TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband S2-09



Mitha membawa Jimmy berjalan-jalan kemana saja. Banyak tempat yg mereka kunjungi. Dari Taman Bermain sampai Mall Shopping juga daerah butik pakaian tempat belanja baju-baju dengan merk ternama dunia juga mereka datangi. Di butik, Jimmy tidak membeli pakaian dia hanya melihat-lihat saja. Mitha banyak menunjukkan pakaian-pakaian yg cocok untuk Jimmy. Tapi, Jimmy bersikeras tidak mau membeli pakaian. Mitha sabar dalam menghadapi Jimmy yg tingkahnya seperti anak kecil. Dan, Jimmy sengaja bertingkah menjengkelkan untuk menguji Mitha. Sampai dimana kesabaran Mitha dalam menghadapi setiap tingkahnya yg dinilai keterlaluan.


Mitha : "Jadi, kakek tidak mau beli baju? Kita udah dari tadi lho kek pilah pilihnya. Kalau, gak jadi beli kan kasian mbaknya yg udah carikan pakaian buat kakek."


Jimmy : "Huh, gak jadi! Pakaiannya gak ada yg bagus. No."


Mitha : "Oh, ya sudah. Kalau begitu, biar Mitha bilang sama mbaknya ya?"


Jimmy : "Terserah!"


Jimmy pura-pura berkata ketus agar membuat Mitha kesal. Tapi, Mitha tidak kesal seperti bayangannya. Mitha cukup sabar menghadapi seorang tua yg banyak tingkah dan maunya.


"Hehehe..., aku sudah cukup mengujinya selama hampir seharian ini. Dia benar-benar cocok disandingkan dengan boneka kesayanganku."


Jimmy bersorak dalam hati. Ia sudah menjatuhkan pilihan hatinya kepada Mitha. Untuk ia jadikan, pendamping hidup Bara.


Mitha : "Mbak, maaf ya? Gak, jadi bajunya. Kakek saya tidak suka. Gak apa-apa ya, mbak?"


Pekerja : "Ah, tidak apa-apa mbak. Sudah biasa kalau pelanggan banyak maunya tapi gak beli."


"Aduh! Tuh, kata-kata nusuk banget."


Mitha : "Hehehe..., gitu ya mbak? Ya udah, saya keluar ya mbak? Mohon maaf sekali lagi. Kakek, ayo kita pergi."


Mitha mengajak Jimmy keluar dari butik tersebut. Sampai di luar, Mitha bertanya pada Jimmy kemana lagi mereka akan pergi.


Mitha : "Kakek? Sedari tadi, kita sudah berjalan-jalan. Keluar masuk Mall juga butik. Sekarang, kita mau kemana lagi nih?"


Jimmy : "Kakek lapar, bagaimana kalau kita makan saja."


Mitha : "Kakek lapar? Kakek mau makan apa? Mitha tahu dimana tempat bagus untuk makan."


Jimmy berpikir sejenak.


Jimmy : "Steak daging sapi khas. Itu menu favorit orang tua ini."


Mitha : "Oh, steak daging sapi ya? Mitha tahu dimana tempat yg pas menjual steak terenak di sini. Ayo, kakek ikut Mitha. Kita kesana."


Mitha mengajak Jimmy menuju restoran yg biasa menjual makanan steak daging sapi. Sampai di tempat tersebut keduanya celingukan kesana kemari. Mereka mencari tempat duduk yg pas untuk duduk sambil makan dan melihat pemandangan di luar resto.


Mitha : "Nah, ayo kakek. Disana ada tempat duduk yg pas untuk makan dan melihat pemandangan di luar."


Jimmy : "Ya, kau benar. Tempat duduk yg bagus. Kau pintar, kelinci kecil?"


Mitha jadi merasa tersanjung di puji begitu oleh Jimmy.


Mitha : "Hehehe, tentu saja. Mitha..."


Mitha berkata sambil menunjuk dirinya sendiri. Jimmy tersenyum melihatnya. Mereka berdua langsung menuju tempat duduk tersebut. Namun, tanpa sengaja Jimmy menyenggol seorang pelayan resto yg sedang membawa nampan berisi makanan pesanan seorang pelanggan. Pelayan itu oleng dan nampan tersebut pun jatuh tumpah di pakaian seorang pelanggan yg bernama Brenda. Alhasil, Brenda berteriak kesal karena pakaian indahnya kena tumpahan makanan yg jatuh dari nampan.


Brenda : "Ahh, dasar pelayan sialan! Bisa gak sih kau kerja. Lihat! Bajuku jadi kotor karena ulahmu!!!"


Brenda berteriak membuat semua yg ada disana terkejut. Tak terkecuali Mitha. Ia heran, wanita itu berteriak kepada seorang pelayan hanya karena terkena tumpahan makanan.


Pelayan : "Maafkan, saya nona. Tadi, kakek tua ini menyenggol saya."


