TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband S2-08



"Kata orang pernikahan itu adalah bukti ikatan cinta yg terjalin antara sepasang insan yg saling mencintai. Selamanya, antara kau dan aku akan selalu bersama. Berbagi suka dan duka, tiada orang ketiga. Tapi, ketika masalah mulai muncul satu per satu dan kau pun menjadi panik karenanya. Kau menyalahkanku atas segala yg terjadi. Padahal, nyatanya kau yg tak bisa melihat segi masalah itu sendiri. Kau berteriak padaku, memarahiku, mencaciku, menyakitiku atas kesalahan yg kulakukan. Kau tidak memaafkanku malah kau mengusirku dari kehangatan cinta itu sendiri. Kau mencampakkan diriku seolah aku sampah yg berbau. Tidak pantas, untuk kau cintai dan sayangi. Jhon...hu...hiks...betapa teganya hatimu. Menyakiti diriku tanpa sebab. Tanpa memberi kesempatan padaku untuk menjelaskan. Kau langsung menjatuhkan bahwa aku bersalah. Bahkan, seorang hakim pun masih memberi kesempatan kepada seorang terdakwa untuk membela diri. Tapi, mengapa justru kau malah tidak bisa memberiku kesempatan sekali pun untuk membela diri. Jhon...apakah ini yg kau inginkan? Hu...hiks..."


(Song : Aku Tak Berdaya, Singer : Indah Dewi Pertiwi)


🎶🎶🎶


Masa yg terindah


Kini semua telah berakhir


Karena kau berubah


Tak seperti dulu lagi


Sampai kapan kamu


Sering menyalahi hatiku


Tak pernah kau tahu


Begitu sakitnya aku


Kau anggap diriku


Melihatku dengan sebelah matamu


Dilema tuk' diriku


Mencintaimu, mengerti kamu


Reef :


Biarkan aku bersalah di depan matamu


Selalu kau membenarkan apa katamu


Cintamu membuatku sedih dan tak berdaya


Namun ku terlanjur cinta


Namun, diriku terlanjur cinta...


Hati Mitha berdarah dan terluka parah. Ia merasa sangat kesakitan sekali atas apa yg sudah dilakukan Jhon pada dirinya. Jhon yg sebagai seorang suami ternyata menyakitinya demikian parah. Mengusirnya dari peraduan mereka. Seolah menganggapnya tak pantas untuk mendapat cinta dan perhatiannya lagi.


Mitha masih menangis sesenggukan di ruang gelap itu. Asraf yg mendengar suara tangisannya itu, hatinya terasa sakit seketika. Adik yg sangat disayanginya itu menderita karena cinta. Tapi, justru ia tak bisa berbuat apa-apa untuk menghibur dirinya. Tiba-tiba, tanpa sadar airmata Asraf jatuh mengalir di pelupuk matanya. Seakan dirinya yg tersakiti. Irene melihat hal itu.


Ia ingin menghibur Asraf. Tapi, Asraf sedang tidak ingin diganggu rupanya. Ia pergi dari sana. Asraf segera keluar rumah dengan membawa mobilnya. Ia merasa sesak berada di rumah. Ia ingin menghirup udara di luar. Asraf ingin sekali memberitahu Lova tentang keadaan rumah tangga Mitha. Tapi, ia urungkan karena ia tidak ingin Lova bersedih karena mendengar Mitha menderita. Jadi, daripada nanti Lova juga bersedih. Lebih baik ia tak memberitahu Lova tentang apa yg terjadi pada Mitha.


Asraf jadi semakin kacau, hingga ia menjadi melamun. Dan, hampir saja ia menabrak seorang wanita. Untung saja, ia segera sadar. Ia mengerem mendadak mobilnya.


"Ckiiiiittttt....."


Ia langsung keluar dari mobilnya. Dan, ia menghampiri wanita tersebut. Banyak orang yg berkerumun menyaksikan kejadian itu. Tapi, setelah mereka mengetahui wanita yg hampir tertabrak tadi baik-baik saja. Mereka semua segera membubarkan diri.


Asraf : "Maafkan saya, nona? Nona tidak apa-apa?"


Wanita itu memalingkan wajahnya. Asraf terpana melihat wajah cantik wanita itu. Wanita itu tersenyum sembari


Sejenak tatapan mata dua insan berlainan jenis itu beradu. Ada getaran indah terasa disana. Antara wanita itu dan Asraf. Keduanya tersadar ketika suara petir terdengar menggelegar di angkasa. Sepertinya, akan turun hujan. Buru-buru, Asraf mengajak wanita itu untuk naik ke mobilnya sebagai permintaan maaf.


