TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband S2-52



Kisah sebelumnya...


"Sini...ayo...kemarilah. Duduk disini denganku. Dan, kita berbincang panjang lebar bersama."


Ucapnya lagi sambil menarik lengan Zean untuk duduk di kursi yang ada di rumah sakit itu.


Two Husband S2 eps 52


Bara menghubungi sahabatnya Paul dan menceritakan bahwa istrinya, Mitha diculik.Tapi, ia tidak tahu siapa yang menculik istrinya tersebut. Bara sangat pusing dan panik ketika ia berbicara dengan Paul. Paul di seberang sana yang sedang mendengarkan dengan seksama mencoba untuk menelaah siapa kiranya dalang dibalik penculikan Mitha.


"Aku mencoba untuk berpikir jernih Bara, siapa dalang dibalik semua ini."


Ucap Paul cemas.


"Si penculik ini begitu lincah dan ia sanggup menculik Mitha tepat di depan kediamanku sendiri."


Balas Bara.


"Bukankah itu tindakan yang sangat berani? Dia menculik istri seorang bos besar perusahaan terkenal di dunia."


Oceh Paul mencoba menghilangkan kecemasan di hati mereka berdua.


"Jangan konyol kamu Paul, apa-apaan kata-katamu itu. Seriuslah! Saat ini Mitha dalam bahaya. Apa, kau tak mengerti kecemasanku!!!"


Hardiknya marah.


"Oh, maaf...maaf...aku tadi hanya bercanda."


Balas Paul.


"Ini bukan saatnya untuk bercanda Paul! Ini masalah yang sangat serius!"


Hardik Bara lagi.


"I...iya...aku kan sudah minta maaf? Janganlah kau marah lagi Bara?"


Ucapnya memelas. Di seberang sana Bara menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Benar-benar ia harus tahan diri terhadap Paul. Karena dia tahu temannya yang satu ini memang suka bercanda dan jarang sekali bersikap serius.


Sangat berbeda dengan temannya yang satu lagi, Sean. Tapi, ia tidak mungkin mengharapkan bantuan Sean karena Sean sekarang dalam kondisi koma akibat kecelakaan parah ketika ia menyetir dalam keadaan mabuk. Maka terpaksa ia harus menghubungi Paul dan meminta pertolongan padanya.


"Jadi, bagaimana sekarang?"


Kata Paul mencoba serius.


Untuk sejenak Bara terdiam dan mencoba berpikir apa yang akhir-akhir ini sedang terjadi. Ia memikirkan segalanya lalu, tiba-tiba terpikir sesuatu di kepalanya.


"Laki-laki itu! Ya, laki-laki itu!"


Ucapnya tiba-tiba. Membuat Paul yang sedang mendengarkan dengan seksama di seberang sana jadi bingung.


"Laki-laki??? Siapa??? Hei, Bara laki-laki siapa yang kau maksud? Apakah aku?"


Katanya setengah berteriak.


"Tunggu...tunggu dulu Paul. Aku sedang memikirkan sesuatu." balas Bara. "Apa, ayo cepat katakan padaku."


Ucap Paul penasaran.


"Ada seorang laki-laki warga negara China yang mengganggu Mitha."


Kata Bara menjelaskan.


"Waooo, lelaki China? Anjay....siapa itu? Penggemar berat istrimukah, kawan?"


Ucap Paul meledek.


"Kampret...sialan kau Paul. Bukan seperti itu!"


Kata Bara lagi. "Jadi, apa??? Coba jelaskan? Jelaskan! Aku tidak tahan lagi, aku ingin kau menceritakan segalanya padaku."


Ucapnya sambil meledek. Tapi, ledekan Paul sekali ini tidak dihiraukan oleh Bara. "Laki-laki itu, sepertinya dalang dari penculikan ini."


Kata Bara menjelaskan.


"Lalu???"


Tanya Paul.


Jawab Bara.


"Hei, itu terlalu lama prosesnya Bara! Bisa-bisa nanti Mitha jadi bubur basi disana!"


Oceh Paul setengah meledek.


"Kampret kau Paul, istriku bukan bubur basi tahu! Sudah lakukan saja dan aku akan segera bergerak! Jika benar dia dalangnya, maka aku tinggal meratakan dia dengan tanah!!!"


Geram Bara marah.


"Waw, sepertinya kau sangat terluka kawan? Baiklah, misi dijalankan. Tunggu kabar dariku dalam...., 2 jam lagi. Oke...!"


