TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband-35



Matahari yg tadinya terik sekali, sekarang sudah tidak terasa terik lagi. Sebab waktu sudah menunjuk pukul tiga sore. Dan, sore ini Irene hendak pergi keluar rumah. Ia bermaksud hendak pergi ke makam putri pertamanya. Yaitu, saudara kembar dari Jesseline putrinya yg hilang karena di culik itu. Yaitu, Mikayla. Mikayla dikabarkan meninggal sesaat setelah ia dilahirkan bersamaan dengan lahirnya Jesseline.


Saat Mikayla lahir ia tidak seperti bayi normal lainnya. Ia tidak menangis ia diam saja. Dukun bayi mengatakan bahwa bayi tersebut sudah meninggal. Seseorang lalu diminta untuk membawa bayi itu untuk dimakamkan. Dan, seseorang itu tidak lain juga tidak bukan adalah orang yg telah menculik Jesseline. Pembantu tersebut menculik Jesseline karena ia punya dendam terhadap Irene dan suaminya.


Peristiwa itu memang sudah lama berlalu. Namun, meskipun begitu Irene masih ingat akan kejadian itu. Dimana, ia kehilangan bayi Mikayla dan tak lama ia pun kehilangan bayi Jesseline karena diculik. Ia sangat terpukul sekali dengan kejadian itu. Ia masih berharap suatu hari nanti ia akan bertemu dengan Jesseline, putrinya yg telah lama hilang. Rasa rindu itu begitu dalam terasa. Karena, rasa cintanya pada putrinya tidak akan pernah hilang dan sirna begitu saja.


Sebagai seorang ibu anak adalah segalanya. Meski, Irene tak pernah lelah untuk mencari Jesseline. Tapi, ia juga tak pernah melupakan saudara kembar dari Jesseline yg telah tiada. Mikayla, tidak sempat untuk menghirup udara kehidupan karena dukun beranak mengatakan bahwa bayi Mikayla langsung meninggal begitu ia lahir.


Irene pergi ke pemakaman sendirian. Ia meninggalkan Suzy dan Vlara di rumah. Tanpa, ia sadari bahwa Vlara ingin menghabisi Suzy dengan cara apa pun. Vlara benar-benar benci pada Suzy. Ia ingin sekali menyingkirkan Suzy secepatnya dari muka bumi. Agar tidak ada lagi penghalang di antara dirinya dan Asraf.


Vlara benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya. Dan, hari ini ia akan menghabisi nyawa Suzy dan bayinya serta membuatnya menghilang dari muka bumi. Vlara berniat akan membunuh Suzy dengan cara mendorong Suzy ke kolam renang. Saat itu, Suzy memang sedang berada di pinggir kolam renang itu. Vlara melihatnya.


"Kesempatan muncul. Tidak ada orang di rumah! Kali ini dia tak akan selamat! Suzy, nasibmu sungguh malang? Aku akan segera mengirimmu ke neraka. Hahaha...." ucap hati Vlara tertawa senang.


Vlara berjalan mengendap-ngendap mendekati Suzy. Setelah, sampai di belakang tubuh Suzy. Vlara langsung mendorong tubuh Suzy. Suzy kehilangan keseimbangan tubuhnya dan....


"Byuurrr..."


Tubuh Suzy jatuh ke dalam kolam renang. Suzy tak bisa berenang, ia sempat melihat Vlara berdiri di pinggir kolam renang sambil tertawa kegirangan. Vlara melihat Suzy mengap-mengap dan hampir tenggelam. Vlara bukan menolongnya. Ia malah tertawa senang melihat Suzy sedang berada di ujung ajalnya. Dalam keadaan demikian tiba-tiba saja Vlara merasa ada orang yg jatuh ke dalam kolam renang. Ia terkejut, ketika ia melihat tubuh siapa yg jatuh ke kolam renang selain Suzy.


