
Zean mencari kesempatan untuk berbicara dengan Lova berdua saja. Dan, ia mendapatkan kesempatan untuk berbicara dengan Lova setelah kakaknya pergi keluar rumah untuk mengurus bisnisnya sebentar.
Zean menarik Lova ke sebuah tempat yg sepi saat Zean melihat Lova sedang sendirian. Lova terkejut.
Lova : "Zean???"
Dengan muka masam.
Zean : "Katakan, padaku siapa yg memberi tanda merah ini di lehermu!"
Sambil menutupi bekas merah pada lehernya.
Lova : "Ehh, ini! Ini...."
Zean : "Tidak mau bilang?"
Lova : "Emm, emm...., bukan gak mau bilang! Tapi...., tapi....!"
Zean menebaknya.
Zean : "Apa, kakakku yg melakukannya?" ucapnya penuh selidik.
Lova pun menganggukkan kepalanya. Seketika, Zean pun memeluk erat Lova. Lova terkejut.
Zean : "Lova? Menikahkahlah, denganku! Aku akan melindungimu dari kakakku! Jika, kau sudah jadi istriku! Kakaku, tidak akan menyentuhmu dan menyakitimu lagi!"
Lova kaget mendengar permintaan Zean.
Lova : "Apa??? Menikah, denganmu?"
Zean menganggukkan kepalanya.
Lova : "Tapi, bagaimana jika kakakmu....!!!"
Zean menaruh jari telunjuknya di bibir Lova membuat Lova berhenti bicara.
Zean : "Jangan, takut ada aku!" ucap Zean meyakinkan Lova.
Akhirnya, Lova pun setuju menikah dengan Zean. Dan, Zean pun mengajak Lova ke penghulu. Dengan, uang yg pas-pasan Zean menikahi Lova dengan pernikahan sederhana hari itu juga. Lova sangat bahagia, Zean sangat lembut dan baik hati. Selalu, membantunya di saat ia susah. Sangat, jauh berbeda dengan Sean yg posesif dan bersikap kasar pada dirinya.
**********SKIP*********
Sean pun kembali ke rumah setelah urusannya selesai....
Sampai di rumah ia pun mencari Lova. Tapi, ia tak menemukannya. Ia pun sudah berkeliling rumah untuk mencari Lova tapi tetap ia tak menemukannya juga. Lalu, ia juga mencari adiknya, Zean. Ternyata, Zean pun juga tidak ada di rumah. Amarah, Sean naik ke ubun-ubun. Ia mengambil kesimpulan kalau Lova dan adiknya telah pergi bersama dari rumah itu.
Ia pun memanggil seluruh anak buahnya yg berjaga di rumah itu dan bertanya pada mereka kemana Lova dan Zean, adiknya. Anak buahnya bilang kalau Lova dan Zean sudah sejak dari pagi pergi meninggalkan rumah entah kemana. Mendengar, penuturan anak buahnya membuat emosi Sean semakin memuncak.
Sean : "SIALAN.....!!!!!!" teriaknya.
Sean : "Cepat, cari Zean dan Lova! Jika, kalian tidak menemukannya! Akan, kubunuh kalian satu per satu!"
Anak Buah : "Baik, bos!!!" ucap mereka serempak.
Lalu, Sean pun menelepon Leon.
Percakapan Via Telepon.
Sean : "Leon!"
Leon : "Ya, bos!"
Sean : "Dimana, kau!"
Leon : "Di tempat biasa bos! Markas!"
Sean : "Bawa anak buahmu, cari dan tangkap Zean dan Lova!"
Leon : "Baik, bos!"
"Tut"
Telepon mati.
"Zean! Lova! Beraninya, kalian mengkhianatiku!" ucap Sean sambil mengepalkan tangannya.
💦💦💦💦💦
Tak lama kemudian.......
Leon yg di tugaskan untuk mencari Zean dan Lova pun datang menemui Sean, bosnya. Dengan, membawa Zean dan Lova. Zean di bawa pulang dalam keadaan babak belur. Sedang, Lova bergetar dengan wajah takut ketika tatapan matanya beradu pandang dengan mata Sean yg tajam dan penuh kebencian.
