
Kamar pribadi Bara dan Mitha....
Sepasang muda mudi yg telah menikah kontrak ini, tampak bahagia. Bara memeluk Mitha erat dalam keheningan. Mereka merasakan kehangatan asmara yg masih terasa di antara mereka.
Bara : "Apa, kau bahagia?"
Mitha : "Hm?"
Bara : "Sayangku, Mitha? Apa, kau bahagia dengan pernikahan kontrak kita ini?"
Mitha : "Bahagia. Sangat bahagia."
Bara : "Benarkah?"
Mitha : "Iya"
Bara : "Aku juga, sangat bahagia sekali. Um?"
Mitha : "Apa?"
Bara : "Apa, aku sudah boleh menyentuhmu?"
Mitha : "Ha? Te...tentu saja. Bo...boleh?"
Bara : "Benarkah? Kau tidak akan menyesal?"
Mitha : "Tentu saja tidak."
"Hehe..., jujur sekali dia ini."
Bara tersenyum dalam hati.
Bara : "Baiklah, tapi sebelum itu aku akan bilang padamu tentang satu hal."
Mitha : "Apa itu?"
Bara : "Malam itu di hotel Black Star. Aku yg mengambil kesucianmu."
Mitha kaget.
Mitha : "Apa! Ja...jadi, kau yg mengambilnya? BS?"
Bara mengangguk. Ia sudah siap jika Mitha marah dan mencaci maki dirinya. Tapi, kenyataannya Mitha tidak marah padanya. Mitha malah memeluknya semakin erat. Bara semakin terkejut dibuatnya.
Mitha : "Aku bersyukur laki-laki malam itu adalah kamu bukan Marco. Jika, tidak maka selamanya aku akan menyesali nasibku sendiri."
Bara : "Benarkah? Apa, kau tidak marah padaku atas apa yg kulakukan pada dirimu?"
Mitha menggeleng lemah.
Mitha : "Tidak, sayang?"
Bara : "Oh, sayangku. Terima kasih ya? Aku sangat mencintaimu, sayang?"
Bara mengecup kening Mitha lembut. Mitha memejamkan matanya sesaat. Ia merasakan kecupan itu sangat hangat baginya. Kehangatan itu baru pertama kali itu ia rasakan. Bahkan, semenjak ia menikah dengan Jhon ia tidak pernah merasakannya barang sedikit pun. Ia hanya mendapat caci maki Jhon dan sifat ketus Jhon pada dirinya. Entah apa sebabnya Jhon seperti itu kepadanya.
Tapi, sekarang ia merasa lega sekali. Sebab, sudah ada Bara sekarang yg mencintai dan menyayanginya serta menghargai dirinya. Meski, ia sempat kehilangan kesuciannya. Namun, ia tidak marah pada Bara. Karena, itu semua bukan salah Bara. Tapi, salah dirinya sendiri begitu percaya pada lelaki yg baru ia kenal seperti Marco.
Ciuman lembut di kening itu turun menuruni ceruk hidung Mitha. Terus turun ke bawah menuruni bukit hidungnya yg mancung. Turun ke bawah melewati hidung dengan sedikit bulu halus disana. Lalu, sampai ditujuan yg ingin dicapai, yaitu bibir merah itu dan ia melahapnya. Sentuhan itu terasa sangat lembut terasa bagi Mitha. Ia merasa melayang di udara. Ciuman itu terasa ringan bagaikan kapas dan lembut bagaikan cream.
Mitha sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya pasrah pada lelaki yg mencintai dirinya. Dan, menyayangi dirinya. Perlahan, semua perlakuan Bara semakin liar dan memangsa dirinya sampai habis tak tersisa. Entah sudah berapa kali Bara melakukannya. Ia pun sudah tidak ingat lagi. Karena, ia lalu jatuh tertidur kelelahan di sisi Bara. Bara pun memeluknya demikian eratnya.
Malam berlanjut di iringi suara jangkrik malam yg menghiasi sunyinya dan pekatnya malam. Udara malam yg dingin masuk dari jendela yg terbuka. Menyapu kulit dua insan berlawanan jenis itu. Dan, malam pun berlalu dengan suara halus deru nafas dua insan yg kelelahan tersebut.
.
.
.
.
.
.
Sementara itu di ruang tamu...
Jimmy masih tetap asyik bermain ular tangga bersama Lee. Padahal Lee sudah mengantuk berat akan tetapi, Jimmy tidak mau melepasnya pergi. Jimmy tetap bersikeras ingin ditemani bermain dengan Lee sampai pagi.
Lee : "Tuan besar, sudah ya? Saya sudah mengantuk, tuan? Hoaammm...."
Jimmy : "Enak saja, mau udahan. Pokonya kamu temani saya bermain sampai pagi. Ayo, kamu putar lagi dadunya."