Dia tak lain adalah Asraf. Asraf langsung menolong Suzy yg sedang dalam bahaya. Asraf nyebur ke dalam kolam untuk menolong Suzy. Asraf membawa tubuh Suzy ke tepi kolam. Ia meminta bantuan Vlara untuk membantunya mengangkat tubuh Suzy. Vlara pun pura-pura membantu Asraf untuk mengangkat tubuh Suzy. Vlara kesal bukan main. Lagi-lagi rencananya gagal.


"Hmph! Sialan. Lagi-lagi, dia selamat!" ucap hati Vlara.


Asraf terlihat panik sekali. Ia mencoba untuk memberi pertolongan pertama pada korban kecelakaan. Dia juga memberi nafas bantuan pada Suzy. Vlara yg menyaksikan semua itu ia menjadi semakin kesal dan marah.


"Ck, bisa-bisanya kak Asraf berbuat begitu sama perempuan hamil sialan itu!" Huh!" ucap hatinya lagi.


Lalu, Vlara pun meninggalkan Asraf disana bersama Suzy. Ketika, Suzy sudah siuman dan ia terbatuk-batuk karena peristiwa tadi.


"Uhuk...uhuk..."


Suzy : "As...raf???" ucapnya lemah.


Asraf : "Suzy! Syukurlah, kau selamat!"


Setiap hari hanya kepahitan saja yg tersisa. Karena, Zean tak pernah mau melihatnya dan menganggapnya sebagai istrinya. Dimata Zean yg terlihat hanya Lova seorang. Tidak ada wanita lain selain Lova. Oleh, karena itu Suzy pergi dari rumah keluarga Frederick karena ia tak tahan dengan perlakuan Zean yg akan menceraikannya begitu anaknya lahir.


Dan, setelah sekian lama ia baru merasakan kehangatan pelukan tubuh seorang lelaki. Memeluknya demikian erat seakan tak ingin melepasnya lagi. Itu cukup membuatnya terharu dan hatinya merasa terusik dengan perlakuan Asraf padanya. Perlahan-lahan perasaan yg mulai tumbuh itu pun semakin berkembang dan tumbuh dengan baik. Karena, secara perlahan-lahan Asraf memupuk perasaan itu dan menyiramkan air cinta ke dalamnya. Menimbulkan perasaan hangat untuk mereka berdua.


Asraf melepas pelukannya dan mencium kening Suzy tiba-tiba.


Asraf : "Aku mengira aku akan kehilanganmu, Suzy!" ucapnya sambil memegang kedua pipi Suzy.


Suzy tersenyum.


Suzy : "Aku baik-baik saja, Asraf! Aku tidak kenapa-napa kok. Lihat!"


Asraf memeluknya lagi.


Asraf : "Semua ini salahku. Seandainya saja aku tak meninggalkanmu di rumah bersama Vlara hal ini pasti tak akan terjadi."


"Vlara???" ucap hati Suzy.


Asraf sudah menduga hal ini pasti akan terjadi. Sebab, sebelum Vlara datang kejadian seperti itu juga tak akan terjadi. Asraf memang tak percaya pada Vlara bahwa Vlara tak akan membuatnya repot. Ia mengenal Vlara dengan sangat baik. Vlara sanggup melakukan apa saja agar keinginannya tercapai. Apalagi, saat ia melihat Suzy tadi hampir mati. Ia melihat Vlara sengaja tak menolongnya. Ia melihat Vlara tertawa senang. Memang merupakan kesalahannya memberi izin untuk Vlara tinggal di rumahnya. Ia berniat akan menelepon tante Dini untuk menjemput Vlara kembali ke rumahnya.


Asraf : "Suzy! Ayo aku bawa kamu ke dalam. Kamu ganti baju. Bajumu basah. Nanti, kamu masuk angin. Sekalian, aku akan panggilkan dokter untukmu."


Suzy menganggukkan kepalanya. Lalu, ia mengikuti instruksi dari Asraf. Suzy menoleh dan berkata...


Suzy : "Kamu juga, pakaianmu basah."


Asraf : "Baiklah, Suzy!" ucap Asraf tersenyum manis membuat jantung Suzy berdebar tak menentu. Buru-buru Suzy memalingkan wajahnya. Ia menyadari wajahnya berubah menjadi merah.


Bersambung...


TWO HUSBAND