
Lova sedang berada di dapur. Sedangkan, Sean sudah keluar rumah sejak pagi. Ia memang sedang sibuk sekali bahkan pulang ke rumah pun pada saat pagi hari. Lalu, berangkat lagi untuk urusan lain.
Lova selalu mengingatkan Sean untuk menjaga kesehatannya. Dan, Sean selalu ingat itu. Kesibukan, Sean akhir-akhir ini pun di manfaatkan oleh Zean untuk menemui istrinya yg sedang berada di dapur.
Ia mengendap-ngendap bagaikan pencuri. Zean, sudah sangat rindu pada Lova dan ingin sekali menuntaskannya dengan bercinta bersama Lova. Kemarin-kemarin ia tidak dapat melakukannya karena kakaknya selalu mengawasin setiap gerak geriknya. Sehingga, ia tak leluasa untuk mendekati Lova dan bersenda gurau bersamanya.
Zean melirik ke kiri dan ke kanan. Tiada, orang yg melihatnya. Ia melihat Lova, sedang sibuk memasak. Begitu, melihatnya Zean langsung saja memeluk Lova dari belakang.
Zean : "Hap" ucapnya.
Lova terkejut ketika ia merasakan ada lelaki yg tiba-tiba memeluknya dari belakang.
Lova : "Ahhh" pekiknya.
Zean berbisik.
Zean : "Ssssttt...., tenang sayang? Ini, aku Zean!"
Lova : "Zean???"
Zean tersenyum.
Zean : "Iya, sayang?"
Lova : "Zean? Lepas, Zean! Nanti, kalau ada yg lihat bagaimana?"
Zean : "Tidak akan, ada yg lihat sayang? Itu, jika kamu tidak berisik!"
Lova : ???
Zean : "Lagipula, kamu istriku! Jadi, tolonglah aku sayang?" ucap Zean sambil meraba-raba tubuh istrinya.
Lova : "Zean? Jangan...!!! Bagaimana, nanti kalau Sean datang?"
Zean : "Dia tidak akan datang! Dia sedang pergi keluar!" ucap Zean ketus.
Zean : "Ayolah, sayang???" ucap Zean.
Lova : "Tidak, Zean??? Aku takut!!!"
Zean frustasi mendapat penolakan dari Lova. Ia pun menarik paksa Lova ke tempat yg sunyi. Disana, tanoa basa basi lagi Zean pun segera beraksi. Ia menuntut haknya sebagai seorang suami. Tapi, lagi-lagi Lova menolaknya dengan alasan yg sama yaitu "takut"
Namun, Zean kembali mengingatkannya. Dan, Zean semakin tak sabar. Ia pun langsung, melumat bibir merah Lova. Lova terkejut!
Tapi, ia tak bisa berbuat apa-apa dan ia pun tak bisa menolaknya. Karena, memang ia harus memenuhi juga keinginan Zean, suaminya.
Perlahan, Lova pun menikmati ciuman penuh nafsu dari Zean. Hingga, ia juga membalas ciuman ganas Zean. Zean pun semakin bersemangat, ia pun mulai melakukannya bersama Lova. Saat, miliknya menyentuh milik Lova ia mendesah sambil memejamkan mata.
"Aah" desahnya.
Lova pun tak kalah menikmatinya.
"Ze....Zean....aaahh" desah Lova menikmatinya juga.
Mereka bercinta disana hampir 15 menit, saat akan mencapai puncak tiba-tiba saja mereka mendengar suara dua orang penjaga yg sedang melintas di tempat itu. Zean pun langsung menutup mulut Lova agar suara desahannya tak terdengar oleh dua orang penjaga yg sedang berada disana. Zean juga menghentikan aksinya sejenak.
Penjaga 1 : "Hei...apa kau tidak mendengar sesuatu?"
Penjaga 2 : "Dengar apa???"
Penjaga 1 : "Sesuatu seperti orang sedang bercinta?"
Penjaga 2 : "Ah, gila kau! Mana, ada suara orang bercinta disini! Dari tadi, aku tak mendengar apa pun!"
Penjaga 1 : "Masa, kau tak mendengarnya?"
Penjaga 2 : "Goblok! Dari tadi, aku memang tak mendengar apa pun! Apa, kau pikir aku tuli???"
Penjaga 1 : "Tapi...???"
Penjaga 2 : "Akh, sudahlah! Ayo, kita pergi saja!"
