TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband S2-32



Setelah berkata begitu. Tian Cheng meninggalkan Zhang Jie Luo. Zhang Jie Luo melihat Tian Cheng pergi dari sana. Ia tak bisa membalas pukulan Tian Cheng. Karena, dia sadar dia salah. Yang menyebabkan Mitha pergi dari sisinya.


Two Husband S2 Eps 32


9 bulan kemudian.....


Mitha pun melahirkan seorang bayi perempuan yg lucu. Sesuai, dengan keinginan Jimmy. Bayi merah perempuan tersebut diberi nama Cecilia Standford. Bayi itu masih berada di ruangan bayi. Mitha melahirkan dengan normal.


Seluruh, keluarganya datang termasuk ibu dan kakaknya Asraf. Irene dan Asraf sudah mengetahui tentang pernikahan Mitha dan Bara. Karena, sesuai janji Bara pun memenuhi keinginan Mitha untuk memberitahu orang tua dan kakaknya Asraf tentang pernikahan mereka.


Untung saja orang tuanya dapat mengerti tentang situasi dan kondisi dirinya. Orang tuanya akhirnya dapat menerima Bara sebagai menantu keluarga itu. Asraf pun senang. Akhirnya, ia dapat melihat senyum itu lagi terukir di bibir Mitha. Ia bahagia jika ia melihat Mitha bahagia.


Dan, sekarang kebahagiaan itu terlihat jelas di depan matanya. Kelahiran sang buah hati yg dinanti kedua belah pihak keluarga. Lahirnya seorang bayi perempuan yg kemudian diberi nama Cecilia Standford. Menambah kebahagiaan mereka semua. Demikian juga dengan Lova dan Sean. Mereka juga sangat bahagia dengan hari yg membahagiakan itu. Kelahiran putri pertama keluarga Standford. Yang akan mengisi kekosongan di mansion tersebut.


Tepat bersamaan dengan lahirnya sang bayi perempuan itu. Saat itu juga, Zhang Jie Luo telah tiba di Indonesia. Ia menghirup dalam-dalam udara yg sudah lama ia rindukan. Persis seperti saat ia merindukan Mitha. Seperti itulah, udara yg merangsek masuk ke dalam tubuhnya. Mengisi setiap kekosongan yg ada di dalam tubuhnya. Dan, mengeluarkan sesuatu yg sudah tidak diperlukan lagi.


Tian Cheng : "Bagaimana, rasanya? Menghirup kembali udara di tempat yg banyak memberikan kenangan hitam dalam hidupmu."


Zhang Jie Luo : "Rasanya luar biasa. Sungguh sangat menyenangkan sekali. Bisa menghirup udara di sini lagi. Dan, bisa merasakannya di seluruh tubuhku."


Tian Cheng : "Udara itu ibarat dirinya yg telah lama kau rindukan. Mengisi setiap kekosongan yg kau rasakan selama ini. Zhang-Zhang, apa kau bahagia kembali kesini. Karena, kedatanganmu kali ini adalah mengambil kembali milikmu yg sudah diambil secara paksa."


Zhang Jie Luo : "Pembalasan dendam, tentu saja. Aku bahagia. Bahkan, aku sangat bahagia sekali. Melebihi apa pun kebahagiaan ku ini."


Tian Cheng menepuk pundak Zhang Jie Luo.


Tian Cheng : "Kalau begitu bersiaplah, aku sudah memasang perangkap untuk mereka berdua. Jason dan Heidi. Rencana awal dimulai dari mereka berdua dulu. Setelah, milikmu kembali barulah kau bisa merebut kembali dirinya yg telah lama diambil."


Zhang Jie Luo : "Bagus! Aku sudah tidak sabar lagi. Ayo, mari pergi."


Tian Cheng tersenyum.


Tian Cheng : "Aku suka caramu."


Tian Cheng dan Zhang Jie Luo segera pergi untuk menjalankan aksi dan rencana mereka berdua. Tian Cheng sudah memasang perangkap untuk Jason dan Heidi. Agar, perusahaan yg dahulu milik Zhang Jie Luo kembali ke tangan pemilik aslinya. Tian Cheng sangat ahli bermain strategi. Dan, memang ia sudah bersiap sedia untuk menghadapi Jason dan Heidi yg kini menguasai jalur kemudi perusahaan Leon's Group.


Perusahaan Leon's Group.


Jason sedang duduk di kursi kebesarannya. Heidi datang ke kantor karena diberitahu oleh Jason bahwa ada pihak dari Macau yg ingin bekerjasama dengan perusahaan mereka.


Heidi : "Nak?"


Jason : "Oh, ibu sudah datang?"


Heidi : "Iya, nak?"


Heidi mengambil kursi dan duduk di hadapan Jason.


Heidi : "Coba katakan pada ibu. Benarkah yg kau katakan itu?"


Jason : "Iya, tentu saja bu?"


Heidi : "Wow, bagus sekali. Sepertinya, kerjasama ini akan menguntungkan perusahaan kita."


Jason : "Iya, bu. Keuntungannya milyaran rupiah."


