasi pipinya yg mulus. Zean tercekat melihatnya. Sungguh ia tak menyangka bahwa itu akan menyakiti perasaan Lova. Tapi, mau bagaimana lagi. Ia dan Lova memang harus berpisah.
Lova : "Cerai???"
Zean : "Ya, sepertinya pernikahan kita sudah tidak bisa diteruskan lagi. Tidak baik seorang wanita memiliki dua suami. Itu akan mengakibatkan pandangan buruk bagi orang lain."
Mendengar kata-kata Zean, Lova mengepalkan tangannya.
Lova : "Tapi, aku..."
Zean : "Kenapa?"
Lova : "Oh, tidak apa-apa. Kalau kau mau bercerai ya sudah. Segera urus surat-suratnya. Aku akan menandantanganinya nanti begitu sudah selesai. Hu...hiks... aku pergi dulu ke kamarku, mau istirahat sejenak."
Lova meninggalkan Zean sendiri disana. Ia berlari menuju kamarnya. Zean memanggilnya tapi Lova tidak mendengar panggilan Zean. Zean bersalah sudah mengatakan akan menceraikan Lova.
Zean : "Lova...tunggu...Lovaaa! Ck...sial. Aku membuatnya menangis. Tapi, mau bagaimana lagi. Aku harus melakukan ini padanya. Lova, maafkan aku. Aku harus menceraikanmu!"
Zean menarik nafas lelah. Sungguh ia merasa galau luar biasa karena kata-katanya sudah berhasil mengusik perasaan terdalam Lova. Sedangkan, Lova. Ia membanting tubuhnya di ranjang sambil memeluk putranya yg semenjak tadi tertidur pulas. Ia menangis tersedu-sedu. Meratapi nasib cintanya dan pernikahannya dengan Zean. Mengapa, harus berakhir dengan perceraian.
"Mengapa jadi begini. Hu...hiks...mengapa kita harus berpisah. Sesungguhnya, aku masih ingin bersamamu. Kendati aku ingin mencoba mencintai kakakmu. Tapi, entah mengapa aku pun tak bisa memungkiri. Kau lah yg paling indah bagiku. Kau sosok yg sangat aku kagumi dan aku rindukan. Bukan Sean, cintaku padamu sangatlah tulus dan murni. Sedangkan, pada Sean cintaku hanya mengambang di atas langit dan tidak jelas. Bagaimana ini? Bagaimana, aku harus melalui semua ini? Hu...hiks...Zean? Tolonglah aku....
Lova : "Jangan ceraikan aku, Zean? Hu...hiks...aku sangat mencintaimu. Aku ingin bersama denganmu."
Lova sangat bersedih hati. Mengingat akan kata-kata Zean yg memutuskan akan menceraikan dirinya. Ia sangat menderita karena Zean. Dan, Zean pun juga sesungguhnya merasakan hal yg sama. Ia juga menderita. Tapi, apa mau dikata. Semua sudah jelas. Dan, ia harus melakukannya mau tidak mau.
💕💕💕💕💕
Sementara, Lova dan Zean dilanda dilema yg menyiksa. Di sisi lain, restoran yg sama. Tempat Zhang Jie Luo makan bersama Fang Yi. Mitha pun ternyata sedang berada disana sekarang. Ia datang bersama pengasuh bayinya. Ia sengaja keluar jalan-jalan dengan membawa Cecilia dan pengasuh mereka. Sebenarnya, Mitha sudah mau pulang. Namun, karena tiba-tiba cuaca berubah dan tidak bersahabat. Jadi, dia terpaksa berteduh dulu disana.
Mitha : "Ya, kau benar mbak. Kasihan, Cecilia. Kalau begitu, kamu tunggu disini dulu. Aku mau ke toilet sebentar. Titip, Cecil ya?"
Mbak Yuli : "Oh, iya nyonya."
Mitha tersenyum. Dia meninggalkan Cecilia dengan Yuli pengasuh bayinya. Tepat, saat itu Zhang Jie Luo pun melihatnya. Zhang Jie Luo permisi ke toilet sebentar pada Fang Yi.
Zhang Jie Luo : "Adik Fang, tunggu disini sebentar. Aku mau ke toilet. Oke!"
Fang Yi : "Oh, oke kakak Zhang."
Zhang Jie Luo segera pergi menyusul Mitha ke toilet. Mitha merasa ada orang yg mengikutinya di belakang. Ia penasaran ia pun menoleh ke belakang. Betapa kagetnya ia ketika ia melihat siapa orang yg ada di belakangnya. Ternyata, yg ada di belakangnya adalah Zhang Jie Luo.
Mitha takut dan ia pun mempercepat langkah kakinya menuju toilet. Melihat Mitha mempercepat langkah kakinya. Zhang Jie Luo pun tak tinggal diam. Dia juga mempercepat langkahnya untuk mengejar Mitha. Mitha semakin takut dan panik. Ia pun akhirnya lari. Zhang Jie Luo mengejarnya dan menangkap tangannya. Mitha tersentak kaget Zhang Jie Luo berhasil menangkap tangannya.
"Ah"
Mitha : "Tuan Zhang? Cepat, lepaskan tanganku!"
Zhang Jie Luo : "Apa? Melepasmu. Setelah, kau menipuku dan membohongiku? Apa, kau tidak sadar. Hah..., karena mu aku hampir saja gila."
Mitha : "Gila? Yah, kurasa itu bagus untukmu. Bagus jika kau gila. Dengan begitu, kau tidak akan mengejarku lagi dan menggangguku hidupku lagi. Sekarang, lepaskan tanganku! Lepas...!!!"
Zhang Jie Luo : "Oh, Mithaku yg garang. Ternyata, seperti inilah jika kau marah. Sungguh sangat menarik. Dan, kau terlihat sexy. Membuatku ingin me...ma...kan...mu."
"Plaaaakkk"
Tiba-tiba, saja Mitha melayangkan satu tamparan keras ke pipi Zhang Jie Luo.
Mitha : "Dasar, laki-laki busuk!"
Zhang Jie Luo memegang pipinya yg habis ditampar oleh Mitha. Disana ia merasakan pedih yg terasa di bagian pipinya itu.
Zhang Jie Luo : "Kau menamparku?"
Mitha : "Itu bagus untukmu. Jika, kau melepaskanku dan berbicara sopan padaku. Mustahil aku akan berlaku kasar padamu. Sekarang, lepaskan aku. Cepat!"
Zhang Jie Luo : "Ohh, jadi begitu. Sayang sekali, karena tamparanmu ini aku jadi semakin berselera padamu."
Mitha panik.
Mitha : "Ap...apa yg akan kau lakukan. Ini tempat ramai. Kau tak bisa melakukan apa pun padaku. Ada cctv disini."
Zhang Jie Luo : "Aku tak peduli. Justru ada cctv dan orang ramai disini bukankah akan menjadi tontonan yg menarik?"
Mitha : "Keparat! Dasar, dasar laki-laki sialan. Terima ini."
Mitha menendang ******** Zhang Jie Luo. Zhang Jie Luo terpekik demikian keras menahan sakit disana dan pegangan tangannya pun terlepas.
"Arrrggghhhh"
Zhang Jie Luo : "Dasar, perempuan sialan!"
Zhang Jie Luo bergulingan di lantai. Ia menahan rasa sakitnya disana. Sementara, Mitha segera kabur. Ia mengajak Yuli beserta putrinya pulang ke mansion. Saat itu cuaca cerah kembali. Karena, hujan telah reda.
Bersambung...
Two Husband Season 2