
Bara segera pergi meninggalkan Steven dengan pesta kecilnya. Bara sudah tidak mau lagi ikutan pesta dengan Steven seperti dulu. Ia sudah punya Mitha. Dan, ia tidak ingin lagi berpacaran dengan banyak wanita seperti saat sebelum ia mengenal Mitha.
**Two Husband S2 Eps 26**
Bara kembali ke mansion. Jam sudah menunjukkan pukul dua pagi saat ia tiba di sana. Ia langsung menuju dimana kamarnya berada. Saat ia memasuki kamarnya ia melihat Mitha sedang tertidur pulas. Ia memperhatikannya. Mata Mitha terlihat bengkak karena kebanyakan menangis. Bara menghembuskan nafasnya yg lelah. Ia tercekat dan ia merasa bersalah sudah membuat Mitha menangis. Itu salahnya.
Perlahan ia membelai rambut Mitha dan mengecup kening Mitha lembut. Mitha membuka matanya. Ternyata, Mitha belum sepenuhnya matanya terpejam. Mitha menangis lagi sesenggukan dengan suara tertahan. Ia dapat merasakan kelembutan bibir Bara di keningnya.
Sedangkan, Bara pergi ke kamar mandi. Bara menyiram seluruh tubuhnya dengan air hangat. Sejenak, ia merasa menyesal sudah membuat Mitha menangis sampai matanya mengalami pembengkakan.
"SIALAN!"
Bara merutuki dirinya sendiri. Ia begitu tega menyakiti Mitha sampai seperti itu. Ia tidak mendengarkan dulu penjelasan Mitha. Tapi, ia malah marah pada Mitha dan meninggalkannya disana bersama Jason.
"Bodoh...bodoh...bodoh. Kenapa, aku menyakitinya? Kenapa, aku jadi begitu egois terhadapnya. Aku menjadi seorang lelaki yg begitu tega menyalahkannya. Oh, Tuhan maafkanlah aku."
Selesai mandi, Bara keluar. Ia melihat Mitha masih memejamkan matanya. Sedangkan, Mitha ia pura-pura memejamkan matanya. Agar ia tidak ketahuan oleh Bara kalau ia belum tidur. Bara merebahkan tubuhnya di pembaringan. Samar-samar ia mendengar suara tangisan Mitha.
Bara merasa sakit hatinya. Ketika ia mendengar suara tangisan Mitha. Ia pun berinisiatif mendekati Mitha. Ia menyentuh tubuh ramping Mitha dan membalikkan tubuhnya ke arahnya dan memeluknya erat.
Bara : "Sayang? Jangan, menangis lagi. Aku yg salah. Aku sudah membuatmu menangis."
Mendengar kata-kata Bara, tangisan Mitha semakin menjadi. Suara tangisannya kian kuat. Bara memeluknya semakin erat seakan tak ingin melepasnya lagi.
Bara : "Menangislah jika itu bisa membuatmu lega. Berhentilah, jika kau sudah merasa lega."
"Hu...hu...hu."
Mitha : "Ak...aku minta ma...af. Ak...aku...salah sudah berbohong padamu. Hu...hiks."
Bara : "Sudahlah, sayang? Semuanya sudah berlalu. Dan, aku sudah memaafkanmu. Tapi, jangan diulang lagi ya?"
Mitha menganggukkan kepalanya. Bara tersenyum melihatnya.
Bara : "Jangan mengangguk saja. Ayo, bilang sesuatu sayang?"
Mitha : "Ak...aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku akan jujur padamu."
Bara : "Janji?"
Mitha : "Janji."
Bara : "Mitha sayang?"
Bara langsung ******* lembut bibir Mitha yg merah. Sedikit french kiss seketika membuat keduanya jadi lupa daratan. Bara memegang leher Mitha. Mitha menyentuh lengan Bara. Puas dengan french kiss itu, Bara melepas ciumannya. Ia menatap wajah cantik Mitha namun dihiasi dengan mata Mitha yg masih bengkak.
Bara : "Kau tetap cantik meski matamu bengkak, sayang?"
Mitha cemberut. Bara mengatainya.
Mitha : "Huh! Enak aja. Karena siapa, coba mataku bengkak."
Bara : "Tentu saja, karena aku."
Mitha : "Tuh, kamu tahu. Kamu yg buat mataku bengkak."
Mitha menjewer telinga Bara.
Bara : "Duhh, ampun nyonya. Aku minta maaf sudah membuatmu menangis. Senyumlah, sayang. Jangan, cemberut begitu."
Bara menatap manik mata Mitha dalam. Mitha juga balik menatap mata biru laut itu dalam. Jantung Mitha berdebar kencang. Mitha tak sanggup menatap mata indah itu. Ia memalingkan muka. Tapi, Bara menghalanginya.
Bara : "Jangan, alihkan tatapan matamu ke arah lain sayang?"
Mitha : "Aku tidak sanggup menatap matamu yg indah itu."
Bara : "Tapi, aku suka jika kau menatap mataku. Rasa-rasanya membuatku hampir gila. Tatapan matamu bagaikan candu untukku."
Mitha tersenyum.
Mitha : "Benarkah itu?"
Bara : "Benar, untuk apa aku bohong."
Mitha : "Sayang?"
