TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband S2-102



Jika dilihat dari kemampuan dan keahlian Dakota memang jauh tertinggal. Namun, yg membuatnya berhasil mengalahkan lawannya kala itu adalah kewaspadaannya dalam setiap menghadapi serangan lawan yg mengarah padanya.


Two Husband S2 Eps 102


Pertarungan itu masih terus berlangsung antara Dakota dan Chu Liu Yue. Chu Liu Yue memang selangkah lebih unggul jika dibandingkan dengan Dakota. Hingga, mampu membuat Dakota terdesak karena pukulan Chu Liu Yue pada anggota tubuhnya.


"Bugh..."


Visual Chu Liu Yue



Dakota mundur beberapa langkah ke belakang. Dia merasakan sakit ketika tadi ia merasakan pukulan tangan Chu Liu Yue di bagian perutnya.


"Uuugggghhh...sial."


Dakota mengumpat. Ia pun segera mengeluarkan dua pedang yg sedari tadi masih berada di sarungnya.


"Sriiingg..."


Kemudian Dakota pun balik menyerang Chu Liu Yue dengan kedua pedangnya. Lalu, kemudian terjadilah pertarungan yg tak bisa dihindari lagi oleh keduanya. Dakota terus menyerang dan menyudutka Chu Liu Yue dengan serangannya yg mematikan. Dan, suara deru kedua senjata itu terus beradu menimbukan suara gaduh.


"Tang...Ting...Tang...Ting..."


Namun, suatu waktu serangan Dakota berhasil melukai wajah cantik Chu Liu Yue. Chu Liu Yue menjadi sangat marah karenanya.


Chu Liu Yue : "Kau melukai wajahku. Kurang ajarr!"


Chu Liu Yue pun bergerak membalas serangan yg tadi diberikan oleh Dakota yg berhasil melukai wajahnya. Chu Liu Yue yg marah sudah tidak memperhatikan setiap gerakannya lagi. Karena, hatinya sudah tercampur dengan emosi. Hal itu menjadikan suatu keuntungan bagi Dakota Johnson. Akhirnya, ia menemukan celah serta kelemahan Chu Liu Yue. Ia pun menyerang titik lemah itu dengan pedangnya.


"Zuubb...Zuubbb..."


Dua kali ia mengayunkan pedangnya di tempat yg sama. Hingga tak ayal lagi tubuh perempuan cantik itu pun roboh dan jatuh kebumi. Akhirnya, Chu Liu Yue pun mati karena luka dan kehabisan banyak darah. Setelah pertarungan itu usai. Bara langsung keluar dari mobilnya. Rupanya sedari tadi dia sibuk mengikuti pertarungan dua wanita cantik pembunuh bayaran tersebut. Ia langsung menghampiri Dakota yg baru saja menghabisi Chu Liu Yue.


Bara : "Apa, dia sudah mati?"


Dakota : "Aku menusuknya tepat di tempat yg sama. Bagaimana mungkin dia masih hidup. Aku cukup yakin seranganku tadi pasti berhasil melukainya serta menghabisi nyawanya."


Bara : "Ohh, baiklah. Kau memang lihai dan ahli di bidang ini."


Dakota : "Tentu saja. Lalu, bagaimana dengan mayat ini."


Bara : "Kau tenang saja. Biar Lee yg mengurus mayat ini."


Tak lama kemudian Lee tiba di tempat kejadian perkara. Bara memanggilnya.


Bara : "Nah, itu dia Lee. Lee...!"


Lee mendengar tuannya memanggilnya. Lee yg baru saja tiba segera menghampiri Bara.


Lee : "Ya, tuan?"


Bara : "Kau segera urus mayat ini."


Lee : "Baiklah, tuan!"


Lee segera menjalankan perintah dari tuannya. Sementara, Bara mengajak Dakota pergi ke suatu tempat untuk minum sejenak. Tidak tahu kemana Bara membawa Dakota pergi minum. Yang jelas hari itu tanpa terasa dilalui satu harian Bara bersama dengan Dakota, teman lamanya itu.


Seketika ia menjadi emosi, akhirnya ia segera naik ke lantai atas untuk mencari Lova dan Sean. Akhirnya, ia menemukan Lova sedang tidur bersama Zidan. Sedangkan, Zean ternyata sedang tidak berada di rumah. Entah pergi kemana dia. Zean tidak memberitahunya.


