
Sean menelepon Zean dan menyuruhnya untuk segera datang ke kantornya. Zean kaget kakaknya tiba-tiba menelepon dirinya. Ia pun langsung datang ke kantor kakaknya dan menemuinya.
Zean : "Ada, apa kakak meneleponku?"
Sean : "Duduklah!"
Zean kemudian mengambil kursi dan duduk di hadapan Sean.
Zean : "Aku sudah duduk. Sekarang, katakan!"
Sean : "Apakah, benar kau menghamii Suzy?"
Zean kaget.
"Darimana, kakak tahu kalau Suzy hamil!" ucap Zean dalam hati.
Sean : "Mengapa, kau terkejut dan diam saja? Katakan, padaku yg sebenarnya. Apa, benar kau yg menghamilinya?"
Zean : "Kakak? Aku akui aku memang berhubungan intum dengannya. Tapi, aku tidak tahu anak siapakah yg ada dalam rahimnya."
Sean : "Oh, jadi kau tidak tahu itu anak siapa? Zean, di dalam keluarga kita tidak pernah ada seorang lelaki pun mencampakkan wanita hamil. Suzy sudah hamil dan menurutnya ayah dari bayinya adalah kau. Jadi, kau harus bertanggung jawab."
Zean : "Apa!!! Bertanggung jawab?"
Sean : "Ya, nikahi dia!"
Zean : "Menikahinya? Tidak, kakak! Aku tidak mau. Aku sudah punya Lova. Dan, aku tidak akan melepaskannya."
Sean : "Zeaannn...!!! Kau memang lelaki keparat! Sudah menghamili Suzy. Masih mau mengelak dan mengatakan memiliki Lova. Sebelum, kau melakukannya apakah kau tidak berpikir bahwa ini akan menyakitinya? Hah! Jawab....!!!"
Zean : "Ini semua adalah salahmu kakak! Mengapa, kau membawanya berbulan madu. Sementara, kau biarkan aku mengurus bisnismu."
Sean : "Dia, istriku dan aku suaminya. Sudah merupakan tugas dan tanggung jawabku untuk membahagiakannya."
Zean : "Apa!!! Lova juga istriku kak. Aku suami pertamanya. Dan, kakak suami keduanya. Kakak tidak adil padaku."
Sean : "Tidak adil? Aku hanya memberikan kebahagiaan untuknya. Apa, itu salah???"
Zean : "Tidak! Kakak, tidak salah. Yang salah itu adalah nafsu kakak terlalu besar. Kakak, lebih sering menidurinya dibandingkan aku."
Sean : "Oh, apa kau juga menginginkannya? Setelah, kau bercinta dan menghamili wanita lain. Apa, kau masih punya malu untuk menyentuhnya?"
Zean : "Apa!!!"
Sean : "Zean, aku tidak mau tahu. Secepatnya, kau harus menikahi Suzy. Dan, lepaskan Lova. Atau, kau pilih penjara?"
Zean : "Meskipun, aku harus menikahi Suzy. Aku tidak akan pernah melepasnya kakak!!!" ucap Zean sambil berlalu pergi dari ruangan itu.
Zean benar-benar teguh akan prinsipnya. Bahwa, ia hanya mencintai Lova. Meski, ia harus menikahi Suzy karena Suzy sudah hamil. Walau, ia tidak tahu anak siapa yg ada di dalam kandungannya Suzy. Tapi, ia tidak akan melepas Lova meski ia harus menikah lagi dengan wanita lain. Sedangkan, Sean ia benar-benar sangat kesal karena Zean tidak mau melepas Lova darinya.
Sean : "Dasar, Zean keparat!!!" ucapnya penuh kekesalan.
❤❤❤❤❤
Telepon berdering ketika Zean meninggalkan tempat usaha kakaknya. Zean segera mengambil ponselnya dari saku celananya. Lalu, ia pun mengangkat telepon yg berdering itu.
Panggilan Via Telepon.....
Zean : Halo!" sapanya.
Seseorang : "Tuan, saya sudah menyeidikinya."
Seseorang : "Saya, sudah mengirimkan hasilnya melalui email tuan? Silahkan, anda boleh mengeceknya."
Zean : "Oke, baiklah! Aku akan mengeceknya."
"Tut"
Percakapan itu pun berakhir. Zean langsung mengecek hasil penyelidikan tentang kehamilan Suzy. Betapa, ia terkejut dengan hasilnya. Dan, ia lemas.
Zean : "Dia benar! Aku memang harus menikahinya!" ucapnya sedih.
"Ini, pasti akan melukai hati Lova. Maafkan, aku Lova. Maafkan, karena kecemburuanku membuatku hilang kendali atas diriku sendiri. Sehingga, aku melakukan kesalahan." ucapnya dalam hati.