Brenda : "Apa! Aku tidak peduli siapa yg menyenggolmu. Kau harus ganti rugi! Pakaianku ini pakaian mahal! Mana managermu. Aku mau bicara."


"Duh, sombong sekali!"


Jimmy berbicara sendiri dalam hati. Ia melihat wanita itu dengan gaya pongahnya. Seakan, dialah yg memiliki banyak uang dan tidak malu untuk membuat keributan kecil hanya karena pakaian mahalnya kena tumpahan makanan.


Jimmy mendekati pelayan dan wanita yg sedang berseteru. Mitha melihatnya.


"Apa, yg mau dilakukan kakek? Aduh, jangan sampai kakek juga ikut-ikutan dalam masalah mereka."


Mitha khawatir. Tapi, Jimmy tetap berjalan mendekati keduanya. Ia ingin mengakui kesalahan yg telah ia lakukan. Ia tidak tahan jika orang lain menanggung kesalahannya itu.


Jimmy : "Duh...duh...berisik sekali. Ada apa, sih?"


Brenda : "Hey...jangan ikut campur kakek tua. Minggir sana!"


Brenda mendorong Jimmy. Jimmy hilang kendali. Ia jatuh kebawah.


Semua orang melihatnya, termasuk Mitha. Ia menjerit melihat Jimmy terjatuh.


Mitha : "Kakek!!!"


Mitha berlari mendekati Jimmy yg jatuh. Jimmy mengaduh kesakitan.


Jimmy : "Aduhh...! Pinggangku??? Hu...hiks...!"


Mitha : "Kakek? Kau tidak apa-apa?"


Jimmy : "Hu...hiks...Kelinci kecil? Pinggangku sakit?"


Mitha : "Apa! Pinggang kakek sakit?"


Jimmy mengangguk. Melihat itu Mitha jadi berang. Ia mendekati Brenda yg tadi mendorong jatuh Jimmy. Setelah, ada di hadapannya. Ia menampar Brenda sekuatnya.


"Plaaakkk."


Suara tamparan itu demikian kerasnya. Membuat semua yg ada di sana tercengang. Brenda meringis menahan sakit. Ia memegang pipinya yg tadi habis ditampar oleh Mitha.


Brenda : "Sialan! Mengapa, kau menamparku!!!"


Belum lagi selesai keterkejutan Brenda akibat di tampar. Tiba-tiba saja ia dikejutkan oleh sesuatu yg dingin membasahi wajahnya. Alhasil, semuanya yg ada disana jadi menertawainya karena Mitha menyiramnya dengan air dingin yg ada di gelas di atas meja.


Mitha melipat tangan di dada.


Brenda : "Kau...kau...perempuan sialan! Kurang ajarr! Mengapa, kau menyiramku?"


Mitha : "Untuk mendinginkan suasana hatimu yg panas. Apa lagi???"


Brenda : "Dasar kau perempuan sialan! Kau dan orang tua itu memang keparat sialan! Pengganggu! Tunggu dan lihat, akan aku adukan pada pacarku apa yg telah kalian lakukan. Huh!"


Mitha : "Ya...ya...pergi sana! Melaporlah, dasar belum dewasa."


Mitha mengejek Brenda. Lalu, Mitha mendekati lagi Jimmy. Ia menanyakan keadaan Jimmy.


Mitha : "Pinggang kakek masih sakit?"


Jimmy pura-pura menangis.


Jimmy : "Hu...hiks...iya kelinci kecil?"


Mitha : "Mari Mitha bantu kakek berdiri."


Mitha membantu Jimmy berdiri. Jimmy memegang pinggangnya yg sebenarnya baik-baik saja. Ia sengaja berpura-pura sakit sekali lagi hanya ingin menguji Mitha. Sampai dimana Mitha sebenarnya apakah benar-benar cocok menjadi nyonya rumah di keluarga Standford.


Mitha : "Kakek, apa setidaknya kita ke rumah sakit saja? Kulihat, kakek masih kesakitan."


Jimmy : "Tidak perlu, kelinci kecil. Lebih baik, kita keluar saja dari sini. Kita pergi ke tempat kerja bineka kesayanganku saja."


Mitha : "Boneka kesayangan?"


Jimmy : "Iya, dia cucuku. Aku terbiasa menyebutnya boneka kesayanganku."


Mitha : "Oh"


Mitha manggut-manggut mendengar penjelasan Jimmy.


Mitha : "Tapi, apa pinggang kakek tidak apa-apa?"


Jimmy : "Sudah tidak sesakit tadi. Ayo, ikut kakek. Kita naik taksi saja."


Mitha : "Baiklah, kakek?"


Mitha mengikuti Jimmy untuk menemui Bara di kantornya. Mitha tidak tahu kalau Jimmy adalah kakek Bara. Dia juga tidak tahu kalau Jimmy akan membawanya untuk bertemu dengan Bara


Bersambung...


TWO HUSBAND Season 2.