Lee memutar dadu tersebut. Namun, sialnya ia malah dapat nomor jebluk. Dadunya yg susah-susah naik ke atas akhirnya turun lagi ke bawah. Melihat hal itu membuat Jimmy tertawa terbahak-bahak.
Lee mengumpat kesal.
"Sial"
Jimmy : "Haha, hei...Lee. Kamu itu hanya jago jadi asistennya boneka kesayanganku saja. Untuk permainan ini kamu selalu saja kalah dari orang tua ini. Ck...ck...ck...."
Lee : "Tentu saja, tuan. Karena, demi menjaga kelancaran perusahaan yg besar. Saya harus bekerja ekstra hati-hati. Dan, bahkan hampir seluruh waktu saya. Saya habiskan hanya untuk pekerjaan saya ini."
Jimmy : "Wah, aku salut padamu. Nah, kau kalah. Silahkan kau minum susunya. Hehe..."
Lee kaget, ketika ia melihat Jimmy menang lagi. Ia menangisi nasibnya yg sial. Yang harus selalu disuruh minum susu apabila ia mengalami kekalahan.
Lee : "Hu...hiks...tuan besar. Tolong ampuni saya."
Jimmy : "Tidak bisa. Kamu sudah menghabiskan dua gelas susu putih. Sekarang sisa satu gelas. Kamu habiskan juga, sayang kalau tidak diminum. Kasihan pelayan tuaku Will sudah susah-susah membuatnya."
Lee : "Hiks...tuan besar. Anda sangat jahat sekali."
Jimmy : "Enak aja, kamu bilang orang tua ini jahat. Saya akan turunkan gajimu nanti. Huh!"
Lee : "Apa! Jangan, tuan."
Jimmy : "Kalau begitu?"
Lee : "Saya akan minum susunya."
Karena, Lee takut gajinya akan diturunkan oleh Jimmy. Ia menurut saja meminum susu putih yg sudah disiapkan oleh Jimmy melalui Will tadi.
Jimmy : "Sudah habis?"
Lee : "Hu...sudah tuan? Sekarang, bolehkah saya kembali tuan?"
Jimmy : "Wah...wah...bagus...bagus. Haha...karena susunya sudah habis. Dan, saya pun sudah lelah. Maka kamu boleh kembali."
Lee : "Terima kasih, tuan? Saya pulang, tuan. Permisi?"
Lee berlari ke depan mansion. Ia segera naik mobil milik tuannya. Dan, kembali ke rumahnya. Sedari tadi ia ingin pulang karena istrinya sudah bolak-balik menelepon dirinya. Tapi, Jimmy menghalangi dirinya. Tidak memperbolehkan dirinya pulang cepat-cepat dan harus menemaninya bermain.
Sejak, malam itu Lee berjanji ia tidak akan mengganggu kegiatan tuan besarnya lagi. Karena, hukuman yg diberikan oleh Jimmy benar-benar membuatnya kapok dan jera. Sampai di rumah ia muntah-muntah karena kebanyakan minum susu. Istrinya sampai harus membuatkan obat herbal untuk dirinya. Istrinya bernama Suci Handayani.
Suci : "Sayang? Ada apa denganmu? Kamu kemana saja. Kok jam 4 pagi kamu baru pulang."
"Hoekkk...hoeekkkk."
Lee lagi-lagi mengumpat.
Lee : "Dasar, susu sialan! Buat aku kaya orang ngidam aja."
Suci : "Apa! Susu????"
Lee : "Oh, maaf sayang? Aku pulang telat. Tadi, aku ditahan tuan besar menemaninya bermain ular tangga. Aku kalah, dan aku dapat hukuman."
Suci : "Hukuman? Hukuman apa?"
Lee : "Minum susu 3 gelas."
Suci : "Apa! Minum susu 3 gelas?"
Lee : "Iya, duhh...aku benar-benar kaya orang ngidam. Muntah-muntah kaya gini. Gimana besok aku mau kerja."
Suci : "Ya udah, aku buatin obat herbal ya untuk kamu. Biar kamu mendingan dan besok bisa kerja lagi."
Lee : "Iya"
Suci : "Kamu berbaring saja dulu disana."
Lee : "Iya, sayang?"
Lee menuruti kata-kata Suci. Ia berbaring dan mengistirahatkan dirinya disana. Ia merasa lelah setelah tadi ia habis menemani Jimmy bermain.
Bersambung...
TWO HUSBAND Season 2
NB :
Jangan JIPLAK karya saya.
Buatlah karya kamu sendiri dengan hasil imajinasimu sendiri. Jangan, jiplak karya orang lain. Itu kalau kamu mau karya kamu dihargai orang lain. Hargailah dulu karya orang lain dengan cara tidak menyalin atau menjiplaknya. Oke...😊😊😊
Trim's
Author