
Apakah, Lova mampu dan berhasil menghalau keraguan yg mengisi relung hatinya? Bagaimanakah, kisah selanjutnya? Kisah cinta antara Bara dan Mitha serta Zhang Jie Luo. Dan, kisah yg belum selesai antata Lova, Zean dan Sean. Ikuti terus ya?"
Two Husband S2 Eps 103
Sean sangat kecewa mendengar kata-kata Lova. Ia merasa ia tidak mampu untuk mendapatkan hati Lova. Ia merasa sudah kalah. Bahkan, sampai akhir pun ternyata Lova masih mencintai Zean. Dan, Lova juga berkeinginan agar Sean melepas dirinya. Sean jadi galau sekaligus ia jadi bersikap dingin terhadap Lova. Ia tidak tidur satu ranjang dengan Lova. Ia malah memilih tidur di kamar lain.
Padahal biasanya, ia akan tidur di sisi Lova dan Zidan. Sambil memeluk putra mereka, Zidan. Tapi, untuk malam ini ia sungguh tidak mau tidur satu kamar dengan Lova. Sebab, rasa kecewa yg menumpuk di hatinya. Yang menghalangi dirinya untuk tidur bersama dalam satu pembaringan bersama Lova wanita yg ia cintai itu.
Dan, malam itu ia lalui dengan kesendirian dan kesepian. Hingga, ia pun tak kuasa menahan rasa berjauhan dari Lova. Ia mengapitkan kedua kakinya pada guling yg ia peluk. Seperti, terasa ia sedang memeluk Lova dan mendekapnya mesra. Sedang Lova, ia terlihat sedang menangis sedih. Ia tak menyangka jika kata-katanya tadi cukup menyakiti hati Sean. Dan, sekarang ia sedih serta tak tahu apa yg harus ia lakukan untuk meredakan api kecemburuan juga kemarahan Sean.
Cara biasa sudah pasti tidak akan mempan untuk menghibur sebuah hati yg terluka. Sungguh ia takut jika Sean akan semakin marah pada dirinya jika ia berusaha untuk menghibur hatinya yg luka sekarang. Akhirnya, Lova hanya dapat menangis tanpa tahu apa yg harus ia lalukan untuk meredakan rasa sakit hati yg dirasakan oleh Sean.
Keesokan harinya...
Lova bangun di pagi hari. Lova tertidur sangat lelap. Ia juga melihat Zidan masih tertidur pulas di sisinya. Lova bangkit dan memberikan beberapa penghalang untuk Zidan. Agar supaya Zidan tidak jatuh ke bawah. Setelahnya, Lova bergerak keluar kamar. Ia langsung menuju ruang kamar yg kemarin dipakai oleh Sean. Ia masuk dan melongok ke dalam tempat itu. Ia melihat kamar itu terlihat kosong dan tak berpenghuni. Ternyata, pagi-pagi sekali Sean sudah berangkat ke kantor.
Sean benar-benar tidak ingin melihat Lova dan bertengkar lagi dengannya. Sungguh ia tidak mau menyakiti Lova seperti dulu saat ia pertama kali jatuh cinta pada Lova dan selalu berusaha menekan agar Lova tetap berada di sisinya. Dan, tak pergi kemana-mana. Baik ke sisi Zean sekali pun.
Lova sangat sedih Sean menghindarinya. Baru kali Lova merasa kehilangan sosok Sean yg hangat dan penuh cinta. Ia menyesal sudah berkata yg tidak-tidak pada Sean. Sekarang, ia merasakan sendiri bagaimana sakitnya diacuhkan dan tak dipedulikan oleh orang yang menyayanginya.
Bahkan, saat malam tiba pun. Sean belum kembali juga. Lova masih tetap menunggu. Ia tetap menunggu suaminya kembali dan ia akan meminta maaf pada Sean. Tapi, hingga tengah malam bahkan lewat tengah malam pun Sean belum kembali juga. Tiba-tiba, rasa khawatir menyelinap di dalam hatinya. Ia takut jika terjadi apa-apa pada Sean. Dan, satu bunyi keras menyadarkannya dari kekhawatirannya.
Ternyata, bunyi keras itu berasal dari ponselnya. Ia pun mengambil ponselnya. Dan, ia melihat nomor tak dikenal tertera di ponselnya. Lalu, ia pun mengangkat telepon dari nomor tak dikenal tersebut.
