
Mitha menangis sesenggukan di pangkuan Irene. Irene menarik nafas seraya mengelus lembut kepala Mitha. Irene tidak tahu lagi apa yg harus ia perbuat untuk meredakan tangisan Mitha. Sungguh, ia tidak tahu kalau menantunya itu memiliki sifat kasar dan suka menganiaya Mitha.
"Hu...hiks...hiks."
Mitha : "Mitha sunggu tidak sanggup, bu? Mitha mau cerai saja sama Jhon."
Irene : "Sabar, nak? Tenanglah, semua pasti ada jalan keluarnya. Perceraian bukanlah jalan yg benar meski itu diperbolehkan."
Asraf tiba-tiba muncul setelah ia menguping semua pembicaraan Mitha dan ibunya.
Asraf : "Mitha, benar bu? Lebih baik Mitha bercerai saja dengan Jhon. Aku juga dari awal ada yg aneh sama Jhon."
Irene : "Tapi, masalah ini tidak semudah itu nak? Kamu sendiri kan tahu. Siapa itu Jhon. Dia adalah orang nomor 3 di dunia bisnis. Bisa gawat kalau menyinggung dia."
Asraf : "Cuma orang nomor tiga kan? Bukan nomor dua atau nomor satu. Heh! Aku tidak percaya."
Mitha masih menangis.
"Hu...hu...hu."
Irene : "Sudahlah, jangan menangis lagi."
Asraf : "Ck, ibu tidak lihat. Mitha sangat menderita!"
Irene : "Asraf! Ibu mohon, nak? Berhentilah!"
Asraf : "Ya sudahlah!"
Asraf sangat kesal sekali. Ia segera pergi dari hadapan ibunya. Asraf tidak sanggup melihat Mitha menderita. Ia ingin sekali Mitha terbebas dari Jhon dan kembali lagi tinggal bersama mereka. Tapi, Irene bersikeras perpisahan itu bukanlah jalan yg tepat. Irene berharap Jhon bisa berubah dan bisa mencintai serta menyayangi Mitha seperti dulu.
Irene tidak tahu kalau Jhon mempunyai riwayat penyakit menyimpang yg sulit sembuh jika bukan keinginan dari orang tersebut yg berkeinginan untuk sembuh. Dalam kebanyakan kasus, penyakit menyimpang itu sebenarnya bisa disembuhkan. Asal si penderita itu sendiri yg memiliki keinginan untuk sembuh. Selain, itu mereka juga harus berinteraksi dengan lawan jenis. Agar penyakit yg mereka derita bisa berangsur sembuh. Meskipun, belum sembuh total. Akan tetapi usaha memang diperlukan selain keinginan untuk sembuh.
Seandainya, Irene tahu kalau Jhon memiliki riwayat penyakit itu. Sudah pasti dia akan menyuruh Mitha untuk berpisah dengan Jhon. Namun, ternyata Irene sama sekali tidak tahu kalau menantunya itu adalah penyuka sesama jenis alias jeruk makan jeruk. Bahkan, Mitha sendiri pun tidak tahu kalau suaminya mengidap penyakit itu. Mitha menyangka sikap suaminya seperti itu karena kecewa padanya. Karena, dirinya sudah tidak suci lagi. Padahal, semua itu adalah topeng yg menutupi wajah Jhon yg sebenarnya. Andaikan saja, Mitha mengetahuinya. Pasti, Mitha juga tidak mau hidup satu rumah dengan lelaki seperti itu.
Nasi memang sudah menjadi bubur, kejadian yg membuat Mitha kehilangan kesuciannya pun juga tidak bisa diulang kembali. Mitha kini sangat sedih dengan nasib yg menimpa dirinya. Ibunya tidak tahu bagaimana ia kehilangan kesuciannya. Tentu saja, bukan karena Jhon. Tapi, ulah lelaki lain yg sengaja mencampur minuman Mitha dengan obat. Dan, lelaki itu juga yg membuat keretakan di dalam rumah tangga Jhon dan Mitha.
Dia adalah Marco. Saat ini, Marco sedang berada di rumah Brian bekas kekasih Jhon. Marco tampak kesal sekali. Wajahnya ditekuk sedemikian rupa seperti orang yg sedang patah hati. Brian menyodorkan minuman bir dalam kemasan kaleng kepada Marco.
Brian : "Kenapa, kamu kesal begitu."
Marco : "Kesal karena buruanku diambil pemburu lain."
Brian tertawa.
"Hahaha."
Brian : "Kau kesal karena kau kalah cepat dari pemburu lain. Kasian sekali kau!"
