TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband-12



Setelah Zean puas menghajar Juan, ia pun segera kembali ke rumahnya. Sampai, di rumah ternyata kakaknya Sean dan Lova pun baru sampai di rumah. Mereka berpapasan. Zean yg melihat Lova pulang dengan kakaknya pun mengerti kenapa Lova menghindarinya. Itu semua pasti, karena kakaknya Sean yg dikenal memiliki watak yg tidak bagus. Apalagi, kalau sedang marah. Emosinya naik ke ubun-ubun sebanyak dua kali lipat.


Yg, terkadang amarah kakaknya itu tidak pandang bulu. Baik lelaki atau pun wanita sama saja di matanya. Itulah, yg terkadang membuatnya harus menjaga jarak dengan kakaknya. Ia tidak mau terlalu dekat dengan Sean karena Sean, itu sangat menakutkan kalau sedang marah. Apalagi, saat emosinya meledak.


Namun, sekilas saat berpapasan ia melihat banyak tanda merah di leher putih Lova. Ia terkesiap melihatnya.


"Siapa, yg berani memberikan tanda cinta di leher wanita yg aku suka?" ucap hati Zean.


"Ukh, sialan! Apakah, kakak yg memberikannya tanda cinta itu?" ucap hatinya lagi kesal.


Ingin sekali ia bertanya pada Lova. Namun, niat itu ia urungkan karena kakaknya. Sudah pasti, akan menimbulkan keributan nantinya jika nemang benar Sean yg melakukannya.


"Akh, sudahlah! Besok, saja aku tanyakan padanya!" ucap hatinya lagi.


Zean pun segera berlalu dan menyingkir dari sana. Sungguh, ia tak mau berurusan dengan kakaknya. Ia memutuskan untuk menanyai Lova esok harinya.


Sedang, Lova ia benar-benar merasa tidak enak hati kepada Zean. Zean sudah sangat baik sekali padanya. Tapi, ia malah membuat suasana menjadi ricuh karena Sean melarangnya untuk berteman dengan Zean.


Sean menangkap gelagat Lova yg memandangi punggung Zean. Terbersit, rasa cemburu di hatinya. Apalagi, ia melihat tatapan Lova seperti tatapan orang yg putus cinta. Tampak, sendu dan sedih.


Sean : "Apa, kau sudah puas menatapnya?"


Lova terkejut.


Lova : "Apa???"


Sean *** tangan Lova kuat sekali hingga membuat Lova terlihat kesakitan.


"Akh...., sakit!!!" pekiknya.


Menatap dengan tajam.


Sean : "Ku ingatkan, padamu! Ini, yg terakhir kali aku katakan padamu, Lova sayang??? Jangan, pernah aku melihatmu menaruh rasa pada adikku! Jika, tidak kau akan tahu apa akibatnya!!! Paham...!!!"


Dengan ketakutan dan gugup.


Lova : "I....Iya....a....aku....pa....ham!"


Sean : "Baguss!!! Sekarang, ayo ikut aku!"


Sean menarik tangan Lova kasar.


Lova : "Mau kemana?"


Sean menjawab ketus.


Sean : "Ke kamar! Istirahat!"


Sean terus saja menarik tangan Lova hingga sampai di kamarnya ia melepasnya. Sean menutup pintu kamar dan menguncinya. Melihat, itu Lova pun berkeringat dingin. Ia takut.


Lova : "Me...mengapa, kau mengunci pintunya?"


Sean berkacak pinggang.


Sean : "Mengapa? Tentu saja, agar kucing peliharaanku tidak lari dan selingkuh dengan adikku!"


Lova membulatkan matanya.


Lova : "Apa???"


Sean : "Sudah, diam! Sekarang, naik kesana dan tidur!"


Lova : "Apa? Tidur? Disana?"


Sean : "Iya"


Lova menolak.


Lova : "Tidak mau!!!"


Sean marah.


Sean : "Apa!!! Tidak mau? Coba, saja kau tidak mau. Maka, dengan senang hati aku akan memaksamu!"


Lova takut.


Lova : "Apa!!!"


Lova mundur beberapa langkah sementara Sean terus berjalan mendekatinya. Ia semakin, ketakutan dan mencoba untuk lari tapi sayang ia terjebak. Tubuhnya, menabrak tembok.


"Duk"


Kini, Sean ada di hadapannya. Sean menatapnya dengan intens dan liar. Sedangkan, Lova menundukkan kepalanya saja. Tak berani menatap.


Sambil berbisik Sean berkata....


Sean : "Lova sayang? Apa, kau tahu aku sudah susah payah menahan hasratku! Jangan, coba-coba memancingnya. Dengan, tingkahmu yg menyebalkan ini!"


Lova diam dan tak berani bersuara.


Sean : "Sekarang, naik kesana! Dan, tidur!" bisiknya.


Lova pun menganggukkan kepalanya. Lalu, ia pun melangkahkan kakinya dan naik ke atas tempat tidur.


Sean pun mengikutinya dan naik juga ke atas tempat tidur. Lova terkejut sekali.


Sean : "Kenapa, terkejut begitu? Hm? Ini, kan tempat tidurku?"


Lova : "Tapi, kan kamu dan aku kan bukan pasangan suami istri? Mana boleh, tidur bersama begini?"


Sean menaikkan satu alisnya.


Sean : "Memangnya, cuma pasutri aja yg boleh tidur bareng? Cowo lajang, kaya aku gak boleh tidur bareng sama cewe aku? Gitu?"


Dengan takut-takut.


Lova : "I....Iya, gak boleh sihh?"


Sean membentak Lova.


Sean : "Diam!!! Bukan kamu yg nentuin, tapi aku yg nentuin! Sekarang, tidur! Atau, aku akan menaruhmu di gudang bawah tanah!!!"


Lova : "Jangan!!! Baiklah, a...aku tidur!"


Lova tak dapat berkata apa-apa, saat Sean membentak dan mengancamnya. Ia pasrah saja dengan semua ucapan dan perlakuan Sean. Akhirnya, ia tidur bersama Sean. Sean pun tidur di sampingnya sambil melingkarkan tangannya di pinggang Lova. Ia memeluk Lova dan Lova dapat merasakan kehangatan pelukan Sean. Karena, rasa kantuk yg menyerangnya akhirnya ia pun tertidur lelap juga di sisi Sean dengan posisi saling berpelukan.


❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤


💦💦💦TWO HUSBAND💦💦💦