Heidi : "Jadi, bagaimana. Kapan, kerjasama itu akan disepakati dan ditandatangani."


Jason : "Hari ini. Di hotel, Chandra Gratika."


Heidi : "Pergilah, nak."


Jason segera pergi untuk menemui pihak dari Macau untuk segera bekerjasama dengan mereka. Sedangkan, Heidi ia segera kembali ke rumahnya. Jason dan Heidi tidak tahu bahwa pihak dari Macau yg sesungguhnya yg ingin bekerja dengan mereka itu adalah Jhon Leon yg kini sudah berganti nama dan wajah.


Tujuan utama dari Jhon yg baru adalah mengambil kembali semua miliknya. Termasuk kekuasaannya di perusahaan milik keluarganya. Agar, ia bisa menarik kembali perhatian Mitha dan membawa Mitha kembali dalam pelukannya. Akankah, dia berhasil?


Hotel Chandra Gratika


Jason sudah sampai di hotel tersebut. Ia bertemu dengan orang dari perwakilan perusahaan yg menyambutnya di lobi hotel. Kemudian, orang tersebut membawanya untuk bertemu dengan pimpinan dari perusahaan dari negara Macau tersebut. Ia bertemu dengan Zhang Jie Luo di dalam kamar hotel. Ya, pertemuan itu dilakukan di dalam kamar hotel. Saat itu Zhang Jie Luo sudah siap-siap menunggunya di dalam ruang kamar hotel. Entah mengapa sebabnya Zhang Jie Luo mengadakan pertemuan bisnis di dalam kamar hotel.


Jason berpikir begitu. Biasanya pertemuan bisnis diadakan di tempat khusus seperti resto atau juga di sebuah ruangan didalam perusahaan. Tapi, ini beda. Justru Zhang Jie Luo mengadakan pertemuan di dalam kamar hotel.


Zhang Jie Luo : "Ah, anda pasti bertanya-tanya mengapa aku mengadakan pertemuan di sini. Di dalam kamar hotel pribadiku. Aku hanya ingin tempat yg tenang dan tidak berisik. Agar, kerjasaam kita dapat terjalin dengan baik."


Jason : "Oh, ternyata begitu. Iya, tuan Zhang. Saya tadi sempat bertanya begitu dalam hati. Mohon maafkan saya, jika itu menyinggung hati tuan Zhang."


Zhang Jie Luo : "Tidak apa-apa, tuan J. Bolehkah, saya memanggil anda begitu?"


Jason : "Tuan J? Tentu. Tentu saja boleh tuan. Kenapa tidak?"


Zhang Jie Luo : "Tuan J, sungguh murah hati. Saya jadi tersanjung karenanya."


"Saking murah hatinya, kamu sampai mengambil semua milikku. Huh, Jason lihat saja. Aku pasti akan membuatmu bertekuk lutut di bawah kakiku. Dan, memohon ampun padaku."


Jason : "Tidak apa-apa. Orang-orang pun mengatakan begitu tentang saya tuan."


Zhang Jie Luo : "Iya...iya."


Jason : "Jadi, tuan bisakah kita memulainya."


Tiba-tiba, Zhang Jie Luo tertawa.


"Hahaha."


Zhang Jie Luo : "Ternyata, tuan J memang tidak sabaran. Baiklah, kalau begitu. Kita mulai saja sekarang."


Jason : "Baiklah, ini adalah proposal yg berkenaan dengan perusahaan Leon's Group. Seperti, yg anda lihat perusahaan kami adalah perusahaan yg besar. Meskipun, masih dibawah perusahaan Standford dan perusahaan Frederick. Dapat dikatakan, perusahaan kami masih mampu untuk maju lagi."


Zhang Jie Luo : "Hem? Ya, baiklah saya mengerti. Saya sudah membacanya. Dan, saya akan menyepakati dan menandatangani perjanjian kerjasama kita."


Kemudian, Zhang Jie Luo dan Jason membubuhkan tanda tangan mereka masing-masing. Setelah, penandatanganan tersebut. Resmilah kerjasama yg terjalin antara dua belah pihak tersebut.


Jason : "Terima kasih, tuan Zhang. Saya yakin tuan tidak akan rugi telah menjalin kerjasama dengan perusahaan kami."


Zhang Jie Luo : "Saya harap juga begitu. Tetapi, jika saya mengalami kerugian maka dengan terpaksa akan membatalkan perjanjian kerjasama kita."


Jason berkeringat dingin.


Jason : "Ah, tentu saja tidak tuan. Saya, tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Baiklah, kalau begitu sampai disini dulu pertemuan kita. Saya permisi tuan Zhang."


Zhang Jie Luo : "Silahkan. Mohon, maaf saya tidak akan mengantar. Asisten saya yg akan mengantar anda tuan?"


Jason : "Tidak apa-apa, tuan?"


Zhang Jie Luo mempersilahkan Jason pergi dari kamar hotelnya. Dia menyuruh asistennya untuk mengantar Jason sampai di lobby hotel.


Bersambung....


TWO HUSBAND Season 2