Akhirnya, kedua orang penjaga itu pun pergi meninggalkan tempat dimana Zean sibuk menuntaskan keinginannya dengan Lova. Zean lega. Ia pun melanjutkan lagi aksinya yg sempat tertunda tadi oleh dua orang penjaga yg sedang melintas disana.
Ia pun memacu miliknya agar dapat meraihnya bersama Lova. Dan, tak lama ia pun sampai juga di ujung petualangannya bersama Lova dan memuntahkan miliknya di dalam rahimnya. Zean, mengecup lembut kening Lova sambil berucap....
Zean : "Terima kasih, sayang?"
Lova diam tak mengatakan apa pun. Ia hanya mengatur nafasnya yg tadi memburu. Dan, ia hanya menyeka keringat yg tadi bercucuran.
💦💦💦💦💦
Pukul 18.00 Sean pulang dari mengurus usahanya...
Ia sudah sangat rindu pada Lova. Karena, kesibukannya ia hanya punya waktu sedikit saja bersama Lova. Hari ini, ia pulang lebih cepat dari biasanya. Sean bertanya kepada seorang pelayan dimana keberadaan istrinya. Pelayan itu mengatakan Lova sedang berada di kamar pribadi mereka.
Langsung, saja Sean naik ke atas untuk menemui istri tercinta di dalam kamar pribadi mereka. Sean membuka pintu dan melihat Lova sedang sibuk memakai pakaiannya. Ternyata, Lova baru saja mandi. Bau harum sabun memenuhi ruangan itu. Sean, memeluk Lova dari belakang. Lova terkejut sekali.
Sean : "Kenapa, kau terkejut begitu? Apa, kau pikir aku Zean?"
Lova : "Ti...tidak?"
Sean : "Lalu, kenapa kau terkejut? Hm?"
Lova : "A....aku terkejut, karena tak biasanya ada lelaki yg memelukku dari belakang! I.....itu sangat mengejutkanku!"
Sean : "Oh, ya? Begitu, ya? Ternyata, kamu ini masih saja bersikap polos dan tidak tahu apa-apa! Bagus! Aku suka!"
Lova terdiam.
Sean : "Baumu harum sekali! Kau, mandi?"
Lova : "Iya....tadi baru saja aku mandi!"
Sean : "Kalau begitu? Boleh, kan aku minta lagi???"
Lova : "Mi....minta apa???"
Sean : "Minta kamu untuk diriku! Lova sayang???"
Lova : "Te....tentu saja boleh, tapi perutku tidak enak! Seperti....???"
Sean menutup mulut Lova dan membuatnya berhenti bicara.
Sean : "Sayang??? Apa, kau ingin menolakku?"
Dengan ketakutan.
Lova : "Ti....tidak!"
Sean : "Lalu???"
Lova : "Aku tidak bohong perutku tidak enak! Seperti...???"
Sean tidak mau mendengar kata-kata Lova sampai selesai. Ia langsung mencium bibir Lova dengan lembut. Sambil mencium ia meraba bagian kewanitaan Lova. Ia merasakan sesuatu cairan keluar dari milik Lova. Bukan hanya sedikit tapi cairan itu keluar makin lama makin deras. Sean curiga, ia pun lalu melihat jari-jemarinya yg tadi bermain di titik sensitif Lova.
Begitu, ia melihatnya. Sean langsung saja masuk ke kamar mandi. Ia mual. Terus terang saja, ia alergi pada darah menstruasi wanita. Kalau, darah biasa itu bukan masalah baginya. Tapi, darah menstruasi wanita membuatnya benar-benar mual karena bau amisnya. Sean mencuci tangannya tadi yg terkena darah menstruasi Lova dengan bersih sebersih-bersihnya.
Sedang, Lova ia kaget mendapati tingkah Sean yg seperti itu. Ia pun berlari menuju kamar mandi dan menemui Sean di kamar mandi.
Lova : "Sean, kau tidak apa-apa?"
Sean : "Me....menjauh dariku! Malam ini, kau tidur dengan Zean saja! Aku tidak tahan bau amismu! Cepat, pergi dari kamarku....!!! ucap Sean membentak Lova.
Lova kaget sekaligus takut. Ia pun langsung keluar dari kamar pribadinya bersama Sean. Dan, pergi menemui Zean di kamarnya. Lova, tidak mengerti dengan sikap Sean. Sean terlihat aneh sekali hari ini. Untuk, itu ia akan menanyakannya kepada Zean tentang tingkah Sean hari ini padanya.
❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤
💦💦💦TWO HUSBAND💦💦💦