Leon : "Bos! Saya, sudah membawa tuan Zean dan nona Lova!"
Sean : "Hm? Bagus!"
Sean menatap Zean dan Lova bergantian. Lova, tertunduk tak berani menatap Sean. Sedang, Zean menatap kakaknya penuh benci.
Sean : "Bagus sekali, Zean! Kau membawa wanitaku pergi!"
Sean : "Mengapa, kau tertawa?"
Zean : "Maaf, sekali kakak? Dulu, Lova wanitamu! Tapi, mulai sekarang Lova adalah milikku!"
Sambil menarik kerah baju Zean.
Sean : "Apa!!! Hei, apa maksudmu?"
Zean : "Lova sekarang adalah istriku!"
Sean terkejut.
Sean : "Istrimu???"
Zean : "Ya"
Sean terkekeh.
Sean : "Lalu, memangnya kenapa kalau dia sudah jadi istrimu? Hm? Aku masih bisa memilikinya!"
Zean terkejut. Apalagi, Lova dia pun tak kalah terkejutnya.
Zean : "Apa, yg akan kakak lakukan?"
Sean : "Mau tahu? Aku juga mau tahu?"
Sean tersenyum licik.
Sean : "Leon!!!" panggilnya keras.
Leon : "Ya, bos!"
Sean : "Bawa Zean, ke ruang bawah tanah! Ikat dan kurung dia!!!"
Leon : "Baik, bos!" Kalian dengar! Cepat bawa, tuan Zean ke ruang bawah tanah!"
Setelah, mendengar perintah tersebut. Para anak buah itu pun melaksanakan tugasnya. Mereka langsung membawa Zean ke ruang bawah tanah.
Lova berniat untuk mengejar Zean yg di bawa oleh anak buah Sean tiba-tiba saja langkahnya di halangi oleh Sean.
Sean : "Mau kemana, kau?"
Lova mundur dengan wajah ketakutan.
Sean mendekatinya dan memegang pergelangan tangan Lova dengan kasar.
Sean : "Kau, suka sekali ya jadi jalang? Berlarian kesana kemari dengan adikku bagaikan wanita murahan? Cih....sungguh menjijikkan!" ucap Sean dengan nada penuh penekanan.
Lova diam mendengarkan setiap kata-kata Sean. Yang terucap dari bibirnya hanyalah kata maaf saja.
Lova : "Maaf"
Sean menampar pipi Lova.
"Plaaaakkkk"
"Akh" pekik Lova.
Ia meringis kesakitan sambil memegang pipinya yg merah habis di tampar oleh Sean. Ia menangis sedih.
"Hiks....hiks....hiks...."
Sambil, menyentuh dagu Lova dengan kuat seakan ingin meremukkan tulang dagu Lova.
Sean : "Maaf? Setelah, kau melakukannya padaku kau baru minta maaf?"
Lova terdiam lagi. Ia tak tahu harus berkata apa lagi untuk meredakan emosi Sean.
Sean : "Tampaknya, kau memang suka menyakiti perasaan orang lain! Sungguh, aku tak menyangka jika kucing peliharaanku berani menggigitku, tuannya sendiri! Ikut, aku! Akan, aku tunjukkan suatu kepatuhan yg selamanya tak akan pernah bisa kau bantah!!!"
Lova mendongakkan kepalanya dan bertanya.
Lova : "Suatu kepatuhan? Apa, itu Sean?"
Sean : "Nanti, kau juga akan tahu! Ayo, ikut!"
Sean menarik tangan Lova kasar. Membawanya keluar rumah. Dan, membawanya masuk ke dalam mobilnya lalu pergi ke suatu tempat.
Tak lama, mobil Sean sampai di suatu tempat yg di tujunya. Sebuah, rumah sederhana. Lova sangat terkejut ketika melihat rumah itu. Ya, karena ia baru saja melangsungkan pernikahan dengan Zean di rumah itu. Rumah penghulu.
"Apa!!! Mau, apa dia membawaku kesini!" batin Lova.
❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤
💦💦TWO HUSBAND💦💦