
Pagi harinya, Lova bangun dalam keadaan lemas dan tak bertenaga. Sungguh, ia di hajar habis-habisan tanpa ampun dari kedua suaminya itu. Ia tak menyangka, kalau Sean dan Zean akan memberinya malam yg melelahkan tanpa istirahat. Sean yg masih berada disana langsung menyapa Lova.
Sean : "Sudah bangun, sayang???"
Lova terkesiap.
Lova : "Sean!!! Kau, masih disini?"
Sean : "Iya, aku masih disini!"
Lova : "Kamu, tidak kerja?"
Sean : "Tidak!"
Lova : "Kenapa?"
Sean : "Karena, aku mau temani kamu disini!"
Lova : "Oh! Lalu, Zean dimana?" tanya Lova karena saat bangun ia tidak melihat Zean disana.
Sean : "Aku menyuruhnya untuk pergi bekerja!" jawab Sean.
Lova : "Apa!!!"
Sean : "Kenapa? Apa, kau tidak senang? Atau, apakah kau lebih senang di disini dan aku di kantor?"
Lova : "Emm? Tidak? Aku, lebih senang kalian berdua ada di sini disisiku!"
Sean : "Oh, begitukah? Apakah, hukuman kemarin masih kurang?"
Lova : "Apa? Ah...tidak....tidak...! Bukan, begitu maksudku!"
Sean : "Jadi, maksudmu sayang?"
Lova : "Aku mau kamu, saja di sini bersamaku!" ucap Lova akhirnya karena ia takut pada apa yg akan dilakukan oleh Sean padanya.
Sean : "Oh? Benarkah?"
Lova mengangguk.
Sean tersenyum mendengar jawaban Lova. Ia pun mengecup kening Lova lalu, kemudian ia pun menggendong tubuh Lova menuju kamar mandi. Lova kaget!
"Aaaahhh"
Sean tersenyum.
Sean : "Kenapa, teriak? Bikin, kaget saja?" ucap Sean lembut.
Lova : "A....aku kaget lho?"
Sean : "Kau kaget? Aku juga, kaget sayang?"
Lova : "Ehh? Kenapa, kau menggendongku?"
Sean : "Aku tahu kau lemas, setelah pekerjaan berat semalam. Jadi, aku bermaksud untuk menggendongmu ke kamar mandi. Sekalian, kita mandi bersama! Bagaimana? Apa, kau suka sayang?"
Lova memerah mukanya.
Lova : "I....iya, aku suka? Tapi, bolehkah aku meminta satu hal?"
Sean : "Apa, itu sayang?"
Lova : "Aku mohon, kamu maupun Zean jangan memperlakukanku seperti tadi malam, ya?"
Sean tersenyum lembut dan ia mengiyakan permintaan Lova.
Sean : "Iya, sayang?"
Lova : "Janji?"
Sean : "Janji!"
Lova : "Bener, ya kamu gak boleh ingkar!"
Sean : "Iya, sayangku Lova?" ucap Sean lembut.
Sean : "Tapi, itu kalau kamu nurut kita gak akan hukum kamu begitu! Jika, kamu tidak nurut? Maka, kita akan hukum kamu! Gimana?"
Lova jadi cemberut mendengar penuturan suaminya. Sean yg melihat itu jadi tersenyum.
Lova : "Huh!"
Sean : "Sayang? Kamu jangan, cemberut ya? Sekarang, ayo kita mandi ya? Setelah, itu sarapan pagi lalu kemudian kita jalan-jalan. Gimana, kamu mau?"
Sean : "Sayang??? Kelihatannya, kamu sudah tidak lemas lagi! Sepertinya, satu ronde lagi di pagi hari, cukup? Bagaimana, sayang?"
Lova terkejut!
Ia pun lalu berhenti melonjak.
Lova : "Ti....tidak, Sean!"
