
Kisah sebelumnya...
Ia berjanji kepada Bara bahwa ia tidak akan mengganggu Mitha lagi. Bahwa, ia akan kembali ke China dan tidak akan pernah menjejakkan kakinya di Indonesia lagi untuk selama-lamanya. Begitulah, akhir dari kisah Zhang Jie Luo yang mengejar cinta Mitha kembali. Namun, harus kandas karena kesalahannya sendiri.
Two Husband Season 2-54
Zhang Jie Luo menepati janjinya. Ia beserta seluruh anak buahnya segera kembali ke China dan tidak akan pernah kembali lagi ke Indonesia. Sedangkan, Bara dan Mitha berbahagia kembali setelah cinta mereka mendapat ujian dari Zhang Jie Luo.
Bara dan Mitha segera kembali pulang ke kediaman keluarga Standford. Untuk bertemu dengan kakek Jimmy beserta buah hati mereka. Setelahnya, satu keluarga tersebut pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Sean yang masih terbaring koma di rumah sakit.
Saat itu, Lova tertidur di sisi tubuh Sean yang sedang terbaring sakit. Mitha yang sudah sampai di rumah sakit saat ia melihat kondisi Lova yang tertidur di sisi Sean ia merasa iba dan menderita. Bagaimana pun juga Mitha dapat merasakan apa yang dirasakan oleh Lova karena mereka adalah saudara kembar. Dan, tak terasa air matanya menetes.
Aku sungguh tidak berdaya melihatnya seperti ini, ia terlihat begitu menderita karena Sean, semoga saja ada keajaiban yang dapat menyelamatkan Sean...agar mereka dapat bersama dan meniti hari yang baru lagi untuk selamanya.
Bathin Mitha. Harapan Mitha dan harapan semua orang berkumpul menjadi satu. Dan, seluruh keluarga telah berada di sana termasuk kakak Mitha dan Lova beserta ibunya serta Zean beserta istrinya. Do'a senantiasa mereka panjatkan kepada Illahi akan tetapi sebaik-baiknya do'a. Illahi jua yang menentukan hidup mati seseorang.
Sebagaimana, setiap insan manusia harus kembali ke sisi Illahi untuk selamanya. Begitulah, hal itu berlaku untuk Sean. Setelah, mengalami koma yang begitu panjang Sean pun bangun dari koma dengan denyut nadinya yang lemah. Saat ia bangun dari koma ia melihat Lova ada di sisinya.
"Lova?"
Panggilnya lemah sambil mengusap lembut rambut Lova meskipun tenaganya sedikit lemah. Lova terbangun dari tidurnya.
"Sean! Kau sudah bangun! Hu...hiks."
Ucap Lova sambil menangis. Lalu, Lova pun bergegas bangkit untuk memanggil dokter dan seluruh keluarga. Akan tetapi, Sean mencegahnya. Sean, memegang tangan Lova.
"Tidak perlu memanggil mereka...waktuku tidak banyak, Lova?"
Ucap Sean.
"Mengapa, kau berkata begitu Sean? Ap...apa yang sedang kau bicarakan, Sean? Kau pasti selamat dan kau pasti sembuh."
Ucap Lova menghibur Sean. Sean tersenyum mendengar kata-kata Lova. Namun, senyum tersebut begitu kecut.
"Bukankah, setiap orang harus pergi Lova? Agar orang yang disayanginya memiliki kesempatan dengan orang yang dikasihinya?"
Ucap Sean.
"Apa! Jangan bicara sembarangan Sean...apa yang kau katakan?"
Ucap Lova.
"Sudahlah, aku tahu Lova...selamanya hatimu hanyalah milik Zean...bukan milikku...aku merestuimu dengan Zean...pergilah!"
Ucap Sean sambil menarik Lova dalam pelukannya dan mencium keningnya untuk yang terakhir kalinya. Meneteslah air mata Lova untuk kesekian kalinya. Tiba-tiba, tangan Sean yang memeluk Lova pun lunglai jatuh ke bawah dan tak bertenaga. Lova terkejut, ia pun menjerit histeris.
"Sean! Tidak! Jangan, tinggalkan aku! Hu...hiks."
Ucap Lova memanggil nama Sean sambil menangis. Semua yang ada di luar ruangan rumah sakit menjadi panik ketika tiba-tiba mendengar suara Lova menjerit. Mereka semua pun berhamburan masuk ke dalam ruangan kamar dimana Sean dirawat intensif.
Mereka bertanya kepada Lova apa yang terjadi. Namun, Lova tidak dapat menjelaskan apa-apa karena ia shock. Mereka semua pun berinisiatif memanggil dokter. Dokter pun datang dan memeriksa keadaan Sean. Seluruh keluarga pun menunggu sampai dokter selesai memeriksa.
Tidak berapa lama kemudian dokter memeriksa denyut nadi Sean. Dokter pun mengatakan kalau Sean sudah meninggal dunia. Betapa terpukulnya seluruh keluarga ketika mendengar berita tersebut. Terutama Zean, ia berteriak histeris sejadinya.