Marco menyeruput minumannya.
Marco : "Sialan, kau! Beraninya kau bilang begitu."
Brian : "Lalu, jika tidak kasian apalagi. Buruanmu dinikmati oleh orang lain. Dan, kau diam saja. Bahkan, kau tidak bisa berbuat apa-apa. Bukankah, itu kasian namanya."
Marco : "Huh! Kampret! Kau itu bukannya buat aku tenang malah buat aku semakin kesal saja. Sudahlah, malas bicara denganmu. Aku mau tidur duluan. Bye..bye..."
Brian : "Ya, tidurlah sana!"
Brian menenggak minuman itu sampai habis. Lalu, setelahnya ia pun juga merebahkan dirinya di ranjangnya yg empuk. Lalu, kemudian ia jatuh terlelap dalam mimpi yg indah.
Pagi harinya di kantor keluarga Standford...
Seorang lelaki tampan mengetuk pintu ruangan kerja Bara.
"Tok...tok...tok."
"Masuk"
Lelaki itu masuk dengan langkah pastinya. Di tangannya ia membawa berkas. Itu adalah berkas yg diminta oleh Bara beberapa hari lalu. Berkas tentang Mitha dan suaminya.
Lee : "Tuan muda? Saya datang membawakan berkas yg anda minta beberapa hari lalu."
Bara menghentikan sejenak kegiatannya dengan laptop kerjanya.
Bara : "Oh, mana berkasnya. Aku ingin lihat."
Lee menyerahkan berkasnya.
Lee : "Ini tuan?"
Bara menerima berkas tersebut. Ia membaca dan memperhatikan keseluruhan informasi tentang Mitha. Dan, ia terkejut ternyata Mitha memiliki seorang saudara kembar yg bernama Lova. Istri dari Sean Frederick, seorang lelaki sukses nomor dua di Asia.
Bara : "Wow, informasinya sangat bagus dan akurat sekali. Bahkan, ternyata dia memiliki saudara kembar? Dan, saudaranya menikah dengan Sean Frederick. Bagus sekali, kapan-kapan aku ingin bertemu dengan keluarga Frederick untuk menawarkan kerjasama bisnis dengannya."
"Sekaligus sambil menyelam sambil minum air."
Bara membatin, terbersit niat dalam hatinya ia ingin mendekati Mitha sekaligus juga ia ingin menawarkan kerjasama dengan perusahaan miik keluarga Sean.
Lee : "Setidaknya informasi yg saya kumpulkan memang begitu adanya tuan?"
Bara : "Ya, aku cukup puas."
Lee : "Tentu saja, tuan. Tuan muda, akan lebih puas lagi kalau tuan sudah membaca berkas suami nona Mitha."
Bara : "Oh, ya? Apakah, ada sesuatu yg menarik?"
Lee : "Tentu saja, tuan?"
Bara segera membaca berkas suami Mitha yaitu Jhon. Bara tampak terkejut sekali ketika membaca informasi tentang Jhon.
Bara : "Apa!!! G*y???"
Lee : "Iya, tuan. Lelaki yg bernama Jhon itu adalah seorang pria sukses di dunia bisnis. Tapi, sayang ia memiliki penyakit menyimpang."
Bara : "Dan, istrinya itu tidak tahu? Begitu?"
Lee : "Anda benar sekali, tuan?"
"Pantas saja ketika aku menyentuhnya ia masih suci. Ternyata begitu. Kasian sekali dia. Menikah dengan orang yg sama sekali tidak akan pernah memberinya keturunan."
Bara menyimpulkan kejadian saat malam itu dengan informasi yg ia baca barusan. Benar-benar, mengejutkan.
"Jadi, tunggu apalagi? Aku akan merebutnya. Memangnya, kenapa dengan lelaki itu? Toh, ia hanyalah lelaki yg tak bisa memberikan kebahagiaan bathin untuk Mitha."
Bara semakin mengukuhkan keinginannya untuk mendapatkan Mitha bagaimana pun caranya. Meski, ia harus menggunakan cara licik untuk mendapatkan Mitha. Apa pun akan ia lakukan, meski ia harus berhadapan dengan Jhon sekali pun. Ia sudah memutuskan begitu. Lagipula, kakeknya sudah mendesaknya untuk menikah. Dan, mau tak mau ia memang harus mewujudkan keinginan kakeknya itu. Mengingat sifat kakeknya yg sesukanya saja jika sudah mempunyai keinginan. Maka keinginannya itu harus terlaksana. Jika, tidak tentu akan menjadi masalah untuknya nanti di masa depan.
Bersambung....
TWO HUSBAND Season 2