Ucap Paul tegas. Telepon berakhir, dan Bara merasa lega setelah meminta bantuan Paul. Paul sebenarnya sangat cekatan dalam mencari informasi. Ia memiliki jaringan luas di seluruh dunia. Sekali ia letakkan jari-jarinya di komputer maka ia akan meretas segalanya. Hacker, ya Paul seorang hacker. Namun, keberadaannya begitu tersembunyi karena sifatnya yang suka bercanda dan suka berpesta.


Ia sangat ahli menutupi jati dirinya sebenarnya. Ia seperti bunglon yang mampu menyamarkan dirinya dan tidak menarik perhatian musuh-musuhnya. Karena, jika ia salah langkah saja maka ia akan jadi mangsa para pembunuh bayaran di seluruh dunia. Karena, dia berhasil meretas profil mereka dan tugas apa saja yang mereka lakukan.


Sudah satu jam dia mengotak atik komputer miliknya. Dan, akhirnya ia mendapatkan satu profil yang mengejutkan disana.


"Tian Cheng? Bukankah dia salah satu pembunuh bayaran terkenal di China? Bekerja untuk siapa dia, coba aku lihat disini."


Ucapnya berbicara sendiri. Ia mengotak atik lagi komputernya.


"Ketemu! Ehh...profil siapa ini! Zhang Jie Luo??? Bos besar di China?"


Ucapnya sambil mengernyitkan dahinya.


"Aku harus memberitahu Bara tentang ini. Aha, kukirimkan saja ke ponselnya. Ck..., aku malas jika harus bicara dengannya. Dia selalu membentakku. Benar-benar teman yang menyebalkan!"


Ocehnya kesal. Serta merta ia langsung mengambil ponselnya lalu mengirim file tersebut kepada Bara.


"Ting. Selesai! "Ahh, capeknya badanku ini."


Ucap Paul sembari meluruskan kaki-kakinya di pembaringan. Namun, baru saja ia hendak berbaring tiba-tiba saja ponselny berdering. Ia mengambil ponselnya lalu ia melihat layar display di ponselnya itu. Tertera nama seseorang yang selalu membuatnya kesal.


"Ck..., Bara lagi...Bara lagi...!"


Ucapnya kesal. Meski kesal dia pun mengangkat ponsel tersebut.


"Halo, Bara!"


Jawabnya. Di seberang sana terdengar suara Bara.


"Bagus, kerja bagus Paul! Terima kasih! Kau dapat menyelesaikan misi ini dengan baik."


Pujinya. Mendengar pujian itu membuat hati Paul jadi bahagia.


"Ya, tentu saja. Demi temanku, apa yang tidak bisa aku lakukan. Semuanya dapat aku lakukan."


Senangnya.


"Ya, tentu saja. Karena kau temanku! Oh, ya Sean masuk rumah sakit!"


Ucap Bara. Paul terkejut bukan main ketika ia mendengar Bara mengatakan hal tersebut.


"Apa!!! Rumah sakit??? Kapan???"


Tanyanya bertubi-tubi. Tadi, beberapa jam yang lalu. Kau jenguklah dia. Dia dalam kondisi koma."


Balas Bara. "I...Iya...aku segera kesana."


Ucapnya pelan. Lalu, panggilan itu pun selesai.


Setelah mematikan ponselnya. Bara segera bertindak untuk menyelamatkan Mitha. Ia benar-benar geram terhadap sosok yang menculik istrinya itu. Dan, ia tidak ingin Mitha terluka oleh laki-laki yang ternyata sangat menyukai istrinya itu. Ia membawa beberapa pucuk senjata dan pistol. Juga sekaligus ia mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mengepung markas dimana Zhang Jie Luo menyekap Mitha.


Hari itu akan terjadi baku tembak antara Bara dan Zhang Jie Luo. Baku tembak besar-besaran antara keduanya. Bara dengan hasrat ingin mengambil Mitha kembali ke sisinya. Dan, Zhang Jie Luo dengan hasrat ingin memiliki Mitha sekaligus melenyapkan Bara. Peristiwa berdarah diantara kedua kubu tersebut akan terjadi tidak lama lagi.


Sebab keduanya menginginkan sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupan mereka. Dan, keduanya sangat ingin memilikinya meskipun harus mempertaruhkan nyawa. Namun, mereka berdua tidak peduli. Karena, Mitha memang layak mendapatkannya dari keduanya.


Namun, jauh di dalam hati Mitha hanya ada Bara seorang. Dan, Zhang Jie Luo ingin memaksakan hubungan yang sesungguhnya telah lama hancur karena ulahnya sendiri. Yang membuat Mitha pergi jauh dari sisinya.


Bersambung...


TWO HUSBAND SEASON 2