"Tidak, dokter! Itu tidak benar! Kakakku masih hidup kan, dokter...itu tidak mungkin, kakakku sudah meninggal...tidak dokter...katakan dokter, itu tidak benar!"
Ucap Zean sambil mengguncang tubuh sang dokter. Namun, dokter tersebut hanya diam saja dan tidak menjawab. Ia menundukkan kepalanya sambil berkata.
"Maaf, tuan Zean! Kakak anda, Sean sudah meninggal dunia."
"Apa! Tidak, dokter!"
Ucap Zean. Lova yang melihat keadaan tersebut pun berkata kepada Zean sambil berurai air mata.
"Dokter, benar Zean! Sean sudah meninggal."
Ucap Lova.
"Kau! Yah, kau penyebabnya...kau penyebab kakakku meninggal, Lova!"
Ucap Zean menuding Lova sambil memegang kedua bahu Lova.
"Hentikan, air matamu Lova! Kakakku tidak membutuhkan air mata palsu, Lova...kau tidak mencintainya! Yang kau inginkan hanya aku."
Ucap Zean melemparkan kata-kata yang demikian menyakitkan untuk Lova. Dan, Lova semakin menangis bersedih.
"Hiks, Zean? Mengapa, kau berkata seperti itu? Cintaku kepadanya juga sama seperti kepadamu."
Ucap Lova menangis.
"Tidak, Lova? Kau telah membuat kakakku meninggal...selanjutnya, jangan pernah berharap kalau aku akan membuka hatiku lagi untukmu...sekali kau membuangku...selamanya kau pun tidak ada lagi untukku."
Ucap Zean. Dan, ucapan Zean tersebut pun sukses membuat seluruh keluarga yang ada disana terkejut. Mereka tidak menyangka jika Zean akan berkata hal seperti itu kepada Lova. Padahal, mereka tahu bagaimana cinta Zean kepada Lova. Namun, wajar saja jika Zean berkata seperti itu terhadap Lova.
Memang Lova yang menjadi penyebab kecelakaan yang menimpa Sean. Karena, Sean patah hati dan kecewa dengan sikap Lova kepada dirinya. Sebab, Lova masih sangat mencintai Zean. Sean kecewa kepada Lova sehingga Sean menenggelamkan dirinya dalam minuman keras yang membuatnya mabuk.
Sekaligus, yang membuat Sean hilang kendali atas kesadarannya mengemudi mobil. Yang, mengakibatkan kecelakaan yang menimpa Sean. Dan, membuat Sean koma dalam waktu yang cukup lama.
"Kau yang membuatnya mengalami kecelakaan! Kau membuatnya koma dan tidak sadar...kau juga yang mengambil nyawanya! Aku benci kau, Lova...pergi kau dari hidupku! Jangan, pernah kau kembali lagi! Aku akan segera menceraikanmu!"
Ucap Zean. Semua yang ada disana mendengar kata-kata Zean, mereka menjadi terkejut. Mereka tidak menyangka Zean sanggup mengatakan hal tersebut. Istri Zean yang ada disana pun segera menenangkan Zean.
"Sudah, tidak baik jika membicarakan hal ini di rumah sakit...sebaiknya urus dulu administrasinya...dan, kita bawa kakakmu kembali ke rumah duka...agar ia dapat beristirahat dengan tenang."
Ucap Suzy.
"Baiklah!"
Ucap Zean kemudian mengurus administrasi Sean. Setelahnya, mereka pun membawa pulang jenazah Sean ke rumah duka sekaligus mengadakan acara pemakaman untuk Sean. Selama acara itu hanya ada Mitha serta Bara, ibu Mitha dan Lova beserta sang kakak Mitha dan Lova yang menghibur Lova dalam kesedihan.
Sedangkan, Zean semenjak hari itu tidak pernah ingin lagi mengingat Lova. Satu tahun kemudian Zean menceraikan Lova, setelah acara peringatan satu tahun meninggalnya Sean. Dan, sejak saat itu Lova menjalani hidupnya sebagai seorang janda namun Zean tidak pernah membiarkan Lova kekurangan harta.
Ia pun membagi harta milik Sean kepada Lova. Agar orang mengangggap ia bukan orang yang kejam terhadap Lova. Bagaimana pun juga ia pernah menikmati hari-hari indah bersama dengan Lova sampai satu peristiwa meninggalnya Sean membuatnya menjadi membenci Lova sampai kapan pun. Disinilah, kisah Lova yang memiliki hidup bersama dua suami meski akhirnya ia berpisah dengan keduanya. Namun, ia tetap tabah dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
TWO HUSBAND SEASON 2
T A M A T
Cover
Halo, semua penggemar Two Husband season 2 sudah tamat ya? Dan, akan ada sekuel ke 3 dari Two Husband lanjutan dari Two Husband season 2. Nantikan, ya dan ikuti terus ya?
Salam manis
Author