Wanita itu menurut saja dengan apa yg dikatakan oleh Asraf. Karena, sebenarnya dia pun juga sudah kemalaman. Ketika, Asraf menawarkan bantuan mengantarnya pulang. Wanita itu pun menyetujui Asraf untuk mengantarnya pulang. Selama perjalanan, Asraf tak hentinya mengajak wanita itu untuk mengobrol. Dengan begitu akan mengusir rasa sedih yg sedari tadi mengurung dirinya. Asraf juga menanyakan nama wanita itu.


Asraf : "Oh, ya. Siapa namamu?"


Wanita : "Namaku, Amanda tuan?"


Asraf : "Oh, Amanda ya. Nama yg bagus. Kalau aku, namaku Asraf."


Amanda : "Oh"


Amanda hanya berucap pendek.


Asraf : "Aku minta maaf, atas perbuatanku barusan. Aku hampir saja menabrakmu."


Amanda : "Oh, tidak apa-apa kok. Em, aku berhenti didepan sana ya?"


Asraf : "Oke!"


Asraf lalu memarkirkan mobilnya. Amanda langsung turun begitu sampai. Ia mengucapkan terima kaaih kepada Asraf yg sudah berbaik hati mengantarnya. Setelahnya, mereka pun berpisah. Asraf kembali menyetir mobil sendirian. Karena, kelelahan dan mengantuk. Ia memilih tidur di hotel daripada di rumah. Ia tidak sanggup mendengar suara tangisan Mitha. Jadi, ia tidak pulang ke rumah hari ini.


Penyebrangan Jalan


Jimmy sedang pergi keluar untuk jalan-jalan sendirian. Kakek satu ini memang terbilang sebagai kakek yg susah di atur. Ia sesukanya pergi kemana pun dia suka. Dan, ia juga tidak mau dikawal oleh para bodyguard milik Bara. Ia puas berjalan-jalan kesana kemari, lalu tiba akhirnya ia tiba di tempat penyebrangan jalan. Ia takut untuk menyebrang jalan raya.


Tiba-tiba, ada tangan yg lembut mengambil tangannya dan mengajaknya untuk menyebrang jalan. Ia menoleh, betapa takjubnya ia ketika ia melihat seorang wanita cantik tersenyum kepadanya dan menggandeng tangannya. Dia adalah Mitha, hari ini Mitha keluar rumah untuk melupakan sejenak masalahnya dengan Jhon.


Sambil berjalan-jalan menyusuri jalanan yg semakin ramai dan padat. Ia melihat seorang kakek, yg sedang berdiri terpaku melihat banyaknya kendaraan yg sedang lalu lalang disana. Ia hendak menyeberang jalan tapi ia takut tertabrak kendaraan yg lalu lalang tersebut. Mitha menghampiri kakek tersebut lalu kemudian menggandeng tangannya. Dan, mengajaknya menyeberang jalan yg ramai.


Sampai di seberang jalan. Jimmy mengucapkan terima kasih.


Jimmy : "Kelinci kecil? Terima kasih, ya kamu sudah membantu orang tua ini untuk menyeberang jalan."


Mitha : "Sama-sama, kakek?"


Jimmy : "Kelinci kecil, siapa namamu?"


Mitha : "Namaku Mitha, kakek?"


Jimmy : "Mitha ya? Nama yg bagus. Kelinci kecil, apa kau mau ikut dengan kakek ini jalan-jalan sebentar. Kakek ini sudah tua, tidak tahu jalan dan tempat yg asyik untuk dikunjungi."


Mitha berpikir sejenak. Tidak ada salahnya dia menemani seorang tua untuk berjalan-jalan sebentar. Sekalian juga, bersama-sama seseorang yg tidak dikenal untuk berjalan-jalan bagus juga, pikirnya.


Mitha : "Wah, boleh juga. Saya juga sedang jalan-jalan sendirian, kakek? Mari saya temani."


Jimmy tersenyum lebar. Dalam hati ia bersorak gembira. Akhirnya, ia mendapatkan seorang wanita sebagai calon istri untuk cucunya, Bara.


"Hehehe, akhirnya aku menemukan seekor kelinci kecil untuk Bara cucuku."


Jimmy sangat senang sekali berjalan-jalan berkeliling tempat indah ditemani oleh Mitha. Dia juga banyak mengambil foto bersama dengan Mitha untuk ia tunjukkan kepada Bara nantinya. Jimmy tidak merasa pusing atau marah lagi kepada Bara cucunya karena kejadian waktu itu. Bara meminta semua wanita yg dibawanya kembali ke rumah mereka masing-masing saat itu.


Bersambung....


TWO HUSBAND Season 2