Zean sangat bersedih untuk Lova. Karena, ia sudah mengkhianati Lova. Zean menyesal telah melakukan pengkhianatan pada Lova. Untuk, itu ia pun menghilang selama satu minggu. Agar, ketika ia melihat Lova rasa bersalah itu sedikit berkurang. Sementara, itu Lova yg seminggu tak melihat Zean ia merasa bingung dan heran. Ia juga merasa rindu pada Zean. Suami pertamanya. Setiap hari-harinya hanya dipenuhi Sean saja. Dan, setiap malam juga di akhiri dengan cumbuan dan hubungan suami istri dengan Sean. Lova merasa bosan jika ia tak melihat Zean. Lova merindukan Zean. Lova ingin Zean memeluknya erat seperti Sean memeluknya. Lova ingin kedua suaminya berada dalam satu ranjang bersamanya. Dan, merasakan indahnya madu cinta bersama-sama.
Tapi, apa yg ada dalam pikiran Lova berbeda sekali dengan kenyataan. Sebab, Sean dan Zean kedua suaminya itu tidak pernah akur. Masing-masing selalu ingin menang sendiri. Dan, yg paling mendominasi adalah Sean. Bagaimana tidak, Sean selalu tidak pernah mau berbagi miliknya dengan siapa pun. Termasuk adiknya, sekali pun. Sean selalu ingin memiliki Lova seorang diri. Tanpa pihak ketiga dari Zean. Lova benar-benar dibuat pusing oleh ulah Sean sebagai suami kedua tidak mau mengalah pada Zean, suami pertama Lova. Ia selalu ingin merasakan Lova sendirian tanpa mau berbagi.
Sebulan kemudian....
Zean telah resmi menikahi Suzy sebagai istri kedua. Suzy mengetahui statusnya sebagai istri kedua setelah Zean memberitahunya bahwa ia telah menikahi Lova. Jadi, otomatis kini Zean memiliki dua istri sedangkan Lova tetap memiliki dua suami. Karena, Zean tak mau melepaskan Lova. Zean tak ingin kalah dari Sean. Ini bukan tentang harga diri tapi ini adalah persaingan cinta yg sengit antara kakak beradik Sean dan Zean.
Zean mengajak Suzy untuk pulang ke rumah Zean. Yakni, rumah yg ia tempati bersama Lova dan kakaknya. Sampai disana, Suzy menggandeng tangan Zean mesra. Zean merasa risih, takut dilihat Lova dan membuatnya cemburu serta sakit hati. Jadi, Zean memperingatkan Suzy.
Zean : "Jangan, pegang-pegang aku! Menjauh dariku sepuluh langkah! Awas, kalau kau mendekat. Akan, kupatahkan kakimu itu!" ucap Zean pada Suzy seraya berbisik.
Suzy terkejut lalu ia pun menjauh. Suzy menangis. Sakit hati akan ucapan Zean.
"Hu....hiks....hiks"
"Mengapa, kamu begitu kasar padaku Zean? Aku ini istrimu. Salahkah jika aku ingin dekat denganmu?" isak Suzy dalam hati.
Sementara, Zean tak mendengar tangisan Suzy. Ia bersikap acuh tak acuh, semua karena Lova. Suzy mengikuti Zean dari belakang. Saat, Zean sudah sampai di pintu Lova melihat Zean pulang. Lova terkejut. Jantungnya berdebar tak menentu.
"Deg....Deg....Deg..."
Lova berlari dan memeluk Zean. Zean terkejut ketika Lova berlari ke arahnya dan memeluknya sangat erat.
Lova : "Kamu, kemana saja? Aku sangat rindu padamu!" ucap Lova dalam pelukan Zean.
Zean tersenyum mendengar kata-kata Lova.
Zean : "Aku juga sangat merindukanmu! Maaf, aku pergi tanpa bilang padamu!" balas Zean.
Sean melihat semuanya. Terasa ada sesuatu yg menusuk hatinya. Ia cemburu. Ia turun dari lantai atas dan melewati Lova begitu saja. Lova melihatnya dan memanggilnya. Tapi, Sean tak mendengar panggilannya. Ia tak menggubris sama sekali panggilan Lova. Ia marah dan kesal. Lova heran melihat sikap Sean. Lova tahu Sean cemburu saat ia tadi memeluk Zean sangat erat.
"Brengsek! Zean datang dia langsung memeluknya. Memangnya, dia anggap aku apa! Bikin kesal aja!" ucap Sean dalam hati lalu menghidupkan mesin mobilnya dan segera pergi meninggalkan
Lova melihat wanita yg berdiri di belakang Zean. Lova bertanya pada Zean perihal wanita yg di bawa oleh Zean.
Lova : "Dia siapa?"
Bersambung.....
TWO HUSBAND
Foto Visual Suzy