"Syukurlah...bukan hal yg kutakutkan dan membuatku jadi emosi. Sekejap tadi aku merasa sangat cemburu dan ingin sekali menghilang saja dari dunia ini. Tapi, ternyata pikiranku salah. Namun, benar kata Bara aku harus segera menyelesaikan semua urusan ini dengan Lova. Entah bagaimana nanti aku bisa menerima atau tidak kejujurannya nanti yg mungkin saja akan menyakiti diriku."


Sean memikirkan sendiri hal yang akan menyakiti dirinya. Dia takut tidak sanggup menerima kejujuran Lova. Bila nanti, Lova berterus terang tentang perasaannya pada Zean. Tentu saja itu akan membuat dirinya jadi orang yg paling terluka karena hal itu.


Sean perlahan mendekati Lova dan Zidan. Sean mengecup kening kedua orang yg sangat disayanginya itu. Karena kecupan lembutnya itu membuat Lova yg tadinya nyenyak jadi terbangun. Ia melihat Sean sudah pulang dari kantor. Ia pun menyapanya.


Lova : "Sayang? Kau sudah pulang?"


Sean tersenyum dan duduk di sisi tempat tidur. Ia membelai lembut kepala istrinya yg cantik itu.


Sean : "Sudah, sayang?"


Lova : "Em? Apakah, kau mau mandi dulu, sayang?"


Sean : "Nanti saja, aku masih ingin duduk disini bersama denganmu."


Lova : "Baiklah, aku akan menemanimu."


Lova duduk di sebelah Sean. Tiba-tiba saja Sean memeluk pinggang Lova membuat Lova kini semakin dekat dengan Sean. Lova kaget.


Sean : "Jangan duduk terlalu jauh dariku. Aku tak bisa jika harus berjauhan denganmu meski hanya sedetik saja."


Lova : "Huh, gombal."


Sean saat ini sedang sibuk merayu Lova.


Sean : "Aku tidak gombal, sayang? Aku bersungguh-sungguh."


Lova : "Oh ya? Kau bersungguh-bersungguh. Jika, kau memang bersungguh-sungguh denganku. Lalu, mengapa kau tak melepaskanku?"


Mendengar kata-kata Lova barusan membuat Sean melepas pelukannya. Lova tidak sadar jika kata-katanya barusan telah menyinggung perasaan Sean.


Sean : "Sebegitu cintanya kah kau padanya? Sampai kau tega mengucapkan kata-kata itu?"


Lova terdiam mendengar kata-kata Sean. Ia terpaku dan tak bisa mengucapkan apa-apa.


Sean : "Kenapa diam? Katakan saja padaku yg sebenarnya mengenai perasaanmu yg sebenarnya. Jangan plin plan begitu, Lova. Jika, kau ingin bersamanya aku akan melepasmu. Tapi, jangan harap kau bisa membawa Zidan bersamamu. Dia anakku. Seorang Frederick. Dia pewarisku. Sudah seharusnya dia hidup bersamaku, ayahnya."


Setelah berkata demikian Sean segera pergi dari sana. Ia langsung pergi dan meninggalkan Lova yg masih duduk diam dan tak percaya dengan kata-kata Sean barusan. Kata-kata itu bagaikan palu godam yg menghantam jantungnya.


"Deg!"


Kata-kata itu bagaikan jarum yg tajamnya beribu kali lipat. Menusuk jantungnya dan tak terasa membuatnya jadi menangis. Entah, mengapa ia menangis ketika kata-kata Sean terus terngiang-ngiang di telinganya. Seperti ada rasa takut kehilangan dan seperti ada rasa penyesalan yg tersisa di hatinya. Lova merasakan ia mulai terbiasa dengan semua sikap dan perhatian Sean padanya.


Dalam arti lama-lama perhatian dan sikap penuh sayang itu bisa meluluh lantakkan hati seorang Lova yg cintanya sudah terkunci pada satu pria pertama yg bersedia menikahinya dengan sederhana tanpa kemewahan yg biasa ditunjukkan oleh para orang-orang kaya. Ya, Lova sudah jatuh cinta pada Sean. Akan tetapi bayang-bayang masa lalu itu terus menghantui dirinya. Apa lagi, saat ini Zean sudah kembali dan sekarang ia berada di rumah itu. Tinggal bersamanya dan sekaligus menumbuhkan kembali cinta yg sudah lama layu itu.


Apakah, Lova mampu dan berhasil menghalau keraguan yg mengisi relung hatinya? Bagaimanakah, kisah selanjutnya? Kisah cinta antara Bara dan Mitha serta Zhang Jie Luo. Dan, kisah yg belum selesai antara Lova, Zean dan Sean. Ikuti terus ya?


Bersambung...


Two Husband Season 2