Mitha kembali memeluk Bara. Bara menyambut pelukan wanita yg ia cintai itu. Nafas Mitha terdengar memburu saking senangnya dan menggelitik leher Bara. Sekejap saja, gairah Bara bangkit kembali. Bara kembali menerkam Mitha.
Ia mencium bibir Mitha dengan lembut. Dan, Mitha pun membalasnya. Mereka saling pagut dan saling cumbu. Ciuman itu terasa panas bagi keduanya. Juga penyatuan yg terjadi di antara mereka semakin memacu detak jantung dan deru nafas keduanya.
"Hah...hah...hah."
Deru nafas Mitha terdengar memburu dan menggelitik kesadaran Bara. Bara semakin terlena dalam pelukan asmara Mitha yg berkobar dan membara. Penyatuan itu berlangsung cukup lama. Hingga akhirnya keduanya jatuh terkulai lemas dan tak berdaya pasca penyatuan mereka.
Jerit itu pun lolos dari bibir Bara. Ia menenangkan nafasnya. Lalu, kemudian ia mengecup singkat kening Mitha. Sebelum, akhirnya ia tertidur pulas sambil memeluk tubuh Mitha yg lelah.
.
.
.
.
.
.
Pagi harinya di masion Standford...
Pagi yg indah. Sinar matahari bersinar terang. Mitha baru bangun dari tidurnya. Ia meraba-raba tempat tidur mencari Bara sambil mengucek-ngucek matanya yg masih mengantuk. Tapi, ia tak menemukan Bara disana. Malah, ia hanya menemukan pakaiannya dan pakaian Bara berserakan di lantai. Saat, ia sedang sibuk mencari Bara tiba-tiba punggungnya yg polos terasa hangat. Ternyata, Bara sedang mengecup punggungnya lembut. Mitha tidak kaget. Malah, ia menikmati kasih sayang Bara pada dirinya.
Bara : "Selamat Pagi, sayang?"
Mitha : "Selamat pagi."
Bara : "Bagaimana, apakah kau masih lelah?"
Mitha mengambil telapak tangan Bara dan menaruhnya di pipinya.
Mitha : "Tidak. Aku tidak lelah, bagaimana mungkin aku lelah. Kan ada kamu."
Bara tersenyum mendengarnya.
Bara : "Aku senang melihat senyummu lagi. Meski pun, matamu masih terlihat bengkak. Jangan, menangis lagi ya sayang?"
Lagi, Bara mengecup kening Mitha.
Mitha mengerucutkan bibirnya yg merah.
Mitha : "Huh! Gara-gara siapa coba aku menangis."
Bara : "Iya...iya...itu salahku. Aku minta maaf. Maafkan aku ya?"
Bara mengalah pada Mitha. Meskipun Mitha bersalah tapi ia sudah memaafkan Mitha. Ia tidak ingin melihat air mata Mitha lagi. Ia tidak ingin melihat Mitha yg rapuh seperti kemarin. Ia sudah berjanji pada Mitha. Bahwa ia akan menggantikan posisi Jhon. Memberinya cinta dan kasih sayang. Dan, tak akan melukainya.
Mitha menatap Bara lalu ia pun berkata...
Mitha : "Aku juga salah. Aku membuatmu terluka dengan membohongimu. Dengan menyakitimu hatimu. Bahkan, aku sudah menyalah gunakan kepercayaan yg kau berikan padaku. Aku jahat padamu. Aku...!"
Bara : "Ssssttt, jangan ucapkan lagi. Aku tidak mau mendengarnya. Kau adalah segalanya bagiku. Kau cintaku. Kau hidup matiku. Mitha, my wife i love you baby. Jangan, sebutkan kata-kata apa pun lagi, sayang?"
Air mata Mitha jatuh menetes.
"Hu...hiks..."
Mitha : "Kau sangat sempurna untukku. Bahkan, terlalu sempurna untukku. Sepertinya, aku tidak pantas menerima semua ini."
Bara menautkan kepalanya dengan kepala Mitha.
Bara : "Sayang? Kau pantas menerimanya. Karena, kau yg kupilih. Aku memilih hatimu. Untuk hidup bersamaku mengarungi samudera kehidupan ini. Aku sangat mencintaimu, sayang? Aku sangat mencintaimu. Kumohon, tetaplah bersamaku."
Mitha : "Hu...hu...hu...Bara, sayangku. Terima kasih."
Bara tidak berkata lagi. Ia langsung mengecup kening Mitha dan memeluk tubuhnya sangat erat. Ia tidak ingin melepaskan Mitha. Selamanya, ia ingin bersama dengan Mitha.
Bersambung....
**TWO HUSBAND Season 2
Nb** :
Hai readers, para pembaca setia novel TWO HUSBAND. Dengan ini saya mengumumkan sesuatu kepada kalian semua para penggemar setia Novel SO HURT TO LOVE U sekuel pertama. Bahwa, Novel SO HURT TO LOVE U Sekuel kedua sudah terbit ya?
Sinopsis :
Bercerita tentang Ailara Rana seorang janda dan penyuka sesama jenis alias Lesbi*n.
Dan, Jericho Jensen seorang CEO perusahaan terkenal yg merupakan serigala malam pemangsa remaja belia.
Bertemu dalam satu bahtera pernikahan tanpa cinta.
Akankah, mereka bisa bersama bersama tanpa adanya rasa cinta diantara mereka?
Like and Comment ya readers.
Trims
Author😊