Lova : "Ha...lo?"
Seseorang : "Halo, anda nyonya Lova kah?"
Lova : "Iya, saya sendiri. Ada, apa ya?"
Seseorang : "Halo, nyonya saya Dina saya seorang perawat rumah sakit. Saya menelepon dari rumah sakit Antara Central. Suami anda, pak Sean mengalami kecelakaan!"
Lova terlonjak kaget.
Suster Dina : "Ya, nyonya. Segeralah anda datang kemari."
Lova : "Baiklah, saya segera kesana!"
"Tut"
Setelah, mendapat telepon dari pihak rumah sakit yg mengabarkan kabar tentang Sean yg tertimpa musibah kecelakaan. Lova segera pergi ke rumah sakit, Lova menitipkan Zidan sementara kepada pelayan rumah sekaligus ia menyampaikan pesan melalui pelayan itu untuk disampaikan kepada Zean bahwa Sean kecelakaan. Setelahnya, Lova segera berangkat ke rumah sakit sendirian. Selama perjalanan, ia berharap bahwa Sean suaminya akan baik-baik saja.
Airmata Lova jatuh berderaian. Sungguh ia tak menyangka bahwa kejadian seperti ini akan menimpa Sean. Lova menyalahkan dirinya sendiri karena keegoisannya ia telah membuat orang yg selama ini telah mencurahkan seluruh kasih sayangnya pada dirinya seorang celaka. Lova mengutuki dirinya sendiri. Mengapa tidak dirinya saja yg terluka mengapa harus Sean. Sungguh Lova tidak tahu jika kata-katanya tadi malam telah melukai perasaan Sean yg paling dalam.
**Kisah sebelum kecelakaan terjadi....
Flashback**
Hari itu Sean tampak frustasi sekali. Bagaimana tidak kata-kata Lova tadi malam telah membuatnya tampak seperti orang gila. Lova meminta dirinya untuk melepaskannya. Agar Lova bisa dapat bersama dengan Zean. Tentu saja, hati Sean hancur sekali malam itu. Ia pun memutuskan untuk menghindari Lova dan menjauhi Lova atau ia tidak akan bisa menahan egonya untuk menyiksa Lova dan menyakitinya lagi seperti dulu.
Sean juga sadar ia terlalu mencintai Lova maka dari itu ia tidak mau menyakiti Lova dan membuatnya menderita. Daripada, ia menyakiti Lova maka ia akan lebih suka menyakiti dirinya sendiri. Sean minum-minuman beberapa botol gelas anggur selama beberapa jam sebelum akhirnya ia bersiap kembali pulang ke kediamannya.
Ia berjalan menyusuri koridor gedung kantornya dengan tubuh terhuyung-huyung. Sean merasa pusing sekali pasca ia minum tadi. Ya, ia mabuk. Sean mabuk karena Lova. Sean gila dan frustasi karena Lova. Sean terluka hatinya semua karena Lova. Sean merana dan menderita, jatuh haraga dirinya juga karena Lova. Walau ia dalam keadaan mabuk, Sean masih bisa berpegangan pada dinding-dinding kantor.
Sampai akhirnya ia bisa keluar dari kantor tersebut. Sean berjalan menuju mobilnya. Ia mengeluarkan kunci mobil dan ia mencoba membuka pintu mobil. Karena, pandangan matanya sudah kabur akibat pengaruh alkohol yg diminumnya tadi. Ia sampai beberapa kali salah membuka pintu mobilnya. Tapi, usahanya membuahkan hasil karena ia berusaha terus untuk membuka pintu mobilnya.
Sean langsung masuk ke dalam mobil dan menghidupkan mesin mobilnya. Baru saja ia keluar dari area parkir gedung kantornya ia merasa pusing di kepalanya semakin menjadi. Akibatnya, tanpa sadar mobil yg ia kendarai menabrak sebuah pohon yg ada di pinggir jalan. Saat itu Sean membanting stir mobil demi menghindari sebuah truk yg datang dari arah yg berlawanan. Alhasil, ia pun mengalami kecelakaan serta mengalami pendarahan hebat di kepalanya.
Flashback selesai.
Sekarang, entah bagaimana nasib Sean selanjutnya. Karena, semenjak kecelakaan itu terjadi ia mengalami koma yg berkepanjangan.
Bersambung...
TWO HUSBAND Season 2