Melihat, raut wajah Lova yg seperti orang ketakutan. Sean pun jadi tertawa.
"Hahaha" tawanya.
Lova : "Kenapa, kau tertawa?"
Sean : "Melihat, ekspresimu! Lucu sekali!"
Lova : "Huh! Menyebalkan!"
Sean : "Sayang? Jangan, marah begitu? Ayo, mandilah sekarang! Aku akan, menyuruh seseorang mengantarkan pakaian indah untukmu!"
Lova : "Kau, tidak mandi?"
Sean : "Nanti, saja aku mandi! Setelah, kau selesai mandi! Bisa, gawat jika aku mandi bersamamu! Tubuhmu, masih lemas!"
Lova pun mengerti kemana arah pembicaraan Sean. Ia pun tak ingin, memperpanjang masalah itu. Sean, memang tak akan bisa mengendalikan hawa nafsunya pada Lova. Jika, saja sampai mereka mandi bersama. Karena, kondisi Lova yg masih lemas dan tak bertenaga ia pun tak ingin membuat Lova menjadi sakit karena hal itu.
**********SKIP***********
Selesai sarapan pagi, Sean mengajak Lova untuk berjalan-jalan mengelilingi kota. Sudah, lama memang Lova tidak pernah jalan-jalan lagi. Tepatnya, sejak ibu angkatnya meninggal dunia. Ia seakan tak punya waktu untuk berjalan-jalan atau pun berbelanja. Karena, waktunya selama itu ia habiskan untuk bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Lova benar-benar sangat senang sekali Sean mengajaknya jalan-jalan. Selain, jalan-jalan di taman Sean juga mengajaknya berbelanja keperluan Lova setiap hari. Selain, pakaian tentunya. Sean banyak membelikan banyak barang hari ini. Seperti, lipstik, bedak, pensil alis perona wajah, alas bedak dan lain-lain. Selain, itu juga Lova banyak mencetak momen indah dengan Sean. Banyak, sekali foto mesra mereka berdua tercetak di ponsel milik Sean. Lova tidak memiliki ponsel karena ia memang tidak mampu membelinya.
Tapi, ternyata hari ini Sean selain membelikannya pakaian dan alat kosmetik. Sean juga membelikannya ponsel keluaran terbaru untuk dirinya. Lova merasa sangat senang dan terharu untuk kebaikan Sean padanya hari ini.
Sean : "Ini, untukmu!"
Lova : "Untukku?"
Sean : "Ya"
Lova : "Tapi, ini untuk apa?"
Sean : "Tentu saja, kau gunakan untuk meneleponku sesering mungkin! Aku bisa mati, kalau aku tidak mendengar suaramu selama satu hari saja!"
Lova : "Apa? Segitukah?"
Sean mengangguk.
Sean : "Itu sudah aktif! Nanti, kamu bisa menggunakannya untuk meneleponku! Oke, sayang?"
Lova : "Ehh? Iya!"
Sean : "Baguslah!" ucap Sean sambil mencium pipi Lova. Membuat, Lova jadi malu dan wajahnya jadi memerah.
Lova : "Em? Terima kasih, kalau begitu!"
Sean mengangguk.
Sean : "Oh, ya? Apa, kau lapar sayang?"
Lova mengangguk pelan.
Sean : "Baiklah, kita pergi ke restoran favorit aku aja!"
Lova : "Kamu juga, punya tempat favorit?"
Sean : "Tentu dong, manis?" katanya.
Lova : "Yuk, kalau begitu?"
Sean : "Ya"
Lalu, Sean pun menggandeng tangan Lova. Dan, mengajaknya pergi dari toko ponsel tersebut. Membawanya, pergi ke sebuah restoran yg sangat mewah dan elegan tempatnya. Lova sungguh merasa sangat tersanjung sekali dengan semua perhatian hari ini. Dan, ia sangat bahagia sekali menerimanya.
❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤
💕TWO HUSBAND💕